
Thian long dan biksu wu ming bersiap mengerahkan tenaga dalam untuk memulai proses menguras tenaga dalam pangeran lie setelah sebelumnya mereka bertiga mengkomsumsi gingseng dan jamur ling zhi.
Biksu wu ming mengerahkan tenaga inti api lalu melakukan beberapa totokan disejumlah nadi besar yang ada ditubuh lie er.
Seketika tubuh lie er berguncang keras menahan sakit, energi panas merasuk kedalam tubuhnya sehingga tubuhnya serasa terbakar dan urat urat disekujur tubuhnya tampak bertonjolan.
Thian long segera memgerahkan tenaga inti es lalu menempelkan kedua telapak tangannya yang satu diletakan dibelakang kepala dan yang satunya dipunggung.
thian long perlahan mulai mengalirkan tenaga inti es ketubuh lie er yang bertujuan untuk melindungi urat nadi pangeran agar jangan sampai putus.
Perlahan biksu wu ming menempelkan telapak tangannya yang telah dialiri tenaga inti api dikening lie er lalu telapak tangan yang satunya lagi dipusar lie er sebagai pusat dari berkumpulnya tenaga dalam.
Biksu wu ming mengerahkan separuh dari kekuatan tenaga dalamnya dan mulai menguras semua tenaga dalam yang ada ditubuh lie er.
Seketika lie er menjerit kesakitan, seluruh tubuhnya bergetar dengan hebat, tubuhmya dibanjiri oleh keringat dan dari kepalanya keluar kepulan asap, lie er berusaha untuk tetap dalam kondisi sadar.
Long er menambah kekuatannya dan berusaha mengalirkan energi inti es lebih banyak lagi untuk melindungi organ dalam tubuh pangeran lie.
Proses ini terus berlangsung sepanjang hari tanpa berhenti, perlahan tenaga dalam pangeran lie terkuras keluar.
Setelah 1 hari 1 malam tanpa henti biksu wu ming dan thian long berjuang menguras dan menjaga tubuh pangeran tetap stabil,
Tahap 1 telah selesai, biksu wu ming dan thian long bisa bernafas lega dan mulai mengendurkan tenaga dalamnya.
Tahap selanjutnya adalah mengalirkan tenaga dalam inti es dan api secara bergantian kedalam tubuh lie er guna mengisi kekosongan cakra yang ada ditubuhnya.
__ADS_1
Biksu wu ming mulai mentransfer energi api diikuti oleh thian long yang mentransfer energi es dari dua sisi yang berbeda.
Pangeran lie merasakan tubuhnya sesat seperti berada dalam timbunan salju, tetapi dlam waktu singkat ia juga merasakan seperti terpanggang dalam api.
.
Mereka terus melakukannya secara bergantian hingga tak terasa 2 hari telah terlewati, dan akhirnya memasuki hari ke 3.
Dihari ke 3, lie er tampak diam bermeditasi, tubuhnya sudah tidak merasakan sakit seperti awal bahkan saat ini ia merasakan tubuhnya sangat nyaman, dengan limpahan energi yamg masih membanjiri cakra dan nadinya.
Setelah hari beranjak siang, mereka akhirnya menghentikan semua prosesnya.
Kini pangeran lie merasakan ada luapan energi yang sangat besar disemua cakra miliknya, badannya terasa sangat ringan dan semua indranya menjadi sangat sensitif.
"Lie er, semua proses telah selesai, latihan yang sesungguhnya akan kita mulai beberapa hari lagi, guru dan long er harus beristirahat total selama beberapa hari dimuka untuk memgembalikan tenaga kami" ucap guru wu ming
"Selama beberapa hari ini kamu berlatihlah untuk melancarkan tenaga dalammu agar tubuhmu bisa cepat beradaptasi" lanjut guru wu ming.
Lie er terlihat sedih dan sangat bersalah dengan keadaan guru wu ming dn thian long yang terlihat sangat lemah saat ini.
"Maafkan keegoisanku guru dan kak long, karena permintaanku akhirnya tenaga dalam kalian jadi terkuras seperti ini" ucap thian long sambil berlutut dan bersujud hingga keningnya membentur lantai berkali kali.
Thian long berdiri dari duduknya dan membantu lie er berdiri sambil berkata:
"Tidak perlu bersikap seperti ini adik lie, bagi kami tidak masalah istirahat beberapa hari, ditambah memakan ramuan gingseng serta lingzhi akan memgembalikan vitalitas kami".
__ADS_1
"Lie er, guru senang bisa membantumu kamu tidak usah merasa terbebani dengan keadaan kami, yang penting ingatlah pesan guru, rajin berlatih dan kelak kamu harus berbakti pada negara dan juga rakyat".
" Jadilah raja yang bijak pada saatnya nanti, sayangi dan jaga rakyatmu kelak" ucap giru wu ming dengan suara lemah.
" Murid berjanji guru, akan selalu mengikuti semua nasehatmu dan kak long" Ucap lie er penuh haru.
Guru wu ming tersenyum dan mengangguk lemah, setelah itu lie er mengambilkan ramuan yang telah dipersiapkan untuk guru dan long er.
Setelah mengkomsumsi ramuan akar gingseng dan jamur ling zhi, biksu wuming dan thian long segera bermeditasi untuk menyerap ramuan obat obatan itu agar mempercepat proses pemulihan.
Mereka berdua bermeditasi dan selesai menjelang malam, selama guru wuming dan thian long bermeditasi, lie er dengan setia menjaga mereka berdua.
Ketika selesai bermeditasi, mereka bertiga keluar meninggalkan ruangan, biksu wuming terlihat agak segar tetapi proses itu sangat menguras hawa murninya, itu terlihat dari wajahnya yang kini tampak jauh lebih tua.
Sedangkan thian long hanya terlihat lemah karena kelelahan, dan segera kembali kekamar untuk mengembalikan energinya yang terkuras.
Namun hal yang berbeda terlihat dari lie er, wajahnya kini jauh lebih bersinar dan memancarkan aura yang berbeda.
Aura putra langit berpadu dengan aura suci, sehingga dirinya terlihat jauh lebih berwibawa dan menimbulkan sikap segan dan hormat bagi orang yang memandangnya.
*************Bersambung*******************
**Mohon maaf teman teman, beberapa hari ini thor disibukan dengan pekerjaan, banyak pesanan yang sudah date line yang harus thor selesaikan secspatnya, tetapi thor akan tetap berusaha menulis novel ini.
Stay safe untuk semuanya 🙏**
__ADS_1