
Mengandung Unsur kekerasan !!
...----------------...
Seseorang di belakang Rumi yang tadi mengunci pintu mendadak menghunuskan pisau berkarat ke arahnya dengan pola vertikal. Dengan insting yang cepat ia mampu menghindari sayatan pisau itu. Tapi karena kurang cekatan, lengan baju kanannya tersayat pisau hingga terobek panjang keseluruhannya.
"Ihh, tanganmu... Jelek banget seperti orang cacat" Cyara geli melihat lengan Rumi yang ternyata penuh dengan berbagai macam goresan dan sayatan di sekujur lengan "Pantesan kau selalu pakai baju panjang, ternyata karena aib itu haha"
Rumi memegang lengan bajunya yang menganga lebar. Tidak bisa lagi di perbaiki "Ini mahal loh. Aku beli di luar negeri, orang macam kalian mana mampu beli" masih sempat-sempatnya bongak di situasi seperti ini.
Ia melepas pakaiannya, membuang baju yang sudah tak layak itu ke lantai. Terlihatlah tubuh bagian atasnya terbalut tanktop hitam polos. Tidak hanya di lengan, berbagai luka-luka itu ada di sekujur tubuhnya.
"Aku mau makan ayam, jadi akan menghabisi kalian dengan cepat. Serang aku bersamaan" Ia memasang kuda-kuda.
__ADS_1
"Tanpa memakai teknik pun, aku bisa membunuh kalian dalam sekejap" Rumi tersenyum lebar.
"Hah, belagu banget. Guys, serang dia" kata Cyara
Dari berbagai sisi Rumi mendapatkan serangan. Tapi namanya juga atlet. Keroco-keroco Cyara yang bahkan belum berpengalaman di dunia bela diri pasti kalah telak. Dari jumlah ataupun mereka memakai senjata.
Satu serangan pun tak ada yang dapat menyentuh kulit. Jadi tak ada luka tambahan di kulit putihnya. Rumi mendekati salah seorang perempuan yang sudah tergeletak lemas di lantai akibat hajarannya. Orang yang merobek lengan bajunya. Sekaligus orang yang di ceritakan Elina.
Rumi jongkok, menjambak rambut perempuan itu dengan kuat "Kau yang melukai Elina saat di kamar mandi kan?"
"Hm, aku tau" Rumi menyentuh jari-jari tangan perempuan itu. Melihat-lihat "Tanganmu bagus yah"
"Makasih"
__ADS_1
"Saking cantiknya, rasanya aku ingin mematahkannya" senyum jahatnya mulai timbul.
Perempuan itu terkesiap "Ap-AKHHHHH!!" sebelum sempat melanjutkan kalimat. Rumi menggerakkan jari perempuan itu ke arah berlawanan hingga patah. Membuatnya meraung kesakitan.
"Ssttt, diam. Mengapa kau sangat berisik. Rasa sakit mu ini tak seberapa di banding dengan orang yang kau rundung" ia mencengkram pipi perempuan itu yang sudah berlinang air mata kesakitan.
"Diam yah" seringainya. Lanjut berpindah ke jari-jari berikut nya.
"AKHHHH AKHHH. TOLONG CYARA TOLONG!!" Perempuan itu menjulurkan tangan nya ke arah Cyara. Meminta bantuan.
Cyara melihat penderitaan yang dialami teman-temannya dengan kedua bola mata nya yang sudah basah menjatuhi pipi. Saking takut nya ia tak sanggup mengedipkan mata. Rasanya seperti ia berada di tengah hutan dan bertemu dengan hewan buas.
Rumi beralih padanya
__ADS_1
"Ja-jangan kesini" Cyara mundur dengan langkah limbung. Akhir nya terperosok jatuh ke lantai.
Rumi tak peduli. Ketika ia berhadapan dengan Cyara yang sudah kena mental. Seakan sedang mengangkat jemuran. Dengan satu tangannya menggelangi leher Cyara dan mengangkat tubuhnya ke arah jurang. Sadar sudah tak menapak di tanah. Ia mulai meronta sambil menangis keras. Takut kalau Rumi melepaskan cekikikan nya sekarang. Ini akan menjadi akhir hidupnya.