Tapak Buddha

Tapak Buddha
Puncak Biara emas


__ADS_3

Bail long benar benar menjadi tamu kehormatan disana. Ia melewati hari hari penuh dengan kesenangan di istana bulan, setiap hari dilewati dengan musik, tarian dan arak.


Ratu bulan sejak awal sudah menaruh hati dengan bai long, itu terbukti dengan perlakuannya yang setiap saat memanjakan bai long dengan segala kesenangan. Ini adalah awal petaka yang kelak akan dialami bai long dikemudian hari.


Sementara itu, thian long dan yuen er sedang menuju ke puncak biara emas. Ketika sampai di gerbang biara ternyata banyak sekali prajurit kerajaan yang sedang berjaga.


Ketika thian long dan yuen er hendak memasuki gerbang biara tiba tiba mereka dicegat oleh seorang perwira kerajaan sambil berkata


"Siapa kalian, ada keperluan apa kalian datang kemari..!"


"Maaf tuan, kami datang kemari untuk bersembahyang dan ingin bertemu dengan biksu kepala" jawab thian long dengan sopan sambil membungkukan tubuhnya.


" maaf tuan, untuk sementara lokasi biara ditutup karena akan kedatangan Yang mulia kaisar, silakan pergi dari sini dan datanglah kembali nanti" jawab perwira itu


"Tuan, kami datang dari jauh namaku adalah thian long dan gadis yang ada disebelahku ini adalah yuen er, aku adalah keponakan dari kepala biara, mohon kiranya tuan memberikan ijin sebentar untuk kami berdua bertemu dengan kepala biara"


"Apakah anda tidak bisa diberitahukan secara baik baik tuan, aku sudah katakan biara sedang ditutup untuk umum karena kaisar akan segera tiba" jawab perwira kerajaan setengah mengancam.


"Tuan, aku hanya ingin bertemu dengan kepala biara bukan dengan kaisar, mohon jangan anda persulit" jawab thian long dengan tegas.


"Baiklah tuan, rupanya anda tidak bisa diajak bicara baik baik" sahut perwira itu, lalu ia berkata kepada para prajurit bawahannya:


"Kalian.... segera tangkap mereka "


Beberapa orang prajurit yang berbadan besar segera maju dan menghunuskan tombaknya kepada thian long dn yuen er.


Yuen er yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan menjadi jengkel dengan sikap pengawal kerajaan yang tidak mau mengerti lalu berkata:


"Kalian orang kerajaan seenaknya saja memperlakukan kami rakyat kecil secara semena mena, kami berdua hanya ingin menghadap kepala biara bukan ingin menghadap kaisar, apa susahnya kalian beri ijin, toh kaisar juga belum hadir disini...!"

__ADS_1


"Lancang kau..!" sahut perwira dengan suara keras, kemudian berkata kepada prajurit bawahannya


"pengawal segera ringkus gadis itu, jika melawan bunuh ditempat!"


"Amitabha, ada apa ribut ribut disini" tiba tiba terdengar suara keras yang menggema dari dalam biara.


"Luar biasa, suaranya terdengar dekat padahal jarak dari sini ke puncak biara masih jauh, tetapi orang ini bisa mendeteksi segala aktifitas yg berada jauh diluar" ucap thian long membathin.


" Tetua, perkenalkan hamba bernama thian long dari puncak thay san, dan kawanku ini bernama yuen er dari istana bulan, kedatangan kami ingin bertemu dengan paman guru wu ming" Ucap thian long disertai dengan tenaga dalamnya."


"Thian long dari thay san...., apakah kau thian long murid dari kakakku biksu yi wu?"


"Benar sekali tetua" Jawab thian long


Ha..ha...ha..., Amitabha akhirnya kau muncul juga, bagus thian long.


Dalam sekejap dihadapan thian long dan yuen er berdiri 4 sosok biksu yang berpenampilan sangat karismatik.


" Salam para tetua, saya thian long memberikan hormat kepada para tetua" ucap thian long membungkukan tubuhnya


"Anak muda, apa benar kamu thian long murid biksu yi wu?" ucap seorang biksu yang berpenampilan paling tua dan memakai baju kebesaran.


"Benar tetua, hamba thian long murid dari guru yi wu" ucap thian long


"Salam para tetua hamba yuen er, berasal dari istana bulan".


"Amitabha, rupanya anda adalah ratu bintang beku, senang bisa berjumpa dengan anda "jawab biksu tua.


"Kalau boleh hamba tahu, dengan siapakah saat ini saya berhadapan?"Jawab yuen er sambil membungkukan tubuhnya.

__ADS_1


"Amitabha aku adalah wu ming" jawab biksu tua sambil mengelus jenggotnya yang memutih.


Tubuh thian long bergetar, matanya berkaca kaca, akhirnya ia bertemu dengan paman gurunya, adik dari gurunya yang sangat ia hormati.


"Jadi anda adalah paman guru, terimalah hormat dari murid " jawab thian long sambil berlutut dengan kening menyentuh lantai.


"Ha..ha..ha.., bangunlah thian long" ucap biksu wu ming, kemudian ia berkata kepada perwira dan para pengawal kerajaan.


"Tuan tuan, silakan kembali melaksanankan tugas berjaga, pemuda dan pemudi ini adalah tamu yang telah lama aku tunggu".


"Baiklah tetua biksu" Ucap perwira itu sambil memberikan hormat lalu mengajak para pengawal untuk membubarkan diri kembali berjaga jaga.


"Baiklah, kalau benar engkau adalah murid dari kakak yi wu, bisakah engkau menunjukan buktinya kepada kami?" ucap biksu wuming sambil menatap tajam kearah thian long.


Thian long tercenung sesaat, lalu menganggukan kepalanya smbil berkata "Baiklah paman guru, murid akan menunjukan buktinya kepada guru dan senior lainnya".


Thian long melompat mundur, lalu segera menghimpun tenaga inti es dan apinya.


Seketika itu, dari sekujur tubuhnya timbul aura dingin dan panas bergantian, telapak tangannya yang satu berubah putih seperti salju yang menebarkan hawa dingin dan yang satunya berwarna merah dan mengeluarkan lidah api.


Lalu thian long menggerakan mudra juris pembuka tapak buddha, seketika cahaya emas memancar disekujur tubuhnya dan dibelakang tubuhnya terbentuk bayangan sang buddha.


"Tenaga dalam inti es dan api dan tapak buddha" seru ketiga biksu senior bersamaan.


Thian long berdiri dengan gagah disertai kemilau cahaya emas yang berpendar disekujur tubuhnya.


"Amitabha, jadi benar kamu adalah long er" ucap biksu wu ming dengan mata berkaca kaca.


**************Bersambung***********

__ADS_1


__ADS_2