Takdir Yang Terputus

Takdir Yang Terputus
Chapter 28 - Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

"Makasih" Elina menerima piring berisi buah itu "Rumi, kau yakin tak memiliki hubungan apa-apa dengan pak Aiden. Kalian kelihatan dekat loh" ia mulai memakan mangga yang ada di piring.


Rumi meraih buah apel merah yang terpajang di meja. Bingkisan yang di bawanya tadi "Sudah kubilang berapa kali, aku dan pak Aiden itu tak ada apa-apa" ia mulai memakan buah apel itu dengan satu gigitan besar.


"Tapi, siapapun yang melihatmu dengan pak Aiden akan mengira kalian pacaran"


"Kenapa begitu" alisnya naik sebelah. Penasaran.


Elina menunjuk gaun orange Rumi "Pak Aiden memakai jas, kau memakai gaun. Terlihat seperti pasangan pengantin baru hehe".


"Pengantin matamu" kesalnya.

__ADS_1


Rumi melirik gaun yang melekat di tubuhnya. Memang benar, siapapun yang melihatnya dan Aiden akan mengganggap mereka sepasang kekasih karena kecocokan yang terlihat dari pakaian gaun dan jas. Tapi sedikit pun Rumi tak berpikir sampai ke situ, yang ia pikirkan hanya Aiden memberinya gaun dan ia memakainya. Sudah, cuman itu.


"Sudah cukup, berhenti membahas ini " Rumi hanya menyisakan biji dan batang apel dan membuangnya ke tempat sampah.


"Aku mau mendengar ceritamu, mengapa kau bisa di temukan tak sadarkan diri di toilet" tangan dan kakinya menyilang. Mulai mengintrogasi apa yang sebenernya terjadi pada Elina.


Perempuan berambut merah maroon itu terperangah. Ia sepertinya belum siap bercerita dengan kejadian yang menimpa dirinya sendiri di hari itu.


Elina mulai goyah, ia akhirnya mau membuka mulut "Sebenarnya..."


"Jadi, yang melakukan semua ini teman-temannya Cyara?" Kedua lengannya berpangku di atas sepasang paha miliknya

__ADS_1


Elina mengangguk perlahan "I-iya".


Rahang Rumi menegang hingga memperlihatkan urat di antara leher. Elina tahu sekarang temannya sedang menahan amarah.


Menurut cerita. Saat itu Elina berada di kamar mandi perempuan untuk mencuci tangan. Tiba-tiba seseorang entah siapa dari belakang menarik bajunya dan menyeretnya ke bilik toilet yang sama saat ia di temukan sekarat. Saat itu Elina mengetahui, seseorang yang mencoba menyekapnya adalah tiga sahabat Cyara yang selalu berada di sampingnya, macam kaki tangan Cyara. Awalnya Elina mencoba memberontak. Karena terus melawan, salah seorang dari mereka menjambak rambut Elina dan menghantam keras kepalanya ke arah tembok. Dan tanpa alasan yang jelas. Ketiga orang itu mulai menyiksa Elina menggunakan pisau berkarat hingga Elina kehilangan banyak darah. Sebab tak kuat menahan rasa sakit dan kehilangan banyak darah, Elina akhirnya pingsan.


Yakin kalau Rumi akan marah setelah mendengar ceritanya "Ru-rumi, jangan marah. Aku gapapa kok, aku ikhlas" Elina menaruh tangan di depan dadanya. Memberitahukan bahwa ia baik-baik saja sekarang Tapi sayangnya Rumi sudah tersulut emosi.


Ia berdiri tergesa-gesa hingga kursi yang didudukinya mengeluarkan bunyi deritan cukup nyaring "KAU INI BODOH ATAU GIMANA?. KALAU BUKAN KARENA AKU YANG MENEMUKAN MU WAKTU ITU. KAU PASTI SUDAH MATI. KAU MALAH MAU MERELAKANNYA?"


Wajah merah padam menyeruak, seraya menunjuk-nunjuk perempuan lemah itu dengan nada tinggi. Ia tak suka, sudah di siksa sedemikian rupa tapi Elina memilih menyudahi masalah ini.

__ADS_1


__ADS_2