Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab50 ~ Diculiknya Bilal


__ADS_3

"Halo Tri, bagaimana?" Tanya Minah saat panggilan telfonnya sudah tersambung .


[Iya, dia sekolah di SDN Cipta Bangsa 1] Jawabnya pada Minah mengenai lokasi sekolah Bilal yang sudah ia temukan .


"Oke terimakasih, nanti saya akan memberi kabar untuk tugas kamu selanjutnya!" Ucap Minah lagi sambil menutup sambungan telfonnya pada Tri .


Setelah menerima kabar dari Tri, Minah kembali mengulas senyum bahagia karna sudah mendapatkan lokasi sekolah Bilal. Kini rencananya sebentar lagi akan berhasil, bukan ia yang akan turun tangan untuk menculiknya. Tapi orang suruhannya, dia hanya ingin bertemu Bilal saat sudah disekap dibase camp milik orang suruhannya itu .


"Ternyata mudah mencari informasi anak itu, tante udah ngak sabar ketemu kamu Nak hahahahahhaha" Ucapnya seraya tertawa menyeringai membayangkan .


Dia terus menerus tertawa karna sebentar lagi ia akan mencipta haru air mata dikehidupan Adibah karna kehilangan sosok anaknya kesayangannya Bilal. Diapun sudah menyusun target bersama Tri dan kedua orang yang akan bertugas menculik Bilal saat jam pulang sekolahnya nanti .


"Oke, aku harap kalian tidak mengecewankanku. Aku akan tunggu kabar selanjutnya" Harap Minah sambil menjabat tangan keduanya di base camp milik Tri dan bawahannya .


"Kamu tenang saja, mereka sudah berpengalaman dan akan melakukan semua dengan rapi" jelas Tri dengan percaya diri .


"Oke" Ucap Minah mengangguk kemudian beranjak pergi dari sana dan menaiki mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju rumahnya sembari menunggu kelanjutan dari rencananya saat ini .


* * *


"Mas berangkat yah sayang" Pamit Yuda pada istri dan anak-anaknya .


"Iya Mas, hati-hati" Jawabku. "Ayo Nak Bilal itu Ayah udah mau berangkat. Sini ibu masukin bekal kamu kedalam tas!" Ucapku lagi pada Bilal sambil memasukkan bekal kedalam tasnya .


"Dadahhhh Ayahh, dadahh akakkk" Seru Azma dan Asifah bersorak saat mobil ayahnya telah melaju meninggalkan halaman rumahnya .


"Ayo kita masuk sayang!" Ajak Adibah pada anak-anaknya .


Mereka berduapun masuk menuju ruang tengah untuk menonton tv. Adibah pun ikut menemani mereka berdua sambil memainkan ponselnya dan memencet tombol video call saat panggilan masuk keponselnya .


"Haii" Ucapnya saat panggilan video call mereka bertiga telah tersambung .


[Haii beb] Sapa Ayu diseberang sana .


[Yuhuu] Sapa Rima juga tak kalah heboh .


"Rindu bangettt! Gimana kabar kalian berdua?" Tanya Adibah pada kedua sahabatnya .


[Alhamdulillah baik beb, biasa sibuk banget antar jemput chaca kesekolahannya] Jawab Ayu tersenyum .


[Baik juga beb, aku sih dirumah aja mantengin Si darel yang lagi aktif-aktifnya hehe] Jawab Rima juga .


[Kamu beb gimana? Capek banget gak ngurusin tiga anak sekaligus?] Tanya Ayu balik .

__ADS_1


Rima manggut-manggut mengikuti pertanyaan Ayu pada Adibah .


"Yah lumayan sih beb, tapi malah asik dan rame juga rumah karna ada mereka hehe" Jawabku terkekeh .


[Aduhh pasti lucu banget tuh tingkah sikembar] Ucap Rima gemash .


[He'emm, pen banget punya bayi kembar juga hehe] Harap Ayu seraya terkekeh .


"Tuh mereka lagi asik comot cake sambil nonton kartun kesayangannya" Tunjuk Adibah sambil memutar camera ponselnya menghadap mereka berdua .


[Azma, Asifah, say hay dong hehe] Pinta Rima saat melihat mereka berdupun menatap camera dengan sorotan wajah bingung .


[Heii kalian berdua serius amat sih, muka biasa aja dong hehe] Ucap Ayu juga ikut heboh .


"Mereka berdua bingung liat dan dengar suara kalian berdua pada heboh sih, anak-anakku mukanya pada kayak gitu hahah" Ujar Adibah terkekeh melihat respon Azma dan Asifah heran .


[Awas yah kalau kita ketemu, nanti aku cubit tuh pipi gembulmu] Seru Rima lagi .


[Hahahha ada-ada aja loh Rim, yang ada mereka nangis dan ngadu pada Ayahnya. Lo nanti bisa digebukin Bilal juga karna adiknya dibuat nangis] Ucap Ayu seraya terkekeh membayangkan tingkah Rima dan sikembar pada saat bertemu nanti .


"Hahha bener tuh Yu', si Bilal itu sekarang karakter udah kayak orang dewasa banget. Dia juga udah pintar banget jagain adik-adiknya" Adu Adibah tentang perkembangan anak-anaknya .


[Oh ya beb? Speaclesh sih aku kalau punya anak sepintar Bilal] ucap Rima .


"Baru masuk kelas satu SD, tapi udah banyak ngerti segala macam hal" Jawab Adibah tersenyum .


Mereka bertigapun terkekeh dalam percakapan video call yang mereka lakukan.


*  *  *


Disisi lain pada saat jam pulang sekolah, bilal menunggu kedatangan ayahnya untuk menjemputnya pulang. Ia duduk ditempat duduk tak jauh dari pintu keluar.


Seseorang tengah memantaunya sejak tadi dari kejauhan, dia adalah orang suruhan tri yang dibawa tugas minah untuk menculik bilal. Menunggu waktu berjam-jam hingga waktunya tepat salah satu dari mereka pun memberanikan diri menghampiri bilal .


"Hai nak, udah lama menunggu?" Sapanya pada bilal .


"Maaf om siapa?" Tanya bilal heran .


"Ohh Iya, perkenalkan saya sandi teman kantor ayah kamu. Dia menyuruh om untuk menjemput kamu karan ayahmu masih ada meeting dikantor yang tidak bisa ia tinggalkan" jelas orang itu pada bilal .


"Jadi ayah gak bisa jemput bilal dan menyuruh om?" Tanya bilal lagi .


"Iya sayang, om yang akan mengantar kamu pulang kerumah. Ayo!" Ajak orang itu .

__ADS_1


"Baik om, ayo" Jawab bilal sambil berjalan menuju mobil yang ditunjuk oleh orang itu .


Diatas mobil sudah ada dua orang yang menunggunya, mereka berpura-pura menjadi supir pribadinya dan melajukan mobil menuju Base came mereka dimana mereka akan menyekap bilal .


"Om ini bukan jalanan kearah kerumah bilal" Ucap bilal saat melihat mobil itu berbelok kearah lain .


"Kita lewat jalur lain nak, soalnya didepan sana macet dan kita akan sampai lebih lama" Jawab orang itu .


"Ohh" Ucap bilal singkat kemudian merengkuh tasnya kedepan dadanya .


Sesaat mobil orang itu meninggalkan halaman sekolah, mobil yuda pun tiba disana dan turun mencari keberadaan bilal ditempat biasa ia menunggunya datang .


"Anak itu kemana yah? Biasanya ia menungguku disini" Ucap yuda heran .


Dia pun bertanya pada satpam sekolahan yang menjaga dipintu masuk .


"Pak liat anak saya gak? Yang biasa duduk disana!" Tanya yuda sambil menunjuk ke arah kursi yang biasa bilal tempati .


"Ohh itu, baru saja pak ada yang menjemput" Jawabnya .


"Hahh? Siapa pak?" Tanya yuda lagi khawatir karna hari ini ia memang agak telat untuk menjemput anaknya .


"Kalau gak salah bapak-bapak pak berpakaian setelan jas hitam" jelas pak satpam itu .


Memang orang tadi memakai setelan jas lengkap untuk mengelabui mereka agak bilal pin percaya bahwa ia adalah rekan kerja ayahnya dikantor .


"Oh, makasih pak kalau begitu" Jawab yuda singkat kemudian memutar untuk berfikir siapa yang menjemput anaknya tadi. Kalaupun salah satu dari keluarganya pasti ia menghubungi yuda terlebih dahulu agar yuda tak menjemputnya kesini lagi .


Segera ia masuk ke dalam mobil dan meraih ponselnya, mencoba menghubungi purwanto .


"Aku coba telfon paman purwanto dulu, siapatau dia yang dimaksud pak satpam tadi" Ucapnya sendirian  .


Saat panggilannya tersambung :


"Halo, om ada jemput bilal kesekolahan?" Tanya yuda tanpa basa-basi untuk memastikan .


"Tidak nak, emang bilal gak bisa kamu jemput?" Tanya purwanto balik .


"Aku lagi disekolahan ini paman, pas aku jemput bilal kata pak satpam tadi dia udah ada yang jemput dan itu bapak-bapak. Yuda kira paman yang jemput makanya yuda langsung hubungi paman untuk memastikan" jelas yuda yang mulai khawatir .


"Aku masih dikantor nak, masih ada meeting juga nanti jam 1siang. Coba kamu hubungi papa kamu dulu barangkali dia yang jemput bilal tadi" usul purwanto pada yuda .


"Baik paman, aku tutup dulu telfonnya yah!" Pamit yuda sambil memutuskan sambungan teleponnya .

__ADS_1


__ADS_2