Tapak Buddha

Tapak Buddha
Kekalahan Iblis Wei


__ADS_3

Iblis wei menerjang Thian long dengan kekuatan penuh, dia berniat menghancurkan thian long dalam 1 serangan.


Thian long segera menyambut serangan iblis wei dengan mendorongkan kedua tapak tangannya dan memuntahkan seluruh tenaga alam yang berhasil diserapnya melalui jurus terakhirnya.


BOOMMM.....!!!!!!!


Terjadi ledakan besar dimedan pertarungan, lokasi pertarungan yang sudah porak poranda sebelumnya semakin hancur.


Tebing batu longsor seketika dan tanah disekitar pertarungan terbongkar keluar membentuk sebuah kawah raksasa.


Pasukan iblis wei tersapu oleh efek ledakan dasyat dari benturan kekuatan mereka berdua


Bagi yang mereka yang tenaga dalamnya lemah tewas seketika, sedangkan yang berilmu tinggi hanya terpental jauh kebelakang dan terkena luka dalam.


Yuen er yang sebelumnya telah bersiaga memgempos tenaga dalamnya.


Seketika terbentuk tembok es disekelilingnya yang melindunginya dari ledakan yang dihasilkan dari benturan jurus mereka.


Suasana disekitar medan pertempuran seperti kiamat.


Kehancuran terus melebar disertai pekik kesakitan yang terdengar dimana mana.


Hasil pertarungan mulai terlihat dengan jelas.


Muka iblis wei bergetar dan matanya melotot tiba tiba ia menjerit kesakitan.


Kedua tangan iblis wei remuk sampai ke siku tidak kuasa menahan kekuatan jurus tapak buddha.


Iblis wei terpental jauh dan melayang deras ketanah, namun serangan tapak buddha belum berhenti sampai disitu.


Tubuh thian long melesat cepat mengejar iblis wei yang terpental jauh kebelakang.


Dengan kecepatan yang tidak terlihat oleh mata kedua telapak tangan thian long kembali mendarat didada iblis wei.


BLARRR....


Energi tapak buddha menembus tubuh iblis wei dan iblis wei kembali menjerit kesakitan.


Seketika itu tulang dada iblis wei langsung remuk terkena hantaman jurus telapak buddha.

__ADS_1


Tubuh iblis wei yanh sudah tidk berdaya meluncur deras seperti meteor jatuh dan terbanting keras ditanah sehingga menimbulkan ledakan keras.


Tubuh iblis wei tergeletak ditanah dengan posisi setengahnya terbenam ditanah.


Darah mengucur dimana mana bahkan kelima panca indranya jug ikut mengeluarkan darah segar.


Iblis wei dalam kondisi pingsan tidak sadarkan diri, luka luka ditubuhnya sungguh parah, nafasnya tersendat sendat.


Thian long yang masih melayang diudara perlahan turun dan mendarat ditanah


Setelah kakinya menyentuh tanah.


Tiba tiba thian long jatuh berlutut dan memuntahkan darah segar berkali kali karena luka dalam dan juga kehabisan tenaga.


Dari sela sela hidung dan mulutnya terlihat mengeluarkan darah akibat terlalu memaksakan tubuhnya hingga batas maksimal.


Thian long segera duduk bermeditasi untuk mengobati luka dalamnya. Suasana kembali hening seketika.


Atas perintah jenderal serigala, pasukan iblis wei yang tersisa segera datang kelokasi pertempuran.


Jenderal serigala membagi pasukan yang tersisa dalam 2 kelompok.


Pasukan kedua bertugas membunuh thian long yang saat itu sedang duduk berkonsentrasi menyembuhkan dirinya.


Jenderal serigala sendiri berhasil mendekati thian long.


Dengan golok besarnya yang teracung tinggi, ia bersiap menebas tubuh thian long yang sudah tidak berdaya.


Jenderal serigala segera mengayunkan golok besarnya, ketika golok hampir menyentuh kepala thian long tiba tiba terdengar bentakan keras diudara.


"Manusia pengecut, hentikan perbuatanmu....!!!!"


Tiba tiba muncul sekelebat tubuh dan sebuah tendangan keras berhasil mendarat di muka panglima serigala, hingga kepalanya terdongak keatas.


Tubuh jenderal serigala terhuyung kebelakang, lalu tendangan kedua menyusul menghajar dada jenderal serigala.


Tubuh jenderal serigala yang terkena tendangan keras meluncur deras kebelakang dan berhenti setelah menabrak pohon hingga tumbang.


Setelah berhasil menghajar jendral serigala sosok itu kembali bersiaga membelakangi thian long.

__ADS_1


Thian long perlahan membuka matanya dan melihat yuen er berdiri didepannya dengan posisi melindunginya.


"Terima kasih atas pertolonganmu adik yuen" ucap thian long.


Yuen er segera membalikan tubuhnya, sambil tersenyum manis ia berkata " Bukan masalah besar kakak long"


Dengan sigap yuen er mengambil sebotol obat dari sakunya, lalu memasukan sebuah pil kedalam mulut thian long.


Segera thian long menelan obat itu, dan mulai mengatur nafasnya untuk menyerap obat itu.


Mukanya yang pucat karena luka dalam berangsur angsur memerah, rasa sakit yang mendera tubuhnya mereda dengan cepat.


Melihat kondisi thian long yang mulai membaik, yuen er menghela nafas lega. Lalu ia kembali bersiap berjaga untuk melindungi thian long.


Pandangannya menebar kesekeliling dan sorot matanya mengintimidasi para anak buah iblis wei yang tersisa.


Mereka terlihat ragu untuk maju menyerang, sambil melirik tubuh jendrel serigala yang terkapar ditanah.


"Kalau kalian masih sayang nyawa lekas pergi dari hadapanku" ucap yuen er pelan.


"Ba..baik nyonya...!" jawab mereka ketakutan, ketika mereka hendak lari tiba tiba terdengar suara yuen er berseru


"Tunggu....!!!


Mereka sontak menghentikan langkahnya, dan berbalik. Dengan tubuh bergetar ketakutan salah seorang dari mereka berkata


"Ada apakah nyonya?"


Yuen er menunjuk tubuh jenderal serigala yang pingsan terkapar ditanah.


"Bawa dia juga pergi dari hadapanku, dan jangan pernah lagi kalian menampakan diri dihadapanku atau kalian akan menghadap raja nerakanyang sesungguhnya" ucap yuen er dingin


"Ba..baik nyonya" jawab mereka sambil ketakutan


"Aku bukan nyonya kalian, cepat pergi sebelum aku berubah pikiran dan menghabisi kalian semua"


"Ba...ba..baik.." Mereka segera membopong tubuh jenderal serigalan dn bergegas lari menyelamatkan diri.


Yuen er menatap kepergian mereka dan kembali mengedarkan pandangan sekeliling.

__ADS_1


Setelah situasi dirasa aman olehnya, baru ia perlahan mendekati thian long dan duduk disampingnya.


__ADS_2