TAK SANGGUP MELUPAKANMU

TAK SANGGUP MELUPAKANMU
DENIS VS GARY


__ADS_3

Menjelang sore, Lenka kembali bersama mertuanya Papa Daniel dan Mama Maria tanpa Judith. Wanita cantik itu tampak panik, sambil mengendong bayi Zee, Lenka bergegas masuk ke dalam rumah.


"Denis, maaf, Judith menghilang, sebelum kami kemari, dia minta izin untuk kekamar mandi, tapi sudah hampir 2 jam dia tidak kembali," ucap Lenka sedih.


"Iya Denis, Mama takut terjadi apa-apa sama dia, Lenka sudah cerita tentang Judith sama Mama." kata Mama Maria ikut sedih.


"Dia pasti ada di rumah pria itu sekarang!" ujar Denis geram.


"Pria? Siapa Denis?" tanya Mama Maria penasaran.


"Pria yang telah membeli Judith, katanya Mommy Judith memilik hutang sebanyak 2 Milyar, karena dia tidak mampu membayarnya, sebagai gantinya Judith akan di jadikan istri pria itu." Denis menghela nafasnya sejenak.


"Aku akan menemuinya, Ma... Pa, jika aku tidak kembali setelah 3 jam, susul aku ke alamat ini," Denis memberikan kartu alamat pria bernama Gary Arkana, yang dia peroleh dari Judith beberapa waktu yang lalu.


"Berikan saja uang yang dia mau, Denis!" kata Papa Daniel.


"Aku tidak bisa percaya begitu saja Pa, sepertinya orang ini licik," Denis memakai jaketnya dan mengambil kunci mobil diatas meja Televisi.


"Hati-hati Denis!" seru Lenka, saat Denis bergegas keluar rumah.


"Ya Val, aku titip Dean ya!" Denis segera menuju mobilnya dan melakukannya dengan kecepatan tinggi.


"Sebaiknya kita ikuti Denis, Zeehan!" kata sang Papa.


"Ya Pa, ...aku akan mencari mobil rental disekitar tempat ini, Papa tunggu disini saja dulu," Zeehan keluar dari rumah dan berjalan keluar dari gang rumah Denis. Dan meminjam mobil di tempat Rental mobil, yang banyak terdapat di kota itu.


"Ayo Pa!" ajak Zeehan membukakan pintu mobil untuk Papanya.


"Aku ikut!" kata Maria, yang tampak khawatir dengan putranya.


*******


Judith berada di dalam sebuah kamar yang dijaga oleh dua orang pengawal Gary Arkana.


Gadis itu baru saja bangun dari tidurnya, efek obat bius yang diberikan anak buah Gary masih membuatnya merasa pusing.


"Dimana aku, kepalaku berat sekali!" Judith memegang kepalanya. Dia mencoba bangun dari tempat tidurnya.


"Berani sekali kamu kabur dari rumahku," suara bariton pria bernama Gary, membuat Judith merasa kaget dan takut.


"Aku tidak mau menikah denganmu, Pak tua!" teriak Judith.


"Oh ya? kau mau ibumu masuk penjara, karena tidak mampu membayar hutang-hutangnya." pria itu mendekat, Judith beringsut kebelakang hingga mentok di ujung tempat tidur.


"Aku tidak percaya hutang ibuku sebanyak itu, kamu pasti menipunya,"


"Ha...ha...ha, kamu yang ditipu Mommymu, gadis kecil, ibu mana yang tega menjual anaknya demi uang. Hanya ibumu, karena apa? Karena kamu bukan anak kandungnya." Gary Arkana tertawa menyeringai.


"Kamu bohong!" teriak Judith hampir menangis, mendengar ucapan Gary.


"Kalau tidak percaya, tanya saja wanita ular itu!" Gary duduk di pinggir ranjang tempat Judith meringkuk ketakutan.

__ADS_1


"Tuan lepaskan saya, tolong!" Judith memohon. Saat pria tua itu semakin mendekat.


"Aku sudah meminta kamu baik-baik, untuk menjadi istriku, tapi kamu menolaknya, sekarang aku akan mencicipi tubuhmu terlebih dahulu, sebelum kau menikah dengan kekasihmu itu!" Pria itu menarik kaki Judith kearahnya. Judith meronta hendak melepaskan pegangan pria itu.


"Kau salah Pak Tua, aku sudah tidak Virgin lagi, aku sudah tidur dengan kekasihku!" kata Judith tersenyum sinis.


"Brengsek, wanita itu menipuku," Pria itu berdiri dan berteriak memanggil pengawalnya.


"Ada apa, Tuan?" seorang pengawal masuk ke kamar itu.


"Bawa perempuan bernama Jenifer itu kemari!" perintah Tuan Gary.


"Baik Tuan!" pengawal itu segera keluar kamar dan tak lama membawa Jenifer keruangan itu.


"Kau menipuku Jennifer, kau bilang anakmu masih perawan, lalu apa, dia tidur dengan pria lain."


"Dia bohong Gary, dia itu belum pernah punya pacar apalagi tidur dengan laki-laki lain, karena aku menjaganya dengan baik." Jennifer membantah. Belum sempat Gary bicara lagi, terdengar suara ribut dari luar kamar.


"Tuan, diluar ada pria yang mengaku kekasihnya nona Judith, pengawal menahannya di ruang tamu," lapor salah seorang pengawal yang berjaga diluar.


"Aku akan turun, kita lihat apakah dia punya nyali untuk melawanku," ucap pria itu.


"Bawa kedua perempuan itu keluar, biar dia melihat seperti apa hancurnya kekasihnya itu,"


Gary Arkana turun dari kamar Judith di lantai atas. Dua orang pengawal membawa Judith dengan tangan diikat ke belakang. Begitu juga dengan Jennifer.


"Kak Denis!" teriak Judith tersenyum melihat Denis datang untuk menyelamatkan dirinya.


"Judith, kau baik-baik saja?" Denis mencoba melepaskan pegangan dua orang pengawal Gary Arkana.


"Ya kak!" Judith merasa khawatir melihat Denis dicekal kuat oleh anak buah Gary.


"Tuan Gary, tolong lepaskan Judith! Saya akan memberikan uang yang anda minta," kata Denis.


"Tidak semudah itu anak muda, saya sudah membelinya dan saya berhak untuk mencicipinya, bukan begitu sayang!" Gary mendekati Judith dan memegang wajah gadis itu dengan kedua tangannya.


"Lepaskan dia brengsek!" teriak Denis marah.


"Aku tidak percaya, kamu punya nyali juga menantang ku, anak muda." Gary Arkana berbalik menghadap Denis.


"Hajar dia!" Perintah Gary pada anak buahnya.


"Jangan, dia tidak bersalah, jangan pukul dia!" teriak Judith, merasa bersalah, melihat kekasihnya dipukuli.


"Hah...kesalahannya hanya satu, karena berani menyentuh calon istriku, sekarang kita mulai pertunjukan, aku akan membuktikan apakah benar calon istrimu ini sudah tidak Virgin...!" Gary tertawa menyeringai.


"Kau benar-benar brengsek Gary Arkana, aku benar-benar menyesal pernah mengenalmu," maki Denis.


"Aku akan membuatmu lebih menyesal lagi, bertemu denganku, anak muda, ...kau akan melihat langsung pertunjukkan ini, atau rekaman saja, ...keduanya sama-sama seru, kau akan menyukainya,"


"Dasar binatang, ..." wajah Denis tampak memerah menahan amarah, ingin berontak, tapi kedua pengawal Gary, menahannya dengan kuat. Hingga saat anak buah Hery lengah, dia berhasil menjatuhkan kedua pengawalnya dan menerjang pria tua itu dengan kuat, hingga terduduk di lantai.

__ADS_1


"Tangkap dia, ikat dia di gudang!" perintah Gary.


Denis kembali ditangkap 4 orang pengawal Gary. Dua orang pengawal menghajar Denis tanpa ampun.


"Hentikan, jangan sakiti anakku!" teriak Mama Maria yang masuk bersama Zeehan dan Daniel. Wanita itu memukul pengawal Gary dengan tas tangannya.


Gary Arkana kaget melihat siapa yang datang,


wanita itu memeluk Denis erat. Gary mengisyaratkan anak buahnya untuk keluar.


"Maria!" Gary menatap Maria tak percaya. Kemudian memandang Denis bergantian.


"Lepaskan anakku, Gary! Dia tidak bersalah, dia tidak tahu apa-apa tentang hubunganmu dengan Judith, dia hanya menyelamatkan calon istrinya,"


Gary menarik nafas panjang, dadanya. Bergemuruh hebat. Saat menyadari kemiripannya dengan Denis.


"Maria, apakah Denis.putraku?" tanya Gary menatap Maria lekat.


"Kau tidak perlu bertanya Gary, kurasa Denis juga tidak mau mengakui bahwa kau adalah ayahnya," ketus Maria, tatapannya tajam, seolah ingin menusuk pria yang pernah menjadi kekasihnya di masa lalu. Pria tua itu diam, memandang Denis dengan rasa bersalah. Judith tampak menangis memeluk Denis.


"Aku!" Pria itu tampak gugup sekarang, ingatannya kembali saat masa kuliah di Jakarta. Di saat, Maria menangis memohon pertanggungjawabannya, karena dirinya hamil, namun Gary menolaknya dengan kasar. Bahkan pria itu meminta Maria menggugurkan bayi yang ada didalam kandungannya.


"Daniel!" Gary memandang kearah Daniel dan Zeehan yang berada di belakang Maria.


"Apa kabar Gary?" Daniel memandang teman masa kuliahnya itu datar.


"Seperti yang kamu lihat," katanya tersenyum tipis.


"Biarkan Judith dan ibunya pergi, Gary! Kami akan memberikan uang yang kau minta, untuk membayar hutang ibunya."


"Kalian boleh membawa Judith, tapi tidak dengan ibunya," kata Gary tegas.


"Tuan Gary! Tolong, bebaskan saya, saya akan membayarnya setelah tanah di Australia terjual." mohon Jenifer.


"Tidak bisa, Jennifer, kau harus membayar apa yang telah kau janjikan," Baru bersikukuh dengan pendiriannya. Wanita bule itu menangis memohon.


"Judith, tolong Mommy!" Jenifer bersujud di kaki putrinya.


"Aku tidak bisa Mom, kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu," kata Judith menatap Jenifer marah.


"Semua Mommy lakukan demi kebahagiaan kamu nak," ratap Jenifer. Wanita itu memang pandai berakting.


"Mommy bohong!" pekik Judith. Judith membantu Denis berdiri dan berlalu meninggalkan tempat itu. Bersama Daniel dan Maria serta Zeehan.


"Maria, tunggu sebentar?" Suara Gary menghentikan langkah ibunya Denis.


"Ada apa lagi, Gary?" Jawab Maria tanpa menoleh.


"Aku minta maaf, aku ingin bicara denganmu empat mata, tentang Denis" ucap Gary, tak tahu malu.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan, Gary, semua sudah berakhir, aku sudah bahagia bersama Daniel." Maria berlalu meninggalkan Gary, yang merupakan ayah kandungnya Denis.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2