
"Kurang ajar cepat serahkan, mutiara itu kepadaku" ucap iblis wei kembali
"Kalau memang kau punya kemampuan maka rebutlah dariku, kalau tidak menyingkirlah dari hadapanku" ucap mito sambil tertawa.
"Baiklah akan kuambil mutiara itu berikut nyawamu" ucap iblis wei dengan geram sambil mengerahkan tenaga dalamnya.
iblis wei mengerahkan seluruh tenaga dalamnya dan mulai menyerang kembali biksu mito.
Melihat serngan iblis wei, biks mito kembali memgerahkan tapak buddha dan mereka mulai bertempur kembali.
Area hutan kematian yang awalnya sepi menjadi porak poranda terkena dampak pertempuran mereka berdua.
Iblis wei mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membunuh mito dan merebut kembali mutiara iblisnya.
"Aku harus merebut kembali mutiara itu, hanya itu satu satunya cara agar aku bisa mencapai tahapan tertinggi dari para pendekar dan merajai dunia persilatan, biksu sialan ini telah mengacaukan rencanaku, akan aku hancurkan dia" ucap wei dalam hati.
Setelah bertempur ratusan jurus iblis wei kian terdesak mundur, lalu akhirnya iblis wei melompat kebelakang menghindari sebuah serangan dari mito.
Melihat lawannya mundur biksu mito hanya tertawa kecil sambil berkata:
"Ternyata hanya mulutmu saja yang besar, kemampuanmu masih jauh untuk memperebutkan benda ini" ucap iblis we sambil menepuk nepuk mutiara iblis.
"Kurang ajar kau biksu busuk, akan kuhancurkan kau" ucap iblis wei berteriak dengan kalap.
Iblis wei bersiap mengerahkan jurus neraka 8 neraka abadi miliknya
"Kesaktian Iblis Tiada Tara"
Tanah disekitar lokasi mulai bergetar, lalu ikuti
pusaran angin yang menerbangkan pasir dan bebatuan yang ada disekitar.
Perlahan terdengar suara jeritan mahluk mahluk dari dimensi lain dan wujudnya mulai bermunculan disekitar tubuh iblis wei.
"Ha..ha..ha.. jurus yang hebat" ucap biksu mi to sambil mulai mengerahkan tenaga dalamnya.
Ketika biksu mito hendak mengerahkan jurusnya, tiba tiba pedang iblis yang tergantung dipunggungnya mulai bergetar halus dan lama kelamaan getarannya semakin keras, akhirnya bilah pedang iblis keluar dari sarungnya secara tiba tiba dan melayang didepan biksu mito.
"Wah...wah...pedang iblis rupanya kau ingin ikut bertarung denganku....??!!!" ucap mito sambil menggenggam pedang iblis yang melayang didepannya.
Pedang iblis mengeluarkan suara dengungan dan mulai memancarkan cahaya hijau yang menyilaukan.
Biksu mito merasakan suatu kekuatan mengalir kedalam tubuhnya, diikuti sinar matanya yang perlahan berubah menjadi kehijauan yang memancarkan hawa pembunuh yang sangat kuat.
"Pe..pedang iblis...!!!"
__ADS_1
Iblis wei tersentak melihat dan ia segera mengenali pedang iblis yang ada ditangan biksu mito ciri cirinya sesuai dengan apa yang tertera dikitab iblis dan merupakan salah satu pusaka terhebat yang diperebutkan para jagoan dari dunia persilatan .
Melihat lawannya mulai ragu dan gentar untuk memyerangnya biksu mito tertawa dengn suara keras lalu berkata:
"Ha..ha..ha.. ada apa teman, apakah kau takut dengan pedang yang ada ditanganku ini...???"
"Kurang ajar..... aku harus memiliki pedang sakti itu, pedang itu jauh lebih berharga dibandingkan mutiara iblis yang hanya bisa meningkatkan tenaga dalam beberapa tingkatan saja bahkan menurut catatan dikitab iblis siapapun yang bisa menyerap dan menyatu kepada pedang itu akan menjadi pendekar yang tidak terkalahkan....!!!" ucap iblis wei membatin.
Iblis wei kembali mengerahkan tenaganya sampai dititik maksimalnya, ditengah deru angin yang semakin menghebat tubuhnya mengeluarkan cahaya hijau yang semakin terang dan perlahan mengeluarkan kilatan kilatan listrik disekitar tubuhnya.
Jurus Kesaktian iblis tiada tara
Iblis wei mulai menyerang dan menghantamkan kedua tangannya dimuka, selarik sinar hijau melesat kedepan dan menebarkan hawa panas dan membakar apapun yang dilewatinya.
Biksu mito tetap berdiri dengan tenang ditempatnya sambil mengerahkan tenaga dalamnya kebilah pedang iblis yang ada ditangannya.
Cahaya pedang iblis semakin terang dan menyilaukan, lalu biksu mito membabatkan pedang iblis kedepan.
Seberkas sinar melengkung berwarna hijau terang melesat dan menabrak sinar hijau yang berasal dari jurus iblis wei dan menimbulkan ledakan dasyat yang menggelegar dan menghancurkan lokasi pertarungan.
Tidak berhenti sampai disitu, setelah menabrak dan memunahkan sinar hijau yang berasal dari jurus iblis wei, sinar iru terus melesat dan memghantam tubuh iblis wei hingga hangus terbakar dan akhirnya meledakan tubuh iblis wei hingga hancur menjadi debu.
Iblis wei tewas dengan tubuh hancur secara mengenaskan menjadi korban dari pedang iblis, bahkan tidak sempat berteriak apalagi menghindar, semua dendamnya terhadap thian long dan kisah cintanya kepada ratu bulan terbawa kealam kematian tanpa sempat membalaskannya.
Pedang iblis ternyata menghisap sisa sisa kekuatan dari jasmani iblis wei, perlahan wujud bilah pedang iblis berubah menjadi kristal yang berwarna kehijauan dan memancarkan cahaya yang terang.
"Ha..ha..ha... sungguh pedang yang sangat hebat...! ucap iblis mito sambil memandangi pedang iblis ditangannya lalu perlahan memasukannya kembali kedalam sarungnya.
"Dengan bantuan dari kedua benda sakti ini, aku mito akan menjadi pendekar nomor 1 dijagad ini, dan thian long....tunggulah kedatanganku, aku akan menghukum dirimu yang telah berani mendahului diriku dengan membuka segel jurus ke 9". ucap mito sambil berteriak keras keangkasa.
Disisi lain biksu wu ming yang tengah tertidur tampak terbangun secara tiba tiba dengan nafas terengah engah, seluruh tubuhnya bergetar tiada henti dan mengeluarkan keringat dingin yang membasahi jubahnya.
"Amitabha, isyarat kejadian apalagi yang disampaikan melalui mimpiku ini..., thian long dan seluruh biara ini dalam bahaya...!
Menjelang pagi, biksu wu ming melalui muridnya memnggil thian long untuk segera menghadapnya.
"Selamat pagi guru, apalah benar guru memanggil diriku?" ucap thian long smbil membungkukan tubuhnya dengan penuh hormat dihadapan biksu wu ming.
Biksu wu ming tersenyum lalu berkata:
"Kemarilah long er, ada tang hendak guru sampaikan kepadamu...!
Thian long mendekat kearah gurunya lalu duduk dengan hikmad disampingnya.
"Long er, keluarkanlah pedang suci naga emas yang ada didalam tubuhmu segera..!" ucap biksu wu ming dengan muka serius.
__ADS_1
Thin long tercekat sesaat lalu tanpa ragu thian long memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi untuk mengeluarkan wujud pedang suci naga emas yang ada didalam tubuhnya
Perlahan tubuh thian long mulai mengeluarkan sinar lembut keemasan, lalu perlahan muncul sebilah pedang yang berlapis emas bercorak ukiran naga pada gagangnya, lalu pada sarungnya terdapat ukiran lambang swastika Buddha dan bunga teratai dari dalam dadanya.
Ketika pedang suci naga emas keluar dari tubuh thian long seketika seluruh ruangan bermandikan cahaya suci keemasan yang berasal dari pedang itu diikuti wangi harum dupa cendana, lalu pedang suci melayang diudara dan perlahan turun ditelapak tangan thian long.
Biksu wu ming yang melihat kejadian itu terpana kagum melihat keindahan dan kesaktian pedang suci naga emas, lalu perlahan mulai mengulurkan tangannya kepada thian long.
Dengan penuh hormat thian long menyerahkan pedang suci dan meletakannya ditelapak tangan biksu wu ming.
"Amitabha sungguh sebuah mustika suci hebat yang tidak ternilai " ucapnya sambil menerima pedang suci ditangannya.
Lalu tatapannya beralih kepada thian long dan berkata:
"Long er anakku, apakah kau tahu kenapa aku memintamu untuk mengeluarkan pedang ini dari dalam tubuhmu?"
"Tidak guru long er tidak mengetahuinya.."
"Long er, guru berniat ingin mengeluarkan semua potensi yang terpendam yang terdapat didalam pedang ini agar kelak lebih berguna untukmu" ucap guru wu ming seraya berjalan membawa pedang suci naga emas ke ruang dharmasalla (tempat berdoa) dan meletakkannya diatas altar suci dihadapan rupang buddha emas.
Setelah diletakan diatas altar, lalu guru wu ming membacakan doa dalam bahasa pali sambil sesekali mencipratkan air tirta kepada pedang suci naga emas.
Thian long turut bersimpuh dihadapan altar buddha dan turut larut dalam doa2 yang sedang dibacakan biksu wu ming.
Pedang naga suci turut memberikan reaksi pada saat pembacaan doa pedang suci perlahan melayang diatas altar mengeluarkan dengung dan memancarkan cahaya lembut yang bersinar terang.
Tiba tiba dari dahi rupang buddha mengeluarkan gumpalan cahaya kemerahan yang dibalut sinar emas, lalu melesat cepat dan menyambar pedang suci naga emas yang sedang melayang diatas altar suci.
Pedang suci naga emas sontak terbungkus cahaya suci itu lalu perlahan berputar berputar dan memancarkan cahaya menyilaukan dan menerangi seluruh ruangan dharmasalla.
Tiba tiba terdengar suara raungan seekor naga diikuti keluarnya sesosok naga yang bersisik emas yang berkilauan dari dalam pedang suci naga emas dan terbang melayang berputar putar didalam ruangan dharma salla.
Setelah sang naga berputar ruangan dharma salla sebanyak 3x, lalu sosok naga emas terlihat mendarat dilantai seperti sedang bersujud dihadapan rupang buddha sambil menganggukkan kepalanya sebanyak 3x, lalu menghadap ke biksu wu ming dan menganggukan kepala sebanyak 3x setelah kembali melesat masuk kembali kedalam pedang naga suci.
Lalu dari dahi buddha emas kembali mengeluarkan gumpalan cahaya yang sama, lalu melesat menembus atap biara emas, dan menembus angkasa.
Tiba tiba terdengar suara halilintar menggelegar dilangit diikuti kilatan cahaya halilintar yang melesat dan menyambar halaman kuil hingga membentuk lubang kawah.
Thian long dan biksu wu ming segera berlari kedepan halaman untuk melihat kejadian tersebut.
Tampak ditengah tengah lubang kawah yang diselimuti asap panas yang tercipta akibat sambaran halilintar terlihat sebilah pedang berwarna hitam pada motif sarungnya terukir lidah api yang merah menyala dan ukiran swastika buddha pada gagangnya tertancap ditanah.
"Amitaba..... pedang suci halilintar Buddha" seru biksu wu ming setengah berseru.
bersambung......
__ADS_1