
Ketika Ratu bulan membuka matanya, sosok thian long telah menghilang dan bersatu dengan sosok Buddha raksasa yang dikelilingi oleh puluhan sosok biksu suci lainnya.
"I...ilmu apa ini......???!!!"
Melihat pemandangan didepannya perlahan rasa gentar menyusup dihatinya.
Ratu bulan berteriak dengan kencang unruk mengusir rasa gentar yang ada dihatinya.
"Perduli setan, Buddha sekalipun akan kuhancurkan kalau berani menentangku, terimalah jurusku ini.....!!!!!
Ratu bulan bergerak cepat menyerang sosok buddha raksasa yang ada didepannya.
Ratu bulan melayang memutari sosok buddha lalu mendaratkan ratusan pukulan dan tendangannya secara bertubi tubi.
Terdengar dentuman keras dan tanah disekitar bergetar hebat akibat serangan ratu bulan ledakan terjadi dimana mana sehingga menimbulkan kepulan asap.
Setelah selesai menyerang, ratu bulan melompat mundur untuk sejenak mengambil nafas dan sekaligus melihat situasi.
Perlahan sosok buddha raksasa itu terbelah akibat serangan ratu bulan Lalu terdengar suara tertawa ratu bulan yang melengking:
"Rasakan, buddha sekalipun tidak akan snggup menerima serangan dariku ha..ha...ha...heghhhh...!!!
Tiba tiba suara tawanya berhenti dan matanya melotot menyaksikan pemandangan yang ada didepannya.
Dari sosok buddha yamg terbelah itu perlahan muncul sosok thian long yang sedang duduk meditasi melayang diudara, dengan mata terpejam.
Sinar emas memancar keluar dari tubuhnya dan berpendar menyilaukan, puluhan sosok suci yang terbentuk oleh energi tapak buddha tampak berada dibelakangnya.
Ratu bulan berseru tegang melihat semua itu, lalu berteriak:
"Tidak ini bukanlah ilmu silat, ini adalah sihir....ya ini sihir dasar pengecut kau thian long".
Thian long perlahan membuka matanya, dengan tatapan tajam ia berkata:
"Menyerahlah ratu bulan dan segeralah bertobat atas dosa dosamu atau kau akan merasakan jurus ini...!"
"Jangan mimpi kau thian long, akan kupertaruhkan segalanya lewat serangan terakhirku ini...!!!!"
Ratu bulan mengerahkan kembali energi tapak rembulan miliknya, lalu kedua tangannya membentuk sepasang cakar dan menarik bulan sabit kembar yang sejak tadi mengambang diudara.
Perlahan terdengar seperti suara ratusan orang menangis disertai badai angin dingin, aura disekitar ratu bulan perlahan mulai memancarkan cahaya putih keperak perakan.
Suhu disekitar lokasi pertarungan turun drastis bahkan tanah yang ada disekitar mulai diselimuti salju tipis.
Perlahan wujud dari bulan sabit kembar mulai bergerak dan mulai menyelimuti tubuh ratu bulan.
Thian long terlihat tetap tenang sambil duduk melayang diudara dengan sikap bermeditasi, pancaran sinar emas terus memancar dari sekujur tubuhnya.
Setelah mencapai puncak energinya, ratu bulan berteriak dengan keras lalu dengan sekuat tenaga melompat kedepan dan mendorongkan sepasang cakar tangannya kedepan.
Wujud dari sepasang bulan sabit melesat berputar dengan deras kedepan disertai sinar putih keperakan yang menebarkan hawa dingin melesat deras kearah thian long.
Thian long segera menyambut serangan ratu bulan, tubuhnya melesat kedepan disertai puluhan bayangan para biksu buddha yang ikut melesat dibelakangnya, lalu mendorong sepasang tapak tangannya menyambut serangan ratu bulan.
"Blaaaarrrrr........!!!!!!"
__ADS_1
Seketika terjadi ledakan dasyat yang menghancurkan lokasi pertarungan, bahkan saking dasyatnya benturan kedua tenaga itu sampai membobol lapisan awan mendung yang ada diatasnya.
Kerusakan akibat benturan tenaga dalam itu mencapai radius ratusan meter, pohon bertumbangan dan bebatuan yang ada dilereng bukit jatuh berguguran.
Terjadi gempa dan tanah disekitar lokasi pertarungan terlihat retak dan retakannya terus meluas sehingga menimbulkan kerusakan yang cukup parah.
Kedua pasang tangan terlihat saling berbenturan, lalu puluhan mahluk suci yang sejak awal berada disekeliling thian long secara tiba tiba berpencar dan menyerang ratu bulan dan secara bergantian
Puluhan wujud mahluk suci yang terbentuk dari energi tapak buddha mendaratkan pukulan disekujur tubuh ratu bulan.
Ratu bulan terlihat terlempar puluhan meter kebelakang diiringi jeritan yang menyayat hati, darah berhamburan diudara lalu terjatuh ditanah.
Yuen er yang melihat keadaan kakaknya menjerit histeris, seraya berteriak ia melesat kedepan menghampiri kakaknya yang sudah terbujur ditanah
Thian long terlempar beberapa meter kebelakang, lalu terjatuh dan memuntahkan darah segar.
Situasi menjadi sangat kacau, bahkan sisa sisa energi benturan masih terlihat membentuk kilatan kilatan listrik dan diselimuti debu tebal yang mengepul diudara.
Setelah beberapa saat situasi berangsur tenang kembali, terlihat thian long sedang duduk bermeditasi ditanah berusaha menyembuhkan dirinya sendiri dari luka dalamnya.
Kondisi ratu bulan terlihat sangat mengenaskan, tubuhnya bersimbah darah sepasang tangannya terlihat patah.
Yuen er terlihat menangis sambil memangku kepala kakaknya dipangkuannya, sesekali pandangannya beralih melihat dengan cemas kondisi kekasihnya.
Setelah kondisinya mulai membaik thian long perlahan membuka matanya dan bangkit berjalan menuju yuen er dan ratu bulan yang sudah tergeletak tidak berdaya.
Setelah thian long tiba dihadapan mereka, tiba tiba yuen er berkata sambil menangis terisak isak :
"Kak long aku mohon tolong ampuni kak bulan kak, aku tahu dosanya tidak terampuni tetapi kondisinya sudah tidak berdaya seperti ini".
Thian long berdiri terpaku dihadapan yuen er sambil menatap dengan sedih ia berkata:
"Kak bulan adalah saudara kandungku, hanya dia keluargaku satu satunya yang masih kumiliki kak, tolong ampuni jiwanya kak" ucap yuen er sambil menangis tersedu sedu.
Thian long berdiri terpaku melihat keadaan, sedangkan perasaan yang ada dihatinya berkecamuk antara rasa dendam dan tanggung jawabnya membalaskan dendam kematian tragis adiknya dan rasa cintanya kepada kekasihnya.
Thian long seolah tidak berdaya menghadapi situasi seperti ini.
Tiba tiba ratu bulan tersadarkan diri, perlahan membuka matanya dan melihat keadaan sekelilingnya.
"Kak bulan kau sudah sadar..??!" ucap yuen er sambil menepuk nepuk pipi ratu bulan.
Tiba tiba ratu bulan bertingkah aneh, ia tertawa lalu menangis seperti anak kecil, lalu memgangkat kedua tangannya yang patah dan memain mainkannya lau menjerit kesakitan dan tertawa kembali.
Melihat keadaan kakaknya yamg seperti orang kurang ingatan yuen er menangis sedih, sambil memegangi kedua tangan kakaknya yang patah yuen er berkata:
"Kak ada apa denganmu, sadarlah kak....!!!"
Ratu bulan memdongakkan kepalanya lalu melihat yuen er dengan tatapan aneh, lalu sambil memonyongkan mulutnya tertawa cekikikan sambil berkata:
" Hi..hi..hii.... kakak cantik kenapa kamu menangis, dan siapa kak bulan yang kamu panggil panggil ?"
Yuen er yang kebingungan melihat kondisi kakaknya memandangi thian long seakan meminta penjelasan kepada thian long".
Perlahan thian long menghampiri ratu bulan dan mulai memeriksa keadaan ratu bulan.
__ADS_1
"Hai siapa kamu, kenapa pegang pegang badanku, ayo pergi sana syuh...syuh...!! usir rtu bulan sambil badannya beringsut mundur.
Setelah memeriksa tubuh ratu bulan thian long terdiam sambil memandangi yuen er.
"Apa yang terjadi dengan kak bulan, kenapa dia bertingkah aneh seperti ini kak long?"
Thian long mengela nafas panjang sambil menggelengkan kepala lalu bangkit berdiri.
Tetua kong terlihat menghampiri ratu bulan dan mulai memeriksa keadaannya.
"Hai kenapa disini ramai sekali, siapa monyet tua ini kenapa pegamg pegang aku?" ucap ratu bulan sambil memiring miringkan kepalanya.
" Maafkan ucapan kakak tetua " ucap yuen er kepada tetua kong.
Tetua kong hanya tersenyum, lalu dengan gerakan cepat ia mengambil beberapa ranting pohon yang berserakan lalu merobek ujung bajunya dan ia mulai mengikat dan mengobati kedua tangan ratu bulan yang patah.
Setelah selesai mengobati tangan ratu bulan, tetua kong memgeluarkan sebotol obat dan meminumkannya kepada ratu bulan.
Tidak lama meminum obat dari kerua kong, ratu bulan mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Tetua kong memandang kebarah yuen erbdn berkata:
"Aku hanya bisa mengobati luka fisiknya semampuku, tetapi mengenai ingatannya aku tidak bisa berbuat apa apa".
"Luka dalam yang parah merusak seluruh syaraf dan jaringan yang ada diotaknya sehingga dia tidak lagi bisa berpikir seperti orang normal kembali"
"Lalu cakra dan nadi utamanya sudah terputus, hal ini disebabkan oleh dia sendiri karena mendalami ilmu sesat yang membebani tubuhnya ditambah benturan hebat yang terjadi maka selamanya ia sudah cacat dan tidak akan lagi bisa mengerahkan tenaga dalam".
Mendengar keadaan kakaknya yuen er kembali menangis tersedu sedu.
Tetuankong bangkir berdirindan berjalan menghampiri thian long, lalu menepuk bahu thian long dan berkata:
"Anak muda lebih baik uruangkan niatmu untuk membalas dendam, orang yang telah meninggal tidak akan bisa hidup kembali".
"Lihatlah kondisi lawanmu sudah seperti ini biarlah ia melanjutkan sisa hidupnya dengan keadaan seperti itu karena itu juga sudah merupakan bentuk hukuman atas dosa dosanya".
Setelah selesai bicara tetua kong menghela nafasnya lalu berkelebat pergi meninggalkan lokasi.
Thian long menghela nafasnya, lalu smbil memandangi yuen er ia berkata:
"Aku sudah memaafkan kakakmu dan demi dirimu aku tidak akan membunuhnya, dan biarlah kelak aku yang akan menghadapi kaisar dan guru"
"Terima kasih kak long, maaf aku menyulitkan posisimu" ucap yuen er sambil berlinang air mata.
Thian long hanya menggelengkan kepalanya, lalu berkata:
"Sementara kamu disini saja sambil merawat dan menjaga kakakmu, aku akan kembali kepuncak emas untuk melapor kepada guru".
Yuen er hanya mengangguk sedih, perlahan para pelayan istana berdatangan dan lalu memapah ratu bulan untuk kembali keistana bulan.
"Yuen er aku pergi dulu, kalau semua urusanku telah selesai aku akan kembali menyambangimu, jaga dirimu baik baik yue er". ucap thian long
Lalu thian long membalikan tubuhnya dan berkelebat pergi meninggalkan yuen er yang masih terduduk ditanah.
Sambil berurai air mata yuen er berbisik lirih :
__ADS_1
"Selamat tinggal kak long, semoga kita bisa bersua kembali...."
Bersambung.........