
Kaisar dinasti song Lie Long jie beserta putra mahkota Lie Sie Min dan seluruh penghuni biara puncak emas dan dipimpin oleh biksu Wu Ming beserta 3 biksu senior mengadakan puja bakti bersama diaula utama biara.
Nampak sebuah patung buddha yang cukup besar berlapiskan emas yang merupakan hadiah dari kaisar dinasti song yang sebelumnya berdiri megah.
Setelah selesai acara puja bakti, rombongan kaisar diarahkan menuju ruang pertemuan untuk jamuan makan dan berbincang bersama.
Pangeran mahkota Lie sie min memperhatikan sekeliling seperri tengah mencari seseorang.
"Biksu kepala, dari tadi aku tidak berjumpa dengan sepupuku bai long, sedang berada dimanakah dia biksu?" tanya pangeran dengan sopan.
"Amitabha, murid bai long sedang menghadiri undangan dari pihak istana bulan pangeran, sampai sekarang belum juga kembali" jawab biksu wu ming.
"Anak itu padahal aku sudah memintanya untuk kembali secepatnya untuk bersama menyambut kedatangan yang mulia kaisar dan anda pangeran". lanjut biksu wu ming sambil menghela nafas panjang.
"Ha..ha..ha.. kelakuan bai long tidak pernah berubah, dari dulu ia selalu menyukai kebebasan dan tidak ingin terikat dengan peraturan istana, kalau bertemu nanti sampaikan salamku untuk segera menghadapku ke istana" ucap kaisar sambil tertawa.
"Baiklah yang mulia kaisar" ucap biksu wu ming.
"Biksu kepala, disepanjang perjalanan aku mendengar kabar kalau sekte neraka iblis telah diserang oleh sepasang pendekar berilmu tinggi" ucap kaisar sambil mengelus jenggotnya.
"Bahkan kabarnya ketuanya yang bernama iblis wei juga telah dikalahkan oleh seorang pemuda yang menguasai ilmu tapak buddha, apakah biksu kepala mengetahui hal ini?" tanya kaisar.
"Amitabha, hamba juga sudah mendengar berita ini yang mulia, kabar dikalahkannya ketua wei sudah menyebar didunia persilatan bahkan menjadi perbincangan yang hangat diantara para pesilat". jawab biksu wu ming
"Adakah biksu ketua mengetahui, siapa nama pemuda hebat yang bisa mengalahkan seorang raja iblis yang ditakuti semua golongan didunia persilatan itu?" kembali kaisar bertanya kepada biksu wu ming.
Biksu wu ming tersenyum dan berkata "sebenarnya yang mulia sudah berjumpa dan berkenalan dengan pemuda itu"
__ADS_1
"Apa maksud biksu ketua, kapan dan dimana aku pernah bertemu dengannya, apa benar aku mengenalnya?" jawab kaisar penasaran
"Ya benar yang mulia, yang mulia memang mengenal pemuda itu, pemuda itu adalah thian long murid dari almarhum biksu yi wu". ucap biksu wu ming sambil tersenyum.
"Hmmm, jadi dia orangnya" jawab kaisar sambil mengelus jenggotnya kembali.
"Benar yang mulia, thian long orangnya yang berhasil menghajar dan mengalahkan ketua wei.
"Pemuda yang hebat, tidak percuma ia menjadi murid tunggal biksu sakti yi wu, kerajaan membutuhkan para pemuda berbakat seperti dia " ucap kaisar tersenyum.
"Baiklah biksu kepala, sekarang aku ingin beristirahat dahulu, besok pagi sebelum kembali ke ibu kota, aku ingin berbincang dengan long er". ucap kaisar sambil menatap biksu wu ming.
"Baiklah yang mulia, besok aku akan menghadirkan thian long untuk menghadap yang mulia, mari sekarang hamba akan memgantarkan yang mulia menuju kamar yang telah kami siapkan.
"Baiklah biksu ketua, tolong antarkan aku" ucap kaisar tersenyum lalu ia menoleh kepada pangeran lie sie min dan berkata:
"Sie min ingin berkeliling dahulu dan melihat lihat keindahan biara ini dulu ayahanda kaisar, silakan ayahanda beristirahat terlebih dahulu" jawab pangeran lie si min sambil memberikan hormat.
Kaisar mengangguk lalu berlalu dengan segera ditemani oleh biksu kepala menuju kamar peristirahatan.
Setelah kaisar pergi, sie min segera bertanya kepada salah satu biksu senior yang masih berada ditempat.
"Guru biksu, bisakah anda mengantarkanku untuk bertemu dengan pendekar thian long?" pinta pangeran.
"Tentu yang mulia pangeran, biar hamba memanggil long er untuk bertemu dengan anda". jawab biksu senior.
"Tidak usah memanggil dia menghadapku guru biksu, biar aku yang datang menemuinya" ucap pangeran tertawa.
__ADS_1
"I..ini, bukankah tidak sopan bila merepotkan anda mencari seorang thian long". ucap biksu senior panik.
"Mohon biarkan kami saja yang memanggil thian long menghadap yang mulia, yang mulia tidak perlu bersusah payah mencari anak itu" lanjut biksu senior sambil memberikan hormat.
" Ha..ha..ha.. tidak usah terlalu formal kepadaku guru biksu, bagiku hal ini bukanlah suatu masalah yang besar, cukup beritahukan kepadaku, dimana pendekar itu sekarang". ucap pangeran sambil tertawa lebar.
"Baiklah pangeran, kalau memang pangeran menginginkan hal itu hamba akan mencari tahu terlebih dahulu dimana keberadaannya, mohon yang mulia menunggu sebentar" ucap biksu senior.
Biksu senior segera berpamitan kepada pangeran dan memerintahkan para muridnya mencari tahu keberadaan thian long.
Setelah mendapatkan kabar tentang keberadaan thian long, biksu senior segera menghadap pangeran.
"Yang mulia pangeran, saat ini murid thian long berada dipuncak emas bersama dengan nona yuen er". ucap biksu senior.
"Baiklah guru biksu, mohon tunjukan jalan kesana biar aku menemuinya sekarang" ucap pangeran bersemangat.
"Baiklah yang mulia, mari kita kesana" ucap biksu senior.
Mereka bergegas pergi kepuncak emas dimana terdapat patung besar buddha sakyamuni yang berada tepat dipuncak gunung.
Mereka masing masing mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya untuk menaiki ratusan anak tangga yang menjulang tinggi.
Tanpa kesulitan sama sekali, mereka berlari aeperri melayang menaiki anak tangga, dalam sekejap mereka tiba di puncak gunung.
Thian long dan yuen er sedang bercakap cakap sambil menikmati pemandangan dari puncak gunung,
Mereka berdua seketika menghentikan percakapan mereka melihat pangeran lie sie min dan guru senior menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
***************Bersmbung****************