
Sherly menemui mami Linda, setelah malam itu. Pertemuan dengan David membuat hatinya bimbang. Ingin berhenti, tapi takut Mami Linda akan marah besar.
Mami Linda telah begitu banyak membantu Sherly selama ini. Sherly adalah 'anak' kesayangan Mami Linda.
Wajah Sherly sedikit oriental, bermata indah dan berkulit putih. Memiliki tubuh yang aduhai, membuat setiap pria yang melihatnya ingin memilikinya.
Bahkan harga yang ditawarkan Mami Linda untuk pelanggannya tidak main-main. Sherly adalah sumber uang terbesarnya.
Sherly berpikir sejenak, mencoba memberikan alasan yang bisa diterima oleh Mami Linda.
"Mami,..." Sherly datang menghadap Mami Linda siang itu.
"Ada apa sayang?bagaimana semalam, apakah pria itu royal?"
"Aku tidak jadi melayaninya, Mam," jawab Sherly lirih.
"Kenapa? Dia belok?" Mami Linda memandang Sherly penuh tanda tanya.
Wanita bertubuh berisi iti menyalakan sebatang rokok kretek, dan menghisapnya perlahan.
"Tidak Mami."
"Terus, apa masalahnya, dia kasar?" Mami Linda meniup asap rokoknya kearah Sherly. Sherly menahan nafas dan mengibaskan asap rokok itu dari wajahnya.
"Pria itu, kembaran mantan kekasihku!"
"Oh,...dia tidak mau menyentuhmu? Baguslah, kamu kan tidak perlu capek-capek, nanti malam kamu punya tenaga cukup untuk melayani Tuan Herland."
"Mami, aku mau berhenti menjadi wanita panggilan," ucap Sherly takut-takut.
"Apa? Berhenti? Tidak semudah itu, Sherly, jika kamu ingin berhenti, kau harus mengembalikan semua biaya yang sudah aku keluarkan 10 kali lipat," kata wanita beranting besar itu tamak.
"Mami, bukankah aku sudah menghasilkan banyak uang untukmu, selama aku bekerja disini, aku hanya menerima sepertiga penghasilanku, dan selebihnya kau yang mengambilnya." Bantah Sherly.
"Kau belum tahu siapa aku hah, aku Mami Linda, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, karena kamu adalah sumber uangku yang paling besar, jadi untuk berhenti, aku juga perlu imbalan yang besar."
Sherly menatap Mami linda tajam, "Kau memerasku Mami!
"TERSERAH, KAMU MAU BILANG AKU APA?"
Sherly berdiri dengan marah, dia tidak menyangka, Mami Linda akan mempersulit hidupnya.
"Berapa uang kau minta, Mami ?" Teriak Sherly.
"800 juta, kurasa cukup!" Kata Mama Linda santai.
"Aku akan membayar uangmu," Sherly menghentakkan kakinya dan keluar dari ruangan Mami Linda, dengan kesal dan marah.
"Jangan lupa nanti malam, layani Tuan Bara, jika tidak hutangmu akan bertambah," teriak Mami linda sebelum Sherly benar-benar menghilang dari balik pintu.
"Persetan denganmu!" Teriak Sherly, membanting pintu ruangan Mami Linda.
__ADS_1
Sherly sampai di tempat tinggalnya, disebuah rumah minimalis dengan 2 kamar tidur.
Dia duduk disisi ranjang dan menghubungi nomor David.
"Halo Sherly, ada apa?"
"Aku sudah mengundurkan diri dari tempat Mami Linda, tapi banci kaleng itu meminta uang 800 juta, dia memerasku, apa kau sanggup membayar uang itu?" tanya Sherly ketus
"Aku akan membayarnya," kata David.
"Dia tidak akan melepaskan aku semudah itu, David,"
"Jangan khawatir, anak buahku akan menjagamu,.."
"Tapi...!" Suara SHERLY menghilang begitu saja. Dua orang pria berpakaian serba hitam membekap mulut Sherly dan membawanya keluar dari rumah.
"Sherly ... Sherly!" Panggil David, namun tidak ada jawaban.
David menghubungi Doni dan anak buahnya, "Doni kamu cari Sherly, dia tidak menjawab panggilanku, sepertinya terjadi sesuatu dengannya.
"Baik Tuan," Anak buah David menyebar mencari keberadaan Sherly, yang tiba-tiba menghilang dari rumahnya.
Anak buah Mami Linda menyekap Sherly di sebuah gudang tua yang terdapat di pinggir kota. Yang jauh dari pemukiman Penduduk.
SHERLY terikat di sebuah kursi kayu yang terdapat ditengah ruangan kosong. Mulutnya ditutup dengan kain hitam,
"Sayangku, seandainya saja kamu tidak buru-buru berhenti dari pekerjaanmu, aku tidak akan memperlakukanmu seperti ini," suara Mami linda terdengar bergema diruang kosong itu.
"Tidak perlu marah-marah sayang, sebelum kau keluar dari lingkaran ku, aku sendiri yang akan menikmati tubuhmu, Sherly, ...ha..ha! Dan kamu akan mengenang percintaan kita, seumur hidupmu." Mami Linda tertawa menyeringai. Sherly tergidik ngeri.
Mama Linda ternyata adalah seorang pria bernama Rendy. Di club, dia menyamar menjadi seorang wanita dengan nama samaran Mami Linda, dan berprofesi sebagai mucikari.
"Brengsek, lepaskan aku!" Sherly berusaha melepaskan diri dari ikatannya. Kedua tangannya diikat kebelakang kursi.
Mami linda atau Rendy mendekat, dan duduk di kursi yang menghadap kearah Sherly. Tangan besar itu menyentuh wajah Sherly. Sherly memalingkan wajahnya, jijik.
"Aku akan memberimu kesempatan sekali lagi, Sherly, jika kau masih ingin bekerja denganku, aku akan melepaskan mu, tapi jika tidak. ...tahu sendiri akibatnya," ancam Rendy.
"Aku akan berhenti, karena kamu hanya memerasku,"
"Baiklah, ...kalau begitu, kau mau aku bermain lembut atau kasar, Mm?"
Rendy menarik pakaian atas Sherly hingga menampakan dadanya yang tidak memakai penutup.
"Lepaskan aku, bajingan!" Sherly berontak saat waria itu menyentuh dadanya dan meremasnya dengan kasar.
"Tidak ada yang akan mendengar teriakanmu disini, sayang! Berontak Lah! Aku suka, kau membangkitkan hasrat bercintaku, sudah lama aku tidak bermain dengan perempuan," kata-kata itu terdengar menjijikan di telinga Sherly.
"Kau binatang, an**ng!" Maki Sherly.
"Teruslah berteriak, ha...ha..! Tidak ada orang yang akan kasihan pada pelacur seperti dirimu, bahkan Tuhanmu pun tidak,"
__ADS_1
Rendy melepaskan tali yang mengikat tubuh Sherly di kursi. Dia mendorong kursi itu kebelakang, hingga Sherly jatuh terlentang. Sherly mengaduh kesakitan.
Wanita jadi-jadian itu melucuti semua pakaian Sherly. Sherly tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sepertinya orang itu tidak akan melepaskannya begitu saja. "Tuhan, tolong aku!" Rintih Sherly.
Sherly menggigit bibirnya kasar, saat tubuhnya mulai dijamah dengan rakus. Sherly hanya bisa pasrah, dia benar-benar tidak menyangka, bekas majikannya itu akan memperkosa dirinya.
Namun, belum sempat Rendy melampiaskan hasratnya pada Sherly, wanita jadi-jadian itu mengaduh kesakitan. Seseorang menendangnya dengan keras dari belakang. Hingga terjengkang.
"Brengsek, siapa yang berani menganggu kesenangan gue!" Mami Linda mengeluarkan suara jantannya.
"Tangkap wanita jadi-jadian itu, bawa dia ke markas," Suara David menggelegar di dalam ruangan yang ramai, oleh anak buah David yang masuk menangkap Mami Linda dan anak buahnya.
David menutupi tubuh Sherly dengan jaketnya. Menyuruh wanita itu merapikan pakaiannya.
"Ayo kita keluar Sherly!" Ajak David.
"Awas ya kalian, aku tidak akan membiarkan pelacur itu hidup tenang, Ingat Sherly, aku mempunyai semua video syur kamu dengan para langgananmu, dan aku akan menyebarkannya di media sosial," ancam Mami Linda.
"Terimakasih peringatan mu, Linda, Rendy atau siapapun namamu, sekarang kau akan tidur di penjara," ucap David, menyuruh anak buahnya membawa Mami Linda ke markasnya.
"KAU TIDAK AKAN BISA MEMENJARAKAN KU, DAVID GENOLA!" Teriak Mami Linda marah, berusaha melepaskan diri dari cekalan anak buah David.
"Kita lihat saja nanti, pasal apa yang cocok untukmu, penculikan, percobaan pemerkosaan, pemerasan dan apalagi, sepertinya, pemakai dan pengedar Narkoba, juga bisa di ajukan tuntutan," kata David tersenyum santai.
"Brengsek kalian semua," Rendy mengumpat dengan kasar. Doni dan teman-temannya membawa pria itu ke markas mereka.
"Sherly, kita ke rumahku dulu ya, mama ingin bertemu denganmu," kata David.
"Ya, ...terimakasih sudah menolongku David," ucap Sherly tulus.
"Sudah kewajiban ku membantumu keluar dari lembah hitam itu, Sherly,"
Sherly mengangguk tersenyum.
David membawa Sherly ke rumahnya, Mamanya David, nyonya Dina menyambut mereka dengan hangat.
"Siapa wanita ini, David?" tanya sang Mama.
"Dia Sherly Ma, mantan kekasihnya Davin," jawab David, memperkenalkan Sherly pada ibunya.
Sherly menyalami wanita itu dengan hormat.
"Kata David kamu mempunyai seorang putri,"
"Iya Tante, namanya Kenzhia, sekarang dia tinggal di asrama."
"Oh, kalau begitu, ajak putrimu kemari Sherly, aku ingin melihatnya!"
"Ya Tante, Sabtu nanti, aku akan menjemputnya," Kata Sherly tersenyum ramah.
Bersambung
__ADS_1