Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab48 ~ Bertemu Kembali


__ADS_3

"Ibu, kita hari ini mau kemana? Bilal bosan dirumah terus, ajak ayah jalan bawa kita dong! Ibuuuu" Rengek bilal pada adibah .


"Iya sayang, sabar yah! Ibu pakaikan baju dulu azma dan asifah. Habis ini ibu akan bilang sama Ayah, ayah kamu mumpun libur" Ucap adibah pada anaknya .


Bilal pun mengangguk, ia kembali memegang tangan azma kemudian mengerakkannya kekiri dan kekanan. Azma pun meresponnya dengan tertawa melihat kearah bilal .


"Akak bilal kenapa mayah-mayah cama ibu?" Tanya asifah cerewet .


"Kakak bilal gak marah kok hehe" Jawab bilal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, ia malu karna tadi adik-adiknya melihatnya merengek pada ibunya .


"Oh, ayah mana?" Tanyanya lagi .


"Gak tau kakak, mungkin dibawah atau diluar. Entahlah!" Jelasnya tak tau dimana keberadaan ayahnya padahal hari ini adalah hari minggu dan dia libur .


"Ibu, kakak mau jalan-jalan kemana?" Tanya azma juga pada ibunya .


"Belum tau sayang, nanti ibu bicara dulu sama ayah yah. Takutnya ayah ada kerjaan meski libur dirumah" kelas adibah pada anak-anaknya .


Tak lama kemudian yuda muncul diambang pintu mengahampi mereka, adibah yang melihatnya seketika lega dan menarik nafas lega karna ia tak mampu harus bicara apa lagi pada anaknya yang pada ribut karna ingin dibawa pergi jalan-jalan .


"Kenapa ini anak-anak ayah pada ribut sih?" Tanya yuda .


"Ayah bilal mau diajak jalan sama adik-adik dan ibu, boleh?" Ucap bilal .


"Iya ayah, dali tadi kakak mayah-mayah terus sama ibu hehe" Ucap asifah tak mau kalah .


"Kok gitu kakak? Gak baik loh!" Ucap yuda menatap bilal .


"Maafkan bilal ayah, bilal janji gak kayak gitu lagi" Ucap bilal dengan sorotan mata sendu .


"Oke jagoan ayah, ayah mau tanya kalian mau jalan kemana hari ini? Hari ini pokoknya kita berlima puas-puasing healing diluar rumah, okee!" Ucap yuda membuat semua senang dan bahagia mendengar ucapannya .


"Bagaimana kalau kita ke Mall dulu ayah, disana kan banyak arena bermain tuh pasti azma dan asifah suka, ya kan dek?" Ucap bilal .


"Terselah ayah aja" Ucap azma .


"Iya ayah, apapun itu asifah ikut saja hehe" Ucap asifah juga sambil terkekeh .


"Aduhh anak-anak ibu semangat sekali, kalau begitu ayo kita siap-siap dan ganti baju dulu" Ucap adibah pada anak-anaknya .

__ADS_1


"Iya sayang, ayah mau mandi dulu yah" pamit yuda menuju kamar mandi .


Mereka pun kini tengah bersiap-siap, sikembar juga antusias saat adibah mengganti pakaian mereka dengan warna dan model yang senada. Bilal juga dia kini tengah menyisir rambutnya sendiri didepan cermin. Adibah terkekeh melihat tingkah laku putranya itu .


Sampai mereka di Mall tujuan, adibah mendorong stroler azma sedangkan asifah pada ayahnya sambil menggenggam tangan bilal, mereka berjalan menuju arena bermain yang dimana mereka akan menghabiskan waktu seharian disana .


"Oke kita sudah sampai" Ucap yuda pada anak-anaknya .


"Hoyeeee" Teriak asifah dan juga azma .


"Ayo adik-adik kita main disana" ajak bilal .


"Hati-hati sayang, adiknya dijaga yah!" Teriak adibah saat melihat bilal membawa kedua adiknya masuk kearena tersebut .


Sementara ia dan yuda kini tengah duduk untuk memantau mereka. Adibah sangat senang melihat anak-anaknya kini mulai tumbuh besar secepat itu. Ia tak terlalu repot lagi untuk menjaga mereka karna kini bilal sudah berperan sebagai seorang kakak dan antusias membantunya untuk menjaga adik-adiknya .


Selama bi risma cuti ia digantikan oleh keponakannya sementara dari kampung, maka dari itu tak ada lagi yang membantunya mengurus si kembar, dibanding ponakannya memang bi risma lebih unggul darinya karna selain dia sudah berpengalaman juga lebih dewasa umurnya .


"Mas kira-kira bi risma udah lahiran gak yah?" Ucapnya pada suaminya .


"Gak tau sayang, coba nanti kamu hubungin dia" Jawab yuda .


"Oh iyaa yah, kok kita lupa hehe kalau yang ganti itu si sindi ponakan bi risma"


"Iya mas aku juga sampe lupa hehe, soalnya dia orangnya agak pendiam mas gak kayak bi risma agak cerewet dan mau berbaur dengan kita dan anak-anak" jelas adibah  .


"Emm, mungkin karna dia masih muda sayang dan juga belum terbiasa"


"Iya yah mas, mungkin!"


"Iya sayang"


"Mas adibah ke supermarket dulu yah, mau beli snack dan minuman untuk anak-anak, titip mereka sebentar mas" Ucapnya pamit pada yuda .


"Iya sayang, oke!"


Adibah pun melangkah menuju supermarket yang jaraknya tak jauh dari arena bermain tersebut, dia sengaja pergi sendiri karna tak ingin meninggalkan anak-anknya disana tanpa diawasi oleh yuda .


Dia mulai mendorong troli belanja itu dan mengelilingi setiap lorong disana, mengambil beberapa snack dan juga biskuit yang biasa mereka konsumsi begitupun snack untuk si kembar .

__ADS_1


Tiba di lorong snack ia pun disapa oleh seseorang yang membuatnya terkejut karna kini tengah muncul dihadapannya tanpa ada kabar sama sekali .


"Haii, senang yah kita bisa bertemu kembali hahaha" Ucap wanita itu pada adibah dengan tawa terkekeh menatapnya .


"Haii juga tan, apa kabar?" Tanya adibah dengan wajah datar menatapnya, jujur ia masih takut atas kejadian yang pernah menimpanya .


"Seperti yang kamu lihat sekarang, aku baik-baik saja. Kamu kok sendirian aja? Yuda udah ninggalin kamu yah? Atau malah membuang kamu karna cuma jadi benalu buat dia" Ucapnya sarkas sambil menyenggol lengan adibah .


Adibah pun menggeser tubuhnya agak jauh darinya, tak ingin ia menjadi pusat perhatian orang karna wanita itu berbuat onar padanya .


"Ehh, tatap mata aku! Kamu takut yah? Hahahah" Ucapnya lagi sambil menyentuh dagu adibah. "Kok kamu nangis? Aku kan gak ngapa-ngapain kamu, dasar cengeng!" Ucapnya lagi tanpa ada rasa bersalah .


"Maaf tan, saya gak ada urusan lagi sama tante, permisi!" Ucapnya pamit .


"Eits, jangan pergi dulu. Kita belum selesai bicara, kamu ingat ini yah urusan kita belum selesai jadi kamu jangan senang dulu, setelah ini kamu akan tau akibat dari perbuatanmu dulu sampai memasukka aku kedalam penjara, ingat itu!" Ancamnya pada adibah .


"Aku permisi tan" pamit adibah langsung mendorong trolinya dengan cepat menuju kasir meninggalkan minah disana dengan wajah kesal. Beberapa orang melirik mereka berdua tadi karna mendengar ucapan minah yang begitu lantang menyakiti hati adibah .


Adibah kini sedang mengantri dikasir, ia menoleh kebelakang namun dia tak lagi melihat keberadaan minah disana, ia pun menghapus sisa airmatanya. Ia tak menyangka akan bertemu kembali dengan minah disini apalagi ia muncul dan berkata kasar padanya. Setelah dipenjara dulu ia memang tak pernah lagi mendengar tentang kabarnya. Kini ia muncul kembali dan malah mengancamnya. Adibah tak habis fikir bukannya menyesali perbuatannya malah ia makin jahat dan mengancamnya yang tidak-tidak .


Selesai membayar semua belanjaannya dikasir, ia bergegas menemui yuda dan juga anak-anaknya dikarenakan bermain. Ia berharap tak bertemu dengannya disana apalagi sampai melihat anak-anaknya disana. Adibah akan menceritakan ini saat ia dirumah dan hanya berdua dengan suaminya. Ia tak ingin anak-anaknya mendengar tentang masalah ini karna mereka terlalu kecil untuk mengerti hal sebesar ini .


"Eh mas, maaf yah lama soalnya antri banget dikasir" Sapa adibah saat duduk dikursi .


"Iya sayang, mereka juga masih asik main kok" tunjuknya pada anak-anaknya .


"Kakak, ayo sini! Istirahat dulu sama adik-adiknya" panggil adibah .


"Tunggu ibu" Jawab bilal sambil memegang tangan kedua adiknya dan melangkah menuju kedua orangtuanya yang tengah duduk tak jauh dari mereka .


"Duduk sini sayang!" Ucap adibah .


"Anak ayah pada pintar-pintar yah mainnya" Ucap yuda juga .


"Azma cuka ayah main dicini" Ucap azma juga sambil meneguk susu kotak yang dibeli adibah untuknya tadi .


"Aku juga ayah, seru bangett. Ya kan kak?" Ucap asifah juga tak mau kalah .


"Iya adik-adik kakak yang cantik hehe" Ucap bilal sambil terkekeh .

__ADS_1


Yuda dan adibah pun ikut tertawa mendengar mereka bertiga berceloteh .


__ADS_2