
Melihat kaisar yang sudah mulai dikuasai nafsu membunuh thian long menjadi waspada, dengan cepat ia menggandeng tangan yue er, lalu melesat pergi dengat cepat meninggalkan kamar kaisar.
Setelah mereka sampai diluar ternyata ribuan prajurit telah bersiap mengepung dari segala arah dengan panah yang sudah diarahkan kepada mereka berdua dan berbagai senjata lainnya.
"Celaka... ini adalah jebakan...!" ucap yuen er dengan geram.
"Huhhh...setelah datang tanpa diundang lalu ingin pergi begitu saja, tidak semudah itu thian long..!!!!" ucap kaisar yang perlahan melangkah keluar dari ruangan kamarnya.
Thian long menoleh dn membalikan tubuhnya kearah kaisar, lalu dengan nada tenang ia berkata:
"Yang mulia sebenarnya apa kesalahan yang telah hamba lakukan sampai harus diperlakukan seperti musuh negara seperti ini...?"
"Kesalahan terbesarmu ketika kau menolak bergabung untuk bekerja denganku, dan kemampuanmu adalah ancaman untuk istana..!! ucap kaisar dengan tatapan sedingin es.
"Tetapi hamba tidak pernah dan tidak akan melakukan perbuatan apapun yang melanggar hukum negara, lalu untuk apa semua ini yang mulia..?" ucap thian long sambil menatap tajam kearah kaisar.
"Tidak ada yang bisa menjamin ucapanmu itu thian long, dan aku hanya melakukan tindakan antisipasi untuk kedepannya supaya kau tidak menjadi ancaman bagi kami..!!!" ucap kaisar dengan nada dingin sambil menghunus pedang putra langit yang mulai bersinar karena dialiri tenaga dalam kaisar.
"Omong kosong... semua yang anda katakan adalah omong kosong... Yang mulia anda memang sengaja mencari cari alasan yang tidak masuk akal untuk melenyapkan kami...!!! ucap yuen er dengan nada geram.
"Terserah kau mau berkata apa nona, aku sarankan sebaiknya kalian menyerah atau mati...!!!" ucap kaisar dengan suara keras.
"Dasar kaisar keparat...!!!" ucap yuen er dengan geram.
"Beraninya kau menghina kaisar...!!!" ucap kaisar dengan suara bergetar penuh kemarahan.
"Pengawal tangkap mereka berdua dan bunuh jika melawan...!!! ucap kaisar dengan suara menggelegar.
__ADS_1
Jenderal qi beserta puluhan perwira kerajaan maju kedepan sambil menghunus senjatanya lalu berkata dengan nada prihatin mengingat thian long yang pernah beberapa kali menyelamatkan kaisar dan kerajaan namun berakhir seperti ini:
"Pendekar dan nona sebaiknya kalian menyerah saja, urusan lainnya bisa kita dibicarakan nanti....!"
"Jenderal anda adalah seorang pribadi yang baik dan adil sebaiknya anda mundur atau pedang ini tidak akan mengenali anda..!!!" ucap yuen er dengan amarah yang memuncak.
"Jenderal qi, aku menyuruhmu untuk menangkap mereka berdua bukan berbicara dengan mereka...!!!" bentak kaisar dengan murka.
Jenderal qi menunduk lama, lalu ia maju kemuka dan berlutut dihadapan yang mulia kaisar sambil berkata:
"Yang mulia mohon pengampunan dari anda, pendekar long dan nona adalah penyelamat anda dankeluarga istana, mereka juga melakukannya tanpa mengharapkan imbalan, sungguh pendekar seperti mereka sudah sangat langka..."
"Jenderal qi long...., beraninya kau menentang perintahku...!" ucap kaisar dengan suara bergetar menahan amarah.
"Yang mulia hamba tidak berani menentang anda, hamba hanya ingin yang mulia mempertimbangkan kembali keputusan yang mulia dan hamba bersedia menebusnya dengan nyawa hamba...!!! ucap jenderal qi dengan suara bergetar, lalu tiba tiba jenderal qi menusukan pedang keperutnya.
"Jenderal...." panggil thian long sambil memeluk dan mengalirkan energi murni ke tubuh jenderal qi yang mulai lemah, sedangkan yuen er hanya terdiam sambil menatap sedih, ia sama sekali tidak memgira jenderal qi sampai melakukan tindakan seperti itu demi membela mereka.
"Tu..tuan long...., kutitipkan negeri ini dan kaisar kepadamu, to..tolong bawa kaisar kembali kejalan yang be..benar..."ucap jenderal qi diiringi hembusan nafasnya yang terakhir.
"Jenderal....aku berjanji kepadamu, beristirahatlah dengan tenang..." ucap thian long sambil mengusapkan tangannya untuk memejamkan mata jenderal qi yang masih terbuka dan perlahan membaringkan tubuh jenderal qi yang sudah tidak bernyawa ketanah.
"Cih...Kurang ajar dasar jenderal penghianat, dia lebih suka mengorbankan dirinya dan menentang perintahku..." ucap kaisar dengan tatapan kesal lalu ia berteriak dengan suara kencang memanggil nama seseorang:
"Paman Da Gui, sudah waktunya untuk anda keluar dan membua jasa untuk istana....!!!"
Tiba tiba dari arah barisan yang paling belakang melesat sesosok tubuh tinggi besar dan mendarat dihadapan thian long dan yuen er.
__ADS_1
"Ti..tidak mungkin, bukankan kau telah tewas ditangan kak long...?!" ucap yuen er dengan nada bergetar
Dihadapan thian long dan yuen er, berdiri seorang lelaki yang telah berumur dengan rambut dan janggut yang memutih, wajah dan tubuhnya sangat mirip dengan ketua kuil langit yang telah tewas ditangan thian long.
"Anak muda sebaiknya kau menyerah atau aku tidak akan segan segan lagi kepadamu, apalagi mengingat kau telah membunuh adik kembarku" ucap Da gui dengan nada datar sambil memgelus jenggotnya yang telah memutih.
Merasakan bahaya yang mengancam thian long segera memegang bahu yuen er, lalu maju kedepan dan berdiri dihadapan da gui sambil berkata
"Aku tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, adikmu memang tewas ditanganku tetapi itu karena perbuatannya sendiri yang melebihi batasan"
"Ha..ha..ha...bagus, mari kita bermain main sejenak anak muda" ucap da gui sambil mengerahkan tenaga dalamnya.
Sekujur tubuh da gui mulai memancarkan kilatan kilatan petir yang membentuk bola bola halilintar yang meledak ledak disekitar tubuhnya.
Thian long yang sudah bersiaga sejak tadi mengerahkan energinya dan membentuk dinding energi yang melindungi tubuhnya dan yuen er dari efek sengatan halilintar dan ledakan bola bola halilintar.
Melihat thian long mampu menandinginya, mata da gui berbinar senang lalu senyum simpul dibibirnya ia berkata:
"Sudah lama aku tidak pernah menemukan lawan yang sepadan, akhirnya hari ini aku menemukannya mohon jangan kecewakan orang tua ini anak muda"
"Tetua aku akan melayanimu bersenang senang, tetapi bukan disini tempatnya.." ucap thian long.
"Baiklah anak muda aku akan mengikuti keinginanmu" ucap da gui sambil tertawa santai.
"Terima kasih tetua..!" ucap thian long tersenyum lalu menggandeng tangan yuen er dan melesat melayang keatas dengan cepat meninggalkan lokasi istana kerajaan.
"Ha...ha..ha...aku suka semangatmu anak muda...!" lalu tubuhnya melayang keatas dan berkelebat menghilang dan drngan cepat menyusul thian long dan mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
bsrsambung....