Tapak Buddha

Tapak Buddha
Biara Puncak Emas 6


__ADS_3

"Baiklah lie er, setelah semuanya siap baru nanti kita mulai pelatihannya, sekarang ada baiknya kalau anda meminta restu dari baginda kaisar terlebih dahulu agar semua berjalan dengan baik" Ucap guru wu ming sambil memegang bahu pangeran lie.


"Baiklah guru, kalau begitu sekarang aku akan menghadap ayahanda kaisar, terima kasih atas kebaikan guru dan juga kakak long" jawab lie er sambil membungkukan tubuh.


"Amitabha" Ucap biksu wu ming membalas hormat.


"Sama sama adik lie" jawab thian long tersenyum sambil memegang kedua bahu lie er.


Lie sie min membalikan tubuhnya dan segera meninggalkan puncak gunung menuju kedalam biara.


"Long er guru juga mau beristirahat sekarang, jaga dirimu baik baik, setelah urusan kalian selesai kalian berdua istirahatlah " Jawab biksu wu ming.


Thian long dan yuen er segera menundukan tubuh sambil berkata


"Baik guru"


Biksu wu ming membalas dengan senyuman dan anggukan kepala, kemudian biksu wu ming segera meninggalkan lokasi.


Sepeninggal Biksu wu ming dan pangeran lie, thian long dan yuen er kembali berdua.


Yuen er menatap thian long , thian long yamg merasa sedang diperhatikan berkata:


"Hey..kenapa terus menatapku apa ada yang salah dari wajahku? ucap thian long sambil memegang wajahnya.


"Tidak apa apa" jawab yuen er singkat sambil mengalihkan pandangannya ketempat lain.


"Ada apa adik yuen, kenapa kamu mendadak jadi pendiam?" tanya thian long penasaran.


"Atau jangan jangan kamu juga ingin berniat mempelajari tapak buddha juga" lanjut thian long


"Tidak kak, aku sama sekali tidak berminat mempelajarinya, aku cukup puas dengan kemampuanku saat ini" jawab yuen er


"Lagi pula aku sepertinya tidak akan sanggup menahan sakit seandainya harus memusnahkan ilmuku sendiri" lanjut yuen er.


"Lalu kenapa wajahmu terlihat risau adik yuen?" tanya thian long kembali.


Yuen er kembali memandangi thian long lalu berkata


"kak long, bisakah kakak nanti tidak usah ikut membantu proses latihan tenaga dalam pangeran?"


"Kenapa tiba tiba kamu bicara seperti itu" tanya thian long sambil tertawa.


"Aku hanya khawatir saja kak long, tadi guru wu ming sempat berkata kalau proses itu gagal akan membahayakan jiwamu kak" jawab yuen er dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


Thian long tersenyum dan berkata:


"Tidak usah khawatir adik yuen, tidak akan terjadi sesuatu apapun kepada diriku, percayalah"


"Baiklah kak, aku percaya kepadamu" ucap yuen er masih tertunduk


"Sebaiknya sekarang kita beristirahat saja, kamu tentu sudah lelah sekarang" ucap thian long dengan lembut.


Yuen er hanya menganggukan kepalanya lalu mereka berdua segera meninggalkan puncak emas dan kembali kedalam biara emas.


Keesok harinya kaisar song berpamitan diaula utama biara emas.


"Kepala biksu, kutitipkan putra mahkota padamu, tolong didik dia agar kelak berguna bagi istana dan negara.


"Baiklah baginda, hamba akan menjaga pangeran baik baik," ucap biksu wu ming.


"Baiklah kalau begitu, lie er kamu harus giat berlatih jangan kecewakan gurumu setelah selesai berlatih kamu segera kembali ke istana" ucap kaisar.


"Tentu ayahanda, sampaikan salah ananda kepada ibunda permaisuri " jawab lie er sambil membungkukan tubuhnya dihadapan kaisar.


" Baik anakku" sambil menepuk pundak lie er.


Lalu kaisar mengalihkan pandangannya kepada thian long dan berkata:


"Long er, apabila kamu berkenan datanglah nanti bersama lie er juga ajaklah nona yuen, istana membutuhkan orang pandai seperti kalian "


Thian long segera menjawab:


"Baik yang mulia , hamba akan melaksanakan semua perintah yang mulia" jawab thian long sambil membungkukan tubuhnya.


Kaisar kembali menghampiri lie er dan berkata:


"Lie er, mengenai permintaanmu aku akan segera mengutus orang nanti untuk secepatnya mengantarkan gingseng dan jamur ling zhe sesuai pesananmu, jaga dirimu baik baik nak".


"Terima kasih ayahanda kaisar" ucap lie er.


"Baiklah semuanya aku akan segera kembali keistana karena masih banyak tugas negara menantiku disana, sampai jumpa kembali".


"Hati hati dijalan yang mulia, semoga panjang umur dan sehat selalu " seru pangeran dan semua yang hadir disana sambil berlutut.


"Para jendral dan prajurit segera bersiap, kita berangkat sekarang" titah kaisar


"Baik yang mulia" ucap jendral dan para pengawal kerajaan

__ADS_1


Rombongan kaisar perlahan meninggalkan biara emas, pangeran dan semua yang hadir disana turut mengantar sampai kepintu gerbang.


"Baiklah lie er, sementara menunggu gingseng dan jamur ling zhe, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan diri dan melatih fisikmu".


"Dan kamu long er, guru minta tolong untul menjaga dan melatih fisik pangeran agar ada saatnya nanti ssmua berjalan dengan lancar".


"Baik guru..." ucap thian long dan lie er berbarengan.


Sebulan kemudian barang yang diminta pangeran telah tiba di biara emas, dan mereka segera mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk prosesnya.


Ging seng dan jamur ling zhe segara diolah untuk dijadikan ramuan untuk pangeran dan sebagian lagi akan digunakan untuk proses pemulihan tenaga biksu wu ming dan long er.


Biksu wu ming telah menyiapkan 1 tempat khusus dibawah tanah. Tempat ini khusus menyimpan semua pusaka perguruan dan kitab ilmu silat salah satunya kitab ilmu tapak buddha.


Selain thian long hanya guru wu ming dan bai long yang menguasai ilmu tapak buddha, para biksu senior tidak diperkenankan untuk mempelajarinya.


Guru wu ming telah berhasil menguasai sampai tingkat ke 8 tapak buddha walaupun belum sampai tingkatan mahir thian long, sedangkan bai long hanya menguasai 3 jurus ilmu tapak buddha.


Setelah semuanya siap, maka pangeran dan thian long bwserta guru wuming memasuki ruangan rahasia tersebut, selama proses isolasi siapapun termasuk para biksu senior tidak diperkenankan masuk.


Para biksu senior bertugas menggantikan sementara tugas biksu kepala untuk mengatur perguruan, sedangkan para murid senior ditugaskan untuk berjaga jaga didepan pintu agar tidak ada siapapun yang bisa memasukinya.


Yuen er hanya bisa menunggu dengan penuh cemas dikamar tamu yang telah disiapkan.


Kedua matanya menjadi sembab dan basah karena menangis, Yuen er sangat mengkhawatirkan keadaan thian long yang diam diam dicintainya.


Setelah biksu wu ming, thian long beserta pangeran lie berada dalam ruang rahasia itu, maka guru wuming memerintahkan pangeran lie untuk duduk ditengah.


Guru wu ming duduk disebelah depan pangeran, sedangkan thian long duduk di sebelah belakang pangeran.


Setelah menjelaskan beberapa instruksi kepada thian long, guru wu ming berkata kepada pangeran lie:


"Lie er, bersiaplah sekarang guru dan long er akan segera memusnahkan ilmu tenaga dalammu lalu kami akan segera mengalirkan energi murni tapak es dan api kepadamu.


"Proses ini akan sangat menyakitkan, guru harap kamu bisa bertahan, proses ini akan berlangsung selama 3 hari 2 malam dan tidak boleh terputus dan ada kesalahan".


"Ingat lie er, proses ini harus berhasil kalau tidak nyawa guru dan thian long yang akan menjadi taruhannya, dan kamu sendiri akan mengalami cacat permanen"


"Sekarang bersiaplah dan berdoalah dalam hati agar semua bisa berjalan dengan lancar"


"Baiklah guru, lie er sudah siap" ucap pangeran lie dengan mantab.


**************Bersambung*******************

__ADS_1


__ADS_2