Tapak Buddha

Tapak Buddha
Berlatih Dipuncak Emas 3


__ADS_3

Keesokan paginya, thian long, yuen er serta pangeran lie sudah berkumpul berada dipuncak gunung emas


"Lie er, aku akan segera memperagakan jurus jurus tapak buddha, perhatikanlah baik baik".


Thian long mulai memperagakan jurus jurus tapak buddha dalam gerakan lambat tanpa disertai tenaga dalam, tujuannya agar lie er bisa mengingat gerakan dasar dan mudra pembuka jurus tersebut.


Setelah selesai memperagakan jurus jurus tapak buddha, lie er segera berlatih menjelang sore lie er baru bisa menghafal sampai jurus ke 3.


"Lie er beristirahatlah dahulu, jangan terlalu memaksakan diri lebih baik lanjukan besok saja karena sekarang hari mulai gelap" ucap thian long kepada lie er.


"Aku masih belum lelah kak, aku harus secepatnya menguasai jurus ini karena aku tidak bisa meninggalkan ayahanda kaisar terlalu lama" jawab lie er.


"Disekeliling ayahanda kaisar banyak orang orang yang berniat tidak baik dan sering sekali memberitakan berita bohong, terkadang ini yang selalu membuat ayahanda merasa tidak tenang" lanjut lie er.


"Hmm...ternyata kaisar yang hidupnya serba mewah dan berkuasa masih bisa dipusingkan dengan hal hal seperti itu" pikir thian long dalam hati.


Seakan tahu apa yang ada dalah pikiran thin long, lie er berkata:


"Begitulah kak, banyak orang iri melihat kehidupan kami yang penuh kekuasaan, tetapi mereka tidak tahu apa saja yang kami alami, banyak diantara mereka yang bersiasat memasang muka manis dan berkata penuh hormat, tetapi dibelakang kami banyak diantara mereka juga yang mencaci bahkan ingin merebut kekuasaan" ucap lie er sedih.


"Terkadang aku berpikir, mungkin lebih enak menjadi orang biasa seperti kak long bisa melenggang bebas kemana kita suka dan berkawan dengan siapapun tanpa rasa curiga " ucap lie er sambil tersenyum getir.


"Sabarlah lie er, semua orang mempunyai kesulitan dan tanggung jawab masing masing, jalani kehidupan dan tanggung jawabmu dengan sepenuh hati dan jangan terlalu banyak berfikir terlalu jauh" ucap long er.


"Ingatlah lie er, kehidupanmu yang sekarang adalah hasil dari perbuatan masa lalumu, dan kehidupanmu yang akan datang tergantung dengan apa yang sekarang kamu jalani saat ini". lanjut thian long sambil menepuk pundak lie er.


Lie er tersenyum dan berkata: "terima kasih atas nasehat dan masukannya kak, sedikit banyak beban dihatiku sudah jauh berkurang".


"Baiklah, sekarang ayo kita lanjutkan latihanmu, jadilah kuat dan bijaksana seperti harapan yang mulia kaisar kepadamu". Ucap thian long tersenyum.

__ADS_1


Mereka melanjutkan latihannya dengan penuh semangat, sedangkan yuen er yang sejak pagi menemani duduk bersandar dibawah pohon dengan muka merengut karena kesal sambil berkata dalam hati:


"Terus saja seperti itu, menemani orang lain terus sedangkan aku dibiarkan duduk sendiri sepanjang hari seperti ini


Setelah berlatih selama beberapa minggu lie er sudah menguasai 2 jurus tapak buddha, serta menguasai 5 jurus pedang buddha.


Ternyata lie er lebih berbakat mempelajari jurus pedang buddha ketimbang jurus tapak dan pukulan.


Mengetahui bakat pedang lie er lebih baik, thian long memutuskan untuk lebih fokus mengajarkan ilmu pedang buddha ketimbang jurus tapak.


Selama beberapa minggu itu juga hubungan thian long dan lie er berubah menjadi persahabatan, tetapi itu tidak mengubah status lie er dimata thian long karena biar bagaimanapun juga sahabatnya ini seorang putra raja.


Setelah genap 3 bulan berlatih akhirnya lie er telah menguasai jurus ke 3 dari tapak buddha serta 7 jurus pedang buddha.


Bakat lie er dalam jurus pedang sangat luar biasa karena dalam waktu yg sangat singkat bisa menguasai jurus jurusnya bahkan lie er pernah mencoba dan berhasil menggabungkan jurus pedang putra langit dan jurus pedang buddha.


Sore itu setelah lie er selesai berlatih, dan sedang berbincang bincang bersama thian long dan yuen er, tiba tiba datang seorang biksu muda.


"Ada hal apa ya, kenapa tiba tiba ayahanda mengutus orang kesini?" gunam lie er


"Lebih baik sekarang kita temui saja guru dan yang lainnya agar rasa penasaranmu terjawab " Ucap thin long sambil menepuk pundak lie er.


"Benar juga, ayo kak long dan nona yuen" ajak lie er.


Mereka bergegas meninggalkan puncak gunung dan kembali ke biara emas. Setibanya didalam aula terlihat guru wu ming dan para biksu senior serta utusan istana sedang berkumpul.


Dari wajah mereka yang tegang seperti sedang membicarakan sesuatu yang serius.


Guru wu ming melihat kedatangan pangeran lie lalu berkata kepada utusan istana.:

__ADS_1


"Tuan liu, pangeran sudah datang lebih baik segerabsampaikan kabar ini kepadanya"


Utusan istana yang bernama tuan liu menoleh kearah pangeran, lalu menoleh kembali berkata kepada biksu wu ming dan berkata:


"Baiklah biksu, aku akan menyampaikannya kepada pangeran".


"Silakan tuan" Balas biksu wu ming.


"Salam hormat yang mulia pangeran Lie" ucap tuan liu sambil berlutut.


"Bangunlah kasim liu, ada apa anda datang kesini, apakah telah terjadi sesuatu yang gawat diistana?" tebak pangeran lie.


"Terima kasih pangeran" jawab tuan liu lalu berdiri dan kembali memberikan hormat.


"Pangeran lie, hamba diutus oleh kaisar untuk segera membawa anda kembali keistana"


ucap tuan liu yang ternyata seorang kasim kepercayaan kaisar.


"Apa yang terjadi, sebenarnya kasim liu? tanya pangeran sambil melihat tajam ke kasim liu.


"Tuanku kaisar sedang sakit keras dan meminta anda segera kembali ke istana" ucap kasim itu sambil menundukan keplanya.


"Apaa....., kaisar sakit...??? teriak lie er,


"Sakit apa beliau kasim liu....???" kembali lie er bertanya dengan panik


"Hamba sendiri tidak mengerti yang mulia, kami hanya diperintahkan untuk menjemput pangeran dengan segera" jawab kasim liu sambil membungkukan tubuhnya.


,

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2