Tapak Buddha

Tapak Buddha
Kembali Kekota Raja Untuk Penyelidikan


__ADS_3

Setelah pertempuran maha dasyat itu berakhir, thian long beserta yuen er kembali kebiara emas, thian long dan yuen er berlari menggunakan ilmu ringan tubuhnya.


Sepanjang perjalanan yang mereka lalui. thian long menyaksikan banyak kehancuran yang terjadi akibat dampak pertarungannya dengan biksu mito.


Melihat kehancuran alam sekitar yang disebabkan olehnya membuat bathin thian long terguncang dan itu menyebabkan luka dalamnya kembali terbuka.


"Kenapa hal ini harus terjadi kepadaku, kenapa begitu banyak pertempuran yang harus aku lalui sehingga timbul begitu banyak korban jiwa yang tidak berdosa" ucap thian long dengan air mata berlinang sambil mendongakan kepalanya dan menatap langit.


Thian long tidak dapat mengendalikan emosinya, dan itu mengakibatkan energinya kembali bergejolak sehingga lukanya terbuka kembali dan ia kembali memuntahkan darah segar.


"Tidak usah bersedih kak, walaupun keadaan menjadi seperti ini, tetapi kak long telah menghentikan kehancuran dan kekacauan yang lebih besar dimasa yang akan datang". ucap yuen er sambil menghibur thian long.


Mendengar perkataan yuen er, thian long terdiam seperti sedang mencerna kata kata yuen er, lalu yuen er melanjutkan ucapannya :


"Cobalah kak long bayangkan, seandainya biksu sesat itu tidak dihentikan berapa banyak korban jiwa yang akan berjatuhan berapa banyak kehancuran yang akan dilakukannya demi memuaskan kegilaannya, bayangkan masa depan manusia yang dijejali dengan pemikiran pemikiran sesatnya."


"Kehancuran yang terjadi saat ini tidak bisa dihindari dan ini adalah harga yang memang harus dibayar untuk menghentikan kejahatan dari biksu sesat itu, tetapi yakinlah kak ini semua tidak sia sia" ucap yuen er sambil memegang bahu thian long.


Thian long berpaling sambil tersenyum menatap yuen er ia berkata:


"Terima kasih untuk semuanya yuen er, terima kasih kamu selalu ada pada saat saat penting dan terima kasih kamu telah berkali kali menyelamatkanku,aku berhutang banyak padamu...".


"Jangan katakan hal itu kak, lebih baik saat ini kak long cepat kembali ke biara emas untuk memulihkan luka dalam, setelah sembuh nanti kak long jg hrs menyelidik kebenaran tentang kenapa kaisar mengutus san gui untuk melenyapkanmu kak.." ucap yuen er.


"Hal itu memang sangat mengganjal pikiranku, aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan san gui dan aku memang berniat mendatangi istana, tetapi tertunda karena kehadiran biksu mito". ucap thian long sambil kembali memandang sekelilingnya.


"Lebih baik sekarang kita bergegas kembali kak..." ucap yuen er yang kawatir melihat thian long kembali menatap lokasi sekitar yang terkena dampak kekuatan jurus ke 10 tapak buddha.


"Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan kita..." ucap thian long dengan tatapan sayu.


Yuen er menganggukan kepalanya lalu mereka berdua berkelebat lenyap dari tempat itu.


Ketika mereka tiba dibiara emas, ternyata sebagian bangunan dari puncak biara telah runtuh terkena dampak pertarungan, tetapi semua penghuninya tampak baik baik saja dan kedatangan thian long disambut bak pahlawan dan dijadikan idola oleh murid murid biksu.

__ADS_1


Setelah beristirahat beberapa hari kondisi kesehatan thian long telah kembali normal lalu thian long lergi menemui guru wu ming dan menceritakan keinginannya yang sempat tertunda karena biksu mito untuk menyelidiki perubahan sikap kaisar.


Mendengar cerita thian long guru wu ming hanya berkata:


"Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan, tetapi usahakan untuk mengutamakan kepentingan orang banyak diatas kepentinganmu sendiri, pertimbangkanlah dengan hati nurani dalam setiap mengambil keputusan ..." ucap biksu wu ming menasehati thian long.


"Baiklah guru terima kasih atas segala arahannya, murid mohon pamit terlebih dahulu, jagalah selalu kesehatan guru".


"Amitabha, berhati hatilah thian long..." ucap guru wu ming.


Setelah menjura hormat kepada gurunya, thian long bergegas pergi meninggalkan ruangan gurunya dan menemui yuen er yang sudah menunggunya sejak tadi digerbang biara.


Mereka memutuskan untuk segera kembali ke ibu kota kerajaan secara diam diam dengan jalan menyamar agar tidak mengundang perhatian dan keributan.


Setelah menempuh beberapa hari perjalanan, akhirnya mereka tiba di kota raja yang terkenal dengan suasananya yang hiruk pikuk dengan berbagai aktifitas perdagangan.


Mereka berdua memutuskan untuk mencari rumah makan untuk sekedar beristirahat dan mengisi perut, serta mencari info tentang istana, karena rumah makan adalah tempat terbaik untuk mencari berita apapun.


Setalah memesan arak beserta lauk pauknya, thian long dan yuen er mulai memasang telinga mereka dan mendengarkan kabar kabar terkini tentang dunia persilatan serta istana melalui percakapan para tamu yang sedang makan.


"Kaisar sekarang berubah seperti orang lain, kaisar yang dulunya ramah dan selalu mengeluarkan kebijakan pro rakyat sekarang berubah menjadi pemarah dan sewenang wenang" terdengar seorang bapak yang sudah tua mengeluhkan hal ini kepada teman semejanya.


"Benar sekali, bahkan kaisar sering sekali menaikan pajak secara tiba tiba, kehidupan kami menjadi semakin sulit karena hal ini..." ucap temannya sambil menggelengkan kepalanya.


Selesai berbicara tentang masalah itu, tiba tiba terdengar suara bentakan dari arah pintu masuk rumah makan,


"Berani sekali kalian berdua berbicara buruk tentang kaisar..." ucap seorang pria yang mengenakan seragam militer kerajaan dengan tatapan bengis.


Didepan pintu masuk rupanya telah berdiri serombongan orang yang berseragam lengkap dengan senjata lengkap beserta tombak yamg ada ditangan mereka, rupanya mereka adalah rombongan dari pasukan kerajaan yang sedang berpatroli yang sempat mendengar percakapan dari ke dua orang tamu yang ada di rumah makan.


"Para prajurit tangkap mereka berdua dengan tuduhan penghinaan terhadap kaisar dengan ancaman hukuman mari....!!!" ucap seorang komandan pasukan itu.


Kedua tamu rumah makan itu segera berlutit sambil memohon maaf, tetapi mereka tetap dipukuli lalu diikat dan diseret keluar dari rumah makan.

__ADS_1


Melihat ada orang yang dianiaya didepannya, yuen er mengepalkan tangannya dengan penuh amarah lalu bersiap menyeramg petugas dari kerajaan.


Sebelum yuen er sempat bertindak, ternyata thian long dengan cepat memegang tangan yuen er dan memcegahnya menyerang prajurit istana.


Melihat tangannya dipegang yuen er menatap tajam kearah thian long, lalu thian long menatap bailk kearah yuen er sambil menggelengkan kepala thian long membisikan sesuaru kepada yuen er:


"Jangan buat keributan disini, nanti saja kita bebaskan kedua orang itu ditengah perjalanan setelah suasananya sepi atau penyamaran kita akan terbongkar".


Mendengar ucapan thian long, yuen er yang berniat menyerbu segera membatalkan niatnya sambil menahan amarahnya.


Ketika kedua orang itu hendak dibawa oleh anggota pasukan kerajaan, tiba tiba terdengar suara seorang lelaki yang bergema karena sambil mengerahkan tenaga dalam.


"Berhenti.....!!!!!"


Ketika semua orang mengalihkan perhatiannya ke sumber suara lalu mereka semua yang berada dalam ruang makan kecuali thian long dan yuen er secara serentak berlutut memberikan hormat kepada pria itu disertai para prajurit kerajaan dan komandannya.


"Terumalah hormat kami putra mahkota, semoga sehat selalu".


"Bangunlah kalian semua....,,,!!!" ucap pria itu yang ternyata adalah pangeran lee shi min mereka semua kembali bangkit,.


"Bebaskan mereka " ucap pangeran lee kepada anak buahnya lagi.


Mereka segera melaksanankan perintah dari pangeran tanpa berani membantahnya.


Segera setelah dibebaskan kedua orang itu berlutut dan berterima kasih kepada pangeran lee lalu mereka bergegas pergi secepatnya.


Setelah itu pangeran meminta rombongan pasukan istana untuk segera pergi dari rumah makan itu, dan akhirnya setelah seluruh pasukan meninggalkan rumah makan pangeran lee berjalan menghampiri thian long dan yuen er yang masih duduk didepan meja makan.


Pangeran lee segara menarik bangku lalu duduk berhadap hadapan dengan thian long dan yuen er sambil tersenyum ia berkata:


"Setelah sekian lama tidak bertemu apa kabarmu kak long.....!"


Thian long dan yuen er terkejut mendengar ucapan dari pangeran lee, mereka tidak menyangka kalau penyamaran mereka diketahui dan dikenali oleh pangeran lee.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2