Tapak Buddha

Tapak Buddha
Kunjungan Kembali Ke Istana Kaisar


__ADS_3

"Bagaimana mungkin kau bisa mengenali penyamaran kami pangeran...?" tanya yuen er bingung sambil mengernyitkan dahinya.


"Ha..ha..ha.. itu mudah sekali nona yuen disamping mata mata istana bertebaran dimana mana, akupun juga bisa mengenali orang hanya dari tatapan mata" ucap pangeran lee sambil tertawa lebar melihat reaksi kebingungan dari yuen er.


Tidak lama kemudian makanan beserta arak yang dipesan tiba, lalu dengan cepat pangeran le menyambar cangkir arak lalu menuangkan isinya dan dengan cepat meminumnya.


"Hai pangeran seenaknya saja main minum arak pesanan kami, bukannya pesan sendiri" ucap yuen er sambil bersungut sungut sambil merebut botol arak yang dipegang pangeran lee


"Sudahlah yuen er biarkan saja..." ucap thian long tersenyum sambil memegang tangan yuen er yang masih bersungut sungut kesal dengan pangeran lee


Lalu tiba tiba pangeran lee mulai mengambil sumpit dan memakan lauk yang ada didepan thian long sambil berkata:


" Kakak ipar jangan terlalu pelit sama adikmu ini, lihat kak thian long saja tidak melarangku..."


" Dasar kau pangeran tengik kalao kau haus dan lapar kenapa tidak pesan sendiri saja, jangan makan makanan milik kak long..." ucap yuen er sambil berteriak kesal dan merebut sumpit dari tangan pangeran lee.


"Kak long kenapa kakak ipar sepelit ini kepadaku?" ucap pangeran lee tertawa sambil menggoda yuen er.


Yuen er yang merasa dipermainkan oleh pangeran lee bertambah kesal, lalu melemparkan sumpit yang bekas dipakai pangeran lee ketanah lalu menghentak hentakan kakinya dengan kesal.


Thian long tertawa melihat tingkah pangeran dan yue er sambil melambaikan tangannya kearah pelayan dan memesan arak serta makanan kembali.


Tidak lama kemudian arak dan makanan yang dipesan telah datang dan mereka segera menikmati makanan bersama sambil diiringi obrolan santai yang diselingi gelak tawa diantara mereka.


Setelah mereka selesai bersantap, thian long segera bertanya tentang perbuhan sikap kaisar kepada pangeran lee.


Pangeran lee yang awalnya ceria mendadak berubah menjadi murung lalu iapun mulai bercerita:


"Sejak ayahanda kaisar sembuh dari penyakit yang dideritanya akibat perbuatan sepasang malaikat maut dari barat, tingkah lakunya perlahan lahan mulai berubah.


Kaisar yang awalnya selalu bersikap ramah kepada semua orang perlahan mulai berunah menjadi pemarah bahkan tidak segan segan mengeluarkan hukuman bahkan kaisar pernah menghukum mati seorang pejabat hanya karena datang terlambat pada saat acara rapat pagi itupun karena pejabat tersebut sedang menderita sakit.


Dari hari kehari, sifat kaisar menjadi sangat kasar dan juga kejam, ayahanda kaisar menjadi sosok yang sangat sulit dipahami.


Beberapa tahun belakangan ini ayahanda kaisar menjadi gemar berlatih ilmu silat dan sering melakukan latihan tertutup setelah selesai dengan rutinitas paginya dengan para pejabat istana, entah ilmu apa yang sedang didalami oleh ayahanda kaisar" ucap pangeran lee dengan nada sedih.


"Apa kau tahu pangeran, Yang mulia bahkan tega mengutus ketua kuil langit hanya untuk membunuh kak long, padahal kak long pernah menyelamatkan nyawanya" ucap yuen er dengan nada ketus.


"Ya, mengenai masalah itu aku mengetahuinya, dan aku mewakili atas nama ayahanda kaisar mengucapkan maaf kepadamu kak long juga kepadamu nona yuen" ucap pangeran lee lalu berdiri dan membungkukkan tubuhnya dihadapan thian long.


"Sudahlah lee er semua itu bukanlah kesalahanmu..." ucap thian long sambil mendekati pangeran lee dan menepuk bahunya


"Tampaknya aku harus menyediki masalah ini dan untuk itu aku harus diam diam keistana untuk bertemu dengan yang mulia kaisar dan meminta penjelasan darinya" ucap thian long dalam hati sambil memandang ke arah yuen er yang sedang menatapnya.


Ketika malam tiba thian long dan yuen er dengan berpakaian serba hitam berkelebat cepat menyelinap masuk kedalam istana.

__ADS_1


Penjagaan yang ketat sama sekali tidak menyulitkan mereka untuk masuk menyelinap secara diam diam sampai akhirnya mereka tiba dan bersembunyi diatap kamar kaisar sambil memantau situasi.


Tiba tiba terdengar gema suara ancaman dari kaisar dalam kamarnya:


"Beraninya kalian menerobos malam malam datang kesini, cepat turun atau jangan salahkan aku bertindak kasar kepada kalian berdua...!


Mengetahui kehadirannya telah diketahui, thian long menolrh kearah yuen er lalu mereka melompat turun kebawah dan berlutut memberikan hormat didepan pintu ruang kamar kaisar


"Hamba Thian long, mohon maaf kalau hamba diam diam datang untuk menghadap yang mulia kasiar..."


"Hamba yuen er, mohon maaf kalau hamba juga telah mengganggu istirahat dari yang mulia kaisar.."


Tiba tiba pintu kamar terbuka dengan sendirinya lalu terdengar suara kaisar dari dalam kamarnya


"Masuklah kalian berdua...!"


"Terima kasih yang mulia..." ucap thian long dan yuen er bersamaan.


Thian long dan yuen er segera memasuki ruang kamar pribadi kaisar dan menemukan kaisar sedang duduk bersantai disebuah kursi besar dengan cahaya penerangan yang sangat minim.


"Hormat kepada yang mulia kaisar.." ucap Thian long dan yuen er sambil berlutut.


"Bangunlah kalian berdua, dan katakan ada urusan apa sampai kalian berani menyelinap masuk kedalam istana...!" ucap kaisar dengan tatapan yang tajam.


"Kenapa kau diam saja thian long, jawab pertanyaanku...!!!" seru kaisar dengan nada suara keras sambil menggebrak meja yang ada dihadapannya sehingga hancur berkeping keping.


"Hormat kaisar, hamba datang kesini untuk melihat keadaan yang mulia juga jika diijinkan hamba ingin menanyakan beberapa hal dengan yang mulia" ucap thian long sambil kembali menjura dengan hormat.


"Ha..ha..ha.. tidak perlu basa basi denganku thian long, cepat katakan apa keperluanmu datang kesini...!!!" ucap kaisar dengan suara tawa yang keras sambil mengerahkan kekuatan tenaga dalamnya dengan maksud menekan thian long.


Thian long merasakan hentakan energi yang keras menyerang dirinya.


"Hebat sekali padahal yang mulia masih duduk disana dan sama sekali tidak menggerakan tubuhnya tetapi kekuatannya sudah sampai dan menekanku..." ucap thian long dalam hati.


Diam diam thian long mengerahkan kekuatannya untuk menahan kekuatan tenaga dalam kaisar yang mulai menekannya.


Perang tenaga dalam diantara kaisar dan thian long mulai berlangsung, kaisar terlihat bernafsu menekan thian long dengan tenaga dalamnya, tetapi thian long hanya mengerahkan tenaga dalamnya hanya untuk bertahan saja karena ia masih mengingat batasan dan tifak betani gegabah karena ia sadar siapa yang menjadi lawannya saat ini.


Yuen er yang sejak tadi terdiam melihat keadaan thian long yang merasa serba salah dengan sikap kaisar mulai merasa geram dan aliran udara mulai terbentuk disekujur tubuhnya seiiring pengerahan tenaga dalam yuen er.


"Ada apa nona yuen, kau ingin menyerang kaisar....?!" ucap kaisar dingin ketika ia menyadari kekuatan yuen er yang mulai terpancar disekujur tubuhnya melalui perubahan udara.


Thian long menoleh kearah yuen er sambil menatap yuen er dan menggelengkqn kepalanya sebagai isyarat untuk jangan bertindak gegabah.


Perlahan yuen er mengendurkan tenaga dalamnya dan menundukan kepalanya sambil menahan kesal ia berkata:

__ADS_1


"Hamba tidak berani ..."


Kaisar tersenyum sinis kepada yuen er sambil berkata :


"Bagus kalau kau tahu diri..!"


Yuen er merasakam sesak didadanya karena menahankan emosi yang meledak ledak didadanya, ingin sekali rasanya ia menghajar kaisar yang ada didepannya kalau saja tidak dicegah thian long.


"Yang mulia kaisar, bolehkah hamba menanyakan sesuatu kepada yang mulia...?" ucap thian long.


"Katakan...!!! ucap kaisar sambil menatap thian long dengan tajam.


"Yang mulia, beberapa waktu yang lalu perguruan kuil langit melakukan teror didunia persilatan dengan cara membunuh banyak ketua perguruan dunia persilatan hanya dalam waktu 1 malam saja..." ucap thian long dengan sopan sambil diam diam memperhatikan gelagat kaisar yang berada didepannya.


"Ketua kuil langit mengaku mendapatkan titah dari yang mulia untuk menahlukkan semua perguruan yang ada diseluruh negeri, termasuk juga titah untuk melenyapkan hamba..." lanjut thian long dengan tersenyum.


"Kurang ajar beraninya kau menuduhku...!" ucap kaisar dengan suara keras, lalu seketika tubuhnya berkelebat dengan sangat cepat dan menyerang kedepan dengan mengerahkan salah satu jurus yang sangat legendaris yaitu 18 tapak naga


Jurus naga mengibaskan ekor


Kaisar menyerang dengan tapak tangan yang disertai kekuatan tenaga dalam yang cukup dasyat kearah thian long.


Thian long yang telah bersiaga sontak mengerahkan tenaga dalamnya sambil bertahan membentuk perisai pelindung disekitar tubuhnya.


Jurus naga mengibaskan ekor yang berasal dari salah 1 jurus 18 tapak naga hampir menyentuh tubuh thian long tetapi terbentur dengan lapisan pelindung dari tubuh thian long sehingga tapak tangan kaisar terhenti dan tidak dapat mengenai tubuh thian long.


Kaisar tersenyum simpul melihat serngannya tidak berhasil, namun secara tiba tiba kaisar melipat gandakan tenaga dalamnya dan mengerahkan serangannya kembali yang akhirnya dapat menembus dinding energi pelindung thian long


"Bughh...!!!!"


Thian long yang terkena pukulan terjajar mundur beberapa langkah kebelakang, walaupun ia tidak mengalami luka dalam tetapi dadanya yang terkena pukulan berdenyut sakit.


"Hentikan yang mulia kaisar...!!! " ucap yuen er dengan tatapan tajam disertai kobaran energi yang mulai memancar disekujur tubuhnya.


"Ha..ha..ha..majulah nona, akan aku lihat sehebat apa dirimu...!!! ucap kaisar dengan suara tawa yang menggelegar.


Yuen er yang mulai terpancing dengan sikap kaisar mulai mengerahkan energinya lalu bersiap menyerang kaisar.


Ketika yuen er hendak menerjang kedepan tiba tiba thian long memegang bahu yuen er dan menahannya, lalu thian long maju kedepan dan berdiri dihadapan kaisar sambil berkata:


"Yang mulia hentikan semua ini, hamba datang hanya untuk bertemu dengan anda dan mencari tahu sebab dan alasan permasalahan kenapa anda ingin melenyapkan hamba, hamba datang bukan ingin bertempur dan melawan anda ...."


"Ha..ha..ha..aku adalah kaisar dan kau hanyalah seorang rakyat biasa, jadi aku berhak untuk melenyapkan siapapun yang aku kehendaki termasuk kau thian long....!!! ucap kaisar dengan suara keras sambil mencabut pedang langit yang tersampir dipinggangnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2