Syurga Untuk Adibah

Syurga Untuk Adibah
Bab54 ~ Terungkap


__ADS_3

"SIAPA? CEPAT KATAKAN" ucap Purwanto lantang karna Tri begitu berbelit-belit untuk mengatakan yang sebenarnya .


Dia pun mulai membuka suara dan membuat semua yang ada di dalam ruangan itu shock seketika mendengar siapa dalang dalam penculikan ini .


"MINAH? AMINAH? kamu gak ngarang kan?" Tanya Purwanto memastikan .


"Iya saya serius dengan apa yang saya katakan, dia berjanji akan memberi saya upah 1milliyar jika saya bisa menculik anak itu tanpa jejak" jelasnya .


"Paman gak tau kalau tante minah sudah bebas?" Tanya Yuda pada Purwanto .


Purwanto hanya menggeleng, mencari tahu tentangnya pun ia sudah tak ingin, apalagi sampai ia tahu kalau minah sekarang sudah bebas dan melakukan hal sejahat itu pada cucunya .


"Benar-benar yah itu orang, entah hatinya terbuat dari apa sehingga ia rela melakukan ini pada anak sekecil bilal" Ucapnya marah dan memukul meja yang membuat Tri ketakukan .


"Mana ponsel kamu?" Tanya Purwanto lagi sambil meminta ponsel milik Tri .


"I.inii pak" Sodornya pada Purwanto yang langsung meraihnya dan mencari kontak minah disana kemudian menghubunginya langsung lewat ponsel Try agar minah tak tahu siapa yang sedang menelfonnya .


[Ya Tri, ada apa? Apa anak itu berbuat ulah? Kamu jaga dia baik-baik sebentar lagi saya akan menuju kesana] Ucapnya saat panggilannya kini telah tersambung  .


Purwanto yang mendengarnya tersenyum miring, ternyata benar minah adalah dalang dari penculikan ini. Ia tak merespon ucapan minah malah memutuskan panggilan tersebut dan mengirim lokasi kepadanya untuk menyuruhnya menemui Tri disana. Purwanto sudah membuat rencana untuknya agar ia jera akan perbuatan yang dia lakukan sendiri .


[Kamu gak usah datang kesini, kita bicara ditaman kota, ada hal yang ingin aku sampaikan] Send..*


Minah pun yang heran karna panggilan Tri langsung terputus tanpa satu kalimat pun yang ia katakan membuka kiriman pesan dari Tri .


"Mau bicara apa dia, panggilan aku diputus begitu saja lalu, ahh aneh. Sebaiknya aku segera kesana menemuinya" Ucapnya kemudian mengambil tas dan kunci mobilnya.


Sesampainya ditaman ia sudah melihat Tri sedang duduk dikursi bawah pohon, minah pun langsung menghampirinya dan menanyakan hal apa yang ingin ia sampaikan padanya .


"Ada apa Tri? Kamu memutus panggilanmu sepihak kemudian mengajak aku bertemu disini, sangat aneh menurutku" Ucap heran melihat wajah Tri yang kurang ceria .


"Iya aku ingin mengatakan sesuatu, ini menyangkut keselamatan anak itu" Jawabnya berbohong  .

__ADS_1


Kini ia hanya jadi pancingan supaya minah datang kesana menemuinya, Purwanto sudah mengatur rencana sedemikian rupa agar minah tak curiga. Ia dan beberapa polisi sudah memantaunya dari jauh jika sewaktu-waktu mereka berdua mau kabur dan melarikan diri darinya .


"Emangnya kenapa dengan anak itu Tri? Kamu jangan berbelit-belit begini, aku jadi kurang faham" Tanya minah lagi dengan nada agak keras .


Dia tak tahu apa yang sedang ada difikiran tri saat ini, sikapnya begitu aneh dan dingin tidak seperti biasanya .


"Tri sebenarnya ada apa? Kamu gak maukan kehilangan uang kamu yang 1milliyar itu? Aku hanya memintamu untuk menjaganya, itu saja!" Ucapnya lagi .


Tri belum menjawab apapun yang dikatakan oleh minah, kemudian dengan sigap Purwanto datang bertepuk tangan memberi tepukan kemenangan yang minah khayalkan selama ini .


"Purwanto?" Ucapnya lirih sambil menoleh padanya dan kemudian menoleh cepat kepada Tri kembali .


"Ini maksudnya apa Tri? KAMU SENGAJA MENJEBAKKU DISINI?" Ucap Minah lantang dan tak terima .


"Seperti yang kamu lihat minah, kamu sudah hebat karna berhasil menculik dan menyiksa cucuku" jawab Purwanto sambil tertawa .


"Maksud kamu apa hah? Apa urusan kamu?" Ucap minah lagi .


"Jelas kamu berurusan denganku, dia adalah cucuku, KAMU TAU ITU!!" Jawabnya lantang .


"KETERLALUAN KAMU AMINAH!! Kamu akan mendekam dipenjara lagi untuk kesekian kalinya" Ucap Purwanto kemudian memberi kode kepada pada polisi untuk segera menangkapnya .


Minah seketika kaget dan berusaha melarikan diri namun tak sempat ia berlari peluru telah menghantam ke kaki kanannya yang membuat ia terjatuh dan tak bisa untuk bangun kembali .


*Doorrrrrrrrrr.." Suara tembakan pun terdengar.


"Ayo bangun!" Ucap salah satu polisi tersebut saat sudah memasang borgol dikedua tangan minah .


Begitupun Tri ikut diboyong naik ke mobil polisi untuk segera dibawa ke kantor polisi dan melakukan penahanan disana.


Purwanto yuda dan gio pun menyusul bilal kerumah sakit untuk melihat keadaannya. Adibah yang melihat anaknya terkulai lemas tak berdaya, begitu banyak luka ditubuhnya akibat siksaan dan juga bekas tali yang mengikatnya .


"Ya Allah mengapa seperti ini, kamu kesakitan nak? Mana yang sakit biar ibu obatin, hiiikksss..hiikksssss" Ucap adibah saat melihat bilal terbaring diatas brangkar dengan beberapa kain kasa yang menutupi tubuhnya .

__ADS_1


"Sabar nak, kasian bilal kalau terus melihat kamu menangis seperti ini" Ucap Rista menenangkan Adibah .


Saat ini kondisi bilal masih terbaring tak sadarkan diri, sesaat dibawah oleh polisi tadi ia masih sadar namun ketika ingin sampai dirumah sakit ia kemudian pingsan karna kondisi tubuhnya yang melemah akibat kekurangan cairan .


"Mah, bilal kok belum sadar yah?" Tanya Adibah sambil menatap lekat wajah anaknya .


"Mungkin sebentar lagi nak, coba kita panggul dokter dulu" Jawab Rista kemudian memencet panggilan untuk dokter .


Tak berlangsung lama dokter pun datang menemui mereka dan memeriksa keadaan bilal .


"Gimana dok keadaan anak saya?" Tanya Adibah penasaran .


"Dia hanya kekurangan cairan, itu yang membuatnya kini belum sadar, dalam waktu satu jam kedepan dia pasti akan sadar, sabar yah bu" ucapnya sambil mengelus pundak Adibah .


"Iya dok, terimakasih" Jawab Adibah .


Rista dan Adibah pun mengambil nafas lega dan membawa si kembar untuk duduk disofa, tak lama kemudian mereka pun datang dan menjenguk bilal secara bergantian .


"Sayang gimana kata dokter?" Sapa yuda saat baru saja melewati pintu .


"Kata dokter bilal kekurangan cairan makanya ia pingsan, sebentar lagi dia akan bangun kok" jelas Adibah pada suaminya .


"Syukurlah kalau begitu" Ucap yuda sambil mengatur nafas .


"Gimana dikantor polisi yud? Udah beres semuanya? Apa kamu juga sudah tau siapa dalang dalam penculikan ini?" Tanya Rista penasaran yang diikuti oleh anggukan Pratama .


"Udah mah, pah, orangnya sama dengan yang pernah mengancam Adibah" Jawabnya menatap mereka secara bergantian  .


"Minah maksud kamu?" Tanya Rista memastikan yang dibalas anggukan oleh yuda .


Mereka bertiga pun tak percaya ternyata Minah punya hati sejahat itu, belum lama ia bebas dari kurungan penjara tapi sudah berani berbuat jahat lagi pada keluarganya. Adibah pun mulai menceritakan kepada mereka semua kalau ia sempat bertemu dengan Minah saat Dimall bersama yuda dan anak-anaknya. Ia mengatakan bahwa minah sempat mengancamnya kembali untuk menghancurkan keluarganya secara perlahan namun ia tak menggubris itu karna ia tahu minah tak akan berbuat sejauh itu karna sudah jera berada lama dalam kurungan  penjara  .


Yuda yang mendengarnya pun tak menyangka kalau Adibah menyembunyikan hal sebesar ini yang berimbas kepada keluarganya sendiri, apalagi saat ia mencari tahu siapa yang telah menculik bilal. Dengan itu pasti ia sudah tau siapa penyebabnya, namun Adibah pun tak sempat berfikir kesana bahwa ancaman minah benar terjadi dan melukai anaknya sendiri .

__ADS_1


Sesal Adibah kini tak berguna lagi karna semua telah terjadi pada anaknya, miris melihat keadaan bilal yang saat ini tubuhnya dipenuhi oleh kain kasa untuk menutupi beberapa luka yang ada ditubuhnya .


__ADS_2