Tapak Buddha

Tapak Buddha
Mencari Bai Long 3


__ADS_3

Keesokan paginya Thian long yang telah siap berkemas bergegas menuju aula istana bulan, dengan kejadian semalam dia sudah tidak berminat tinggal lebih lama lagi diistana bulan.


Setelah menunggu beberapa saat, ratu bulan keluar dari kamarnya dan bertemu dengan thian long.


Dengan tatapan yang dingin ratu bulan berkata:


"Oh sepagi ini rupanya anda telah bersiap meninggalkan istanaku ini perdekar long, apakah ini karena kejadian semalam?"


"Kejadian semalam tidak perlu dibahas kembali, demi hubunganlu dengan yuen er aku sudah melupakannya" ucap thian long dengan nada dingin.


"Ha..ha..ha.. bagus sekali pendekar long, memang seperti itu seharusnya" ucap ratu bulan acuh tak acuh.


Thian long hanya terdiam dan tidak berminat untuk menanggapinya, tidak lama kemudian yuen er datang memasuki aula.


"Selamat pagi kak bulan dan kak long, rupanya aku terlambat".


"Wahh..kalian tampak akur yah, apa yang sedang kalian bicarakan?" ucap yuen er sambil menggoda thian long.


"Tidak ada apapun yg kami bicarakan yuen, hanya kakak berubah pikiran mengenai kepergiaanmu bersama pendekar long" ucap ratu bulan.


"Maksud kakak apa?" ucap yuen er.


"Maksud kakak adalah kakak berubah pikiran tentang hubungan kalian berdua setelah kakak pikir pikir pendekar long memang telah berhasil memusnahkan sekte neraka abadi dan kehebatannya juga tidak diragukan dengan kungfu tapak buddhanya akan segera merajai dunia persilatan" ucap ratu bulan.


"Tetapi kelak thian long akan mempunyai banyak musuh dan semua pesilat pasti banyak yang ingin menantangnya untuk menaikan pamor mereka, dan ini sangat berbahaya untukmu yuen er dan kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau masih terus bersamanya". lanjut ratu bulan menjelaskan.


Yuen er berdiri mematung ketika mendengar keputusan kakaknya yang berbeda, perlahan air maranya turun membasahi kedua pipinya, lalu sambil menangis yuen er berkata :


"Kak aku sudah terlanjur mencintainya, apapun resikonya dikemudian hari, aku akan iklas menjalaninya, sekarang mohon restu darimu kak". ucap yuen er sambil memohon.


"Percuma kamu memohon yuen er, keputusan kakak sudah bulat, kamu tidak kakak ijinkan memiliki hubungan apapun dengan pendekar long.


Thian long yang sejak tadi hanya berdiam diri dan mendengarkan akhirnya berkata : "benar sekali dengan apa yang dikatakan oleh kakakmu, kedepannya pasti akan bnyak masalah dan bahaya yang menunggu" ucap thian long lalu kembali berkata "


"Yuen er, semua terserah kepadamu, aku sendiri tidak akan menjanjikan apapun untukmu aku hanya bisa menjanjikan dan menyerahkan seluruh cintaku, tidak akan ada orang lain yang bisa menggantikan posisimu" ucap thian long sambil menatap yuen er dengan sedih lalu thian long menatap ratu bulan dengan tajam.


"Aku pamit dulu kelak kalau ada jodoh kita akan bertemu kembali, sampai jumpa " ucap thian long


"Tidakkkk...jangan pergi kak long, jangan tinggalkan aku...." ucap yuen er dengan keras sambil menangis.

__ADS_1


Ratu bulan sontak memegangi tangan yuen er agar yuen er tidak pergi ikut dengan thian long lalu berkata :


"Yuen er ini semua kakak lakukan demi kebaikanmu, sekarang kalau kau ikut dengannya maka kehidupanmu tidak akan pernah tenang, nyawamu juga terus akan terancam, dengarlah kata kata kakakmu ini yuen er".


Yuen er terus menangis dan meronta, thian long yang menyaksikan hal itu hatinya menjerit dengan pilu, tetapi semua yang dikatakan oleh ratu bulan memang benar kalau yuen er terus ikut dengannya maka masa depannya akan hancur dan tidak akan bahagia.


Akhirnya dengan perasaan yang hancur thian long berkata " Selamat tinggal yuen er, terima kasih kamu telah hadir dalam hidupku dan terima kasih telah mengisi hari hariku dengan kebahagiaan, semoga kamu baik baik saja selalu yuen er"


"Jangan pergi kak long aku mohon bawa aku bersamamu" yuen er terus memohon sambil menangis.


Thian long terpaku sejenak mendengar ucapan kekasihnya, lalu dengan hati yang hancur thian long mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dan berkelebat cepat meninggalkan istana bulan.


"Tidakkkk.... kak long, tolong jangan tinggalkan aku......! terdengar jeritan dari yuen er bergema.


Thian long yang telah pergi dari istana bulan masih sempat mendengar jeritan dari yuen er, lalu ia berhenti sejenak dan menoleh kebelakang menatap istana bulan dari kejauhan dengan mata yang basah ia berkata:


"Selamat tinggal yuen er, semoga kamu bahagia dan aku akan selalu merindukanmu"


Lalu dengan hati yang hancur thian long kembali berlari meninggalkan istana bulan yang semakin lama semakin menjauh dan akhirnya lenyap dari pandangan.


Sepeninggal thian long yuen er terduduk lemas, berbagai cara ratu bintang berusaha membujuknya dengan segala nasehat namun seolah tidak mendengar perlahan yuen er berjalan pergi meninggalkan ratu bulan kembali menuju kekamarnya dan mengunci dirinya.


"Kalau aku tidak bisa hidup dengan bahagia, maka kaupun juga harus sama seperti diriku yuen er".Lalu ia meninggalkan aula sambil tertawa panjang penuh dengan kepuasan.


Setelah berlari selama seharian penuh, thian long melihat sebuah kota kecil dikejauhan, lalu ia memutuskan untuk mampir sejenak kesana untuk beristirahat.


Ternyata itu kota yang sama yang sempat disinggahi olehnya dan yuen er. Thian lkng kembali menyusuri jalan yang ada dikota itu, dan ingatannya kembali ke masa masa mereka sedang bersama.


Thian long terus berjalan sampai langkah kakinya membawanya kesebuah rumah makan disudut kota, setelah termenung beberapa saat akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam sekedar melepas lelah dan mengisi perutnya.


Pada saat ia tengah menikmati arak dan makanan, tiba tiba ia dikejutkan oleh sapaan dari seorang kakek tua berpakaian seperti seorang padri.


"Maaf anak muda, apakah aku boleh duduk bergabung disini, karena seluruh meja yang ada dirumah makan ini telah terisi penuh semua?".


Thian long sejenak menatap padri tersebut lalu mempersilakannya untuk duduk bersama dimeja makan yang sedang ditempati olehnya.


"Terima kasih anak muda" ucap padri tua sambil tersenyum padri itu sekilas mengamati thian long.


Thian long yang merasa sedang diamati merasa risih dan kemudian menawarkan makanan dan arak untuk mengalihkan perhatian padri tua tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan bercakap cakap, padri tua itu mengenalkan dirinya, rupanya ia seorang tetua yang berasal dari perguruan kun lun.


Perguruan kun lun adalah salah satu perguruan yang sangat terkenal beraliran putih, dimana para anggotanya mendalami ilmu silat dan metafisika yang bersumber dari ajaran tao.


Kakek itu memperkenalkan diri dengan nama kong si hwa, dia merupakan salah satu sesepuh dan tetua diperguruan kun lun.


"Anak muda dari tadi aku perhatikan tatapan matamu dipenuhi kesedihan, apakah engkau mau membagi kesedihan denganku?"


Thian long sejenak memandangi padri tua itu, walau padri ini sudah sepuh tetapi wajahnya begitu jernih dan suaranya begitu penuh wibawa sehingga thian long secara tidak sadar menceritakan kisah cinta dan pencarian saudara angkatnya.


Padri itu mendengarkan dengan penuh perhatian, terkadang ia menganggukan kepala sambil tersenyum dan mengelus elus jenggot panjang yang telah memutih.


Setelah thian long mengakhiri ceritanya, padri kong memejamkan matanya, jari tangannya bergerak gerak seperti orang yang sedang berhitung.


Setelah selesai, padri kong membuka matanya lalu terdiam menatap thian long.


Melihat padri tua itu hanya menatapnya thian long berkata:


"Ada apakah tetua kong?, kenapa tetua hanya terdiam sambil menatap diriku?".


Padri kong menarik nafas panjang lalu berkata:


"Kehidupan memang demikian, terkadang kita dipaksa berpisah dari orang yang kita cintai, lalu berkumpul drngan orang yang tidak kita sukai, sudah menjadi hukum alam semesta kalau semuanya tidak ada yang abadi "


"Melihat potongan tubuh dan raut mukamu, aku membaca disana kalau engkau kelak akan merajai seluruh dunia persilatan dengan segala ilmu dan kesaktianmu, namun aku punya berita buruk untukmu anak muda". ucap padri kong.


"Apa itu tetua kong, tolong jelaskan kepadaku" ucap thian long penasaran.


"Mengenai orang yang sedang kau cari, sebaiknya urungkan saja niatmu anak muda"


ucap padri kong sambil mengelus elus jenggotnya.


"Ada apakah ketua, kenapa aku harus mengurungkan niatku untuk bertemu dengan saudaraku sendiri?" ucap thian long heran.


"Ya anak muda, karena orang yang sedng kau cari sudah tidak ada lagi didunia ini" ucap padri tua itu sambil menatap thian long.


"A..apa..., jadi maksudmu saudara bai telah meninggal dunia, ba..bagaimana mungkin tetua" ucap thian long setengah berteriak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2