Takdir Yang Terputus

Takdir Yang Terputus
Chapter 33 Akhir Kisah Cyara


__ADS_3

"TOLONGGGG, LEPASKANNNNN. MAAF MAAFKAN AKU HIKS.."


Rumi menopang dagunya di pinggiran rooftop. Terkesan biasa saja padahal tangan sebelahnya sedang menentukan hidup matinya seseorang.


"Untuk apa memaafkan mu?" Ungkapnya.


Cyara terdiam. Harus memberikan jawaban yang tepat untuk perempuan bengis ini "AKU, AKU AKAN MEMBERIKAN MU UANG. YA UANG, APAPUN ITU LEPASKAN AKU!!"


"Haha, uang ku saja lebih banyak dari mu. Aku tak butuh" Rumi meregangkan cekikan nya. Belum cukup puas dengan jawaban Cyara.


Cyara merasakan dirinya akan jatuh. Matanya memandang ke bawah. Pemandangan dari ketinggian ratusan meter membuatnya merinding. Tak bisa membayangkan jika ia terjatuh "AHHH. KUMOHONNN, PLISSSS. AKU AKAN MEMBERIKAN APAPUNNN. TOLONGLAH HIKS"


Rumi mulai memutar otak. Untuk memberikan tawaran pada perempuan yang tengah mengambang di udara itu

__ADS_1


"Kalau begitu. Berikan aku kematian mu" senyuman yang indah di lengkapi lototan mata Rumi membuat Cyara lebih merinding bukan main. Bukan soal ketinggian atau kematian yang membuatnya takut sekarang. Tapi perempuan bagai monster di depannya ini lebih menakutkan dari apapun itu.


Rumi memperkuat cekikikan nya. Sangat kuat. Sampai pupil Cyara memutar ke atas menyisakan mata putih sahaja. Ia menggeliat karena tak mampu mengambil nafas. Karena kehabisan udara di paru-paru, Cyara pingsan.


"Rumi!!" Teriak Aiden dari belakang. Beberapa orang ternyata sudah mendobrak pintu dan sampai di rooftop tanpa ia sadari. Mereka terlambat menghalangi Rumi untuk membuat kekacauan.


Ia menoleh. Sudah banyak sekali guru maupun siswa yang datang. Itu artinya berita mengenai Rumi menghajar Cyara sudah menyebar. Ia menarik tangannya dan membawa Cyara yang masih tak sadar kan diri ke daratan lagi.


Aiden mendekatinya sembari membuka jasnya. Lalu membalut tubuh indah Rumi yang hanya memakai tanktop agar tak menjadi tontonan khalayak ramai.


Rumi tak menjawab. Hanya diam


***

__ADS_1


"Tiga orang mengalami patah jari, dua orang terluka di bagian rusuk. Dan satu orang lagi pingsan karena kehabisan nafas. Apa kau bisa menjelaskannya padaku apa yang telah kau lakukan? Rumi Thaleeta Gressa" Seorang pria paruh baya yang merupakan ketua komite keamanan sekolah menghentakkan tangannya di atas meja dengan nada tinggi.


Rumi yang duduk di hadapannya sembari memakan bucket ayam berkata "Saya menghukumnya karena mereka melanggar peraturan sekolah. Yaitu menggunakan kekerasan" ucapnya dengan sepotong ayam di tangannya. Siap meluncur ke mulut.


Pria itu mengernyitkan dahinya "Kau juga sama, kau menggunakan kekerasan di lingkungan sekolah" ucap pria paruh baya itu yang masih terlihat emosi.


"Beda, saya menggunakan kekerasan untuk menghukum para perundung kok pak" sangkalnya. Dengan jawaban yang seadanya. Ia lanjut memakan ayam goreng.


Aiden yang berada di sebelah Rumi merebut paksa bucket ayam yang ada di tangannya


"Bicara yang jelas"


Rumi merebut kembali ayamnya yang ada di tangan Aiden tapi tak bisa karena Aiden menghalanginya. Karena kesal makanannya di ambil, ia akhirnya berterus terang.

__ADS_1


"Iss, iya deh. Sebenarnya Cyara itu dalang dari kasus Elina. Elina Yora, bapak ingat kan? Dia itu teman saya" Rumi bersandar di bangku.


Pria komite sekolah itu mengingat kembali sambil menerawang "Oh, yang kejadiannya di toilet perempuan itu kan. Iya, saya ingat. Jadi kau menghajar Cyara Dwi Septiani Kelas 1-A untuk membela temanmu?" ucapannya di barengi anggukan Rumi.


__ADS_2