TAK SANGGUP MELUPAKANMU

TAK SANGGUP MELUPAKANMU
MENCARI PEKERJAAN


__ADS_3

Setelah acara wisudanya, Zeehan masih berada di kamar kos kecilnya. Dia berniat untuk mencari pekerjaan, sebelum pulang ke kampung untuk menengok ibunya Ratna di kampung.


Iseng-iseng Zeehan membuka situs lowongan kerja di handphone murah miliknya. Dia menemukan sebuah lowongan sebagai dokter umum di rumah sakit Darya Medika,.dengan gaji yang lumayan. Pria itu segera mencatat semua persyaratan di sehelai kertas, menyiapkan bahan dan menulis surat lamaran. Segera Zeehan mengirim CV ke rumah sakit terbesar di kota itu secara online.


Sementara itu, di rumah sakit Darya Medika, Daniel Aryadinata, selaku Presiden Direktur memanggil Hendra Setiawan, selaku kepala personalia Rumah sakit itu. Laki-laki berusia 50 tahun itu memasuki ruangan Pak Daniel setelah mengetuk pintu kamar.


"Bapak memanggil saya?" Pak Hendra berbasa-basi.


"Silahkan duduk, Hendra! Bagaimana sudah ada seleksi para pelamar kerja.


"Sudah Pak, sudah ada beberapa kandidat, yang memenuhi syarat,"


"Coba saya lihat!" Presiden Direktur Rumah Sakit itu, memeriksa file yang sudah di print Hendra.


"Coba lihat yang lain, Hendra. Saya maunya dokter yang masih muda, punya dedikasi tinggi dan tentu saja pintar." Daniel menyebutkan kriteria karyawan yang akan di rekrutnya.


"Coba lihat yang ini, CV-nya baru masuk kemaren, tapi belum saya Print." Hendra menunjukkan laptopnya.


"Coba bacakan CV-nya!"


"Nama, Zeehan Aryadinata, tempat tanggal lahir, Bima, 10 Oktober 1998, Pendidikan, SD, SMP dan SMA di Tolotangga, Bima Nusa Tenggara Barat dan Lulusan terbaik Fak. Kedokteran UI."


"Berarti usianya 25 tahun ya! Coba kamu print dan kasih berkasnya ke saya!" titah Pak Daniel.


"Baik pak!" Pak Hendra keluar dari ruangan Presdir dan tak lama kembali membawa dokumen berisi CV Zeehan Aryadinata.


"Ini Pak," Hendra menyerahkan CV itu ke tangan atasannya.


"Duduk dulu, Hendra!" Pak Daniel membaca satu persatu riwayat hidup Zeehan. Dan memperhatikan dengan seksama pas foto 4x6 yang berwarna.


"Tidak salah lagi, dia putraku," batin Daniel.


secercah senyum menghiasi wajahnya yang masih tampan diusianya yang tidak muda lagi.


"Panggil dia untuk interview besok, Hendra!" titah Daniel.


"Baik Pak, ada lagi pak!"


"Tidak, keluarlah, jika dia sudah datang langsung temui saya disini," kata Daniel.


"Baik, kalau begitu saya permisi." Hendra pamit undur diri.

__ADS_1


Zeehan berada di kafe Bang Alfred siang itu, saat sebuah panggilan masuk ke ponselnya.


"Halo," jawab Zeehan, saat panggilan itu terhubung.


"Apakah anda Zeehan Aryadinata?"


"Ya, saya Zeehan Aryadinata, dengan siapa ya Pak?" tanya Zeehan sopan.


"Kami dari rumah sakit Darya Medika, CV anda memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari rumah sakit kami, anda bisa datang besok ke Rumah sakit Darya Medika, pukul 08.00 pagi. Kami harap anda datang tepat waktu."


"Baik Pak, saya akan datang besok, terimakasih banyak Pak!" Zeehan bersorak gembira.


"Bang, aku dapat panggilan kerja di rumah sakit Darya Medika, besok aku interview," teriak Zeehan pada Bang Alfred yang duduk di meja kasir cafenya.


"Oh ya, selamat Zeehan, kamu memang pantas mendapatkan pekerjaan itu, semoga kamu betah bekerja disana." ucap Bang Alfred bangga.


"Terimakasih, Bang! Kalau begitu, saya besok izin berhenti bekerja di sini, terimakasih, Abang sudah banyak membantu saya. "


"Tidak apa-apa, Zeehan. Perjuanganmu untuk menjadi dokter akhirnya tercapai, selamat ya!"


"Makasih Bang, makasih!" Zeehan memeluk Bang Alfred yang telah banyak membantunya selama kuliah di kota itu.


"Walaupun sudah kerja nantinya, datanglah kemari, sekedar untuk ngobrol atau apa."


Bang Alfred adalah orang yang berjasa bagi Zeehan. Dia bekerja di cafe itu, sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta. Kebaikan Alfred, membuat Zeehan betah dan bertahan hingga Zeehan menamatkan studinya.


Bagi Zeehan, Alfred adalah teman, saudara dan juga ayah. Apapun kegiatan yang dilakukan Zeehan di kampusnya, Alfred akan dengan senang hati mengizinkan dan mendukungnya.


*******


Zeehan masih sibuk mempersiapkan file yang akan dia bawa untuk interview di rumah sakit.


Teman sebelah kamar kosnya, Aldo baru saja pulang dari Club.


"Lo nggak ke cafe, Han?" tanya Aldo saat temannya itu mengunjunginya di tempat kos.


Saat melihat lampu ruangan Zeehan masih menyala.


"Nggak Al, gue udah resign dari cafe tadi siang, besok gue ada interview di rumah sakit Karya Medika.


"Wah, hebat Lo Han, baru melamar kerjaan langsung di panggil," puji Aldo, sembari duduk di lantai kamar kos Zeehan yang dingin.

__ADS_1


"Gue juga kaget, saat bagian personalia rumah sakit itu menghubungi gue, jadi besok gue akan kesana, Lo juga usaha dong Al, nyari lowongan kerja di situs Loker."


"Udah, tapi belum ada yang sesuai dengan pendidikan gue, gue pengen punya bisnis sendiri Han, gue masih nabung."


"Kalau Lo suka kerjaannya ambil saja dulu, latar belakang pendidikan itu nggak penting juga kali Al, ada yang pendidikannya apa, kerjanya dimana," kata Zeehan menyemangati Aldo.


"Ya, ntar gue cari lagi, gue juga mau


resign dari Club, gue akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik," Ujar Aldo Optimis.


"Nah, gitu dong semangat!" Zeehan menepuk pundak temannya itu pelan.


Aldo tersenyum memeluk temannya itu hangat.


"Jika Lo sudah diterima bekerja di Rumah sakit itu, kamu bakal cari tempat kos lain dong Han?"


"Gue lihat dulu, Al. Kalau gaji gue gede, gue akan cari kos an di dekat rumah sakit itu, biar gue nggak pake ongkos, Sepeda motor yang gue pake, bukan punya gue."


"Yah, semoga kamu beruntung Han, gue doain supaya kamu langsung diterima setelah interview," ujar Aldo.


"Aamiin, makasih ya Al!"


Bersambung


Pagi-pagi sekali Zeehan sudah bersiap dengan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana bahan berwarna hitam. Tak lupa sebuah dasi hitam panjang. Menyempurnakan penampilannya, pagi itu. Pakaian yang baru dibelinya kemaren, setelah Bang Alfred memberinya uang pesangon yang lumayan bagi Zeehan.


Cukup lama pria berkulit eksotis itu berdiri di depan cermin. Mematut diri, mencukur sedikit jambang tipisnya yang sedikit membayang di wajahnya. "Semangat Zeehan!" ucap Zeehan menyemangati dirinya sendiri.


Tak lupa Zeehan menyemprotkan sedikit minyak wangi di pakaiannya. "Perfect!" batinnya. Sambil merapikan kembali kemejanya. Tubuhnya yang sekarang lebih padat dan tegap, karena Zeehan rajin berolahraga, membuat ketampanannya begitu nyata.


Sentuhan terakhir, Zeehan menyisir rapi rambutnya yang sedikit gondrong.


Dengan langkah pasti, Zeehan keluar dari kamar Kos, dan menaiki kendaraan roda duanya. Menuju rumah sakit Darya Medika.


Beberapa menit kemudian, Zeehan sampai di rumah sakit Darya Medika. Setelah memarkirkan motornya. Zeehan berdiri didepan parkiran rumah sakit. Memandang kagum bagian gedung rumah sakit berlantai lima. Di bagian atas gedung bertuliskan logo rumah sakit Darya Medika.


Zeehan menarik nafas panjang, dan meniupkan perlahan melalui mulutnya.


"Jangan gugup Zeehan, kamu pasti bisa," gumamnya sambil tersenyum sendiri.


Di dalam lobby rumah sakit, Zeehan menemui bagian personalia. Dan hari ini adalah jadwal wawancara dari lima kandidat yang terpilih.

__ADS_1


Di depan ruangan HRD, sudah menunggu 3 orang calon pelamar.


__ADS_2