
Wei segera mengerahkan tenaga dalamnya, lalu mengerahkan jurus tapak iblis neraka.
Dengan tertawa santai ratu bulan mulai mengerahkan tenaga dalamnya
'Majulah wei, serang aku dari sisi manapun yang kau inginkan'
Cih..dasar sombong, terimalah jurusku ini, seketika wei langsung menerjang kedepan, namun serangannya diarahkan kebagian dada sang ratu, wei sengaja bermaksud untuk melecehkan ratu bulan.
Ha.ha..ha.. tidak kusangka wei, selain wajahmu yang buruk rupa ternyata sifatmu juga tidak ada bedanya' tawa ratu bulan.
Ketika serangan wei hampir menyentuh dada sang ratu tiba tiba menghilang, dan secara tiba tiba sang ratu berada dibelakang wei dan langsung mendaratkan tapak tangannya dipunggung wei
Wei sontak terdorong maju kedepan oleh tenaga serangannya sendiri ditambah dengan dorongan tenaga tapak dari sang ratu sehingga wei tidak terkendali menabrak dingding hingga abruk berantakan.
Ha..ha..ha.. sungguh lucu sekali kau wei... ratu bulan tertawa kencang.
Kurang ajar kau ratu... desis wei penuh amarah, dia tidak menyangka bisa dijatuhlan dan dipermalukan semudah itu.
Wei segera mengerahkan tenaga yang lebih besar lagi, ia langsung melompat dan menyerang sang ratu, kali ini serangannya tidak main main lagi ia mengerahkan kemampuannya dan menyerang dengan dengan sekuat tenaga.
Sang ratu mulai serius melayani serangan serangan iblis wei , tercium bau anyir yang mengandung racun dari serangan tapak iblis wei.
__ADS_1
Rupanya kau berniat membunuhku wei? tanya sang ratu sambil terus menghindari serangan wei, bukankah kau tadi bilang ingin memilikiku wei? ucap sang ratu tersenyum sambil sesekali membalas serangan wei.
iblis wei tidak menjawab ucapan ratu bulan, ia terus melancarkan serangan mautnya bertubi tubi.
Pertarungan terus berlanjut, ratusan jurus telah berlalu dan pertarungan mereka semakin bergeser dari ruang aula istana perlahan pindah kehalaman istana.
Tiba tiba wei melompat mundur kebelakang dan menghentikan serangan.
Dasar ratu busuk.....!!!, apa kau sedang meremehkan aku? kenapa kau tidak mengerahkan semua kekuatanmu, ayo bertarunglah dengan sungguh sunguh.
Ha..ha..ha.. rupanya kau sadar juga wei? ucap sang ratu tertawa dengan pandangan mengejek.
Iblis wei yang dikuasai amarah karena merasa diremehkan seketika mengerahkan jurus tertingginya, sekarang ia berniat menghancurkan ratu bulan dn membunuhnya.
Ha...ha..ha...Ratu busuk, sekarang kau tidak akan bisa tertawa lagi, rasakan ini jurus amukan iblis nerakaku
Diam diam ratu bulan mengempos semua tenaga dalamnya, ia segera mengerahkan jurus tapak rembulan yang merupakan salah satu jurus andalannya.
Kedua pihak masih berdiam diri dan terus memompa tenaga dalamnya sampai titik tertingginya.
Wei bergerak melompat kedepan dan menyerang ratu bulan dengan sepenuh tenaga.
__ADS_1
Ratu bulan menyambut serangan wei dengan mendorong telapak tangannya kedepan, ketika kedua pasang telapak tangan itu bertemu terjadilah ledakan dasyat.
BLARRR....!!!!!!
Komplex halaman istana mengalami kerusakan, tananh disekitar terbongkar keluar dan membentuk cekungan akibat hempasan dari tenaga benturan itu.
Iblis wei terlempar beberapa meter kebelakang dan tubuhnya menghempas dinding istana dari mulutnya menyembur darah segar, sedangkan ratu bulan jatuh berlutut ditanah, dari sela sela bibirnya mengalir darah segar.
Tidak kusangka perempuan itu begitu hebat...gunam wei pelan sambil bangkit berdiri dan menyeka mulutnya yang penuh darah.
Bagaimana sekarang wei... apa kau masih berniat meneruskan pertarungan ini? tanya ratu bulan tersenyum, sorot matanya berubah menakutkan dan dipenuhi nafsu membunuh.
Wei terdiam sejenak lalu berkata:
'Aku mengaku kalah untuk saat ini, tetapi ingatlah aku akan membalas kekalahanku hari ini, niatku untuk menguasai istana ini dan dirimu tidak akan berubah..!
Wei membalikan tubuhnya dan pergi berkelebat meninggalkan istana bulan. Dari kejauhan wei masih mendengar tawa sang ratu yang seolah mentertawakan tekad dan kekalahannya.
Setelah membayangkan masa lalunya kembali, wei mengambil sebotol arak lagi dan menenggaknya sampai habis.
'Ratu bulan....semakin diingat semakin memusingkan 'ucap wei.
__ADS_1
Perlahan wei memejamkan matanya dan tertidur pulas dengan kepala tertelengkup dimeja.