
Thian long segera menarik tenaga dalamnya kembali, dan berlutut dihadapan biksu wu ming kedua matanya berkaca kaca menahan haru.
"Paman guru..." panggil thian long dengan suara serak, perlahan air matanya menetes.
"Bangunlah anakku" ucap biksu wu ming penuh haru sambil membantu Thian long berdiri.
"Tidak kusangka kak yi wu mempunyai murid yang hebat kau long er, bahkan aku dengar raja iblis wei berhasil kau kalahkan" kata biksu wu ming sambil menepuk nepuk pundak thian long.
"Itu semua karena didikan guru paman, tanpanya aku bukanlah apa apa, kalau bukan guru yang membesarkan dan mendidikku, mungkin aku sudah lama mati dijalan" ucap thian long.
Kemudian thian long bercerita masa kecilnya yang kelam karena ibunya meninggal akibat peperangan, lalu nasibmya mulai berubah ketika ia diangkat dan dibesarkan oleh gurunya sampai akhirnya gurunya wafat.
Biksu wu ming menghela nafas panjang mendengar cerita dari thian long lalu ia berkata:
"Amitabha, semua itu terjadi karena kekuatan karma masa lalu kalian hingga dikehidupan yang sekarang kalian bisa berjodoh menjadi guru dan murid, tetapi sudah menjadi hukum alam juga kalau kalian berdua terpisahkan sekarang karena segala sesuatu yang berwujud tidak kekal adanya, mereka berkumpul kemudian dan akan terpisah kembali"
"Baiklah long er dan nona yuen, mari kita masuk ke dalam, kalian tentu sudah lelah sekarang" ucap biksu wu ming.
Ketika mereka hendak meninggalkan lokasi dan menuju ke dalam biara tiba tiba terdengar suara:
"Yang Mulia Kaisar Song telah tiba"
Nampak dikejauhan terlihat ratusan iring iringan pasukan berkuda, sedangkan di posisi tengah terlihat kereta kuda yang sangat indah terbuat dari emas.
"Long er dan yang lainnya, mari kita bersama sama menyambut yang mulia kaisar" ucap biksu wu ming bersiap.
__ADS_1
"Baiklah paman guru" ucap thian long lalu menoleh kearah yuen er yang lalu disambut dengan senyuman manis yuen er.
Mereka bersama sama berdiri didepan gapura yang merupakan gerbang masuk kawasan biara emas untuk menyambut rombongan kaisar.
Beberapa saat kemudian kereta kuda dan seluruh pasukan berhenti didepan gapura, lalu panglima pasukan tentara istana serta puluhan pengawal yang merupakan para pesilat no 1 kota raja segera melingkari kaisar sebagai bentuk perlindungan.
Mereka semua berlutut dan berseru
"Panjang umur dan sehat selalu yang mulia kaisar"
Raja dinasti song, segera turun dari kereta kerajaan diikuti seorang pria tampan yang merupakan seorang putra mahkota kerajaan song.
Biksu wu ming dan rombongan segera menghampiri rombingan kaisar dan berlutut memberikan hormat.
"Amitabha, selamat datang baginda kaisar serta pangeran yang mulia, semoga sehat dan sejahtera selalu" ucap biksu wu ming
"Terima kasih yang mulia" ucap mereka serempak.
"Sudah lama tidak bersua sejak setahun yang lalu, bagaimana kabar ketua biksu dan para biksu senior saat ini?" sapa kaisar ramah.
"Amitabha, lapor yang mulia keadaan hamba beserta murid murid biara semua dalam keadaan baik baik saja dan tidak kurang sesuatu apapun, ini semua berkat lindungan dan kebaikan kaisar kepada kami semua" ucap biksu wu ming sambil menundukan kepala.
"Ha..ha..ha.. bagus... bagus sekali ketua biksu, lalu kaisar menoleh memperhatikan thian long dan yuen er.
Merasa diperhatikan kaisar thian long dan yuen er segera menundukan kepala sebagai bentuk penghormatan.
__ADS_1
"Siapakah pemuda dan gadis cantik ini biksu kepala, sepertinya aku baru melihat mereka, apakah mereka para muridmu juga?" tanya kaisar sambil mengelus jenggotnya yang panjang dan hitam berkilat.
"Amitabha, pemuda ini bernama thian long dan ia merupakan murid dari almarhum biksu yi wu yang mulia, sedangkan nona ini bernama yue er yang berjuluk ratu bintang beku berasal dari istana bulan". jawab biksu wu ming.
"Biksu yi wu, jadi biksu sakti itu sudah wafat" ucap kaisar dengan nada sedih.
"Benar yang mulia" jawab biksu wu ming.
"Baiklah biksu ketua, sekarang bisakah biksu ketua menemaniku masuk kedalam untuk bersembahyang kepada Buddha?"
"Silakan dengan senang hati hamba akan mengantarkan yang mulia kaisar untuk masuk kedalam". ucap biksu wu ming dengan membungkukan tubuhnya.
"Mari biksu ketua" ucap kaisar sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Kaisar segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dan berlari seperti terbang menaiki ratusan anak tangga diikuti pangeran mahkota beserta rombongan biksu wu ming menuju puncak biara emas.
Sesampainya dipelataran pintu masuk, ratusan murid dari biara puncak emas telah berkumpul untuk menyambut rombongan kaisar dan putra mahkota diiringi dentangan suara genta yang dipukul berkali kali sebagai simbol penghormatan tertinggi.
"Selamat datang dibiara puncak emas Yang Mulia Kaisar, selamat datang Yang Mulia Putra Mahkota semoga panjang umur dan sehat selalu" terdengar gema suara ratusan murid biara yang sedang berlutut memberikan sambutan dan penghormatan.
Dengan wajah yang berseri seri kaisar berucap
"Ha..ha..ha.., bangunlah kalian semua" Ucap kaisar
"Terima kasih Yang Mulia" ucap para murid biara serempak.
__ADS_1
Kaisar dinasti song disertai putra mahkota beserta rombongan biksu wu ming secara bersama sama memasuki aula biara puncak emas untuk segara mengadakan peesembahyangan puja bakti.
************bersambung*************