Tapak Buddha

Tapak Buddha
Kehancuran Kuil Langit 2


__ADS_3

Ketika yuen er dan thian long hendak meninggalkan lokasi pertempuran tiba tiba didepan mereka bermunculan beberapa sosok tetua anggota kuil langit lalu terdengar suara bentakan:


"Berhenti kalian....!!!"


Yuen er dan thian long sontak menghentikan langkahnya, lalu dengan tenang yuen er berkata:


"Mau apa kalian, berani sekali sampai menghadang jalan kami..?"


"Setelah kalian membunuh ketua kami, kalian mau pergi begitu saja..? ucap salah seorang tetua kuil langit.


"Lalu apa mau kalian?" ucap yuen er dingin.


"Tentu saja nyawa kalian berdua"


Setelah mengucapkan hal itu tetua itu memberikan kode kepada teman temannya yang lain untuk mengepung yuen er dan thian long.


Yuen er melepaskan pegangan tangannya dari long er, lalu berkata


"Kak long istirahat saja dulu, biar mereka menjadi urusanku".


Mendengar hal itu long er hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya dan kemudian duduk dibebatuan.


"Mau mengambil nyawa kami berdua, sayangnya kalian harus menanyakannya kepada pedangku ini" jawab yuen er dengan nada dingin sambil mencabut pedang dari sarungnya.


Ketiga tetua kuil langit segera berputar mengurung yuen er, masing masing mengeluarkan senjatanya berupa trisula, golok dan tombak.


"Kalian tua bangka pengecut, menghadapi seorang wanita saja beraninya beramai ramai" ucap thian long tertawa kecil.


"Diam kau...setelah wanita ini kami habisi berikutnya giliran kau...!!!" ucap salah seorang tetua.

__ADS_1


"Tidak masalah kak long, kita lihat smpai dimana kemampuan mereka menghadapi seorang perempuan ini" ucap yuen er sambil tersenyum lalu mulai mengalirkan tenaga dalam kebilah pedangnya.


Pedang ditangan yuen er mulai bergetar dan perlahan bilah pedangnya memancarkan cahaya keperakan dan menebar energi sedingin es.


"Tidak usah banyak bicara kau perempuan iblis, kawan kawan mari kita habisi dia...!!! ucap salah seorang dari mereka.


Mereka bertiga melesat maju kearah yuen er sambil menghunus senjatanya, lalu mereka secara bersamaan mengayunkan senjatanya kepada yuen er.


Yuen er melakukan gerakan berputar sambil mengibaskan pedangnya untuk menangkis senjata lawan dari berbagai arah.


Traaanggg.....!!!!


Terdengar suara benturan senjata yang memekakkan telinga diiringi percikan api, senjata dari ketiga tetua terpental, mereka bertiga bergegas melompat mundur kebelakang masing masing tangan mereka bergetar hebat setelah beradu senjata dengan pedang yuen er.


Yuen er kembali mengerahkan kekuatannya, lalu ia berkelebat cepat sambil mengerahkan jurus pedangnya kearah salah satu tetua yang berjarak paling dekat dengannya, yuen er menggunakan salah satu jurus andalannya :


Kerlipan Cahaya Bintang Bertaburan.


Tetua yang terkena jurus yuen er sontak tewas seketika dengan beberapa bagian tubuhnya tertembus pedang yuen er.


Tidak berhenti sampai disitu, setelah menewaskan salah satu dari tetua kuil langit, yuen er kembali melancarkan serangan tanpa mengambil nafas terlebih dahulu kepada tetua yang memegang tombak.


Tubuh yuen er melambung tinggi keudara, lalu menukik tajam sambil mengibaskan pedangnya yuen er kembali mengeluarkan jurus pedang:


Hujan bintang


Pedang ditangan yuen er menukik tajam dengan kecepatan tinggi seperti sebuah meteor yang jatuh hanya meninggalkan kilauan cahaya putih keperakan dibelakangnya dan berhasil menembus tubuh tetua yang lain tanpa sempat menangkis serangan yuen er.


Dalam sekejap dua orang telah tewas ditangan yuen er, dari awal yuen er memang tidak ingin berlama lama melayani mereka karena ia mengkhawarirkan kondisi thian long yang sedang menderita luka dalam yang cukup parah.

__ADS_1


Tinggal seorang tetua yang masih bernafas saat ini, melihat kedua rekannya tewas hanya dalam waktu sekejap tanpa sempat memberikan perlawanan sontak membuat seluruh tubuh tetua ini gemetar ketakutan.


Perlahan yuen er melangkah mendekati tetua anggota kuil yang masih hidup dengan tatapan yang tajam sambil menghunus pedangnya.


Tiba tiba anggota tersisa itu membuang senjatanya, lalu berlutut dan bersujud dihadapan yuen er:


"Mohon ampuni aku nyonya, aku berjanji tidak akan melakukan perbuatan jahat lagi"


Melihat lawannya berbuat seperti itu yuen er terdiam lalu menoleh kepada thian long seolah meminta pendapatnya.


Thian long menganggukan kepala sambil tersenyum ia berkata:


"Kalau memang ia tulus ingin bertobat maka ampunilah dia yuen er"


Yuen er memandang sisa tetua kuil langit dengan tatapan galak, lalu ia berkata :


"Baiklah kau akan kumaafkan, tetapi jika suatu hari nanti aku mengetahui engkau kembali melakukan kejahatan maka aku akan mencarimu dan membunuhmu..!"


"Terima kasih nyonya atas kebaikan hatimu". ucap tetua itu, lalu ketika tetua itu hendak lari meninggalkan lokasi terdengar suara thian long memanggil:


"Sebentar tetua, jangan pergi dulu..!


"A..ada apakah tuan...?" tanya tetua itu dengan gugup ia takut thian long berubah pikiran dan membunuhnya.


"Tetua sebelum pergi tolong bebaskan semua tahanan yang ada dikuil langit ini, cepat lakukan segera....!" perintah thian long.


"Ba..baiklah tuan...." jawab tetua itu.


Setelah itu tetua yang tersisa dari kuil langit segera pergi kepenjara bawah tanah diikuti thian long dan yuen er dari belakang.

__ADS_1


Situasi markas kuil langit telah kosong, setelah mengetahui ketuanya tewas ditangan thian long dan tetuanya dikalahkan yuen er, semua anggota kuil melarikan diri.


Akhirnya para tahanan berhasil keluar termasuk tetua kong yang sempat ditangkap pihak kuil langit, mereka mengucapkan terima kasih kepada thian long lalu bersama sama meninggalkan markas besar kuil langit .


__ADS_2