
Setelah berhari hari akhirnya pangeran lie dan rombongan tiba dibiara emas untuk menjemput abu jenazah bai long,
Setelah rombongan sampai, pangeran lie segera mengadakan pembicaraan tertutup dengan biksu wu ming dn thian long.
Secara singkat thian long menceritakan kronologi kejadian yang menimpa bai long secara detail. Setelah selesai menceritakan kejadian itu thian long pun meminta maaf kepada pangeran lie dan berkata:
" Lie er, secara pribadi aku meminta maaf karena belum bisa membalaskan dendam bai long secara sempurna, aku tetap membiarkan pelakunya hidup, untuk itu aku bersedia memikul tanggung jawab secara penuh kepada yang mulia kaisar dan keluarga istana".
"Untuk masalah ini, aku pribadi tidak mempermasalahkannya, hukuman kehilangan seluruh ilmu dan hilang ingatan jauh lebih pantas didapatkan oleh orang sekejam ratu bulan dibandingkan kematian".
(note : didalam dunia persilatan, para pendekar lebih memilih mati terhormat jika dibandingkan hidup menanggung penghinaan dan malu)
"Aku juga memahami kesulitanmu kak mengingat pelakunya adalah kakak kandung nona yuen, andai aku berada diposisimu aku pasti akan melakukan hal yang sama".
sambung pangeran lie.
Thian long hanya terdiam, ia memahami kalau pangeran lie hanya berusaha menghiburnya
" Jangan khawatir kak long, untuk masalah ini
nanti akan aku laporkan kepada yang mulia kaisar, aku rasa yang mulia akan sependapat denganku" ucap lie er.
"Terima kasih atas pengertiannya lie er" ucap thian long.
"Lie er, bagaimana perkembangan ilmu silatmu saat ini, apakah kau masih giat berlatih" ucap guru wu ming.
"Maaf guru, sejak kembali keistana lie er langsung disibukan dengan berbagai kegiatan kenegaraan dan belum sempat berlatih lagi".
"Bagaimana kalau thian long menemanimu berlatih sekarang lie er?" ucap guru wu ming
"Boleh juga guru, bagaimana kak long?" ucap lie er sambil menoleh kepadanya.
__ADS_1
"Baiklah" ucap long er, lalu thian long berjalan keluar halaman lalu diikuti oleh lie er.
Setibanya dihalaman lie er memulai memasang kuda kudanya dan mengerahkan energi api dan es,
Melihat lie er sudah bersiap, long er segera mengerahkan tenaga dalam dan diikuti jurus pembuka
Lie er mulai menyerang long er, dengan mengerahkan jurus pertama tapak buddha,
Tubuh lie er mengeluarkan cahaya emas yang menyilaukan lalu melesat kedepan dan menyerang long er.
Menghadapi serangan lie er, thian long berdiri dengan tenang dan menyambut serangannya dengan mendorongkan tapak tangannya
Blarrrrr.....
Kedua tapak tangan bertemu, thian long mengalirkan tenaga tapak lie er ketanah seketika tanah yang ada dipijakan kaki thian long hancur berantakan, lalu thian long melemparkan tubuh lie er kesamping.
Tubuh lie er meluncur dengan deras kesamping karena dorongan dari energinya sendiri ditambah dengan tenaga lemparan dari thian long sehingga serangannya menabrak tembok biara sampai jebol.
Perlahan disekitar tubuh lie er bermunculan puluhan lentera yang terbang berputar putar mengelilingi tubuhnya, lalu lie er mulai memutar tubuhnya dan mengibaskan tangannya kearah thian long.
Perlahan thian long mulai menggerakan kedua tangannya dengan cepat dan menangkis serangan lentera terbang dengan berputar putar sehingga menimbulkan pusaran angin.
Laju lentera menjadi tertahan terkena pusaran angin lalu terlempar kesegala arah dan sebagian melesat kembali menyerang lie er.
Lie er terkejut karena tidak menyangka kalau jurusnya dikembalikan lalu dengan gerakan melompat tinggi keudara, lie er berusaha menghindari serangan lentera itu.
Puluhan lentera itu melesat beterbangan dibawah kakinya, lalu berputar kembali seakan memiliki nyawa lentera itu kembali mengejar lie er.
Lie er berseru tegang, lalu dengan gerakan cepat lie er mencabut pedang pusaka putra langit miliknya, dan mengerahkan jurus pedang buddha untuk menangkis puluhan lentera yang menyerang dirinya.
Terjadi ledakan beruntun yang cukup hebat, ketika lentera itu terbentur pedang lie er seketika meledak secara tiba tiba.
__ADS_1
Lie er terus mengibaskan pedangnya untuk menangkis dan menghancurkan puluhan lentera yang masih tersisa.
Ketika lentera itu telah terbabat habis oleh pedangnya, lie er melompat kebelakang untuk mengambil nafas.
"Sekarang giliranku menyerang, bersiaplah lie er" ucap thian long, lalu belum lagi habis gema suaranya thian long telah mengerahkan energi es dan api lalu membuka serangan dengan jurus pertama tapak buddha.
Tubuhnya memancarkan cahaya emas lembut dan damai, lalu tiba tiba tubuhnya melesat dan tapak tangannya mengarah ke lie er.
Long er berhasil mengendalikan energi tapak buddhanya agar hanya terfokus hanya pada satu titik yaitu lie er dan tidak menyebar kemana mana sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang tidak diperlukan akibat efek jurus tersebut.
Lie er merasakan tubuhnya terkunci dan sulit bergerak akibat terkena tekanan yang dasyat sehingga nafasnya tersengal, lalu lie er berteriak sekuat tenaganya berupaya untuk memusnahkan kekuatan tekanan itu.
Setelah berhasil memusnahkan tekanan kekuatan jurus long er, lie er kembali menyambut ke dua tapak tangan thian long yang sudah berada dihadapannya.
Seketika terdengar bunyi ledakan yang menggelegar, terdengar seruan terkejut dari mulut lie er lalu tubuh lie er terlempar dengan deras kebelakang.
Setelah berjungkir balik diudara beberapa kali untuk meredam efek lontaran akhirnya lie er mendarat ditanah dan terjajar mundur beberapa langkah kebelakang.
Thian liong sama sekali tidak menyangka hasil serangannya ternyata bisa sedasyat itu, padahal ia hanya sedikit saja mengerahkan kekuatan tenaga dalamnya.
"Luar biasa kak long" ucap lie er dengan mengacungkan jempolnya keatas.
"Amitabha, aku hanya mengajarkan untuk mengurangi efek kekuatan dari jurus itu, kau bukan hanya berhasil melakukannya bahkan kau berhasil membuat energi tapakmu hanya terfokus pada 1 titik sehingga kekuatan energi nya tidak tersebar kemana mana".
"Aku hanya mengikuti petunjuk darimu saja guru selebihnya instingku yang bekerja dan tubuhku bereaksi sesuai dengan instingku".
"Bakat yang kau miliki memang mengerikan long er, bahkan kau tidak memerlukan waktu untuk berlatih lagi setelah mendapatkan pengarahan dariku dan engkau telah berhasil melakukannya jauh lebih baik dariku, Amitabha"
"Terima kasih atas pujiannya guru" ujar thian long sambil membungkukan tubuhnya.
"Engkau memang luar biasa kak long, aku yakin kak long kelak akan merajai dunia persilatan". ucap lie er sambil menepuk bahu thian long.
__ADS_1
Bersambung........