
"Salam pendekar long dan nona yuen" ucap pangeran sambil memberikan hormat.
Thian long dan yuen er segera menghampiri pangeran dan biksu senior dan berkata
"Salam hormat pangeran dan biksu senior" ucap thian long dan yuen er berbarengan sambil menundukan tubuhnya.
"Long er, pangeran khusus mencarimu sampai kesini tolong layani pangeran sebaik mungkin" ucap biksu senior
"Yang mulia pangeran silakan berbincang dengan long er, hamba mohon diri dulu" lanjut biksu senior sambil membungkukkan tubuhnya memberikan hormat.
"Terima kasih guru biksu" ucap pangeran membungkukkan tubuhnya membalas hormat.
Biksu senior menganggukan kepalanya, lalu membalikan tubuhnya lari berkelebat kembali ke biara.
"Hmm..walaupun ia seorang putra mahkota, tetapi ia sangat sopan dan tidak tinggi hati, ia bahkan membalas hormat kepada biksu senior" ucap thian long dalam hati.
"Ada apakah yang mulia mencari hamba hingga kemari, apakah ada hal penting yang ingin dibicarakan secara pribadi kepada hamba?" ucap thian long sambil melirik yuen er.
Yuen er yang mengerti arah pembicaraan thian long segera berkata:
" Yang mulia kalau hamba tidak diperlukan, hamba pamit mohon diri" ucap yuen er sambil memberikan hormat.
Pangeran segera memaklumi apa yang thian long katakan kepadanya dan arti lirilan thian lkng kepada yuen er lalu segera berkata:
"Nona yuen, sebenarnya tidak ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepada pendekar long"
"Aku hanya ingin berkenalan dengan kalian lebih dekat lagi, untuk itu apakah nona yuen bersedia tetap tinggal bersama kami disini, agar kita bksa berbincang bersama" ucap pangeran lie dengan sopan sambil tersenyum.
Mendengar hal itu, yuen er menoleh kearah thian long dan thian long segera menganggukan kepalanya kepada yuen er.
"Baiklah pangeran, hamba akan tetap disini bersama pangeran dan kakak long" ucap yuen er sambil membungkukan tubuhnya
"Terima kasih atas kesediaan nona untuk tetap tinggal disini" ucap pangeran lie.
Yuen er menganggukan kepalanya sambil tersenyum kepada pangeran.
"Pangeran, mari kita berbincang disana" ajak thian long sambil menunjuk pavilum yang berada tidak jauh dari tempatnya
"Baiklah pendekar long, mari silakan" ucap pangeran lie.
"Silakan pangeran" ucap thian long mempersilakan pangeran berjalan terlebih dahulu.
Mereka bertiga berjalan memasuki pavilium, dan mereka duduk saling menghadap meja bundar yang ada didepannya.
__ADS_1
"Pangeran, ada apakah anda mencari hamba sampai kemari?" tanya long er sambil mengulangi pertanyaannya.
"Pendekar long, aku dengar anda berhasil menahlukkan ketua wei, apakah itu benar?" tanya pangeran lie
"Hamba hanya kebetulan berhasil mengalahkannya pangeran, apabila bertarung sekali lagi belum tentu hamba bisa mengalahkan tetua wei" jawab thian long merendah.
"Ha...ha..ha.., pendekar long sungguh rendah hati, bagus aku suka terhadap orang seperti anda yang jauh dari rasa sombong" ucap pangeran sambil mengacungkan ibu jarinya.
"Pangeran terlalu memuji, hamba hanyalah orang gunung biasa dengan kepandaian yang tidak seberapa dibandingkan para pendekar lainnya didunia persilatan"
"Hamba pikir hamba tidak layak disejajarkan dengan para pendekar lainnya" ucap thian long yang malu mendengar pujian dari pangeran.
Pangeran lie yang mendengar ucapan thian long semakin mengagumi pendekar yamg berada dihadapannya ini.
"Baiklah pendekar long, maksud dan tujuanku datang menemuimu adalah ingin menyaksikan kehebatan jurus tapak buddha yang pernah merajai dunia persilatan" ucap pangeran lie.
"Apakah pendekar long bersedia menunjukan jurus sakti itu kepadaku?" ucap pangeran antusias.
Thian long terdiam sesaat mendengar permintaan pangeran, lalu thian long melihat kearah yuen er.
Yuen er menanggapinya dengan senyuman lalu memganggukan kepalanya.
"Baiklah pangeran, hamba akan memperlihatkan jurus tapak buddha kepada pangeran, mohon petunjuk dari pangeran" ucap thian long.
"Baiklah pangeran" ucap thian long menundukkan tubuhnya lalu berjalan menjauhi pavilium tersebut.
Pangeran lie dan yuen er segera keluar dari pavilium dan berjalan mengikuti thian long.
Thian long terus berjalan mengambil jarak aman agar tidak merusak bangunan yang ada disekitar dan rupang buddha emas raksasa.
Ditempat yang sekiranya aman, thian long berhenti dan berkonsentrasi untuk segera memulai persiapan pengerahan jurus tapak buddha.
Pangeran dan yuen er berdiri agak jauh dari lokasi, yuen er sebelumnya berkata agar menjaga jarak dan tidak terlalu dekat dengan thian long karena daya rusak jurus tersebut amat dasyat.
Thian long segera mengerahkan tenaga inti es dan api hanya dengan 1/3 dari tenaga dalamnya, ia khawatir dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh jurus tapak buddha.
Perlahan ia membuat gerakan mudra pembuka jurus tapak buddha.
Seketika tampaklah sinar keemasan memancar disekujur tubuhnya yang menjadi ciri khas jurus tapak buddha.
Perlahan namun pasti, thian long mulai memainkan jurus jurus legendaris itu dengan kekuatan seminim mungkin.
Thian long mengawalinya dari jurus pertama dan diakhiri jurus ke 8.
__ADS_1
Walau thian long berusaha menekan kekuatannya, namun tak urung juga kekuatan tapak itu menimbulkan gejala alam yang cukup extrim.
Angin kencang, awan gelap disertai petir yang menyambar dan hujan es silih berganti, belum lagi penampakan bayangan ilusi buddha dan mahluk suci lainnya membuat takjub bagi yang menyaksikannya.
Pangeran lie menyaksikan keindahan dan kedasyatan jurus itu dengan mata tak berkedip, begitu pula dengan yuen er walaupun ia telah berkali kali menyaksikan jurus jurus tersebut, ia tetap merasa takjup akan kedasyatannya.
Ketika thian long selesai dan mengakhiri gerakan jurusnya, seketika pangeran lie berlari dan menghampiri thian long.
Tiba tiba pangeran lie berlutut didepan thian long dan berkata:
"Mohon pendekar long menerima aku sebagai murid dan mohon ajari aku jurus itu pendekar"
Thian long dan yuen er melegak kaget melihat perbuatan pangeran lie, lalu thian long berlari menghampiri dan meminta pangeran berdiri sambil berlutut thian long berkata:
"Apa yang pangeran lakukan, lekaslah berdiri hamba, tolong jangan menyulitkan hamba pangeran"
"Pangeran hamba hanyalah seorang rakyat jelata sama sekali tidak pantas mendapatkan hormat dari seorang putra mahkota" jawab thian long sambil bersujud.
"Benar pangeran, lekaslah berdiri kalau ada yang melihat pangeran berlutut kepada kak long, maka kak long akan terkena masalah besar" ucap yuen er.
Pangeran perlahan berdiri namun pangeran tetap memohon dan memaksa agar thian long bersedia mengajarinya.
"Pangeran mengenai hal ini, mohon pangeran memberikan hamba waktu untuk berpikir."
"Disamping itu hamba perlu meminta persetujuan terlebih dahulu kepada paman guru wu ming" ucap thian long.
"Namun satu hal yang harus pangeran ketahui, untuk mempelajari jurus ini, pangeran harus memiliki dasar tenaga dalam inti es dan api" sambung thian long
"Bolehkah hamba tahu, apakah pangeran sudah menguasainya tenaga inti es dan api seperti bai long?" tanya thian long.
Pangeran terdiam sejenak lalu menjawab, "Aku hanya menguasai tenaga dalam biasa dan jurus pedang putra langit"
"Apakah pendekar long berkenan mengajari tenaga dalan inti es dan api seperti milik pendekar?" tanya pangeran lie
"Hamba bisa saja mengajari pangeran asalkan hamba mendapatkan ijin dari paman guru wu ming" ucap thian long
"Namun untuk menguasai tenaga inti es dan api ada 1 hal yang harus pangeran korbankan" jawab thian long ragu.
"Apakah hal itu, pendekar long?" tanya pangeran tidak sabar
Thian long terdiam sesaat lalu berkata:
"Untuk menguasai tenaga inti es dan api, pangeran harus terlebih dahulu memusnahkan semua ilmu dan tenaga dalam pangeran lalu kembali memulainya dari awal" ucap thian long sambil menatap pangeran lie sie min.
__ADS_1
*****************bersambung***************