Tapak Buddha

Tapak Buddha
Kesedihan Dan Isi Hati Thian Long


__ADS_3

"Aku adalah kaisar tidak ada seorangpun yang mampu mengalahkanku karena aku adalah putra langit yang diberkahi" ucap kaisar sambil meyakinkan dirinya sendiri.


Lalu kaisar mulai berkonsentrasi menghimpun kembali kekuatannya, ia menggabungkan ke 2 tehnik tapak naga dan cakar tengkorak putih miliknya, ke 2 ilmu yang berlawanan iru dapat diselaraskan dengan bantuan energi pedang putra langit yang kini telah kembali menyatu dalam tubuhnya menghasilkan tenaga yang sangat dasyat.


Otot otot yang ada diseluruh tubuhnya mulai membesar dengan urat yang menonjol keluar, lalu kaisar yang telah dikuasai nafsu membunuh itu melesat dengan cepat keangkasa memburu thian long.


Thian long yang telah bersiap segera menyambut serangan kaisar yang sudah berada dihadapannya dengan sepasang cakar nya ia menyerang thian long dengan ganasnya.


Ketika kedua tapak bertemu dengan sepasang cakar maka terjadilah letusan hebat diangkasa, thian long segera memuntahkan seluruh kekuatan alam yang telah diserapnya sehingga tubuh kaisar terdorong dan terpental kebawah dengan derasnya.


Kaisar menjerit kesakitan dan memuntahkan darah segar dan terjadi ledakan kecil diseluruh tubuhnya tubuhnya sudah tidak mampu bertahan lagi dari gempuran energi tapak buddha seluruh tulang jari dan lengannya remuk sampai sebatas siku lalu tubuhnya meluncur kebawah dengan derasnya.


Pangeran lee yang melihat tubuh ayahnya meluncur dengan cepat bergegas melesat keatas dan menangkap tubuh kaisar agar tidak terjatuh dan terbanting ketanah.


Sambil memeluk tubuh ayahnya yang sudah tidak berdaya pangeran lee perlahan melayang turun ketanah lalu secara perlahan membaringkan tubuh ayahnya yang sudah lemah dengan nafas yang terputus putus.


Dengan cepat pangeran lee menyalurkan tenaga dalamnya ketubuh ayahandanya, sementara itu thian long yang sudah mendaratkan kakinya ditanah perlahan melangkahkan kakinya menghampiri ayah dan anak itu disusul oleh yuen er dari arah belakang.


Tiba tiba kaisar membuka matanya lalu kembali memuntahkan darah segar dlam jumlah yang banyak, melihat hal itu pangeran lee melepaskan tangannya dengan cepat lalu bersujud dihadapan thian long dengan air mata yang berlinang :


"Kak long aku tahu yang mulia telah banyak melakukan kesalahan kepadamu, tetapi kak long aku mohon tolong untuk sekali ini saja selamatkan nyawa yang mulia untuk ke 2 kalinya..." selesai mengucapkan itu pangern lee bersujud dan membenturkan dahinya ketanah berulang ulang.


Melihat pangeran lee memohon pengampunan untuk ayahnya thian long menjadi serba salah, lalu ia melangkah mendekati kaisar yang sudah berbaring tidak berdaya diikuti yuen er.


"Bangunlah pangeran jangan berlutut dihadapanku..." ucap thian long dengan suara bergetar


"Aku mohon padamu, tolong selamatkan ayahanda kaisar...!" ucap pangeran lee sambil bangkit berdiri dengan dibantu oleh yuen er.


Thian long hanya memandangi pangeran lee dengan iba, lalu tanpa berkata apapun thian long berjalan menghampiri kaisar yang sudah berbaring tidak berdaya dn duduk bersimpuh dihadapan kaisar dikuti pangeran dan yuen er.


Perlahan thian long mulai memeriksa urat nadi kaisar lalu memeriksa bagian tubuh yang lainnya.


Setelah selesai memeriksa kondisi kaisar thian long menghela nafas panjang lalu memandangi pangeran lee.


"Bagaimana kak long apakah kaisar masih bisa diselamatkan?" ucap pangeran lee dengan nada cemas.


"Seluruh urat nadinya dan beberapa organ dalamnya mengalami cidera yang parah kemungkinan walaupun sembuh ia akan menjadi cacat.." ucap thian long perlahan


"Kondisi ini diperparah dengan beberapa organ tubuhnya yang mulai mengalami pembengkakan dan pembusukan akibat reaksi ramuan untuk meningkatkan tenaga secara spontan yang telah dikomsumsinya" ucap thian long sambil menggelengkan kepalanya.


"Jadi bagaimana ini kak, maksud kak long nyawa kaisar sudah tidak dapat ditolong lagi?" ucap pangeran lee dengan suara gemetar.

__ADS_1


"Bolehkah aku mencobanya kak long..?" ucap yuen er sambil menatap thian long.


"Silakan adik yuen..." ucap thian long


Perlahan yuen er memeriksa nadi dan seluruh anggota tubuh yang lainnya dengan teliti, setelah beberapa saat akhirnya yuen er berkata:


"Untuk saat ini aku hanya bisa membantu kaisar untuk bertahan selama beberapa waktu, beberapa organ dalam seperti liver dan ginjal sudah membengkak dan hampir kehilangan fungsinya..." ucap yuen er peelahan sambil menatap pangeran lee dengan perasaan iba.


"Aku mohon lakukan yang terbaik untuk keselamatan yang mulia nona yuen, qku mohon..." ucap pangeran kembali berlutut dan membenturkan kepalanya berulang kali.


"Jangan seperti ini pangeran.. aku pasti akan berusaha keras melakukan yang terbaik tetapi aku membutuhkan bantuan dari kak long...!" ucap yuen er sambil membangunkan tubuh pangeran lee kembali.


"Sungguh beruntung yang mulia memiliki putra berbakti sepertimu pangeran, bahkan ketika yang mulia hampir membunuhmu kau tetap memohon untuk kehidupannya semoga kelak engkau menjadi raja yang adil dan bijaksana.." ucap thian long sambil menepuk bahu pangeran lee


"Yang mulia menjadi seperti ini karena dikuasai nafsu keserakahannya sendiri, aku sebagai anak hanya menjalankan kewajibanku dan mencoba berbakti seperti yang tertulis pada kitab suci yang diajarkan oleh para guru..." ucap pangeran lee sambil tertunduk.


"Baiklah sekarang mari kita selamatkan dulu kaisar, kak long aku membutuhkan energi tapak es darimu bisakah kau duduk dibelakangku sambil mengalirkannya kedalam tubuhku..?" ucap yuen er.


"Baiklah yuen er.." ucap thian long, lalu thian long bergegas duduk dibelakang yuen er yang telah bersiap dengan jarum akupunturnya.


"Tolong genggam kedua tanganku dari arah belakang dan salurkan energi tapak es padaku, lalu pangeran tolong dudukan kaisar dihadapanku..! ucap yuen er


Perlahan yuen er menusukan jarum akupuntur yang telah terisi energi tapak es dibeberapa nadi vital kaisar,


Tubuh yuen er mulai menggigil suhu tubuhnya mulai menurun secara drastis dan bibirnya pun sudah mulai membiru akibat dampak energi tapak es yang merasukinya.


Menyadari kondisi yuen er yang menderita akibat energi tapak es thian long terkejut lalu ia berniat menghentikan pasokan energi tapak es kepada yuen er, tetapi yuen er dengan cepat mencegahnya:


"Jangan dihentikakan kak atau kaisar akan tewas pada saat ini juga..! ucap yuen er dengan suara bergetar.


"Tetapi tubuhmu sudah tidak kuat menahan hawa dingin, kalau diteruskan malah kamu yang akan celaka yuen er..." ucap thian long dengan nada panik.


"Aku masih bisa bertahan, tolong jangan diputuskan aliran energinya kak...! ucap yuen er lalu kembali menusukan jarumnya ke tubuh kaisar.


Setelah semua titik nadi terpasang jarum akupuntur, dengan suara lemah yuen er berkata kepada thian long untuk menghentikan pasokan energi tapak es.


"Untuk sementara kondisi kaisar akan baik baik saja, energi tapak es telah mencegah kerusakan pada pembuluh darah yang lainnya, namun dengan kerusakan organ tubuh dan jaringan yang telah mencapai lebih dari 50% kaisar akan tetap mengalami kelumpuhan" terang yuen er dengan suara lemah.


Thian long dengan segera mengalirkan energi tapak api kepada yuen er agar bisa cepat mengembalikan suhu tubuhnya kembali normal.


Setelah beberapa saat alhirnya kondisi suhu tubuh yuen er kembali stabil, wajahnya yang pucat kembali memerah, disusul dengan kaisar yang mulai siuman.

__ADS_1


Dengan suara terbata bata kaisar berkata kepada thian long:


"Setelah apa yang telah aku lakukan kepadamu engkau masih mau menolongku, sebenarnya apa tujuanmu menyelamatkanku kembali?"


"Tidak ada tujuan apapun karena aku hanya memenuhi permintaan dari puteramu" ucap thian long dengan dingin.


"Ha..ha..ha...puteraku, puteraku yang hampir aku bunuh dengan tanganku sendiri...!" ucap kaisar dengan nada getir.


"Sebaiknya kaisar jamgan terlalu banyak bicara dan jangan pikirkan masalah yang lain, lebih baik yang mulia segera kembali keistana karena pertolongan yang hamba lakukan sifatnya hanya sementara...! ucap yuen er.


"Mari kita pulang ayahanda, kondisi anda harus cepat ditangani oleh tabit istana..." ucap pamgeran lee yang ikuti anggukan kepala dari kaisar.


Dengan cepat pangeran lee memapah tubuh kaisar yang sudah terluka dengan parah, lalu thian long dengan cekatan mengikat kedua tangan kaisar yang telah remuk dibeberapa bagian dengan sepasang ranting kayu dan kulitboohon yang cukup tebal sebagai alasnya agar dapat menopang tulang yang hancur untuk sementara.


Setelah itu pangeran lee mendukung tubuh kaisar lalu berpamitan dari hadapan thian long dan yuen er:


"Entah kapan kita bisa bersua lagi, namun dipertemuan selanjutnya aku berharap bisa kembali makan dn minum bersama dengan mu kak long"


"Jangan pikirkan hal itu, lebih baik kau fokus untuk merawat ayahmu dan berusahalah kedepannya untuk menjadi kaisar yang hebat dan bijaksana yang mencintai rakyatnya" ucap thian long sambil menepuk bahu pangeran lee.


" Baiklah kak long jagalah dirimu baik baik, dan untuk nona yuen terima kasih telah membantu menyelamatan nyawa yang mulia kaisar.." ucap pangeran lee tersenyum kepada thian long, lalu berpaling kepada yuen er untuk menjura sekali lagi sebagai tanda terima kasih.


Setelah itu pangeram lee berkelebat lenyap dari hadapan thian long dan yuen er.


"Semoga dia bisa menggantikan posisi yang mulia kaisar menjadi kaisar yang bijak serta mencintai rakyatnya" ucap yuen er sambil menoleh kepada thian long.


Thian long hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan yuen er, lalu seakan berbicara dengan dirinya sendiri thian long berkata dengan nada suara yang sedih:


"Sampai kapankah manusia harus saling membunuh antar sesamanya hanya karena kekuasaan yang sifatnya sementara, tidak bisakah kita hidup dengan damai tanpa permusuhan dan kebencian dihati kita..."


"Aku mengerti tentang isi hatimu kak long, namun terkadang keinginan tidak selalu berjalan dengan kenyataan, jangan terlalu bersedih kak long dan jangan terlalu membebani dirimu dengan hal hal yang ada diluar kemampuanmu..." ucap yuen er.


"Kak long aku berjanji selama aku masih bernafas aku akan selalu senantiasa ada disisimu untuk selalu mendukung dan menemanimu...!" ucap yuen er dengan tulus sambil menghibur dan menggenggam tangan thian long.


Thian long tersenyum sambil menatap yuen er dengan lembut, namun didalam senyumnya thian long tidak bisa menyembunyikan kesedihan dihatinya , lalu dengan perlahan mereka berdua berjalan meninggalkan lokasi pertempuran yang telah porak poranda.


Setelah beberapa bulan bertahan dengan kondisi kelumpuhan ditubuhnya, akhirnya tepat dimalam pergantian tahun kaisar menghembuskan nafasnya yang terakhir, lalu pangeran lee shi min segera naik tahta menggantikan posisi kaisar dan menjadi kaisar cina yang baru.


Tamat....


Terima kasih atas dukungan dan support dari teman teman pembaca semuanya baik iru berupa like, vote atau komentar komentar yang telah banyak memberikan dukungan dan penguatan kepada thor, lalu apabila author ada kesalahan baik dari pengetikan, tanda baca atau alur cerita yang kurang baik yang seperti sering dikeluhkan oleh salah satu pembaca author ( author tidak ingin menyebut namanya he..he..he..) serta apapun itu yang sudah mengganggu kenyamanan para pembaca author mengucapkan maaf yang sebesar besarnya, oh iya author juga minta maaf karena author tidak bisa membalas komentar kalian satu per satu namun meski begitu author sangat menghargai komentar yang teman teman berikan akhir kata thor mengucapkan selamat tinggal kepada reman teman pembaca sekalian dan sampai berjumpa lagi di cerita selanjutnya dengan judul yang berbeda (sementara author ingin istirahat dulu sambil mencari inspirasi he..he..he..), stay safe teman teman semuanya, salam sejahtera selalu 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2