Tapak Buddha

Tapak Buddha
Misteri Kematian Bai long 2


__ADS_3

Teriakan yang disertai dengan tenaga dalam tinggi itu menggema dan menggetarkan bangunan istana bulan.


Tidak lama kemudian Ratu bulan keluar diiringi oleh dayang dayangnya sambil berkecak pinggang ia berkata:


"Ada apa ini pendekar long, kenapa berteriak teriak didepan pintu istanaku seperti tidak punya tata krama saja". lalu ratu bulan menoleh kearah yuen er sambil membelalakan matanya ia berkata:


"Bagus sekali perbuatanmu dik, sejak kapan kau berani menentang perintah kakakmu ini, bukankah kakak menyuruhmu untuk tinggal diperguruan lalu kenapa sekarang kau bersama dengannya kembali"


Yuen er hanya menunduk dengan lesu lalu ia berkata dengan pelan:


"Kak apakah benar kalau kakak yang membunuh pendekar bai beserta xiao mei?"


"Kau sedang menuduh kakakmu ini yuen er...?" ucap ratu bulan dengan sorot mata tajam.


"Kak..., jawab saja pertanyaanku, aku mohon kak... "ucap yuen er dengan sedih.


"Kalau kakak yang membunuhnya lalu kenapa yuen er?" ucap ratu bulan dengan nada tinggi.


"Kak, sebenarnya apa salah pendekar bai dan xiao mei, kenapa kakak sampai tega membunuh mereka, katakanlah kak...? ucap yuen er sambil terisak.


"Mereka memang pantas mati, dua duanya telah menghianati diriku....!!! ucap ratu bulan keras dengan wajah penuh kebencian.


"Dasar wanita gila, seenaknya saja sendiri membunuh orang" bentak thian long sambil bersiap memyerbu ratu bulan.


"Kak long aku mohon kak, sabar dulu aku masing ingin mengetahui alasan kak bulan kenapa sampai tega membunuh mereka berdua". ucap yuen er sambil memohon dan berurai air mata.


Melihat kekasihnya bersedih seperti itu thian long mengurungkan niatnya menyerang ratu bulan.


"Katakanlah ratu, kenapa kau sampai tega membunuh adikku bai long?" ucap thian long dengan keras kedua matanya menatap ratu bulan dengan penuh nafsu membunuh.


"Kau mau tau apa yang dilakukan adikmu?" ucap ratu bulan dengan wajah beringas.


"Adikmu selalu mempermainkanku, lihatlah ini dengan jelas....!" ucap ratu bulan sambil menyingsingkan lengan bajunya.


Dikedua tangannya terdapat banyak guratan luka yang telah mengering.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan dirimu kak, ceritakanlah ddngan jelas kak...!! ucap yuen er terkejut melihat keadaan kedua lengan kakaknya.


"Bai long berulang kali menghianati cintaku, dengan rayuannya dia berhasil mendapatkan cinta dan tubuhku" ucap ratu bulan dengan suara getir.


"Setelah puas beehubungan dengan diriku, ternyata dibelakangku dia juga menggoda beberapa dayang istana bulan"


"Demi cintaku padanya aku selalu berusaha sabar dan menahan diri, setiap kali dia menggoda gadis lain, aku selalu menyayat lenganku dengan pisau" ucap ratu bulan sambil memandangi kedua lengannya yang dipenuhi bekas guratan luka.


"Tetapi kenapa kau harus membunuh adikku, kenapa tifak dibicarakan baik baik saja...!!! ucap thian long dipenuhi amarah.


"Mudah bagi kalian para lelaki mengucapkan kalimat itu, berkali kali aku memergokinya dan berkali kali juga ia meminta maaf kepadaku dan pada akhirnya aku kembali memaafkannya" ucap ratu bulan dengan setengah berteriak.


"Sampai pada akhirnya, aku sudah tidak tahan lagi dengan kelakuannya, akhirnya aku berniat memberi pelajaran kepadanya" ucap ratu bulan dengan wajah bengis.


"Lalu apa yang kakak lakukan?" ucap yuen er.


"Aku berhasil menguasai ilmu pusaka terlarang milik perguruan kita yuen er" ucap ratu bulan tersenyum.


"Dengan ilmu menghisap sukma aku berhasil menyerap tenaga dalam serta kesaktian bai long dan aku gunakan untuk kepentinganku sendiri untuk menambah kesaktianku ha..ha..ha..." ucap ratu bulan sambil tertawa melengking lalu kembali melanjutkan bicaranya:


"Dasar wanita kejam, kau tidak layak lagi hidup didunia, bersiaplah menuju akhirat..!!!" ucap thian long dengan suara keras disertai tenaga dalam.


Yuen er yang melihat thian long bersiap menyerang kakaknya berusaha mencegahnya dengan berdiri membelakangi kakaknya untuk melindunginya.


"Kak long aku mohon, demi diriku mohon jangan bunuh kakak tolong maafkan kak bulan...!" ucap yuen er sedih.


Melihat kekasihnya memohon seperti itu, thian long berusaha menahan emosi dan nafsu membunuhnya, dengan kesal thian long membalikan tubuhnya kearah lain.


Namun tiba tiba terdengar suara jeritan keras yuen er diiringi suara benturan.


Thian long yang mendengar suara jeritan kekasihnya segera membalikan badan, dan matanya menyaksikan kekasihnya telah terbaring ditanah, disudut bibirnya mengalir darah segar.


"Rasakan olehmu yuen er, siapapun yang menghianatiku akan bernasib sama dengan xiao mei akan ku musnahkan kalian semua...!!!.


Thian long berkelebat dengan cepat dan bersimpuh disamping kekasihnya hatinya diliputi dengan rasa cemas yang luar biasa

__ADS_1


"Yuen er sadarlah, buka matamu sayang jangan tinggalkan aku sendiri" ucap thian long sambil berteriak sambil menangis.


Yuen er perlahan membuka matanya, lalu tersenyum kepada thian long:


"Jangan menangis kak long, aku tidak akan meninggalkanmu kak luka dalamku memang parah tetapi luka seperti ini belum bisa untuk membunuhku" ucap yuen er dengan nafas tersengal.


"Dasar perempuan kejam, bahkan adikmu sendiri hendak kau bunuh" ucap thian long dengan penuh amarah.


"Dia memang adikku, tetapi dia juga telah menghianatiku dan lebih memilih untuk tetap berhubungan denganmu" ucap ratu bulan dengan tatapan mata kejam.


"Dasar wanita gila kau, akan kuhabisi dirimu" ucap thian long, lalu dengan gerakan cepat thian long memasukan sebutir obat dan menggendongnya


"Pendekar long serahkan gadis itu padaku, aku akan membantu menyembuhkannya sebisaku" tiba tiba terdengar suara dibelakang thian long.


Thian long berbalik cepat kebelakang, dihadapannya telah berdiri sesosok lelaki tua berpakaian seperti seorang padri.


"Tetua kong, anda rupanya...! seru thian long.


"Cepat bawa dia kesebelah sana aku akan menyusul, lukanya sangat parah terlambat sedikit nyawanya dalam bahaya" ucap tetua kong sambil menunjuk pohon besar.


Thian long segera berkelebat sambil membaea yuen er dalam gendongannya menuju pohon besar yang dimaksud tetua kong dan mendudukan yuen er dibawah pohon besar itu.


Tetua kong segera menghampiri yuen er dan duduk dibelakangnya, lalu tetua kong melakukan gerakan menotok dengan cepat lalu menempelkan kedua tangannya dipunggung yuen er untuk mengalirkan tenaga dalam.


Tidak lama kemudian yuen er memuntahkan darah segar, wajahnya yang pucat kembali berangsur angsur memerah.


Melihat kondisi yuen er agak membaik thian long sedikit lebih tenang, lalu dengan tatapan penuh kemarahan thian long berkelebat dengan cepat menuju ratu bulan.


Sesampainya dihadapan ratu bulan, thian long mengerahkan tenaga dalamnya bersiap mengerahkan tapak buddhanya sambil berkata:


"Bersiaplah wanita iblis, hari ini adalah hari terakhirmu berada didunia....!!!


"Ha...ha...ha... itu semua tergantung dari kemampuanmu, ayo tunjukan kehebatan tapak buddha yang katanya hebat itu...!"


Mereka berdua segera bersiap saling menyerang, masing masing telah mengerahkan tenaga dalamnya, suhu udara disekitar mereka tampak berubah dengan ekstrim.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2