Tapak Buddha

Tapak Buddha
Mencari Bai Long 4


__ADS_3

Tetua kong hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan thian long.


"Kalau benar saudaraku telah meninggal, lalu bagaimana dia bisa meninggal lalu dimanakah jasadnya?" ucap thian long tertunduk lemas sambil menatap tetua kong.


Tetua kong kembali memejamkan matanya, seperti sebelumnya jari tangannya terlihat bergerak gerak tidak lama kemudia kembali membuka matanya.


"Saudaramu tewas dibunuh seseorang, jenazahnya berada ditengah hutan disebelah barat kota ini". ucap tetua kong.


"La..lalu siapakah pembunuh saudaraku itu tetua, bisakah anda memberikan petunjuk sekali lagi" tanya thian long.


Tetua kong menhela nafas panjang lalu berkata


"Sudah kuduga pasti kau akan menanyakan hal ini, saudaramu tewas terbunuh oleh seorang pesilat berilmu tinggi, dan dia adalah seorang wanita mengenai ciri cirinya aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena dia menguasai sejenis ilmu gaib yang terlarang sehingga penglihatanku seperti terhalang tabir gaib, tetapi kuat dugaanku kalau orang itu terkait dengan kenalanmu anak muda".


"Maksud tetua aku mengenal orang itu?" tanya thian long.


"Ya kau mengenalnya anak muda" jawab tetua kong.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas informasinya, sekarang aku akan menuju tempat jenazah adikku" ucap thian long sambil meletakan 1 keping perak diatas meja makan sebagai pembayaran makanannya.


"Sampai jumpa anak muda, berhati hatilah" ucap tetua kong.


Thian long hanya menganggukan kepala lalu berkelebat meninggalkan tempat itu.


Sesaat setelah thian long pergi, tetua kong menghela nafas panjang seperri ada beban berat didadanya lalu menggelengkan kepalanya dan berkata:


"Kasian anak muda itu, walau ia mempunyai hati yang sangat baik dan tulus serta berilmu tinggi, tetapi takdir mempermainkan dirinya, kelak akan lebih banyak rintangan dan kesulitan yang akan datang kepadanya, semoga saja ia kuat menghadapi semuanya".


Setelah menhela nafas beberapa kali, tetua kong berdiri lalu berkelebat cepat meninggalkan tempat itu.


"Hutan sebelah barat" gunam thian long, tiba tiba thian long tersentak kaget lalu berkata:


"Astaga, hutan disebelah barat bukankah hutan itu berdekatan dengan lokasi istana bulan, apakah ini ada kaitannya dengan istana bulan, tampaknya aku harus menyelidikinya.


Thian long terus berlari tanpa henti, setelah menjelang malam thian long baru sampai dihutan yang dimaksud.


"Tampaknya aku harus bermalam dihutan ini, keadaan sekitar sudah mulai gelap, sulit sekali mencari jenazah adik bai dikegelapan malam". ucap thian long dalam hati.


Thian long bergegas mencari tempat yang aman untuk bermalam, ketika sedang berkeliling ia menemukan sebuah goa ditengah hutan lalu ia memutuskan untuk bermalam disana.


Setelah menunggu semalaman, paginya thian long memulai pencarian, dengan hati hati ia berkeliling memulai pencariannya.


Setelah sekian lama mencari, tiba tiba matanya menangkap 2 sosok jenazah yang terlihat dikejauhan diantara kerimbunan pepohonan.


Dengan tergesa gesa ia segera menghampiri ke dua jenazah itu dan akhirnya ia tiba didepan ke dua jenazah yang letaknya tidak berjauhan.


Jenazah yang diketemukan sudah rusak dan hanya tertinggal tulang belulang saja, dengan hati penuh rasa cemas thian long berusaha mencari identitas jenazah itu.

__ADS_1


Setelah melihat keadaan jenazah dan kondisi tulang belulangnya thian long berkata dalam hati:


"Hmm, sepertinya orang ini tewas terkena pukulan yang mengandung tenaga dalam tingkat tinggi, itu terlihat dari beberapa ruas tulang yang hancur.


Tiba tiba thian long melihat sebilah pedang yang tidak asing baginya, jantungnya berdetak dengan cepat dan rasa cemas menguasai hati dan pikirannya.


Thian long menghampiri pedang tersebut dan akhirnya dia mengenalinya


"Pedang pusaka naga putih " ucapnya dengan bibir bergetar, perlahan dengan tangan bergetar thian long mengambil pedang itu.


Sesaat matanya memanas, hatinya bergemuruh, keringat dingin mengucur dengan deras ketika ia kembali didepan jenazah itu thian long kembali mengenali plakat yang terbuat dari batu giok yang tergeletak tidak jauh dari jenazah itu.


Setelah mengamati plakat tersebut, thian long terdiam dengan seluruh tubuhnya bergetar, sesaat pikirannya menjadi kacau dan akhirnya ia berteriak dengan suara keras:


"Arrrrrghhhhhhh..........!!!!!!!!!"


Matanya basah dengan air mata dan memerah, seluruh tubuhnya bergetar dengan keras, keringat dingin kembali membanjiri dirinya.


Dengan tangan bergetar thian long menyentuh kepala jenazah yang sudah menjadi tengkorak lalu berteriak keras dan menangis.


Tangisannya terdengar sangat keras dan menyayat hati bergema didalam hutan.


Perlahan thian long mengangkat tangannya dan berteriak menghadap langit ia berkata:


"Demi langit dan bumi aku bersumpah akan membalaskan dendam adikku.....!!!!!!!!."


Setelah sekian lama thian long bersimpuh didepan jenazah, sebuah tangan halus menyentuh pundaknya.


Thian long menoleh, pandangannya terbentur oleh sosok yuen er didepannya. Dengan wajah sedih yuen er perlahan ikut berlutut disebelah thian long.


"Kak long..." ucap yuen er dengan suara perlahan.


Thian long langsung memeluk sosok wanita yang sangat dicintainya itu, yuen er hanya bisa terdiam tanpa berkata apapun dan membalas pelukan kekasihnya.


Setelah beberapa saat, thian long perlahan melepaskan pelukannya lalu berkata:


"Yuen er, kenapa kamu bisa tahu kalau aku berada disini?"


Yuen er terdiam lalu mulai menjelaskan kepada thian long :


"Ketika kak long pergi, aku segera mengurung diri dikamar, setelah beberapa saat aku tertidur dan secara tiba tiba aku terbangun dengan sendirinya.


"Lalu sayup sayup aku seperti mendengar suara teriakanmu kak, mungkin karena perasanku yang sangat mendalam kepadamu aku secara tidak sadar seperti ada kontak bathin denganmu"


"Aku seperti bisa merasakan kesedihan hatimu, lalu dengan ilmu yang aku miliki aku memantau energimu, mencari tahu kebenarannya".


"Ternyata didalam penglihatanku, aku melihatmu didalam hutan, dan aku bergegas menyusulmu hingga kemari". ucap yuen er sambil menatap kekasihnya.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku lagi kak, aku mohon kepadamu, separuh jiwaku sudah ada didalam dirimu, aku tidak sanggup lagi menahan rindu dan penderitaan kehilanganmu kak" ucap yuen er sambil berurai air mata.


Melihat kekasihnya sangat menderita karena kehilangan dirinya thian long segera memeluk yuen er dan berkata lirih:


"Maaf yuen er, maafkan aku...."


Yuen er menangis dalam pelukan thian long dan berkata:


"Sejak pertama kali kita bertemu, hatiku sudah terpaut kepadamu kak, siang malam pikiranku dipenuhi bayanganmu, walaupun aku sering berada disisimu tetapi aku tetap merindukan dirimu, aku sangat mencintaimu kak long"


"Begitu pula aku yuen er, aku juga sangat mencintaimu, aku berjanji tidak akan lagi meninggalkan dirimu apapun alasannya". ucap thian long.


"Benarkah kak, tolong berjanjilah kepadaku untuk selalu disisiku kak long" ucap yuen er sambil menatap sendu thian long.


"Aku berjanji yuen er, aku tidak akan pernah pergi lagi dari sisimu, apabila aku mengingkarinya biarlah aku mati tersambar petir" ucap thian long.


"Aku percaya kepadamu kak long" ucap yuen er sambil menangis.


Beberapa saat kemudian setelah keadaan mulai tenang, thian long kembali fokus bersama yuen er mereka berdua berusaha mencari petunjuk yang berada di lokasi kejadian.


Yuen er menatap jenazah xiao mei, dalam hati ia mendoakan dayang sekaligus sahabatnya waktu kecil itu.


Ketika yurn er kembali memutari lokasi kejadian tiba tiba ia melihat secarik kain berwarna putih.


Awalnya yuen er mengira kalau kain itu merupakan serpihan dari baju bai long yang kebetulan sama warnanya, namun setelah dilihat lebih teliti ternyata serpihan kain itu berbeda dengan baju yang dimiliki bai long.


Akhirnya yuen er memutuskan untuk mencoba melacak dengan salah satu ilmu rahasia istana bulan yang ia kuasai.


Melalui ilmu rahasianya ia dapat melihat kejadian masa lalu dengan hanya benda terkait, namun ilmu ini sangat menguras tenaga sang empunya.


Akhirnya dengan segala pertimbangan huem er memantapkan hatinya untuk membantu kekasihnya mengungkap tabir misteri kematian bai long dan xiao mei.


Yuen er mulai duduk dan berkonsentrasi, beberapa saat lamanya yuen er mulai mendapatkan penglihatan dikepalanya, walaupun penglihatan itu hanya berupa kelebat bayangan saja tetapi ia bisa melihat dengan jelas.


"Yuen er melihat dengan jelas adegan ketika xiao mei terbunuh dengan sebuah selendang,


Kemudian yuen er juga melihat beberapa adegan pertarungan bai ong dengan seorang wanita berjubah putih.


Ketika wanita berjubah putih membalikan tubuhnya didalam penglihatannya terlihat dengan jelas wajah wanita itu sangat tidak asing buatnya.


Tiba tiba badan yuen er bergetar keras, lalu jantungnya berdetak kencang ketika yuen er melihat wajah ratu bulan yang ada didalam penglihatannya.


Seketika yuen er membuka matanya, dengan tubuh bergetar ia berkata dalam hati:


"Ka..kak bulan..., jadi rupanya kakak terlibat didalam kematian pendekar bai dan xiao mei.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2