
"Mas?!" Panggil Adibah lirih .
"Ya sayang?" Jawab Yuda menoleh pada istrinya .
"Apa sebaiknya kita besok menginap dirumah Mama? Aku liat tadi Mama begitu bahagia main dengan twins dan aku juga ngak sengaja dengar obrolan Mama dan Papa kalau mereka itu kesepian saat dirumah dan ingin membawa mereka kesana, tapi Papa bilang sama Mama kalau mereka berdua masih butuh asi Adibah jadi belum bisa jauh-jauh dari aku Mas" Adunya pada suaminya saat mendengar obrolan mertuanya tadi pagi .
"Hmm, terserah kamu saja sayang, kita juga udah lama gak nginap disana kan? Terakhir waktu Bilal masih berumur 5 tahun" Ucap Yuda menuruti kemauan istrinya .
"Iya Mas, kalau gitu besok pagi kita berkunjung kesana, tapi jangan bilang-bilang Mama dulu, aku mau kasih surprise buat dia hehe" Ucap Adibah seraya terkekeh .
"Iya sayang" Yuda pun mengangguk dan tersenyum pada istrinya .
Adibah dan Yuda pun tersenyum menatap kedua putrinya yang kini tengah tertidur pulas disana, sedangkan Bilal juga sudah tidur dikamarnya sendiri. Mereka sengaja mengajar Bilal sejak dini untuk terbiasa tdur sendiri tanpa mereka agar dia bisa belajar hidup mandiri sejak kecil .
Kehadiran Si kembar dan Bilal dihidup mereka membuat keluarga kecilnya kini semakin sempurna, Adibah sangat bersyukur memiliki mereka semua termasuk suaminya yang selalu memberikan ia kebahagiaan yang tidak ada putusnya .
Sesaat puas menatap wajah putrinya, Adibah menuju lemari pakaiannya dan mulai merapikan beberapa pakaian Si kembar dan juga Bilal ke dalam koper untuk mereka pakai disana selama beberapa hari .
Adibah sangat faham bagaimana kesepian Ibu mertuanya itu saat ini, apalagi setelah ia kini memutuskan untuk tinggal dirumahnya sendiri bersama Yuda dan anak-anaknya. Meski begitu Rista dan Pratama tidak pernah mempermasalahkan itu namun Adibah bisa faham kesepian yang mengahampiri mereka saat ini apalagi di Usianya yang tidak lagi muda .
* * *
Pagi hari saat sarapan bersama si kembar berceloteh dengan mimpi panjang yang sudah ia lalui semalam tadi. Dia bercerita kepada kakaknya Bilal yang membuat Bilal tak pun tak henti tertawa dibuatnya.
"Akak, cemalam azma mimpiin akak loh" Ucap Azma .
"He'em aku juja akak" Ucap Asifah tak mau kalah .
"Emang adik-adiknya kakak ini mimpi apasih? Kayaknya seru banget hehe" Tanya Bilal dengan nada menggoda adik-adiknya .
"Akak kan lagi main sepeda'an ditaman depan rumah, eh tiba-tiba ada anjing tetangga yang kejal-kejal akak hahhahahahahah" Tawa Azma terkekeh mengingat detil kejadian mimpinya itu .
Bilal yang mendengarnya langsung mengeryitkan dahinya, ia pun juga ikut tertawa membayangkan bagaimana paniknya ia dikejar oleh anjing apalagi jika itu anjing buas, bersyukur itu anjing peliharaan tetangga karna masih termasuk jinak dan menurut pada pemiliknya .
__ADS_1
Mereka berlima kini sedang asik tertawa mendengar celoteh panjang dari si Kembar yang tak henti menertawakan mimpinya sendiri .
"Udah ah perut mama udah sakit nih karna dengar kalian ngerocos mulu hehe" Ucap Adibah terkekeh dan menatap kedua putrinya itu .
"Tapi emang gitu ibu kejadiannya, ya kan cifah?" Ucap Azma kemudian menoleh meminta persetujuan pada adiknya .
"Iya bu, benel kok hehe" Ucap Asifah juga sambil menyengir kuda .
"Yaudah, papa dan kakak Bilal berangkat dulu yah" pamit Yuda sesaat setelah menikmati sarapan paginya .
"Iya ma Bilal berangkat dulu yah, dadah adik-adikku yang cantik!" Pamit Bilal juga kemudian menyalami tangan ibunya dan mengacak rambut kedua adiknya lalu berlari keluar mengikuti langkah ayahnya.
"Ihh akak jail banget, lambut cifah kan jadi beyantakan ibu, hmm" Ucap Asifah dengan mode kesal pada kakaknya .
"Gak apa-apa sayang, nanti ibu rapikan lagi yah" Jawab Adibah tersenyum menatap putrinya .
Berbeda dengan Azma ia hanya tersenyum saat bilal mengacak rambutnya, ia tahu kalau kakaknya itu begitu sayang pada mereka berdua.
"Yuk nak kita ke ruang tengah nonton TV, nanti ibu sisir rambut Asifah dan Azma disana" ajak Adibah pada kedua putrinya .
"Jangan yompat-yompat cifah, nanti kamu jatuh loh" Ucap Azma mencegah adiknya .
"Iya adek, boleh lompat-lompat tapi hati-hati yah! Kalau jatuh kan adik sendiri yang nangis, oke!!" Ucap Adibah menasehati Asifah .
Asifah pun mengangguk mendengarnya nasehat dan ucapan dari ibunya, ia paham kalau mereka begitu mengkhawatirkannya .
* * *
Sore hari saat Yuda sudah pulang dari kantor, ia pun menyiapkan kopernya yang akan ia bawa kerumah ibunya sembari menunggu Adibah selesai mengganti baju anak-anaknya dan bersiap-siap .
"Gimana anak-anak? Kalian sudah siap?" Tanya yuda saat kini sudah berdiri di ambang pintu kamarnya .
Mereka antusias menjawab dengan girang karna tau mereka akan menginap beberapa hari dirumah oma dan opanya, setelah sekian lama menunggu waktu baru kali ini si Kembar akan menginap disana. Mereka sudah membayangkan saat menghabiskan waktunya seharian bermain dan ditemani oleh omanya, meski itu juga kerap mereka rasakan saat Rista dan Pratama juga mengunjunginya kemari .
__ADS_1
"Yeayyyyy cifah cenang bisa main kerumah oma lagi" Ucap Asifah riang saat mobil tengah berjalan menuju kediaman Pratama .
"Azma juga cenang, pokoknya aku mau tidul bareng oma dan opa, boyeh kan bu?" Ucap Azma juga sambil menoleh pada ibunya .
"Boleh sayang, tapi izin oma sama opa dulu yah" Ucap Adibah tersenyum menatap mereka secara bergantian .
"Terus kakak tidurnya sama siapa?" Tanya Bilal menggoda kedua adiknya .
"Cama ibu ayah lah, maca ikut kita jadinya kan cempit hahahah" Jawab Asifah sambil terkekeh .
Mereka pun akhirnya tertawa karna kini Si Kembar mengeluarkan kembali senjata celoteh yang tidak ada habisnya itu. Hingga tiba dikediaman Rista dan Pratama, mereka berlima pun turun dari mobilnya dan membawa anak-anak mereka masuk kedalam rumah .
"Assalamualaikum" Salam Adibah saat memasuki rumah dan diikuti salam juga dari mereka .
Bi hasna yang mendengarnya pun berlari ke arah mereka. "Waalaikumsalam, eh si Kembar dan kakak datang, sini den biar bibi yang bawa keatas!" Ucapnya sambil meraih koper itu .
"Mama sama papa kemana bi?" Tanya yuda mencari keberadaan orangtuanya .
"Lagi di kamar den, sebentar lagi pasti mereka turun" Jawabnya .
"Oh Iya bi" Ucap Yuda lagi kemudian mereka pun duduk disofa menunggu Rista dan Pratama turun .
Bi Hasna pun pamit dan membawa koper mereka menuju kamar Yuda, dia juga memberitahu Rista bahwa ada mereka dibawah yang sudah menunggunya. Sesaat mereka berdua panik karna Yuda dan Adibah tidak memberitahu apapun kalau mereka akan menginap dirumahnya.
"Itu oma cama opa, omaaaaaaa!" Tunjuk Asifah sambil meneriaki saat melihat mereka berdua menuruni anak tangga dsn tersenyum padanya .
"Cucu oma sayang, kok gak bilang-bilang sih kalau kalian mau kesini?" Ucap Rista yang baru saja tiba dan duduk dihadapan mereka .
"Iya nak, padahal tadi kita dikantor ketemu" Ucap Pratama juga menatap Yuda .
"Hehe Iya pah, maaf! Adibah mau kasi surprise jadi Yuda gak boleh ngabarin mama dan papa kalau kita mau nginap beberapa hari disini" jelas Yuda .
"Oh gitu, iya gak apa-apa nak, sini cucu-cucu opa, peluk dulu dong" Ucap Pratama sambil merentangkan kedua tangannya dan mereka bertigapun mengahamburkan diri memeluk opanya .
__ADS_1
Yuda, Rista dan juga Adibah tersenyum menatap mereka bertiga yang antusias memeluk opanya, mereka memeluknya erat seakan mereka baru saja bertemu padahal hampir tiap hari Rista dan Pratama mengunjungi mereka kerumahnya .