
"Maaf jendral, siapakah mereka lalu apa kaitannya dengan sakitnya kaisar?" tanya thian long.
"Mereka sangat terkenal dan ditakuti didaratan mongolia, walaupun mereka tidak menguasai ilmu silat tetapi mereka sangat terkenal dengan ilmu gaibnya dan kabarnya mereka tidak bisa mati walaupun tubuhnya telah hancur, mereka tetap bisa bangkit kembali" ucap jenderal qi.
"Maaf apabila aku menyela penjelasan jendral qi, tetapi bukankah menurut apa yang telah jenderal katakan sebelumnya kalau salah satu dari mereka telah meninggal setelah terinjak kuda kepala pasukan?" ucap yuen er.
"Ya, memang pada saat itu aku telah memeriksa tubuh kakek dan cucunya itu dan sudah tidak ada tanda tanda kehidupan" ucap jenderal qi sambil menatap yuen er.
"Setelah kejadian ini, aku mengerahkan seluruh mata mata istana dan berusaha menyelidiki keberadaan nenek itu, namun semuanya gagal nenek itu tidak pernah diketemukan". lanjut jenderal qi.
"Tetapi belum lama ini, mata mata istana kembali memberikan kabar kalau ternyata nenek dan kakek itu terlihat berada dipinggiran hutan yang jaraknya tidak jauh dari kota raja".
"Berarti rumor yang mengatakan mereka tidak bisa mati adalah benar jenderal dan satu satunya cara untuk menyembuhkan ayahanda kaisar harus dengan jalan menemukan mereka terlebih dahulu". ucap pangeran lie.
"Benar sekali pangeran, untuk itu hamba sudah kembali mengutus orang untuk menemui mereka, namun mereka kembali menghilang seolah tidak ingin diketemui oleh kita" ucap jenderal lie sambil menghela nafas panjang.
Mendengar hal itu, pangeran lie tertunduk lesu dan berkata " entah kapan ayahanda kaisar bisa kembali pulih seperti sedia kala"
Suasana kembali hening untuk beberapa saat, masing masing dari mereka berfikir keras untuk mencari cara agar kaisar dapat disembuhkan hingga akhirnya thian long berkata:
"Pangeran kalau diperkenankan bisakah aku melihat keadaan kaisar?"
"Tentu saja kak long, apakah kak long punya cara untuk membantu ayahanda?" jawab pangeran penuh harap.
"Aku tidak yakin bisa, tetapi kalau diijinkan aku akan mencobanya " ucap thian long sambil menatap pangeran lie.
"Dalam kitab buddha yang pernah ku baca ada beberapa cara untuk memusnahkan pengaruh ilmu gaib, dan juga aku berencana untuk meminta bantuan pedang suci naga emas" jawab thian long.
"Pedang suci naga emas..???, bukankah pusaka itu hanya cerita legenda saja?" seru jenderal qi dengan terkejut.
"Nanti saja aku ceritakan jenderal, sekarang apakah aku bisa segera bertemu dengan kaisar" ucap thian long sambil menatap pangeran.
"Ba..baiklah kita kesana sekarang, mohon bantuanmu kak long" ucap pangeran lie.
__ADS_1
"Aku akan berusaha sekuatnya pangeran, sekarang mari kita kesana" ucap thian long sambil tersenyum dan menepuk pundak pangeran lie.
Mereka bergegas pergi menuju kekamar kaisar, para pengawal yang berjaga didepan pintu bergegas membukakan pintu kamar dan mereka segera memasuki kamar kaisar.
Permaisuri yang sedang berjaga disisi pembaringan, terkejut melihat pangeran datang membawa orang yang tidak dikenal memasuki kamar kaisar bahkan jenderal qi juga ikut masuk kedalam.
"Ada apakah ini lie er, mengapa kamu mengajak jenderal qi kesini dan lalu siapakah kedua orang ini, apakah mereka teman teman mu? tanya permaisuri sambil menatap pangeran lalu memandangi thian long dan yuen er.
"Salam hormat yang mulia permaisuri" ucap jenderal qi sambil berlutut lalu diikuti oleh thian long dan yuen er.
"Ibunda permaisuri, mereka berdua adalah teman dan kakak seperguruan lie er, yang disana bernama thian long, yang satunya adalah nona yuen." ucap pangeran sambil memperkenalkan mereka.
Permaisuri menganggukkan kepalanya dan meminta jenderal qi beserta thian long dan yuen er bangkit berdiri.
"Ibunda, apabila diperkenankan kak thian long ingin melihat dan membantu menyembuhkan kaisar, mohon ibunda memberikan ijin demi kesembuhan ayahanda kaisar" ucap pangeran lie.
"Tentu saja lie er, ibu akan mengijinkannya" ucap permaisuri dengan penuh harap.
"Terima kasih ibunda permaisuri" ucap pangeran lie sambil menggenggam jari ibunya.
"Tolong sembuhkan kaisar pendekar muda, aku berjanji akan memgabulkan apapun permintaanmu kelak"
Thian long menundukan kepalanya dengan hormat sambil berkata
"Hamba akan berusaha sekuat tenaga untuk kesembuhan kaisar"
Thian long segera menghampiri kaisar yang sedang berbaring lemah lalu segera memeriksa denyut nadi dan anggota tubuh lainnya.
Lalu thian long menempelkan telapak tangannya didada kaisar sambil mengerahkan tenaga dalamnya, seketika keluar asap hitam dari dada kaisar.
" Tidak salah lagi, didalam tubuh kaisar terdapat energi mistis yang sangat pekat dan jahat" desis thian long .
Lalu thian long melepaskan telapak tangannya dari dada kaisar lalu memandang permaisuri dan pangeran lie.
__ADS_1
"Bagaimana kak long, apakah ayahanda bisa disembuhkan?"
"Kemungkinan masih bisa pangeran, tetapi prosesnya akan memerlukan waktu" ucap thian long.
Mendengar ucapan thian long permaisuri dan pangeran lie segera berpelukan lalu permaisuri berkata:
"Aku mohon pendekar, tolong sembuhkan yang mulia kaisar apapun permintaanmu akan aku kabulkan termasuk harta dan jabatan"
Thian long tersenyum dan berkata:
"Hamba tidak mengharapkan apapun dari kesembuhan yang mulia kaisar, hamba iklas membantu karena yang mulia kaisar adalah orang yang sangat baik".
Permaisuri mengangguk anggukan kepalanya sambil menangis memdengar ucapan thian long.
"Sekarang hamba akan segera memulai pengobatan kaisar, apapun yang akan kalian lihat nantinya selama proses penyembuhan, mohon jangan mengeluarkan suara atau tindakan apapun yang bisa mengganggu proses penyembuhan".
Mereka semua yang berada dalam ruangan menganggukan kepalanya .
Thian long segera naik keatas pembaringan kaisar lalu duduk bersila disamping kaisar.
"Wahai yang maha welas asih tiada taranya, hamba memohon bantuan dari para mahluk suci sekalian untuk kesembuhan yang mulia kaisar, semoga para mahluk suci berkenan hadir dan membantu kaisar" ucap thian long
Thian long mulai memejamkan matanya untuk berkonsentrasi, lalu mengerahkan tenaga inti api dan es lalu perlahan thian long mengeluarkan pedang suci naga emas yang berada didalam tubuhnya.
Seketika bersamaan dengan keluarnya pedang suci, ruangan kamar dipenuhi dengan cahaya kuning keemas emasan dan memgeluarkan bau yang sangat harum.
Kini dalam genggaman thian long terlihat sebilah pedang yang berlapis emas dengan bentuk dan ukiran naga pada hulunya.
Pedang suci perlahan melayang dan terbang berputar diatas tubuh kaisar lalu memancarkan sinar terang yang memayungi tubuh kaisar.
Perlahan thian long mulai membaca doa dan mantra dalam bahasa pali, tubuhnya memancarkan sinar keemasan yang membawa kedamaian bagi yang melihatnya.
Perlahan thian long menempalkan telapak tangannya kembali satu dikening kaisar dan yang satunya diperut kaisar.
__ADS_1
Seketika itu juga mata kaisar yang awalnya terpejam rapat tiba tiba terbuka dan melotot, lalu dari dalam mulutnya keluar suara pekikan yang mengerikan.
***********Bersambung************