
Perlahan thian long membuka matanya dan mendapati dirinya telah kembali kedunianya.
Pedang suci naga emas perlahan berhenti berputar dan melayang kembali kepangkuan thian long.
"Bagaimana kak long, apakah ayahanda bisa tertolong?" tanya pangeran lie tidak sabar.
"Seharusnya tertolong, karena aku berhasil membebaskan jiwanya dari belenggu kegelapan, sekarang kita tinggal menunggu yang mulia siuman saja" jawab thian long lalu ia segera beranjak bangun dari pembaringan kaisar dan berdiri disebelah yuen er.
Tidak lama terdengar suara orang terbatuk, lalu disusul dengan suara :
"Hmmm..... ada apa ini ramai ramai dikamar kekaisaran" ucap kaisar yang sudah membuka matanya.
"Yang mulia sudah sadar" ucap permaisuri setengah berteriak, lalu diikuti pangeran lie segera mengerumuni kaisar.
"Hai...hai... ada apakah ini kenapa kalian berdua mengerumuniku seperti ini, apa ada yang aneh pada wajahku ini ha...ha...ha... ucap kaisar tertawa.
Mereka sekeluarga berpelukan sambil menangis, suasana kamar kekaisaran berubah menjadi penuh haru, yuen er yang melihat hal itu secara tidak sadar menitikkan air mata harunya.
Melihat kejadian itu, thian long menghampiri yuen er dan membantunya menghapus air matanya.
Yuen er yang terkejut diperlakukan seperti itu menjadi gelagapan dan menundukan kepalanya, melihat hal itu thian long tertawa kecil.
"Pendekar long, terima kasih atas bantuanmu yang telah menyembuhkan kaisar" ucap jenderal qi sambil membungkukan tubuhnya.
"Jangan sungkan jenderal, sudah menjadi tugas dan kewajibanku untuk membantu kaisar" ucap thian long tersenyum.
Pangeran lie dan permaisuri segera menghampiri thian long dan jenderal lie yang sedang bercakap cakap, lalu pangeran lie secara tiba tiba berlutut dihadapan thian long sambil berkata:
"Terima kasih atas bantuan kak long yng telah menyembuhkan ayahanda"
__ADS_1
Melihat pangeran berlutut dihadapannya, thian long terkejut lalu dengan cepat membanru pangeran berdiri sambil berkata:
"Jangan seperti ini pangeran sudah menjadi tugas dan kewajibanku membanru kaisar beserta anggota keluarganya, sungguh tidak pantas seorang putra mahkota berlutut dihadapan rakyat biasa sepertiku"
Tiba tiba terdengar suara kaisar yang berkata:
"Sangat pantas...tidak perduli siapapun kamu dan apa statusmu thian long, kami sekeluarga layak mengucapkan terima kasih kepadamu"
Mendengar ucapan kaisar yang seperti itu thian long segera berlutut dihadapan kaisar dan berkata:
"Walaupun hamba harus mengorbankan nyawa hamba 100x pun hamba rela dan tidak akan pernah menyesalinya, karena hamba telah menyelamatkan seorang kaisar yang berbudi dan mempunyai hati semulia ini".
Semua orang yang berada dalam ruangan berdecak kagum mendengarkan ucapan kaisar.
Walaupun dia seorang kaisar yang mempunyai kekuasaan penuh atas negrinya, tetapi hal itu tidak menjadikan dirinya angkuh, disaat seperti ini sungguh jarang ada seorang penguasa yang mempunyai sifat mulia seperti ini.
Kaisar bangkit berdiri dengan dipapah oleh pangeran, kaisar menghampiri thian long yang masih berlutut dihadapannya.
"Terima kasih yang mulia" ucap thian long dengan tertunduk.
Lalu kaisar mengajak thian long untuk duduk bersama, sambil menuang teh kaisar berkata :
"Menjadi kaisar adalah impian dan dambaan semua orang karena dengan menjadi kaisar akan membuat seseorang menjadi berkuasa dan kaya raya"
Kaisar menyodorkan secangkir teh kepada thian long, lalu kembali melanjutkan kata katanya:
"Namun setelah menjadi kaisar kebanyakan orang akan menjadi lupa akan tugas tugasnya karena silau akan gemerlap harta dan kekuasaan"
"Yang menjadi tugas utama kaisar yang sebenarnya yaitu melayani dan melindungi rakyatnya, bukan malah sebaliknya dengan demikian rakyat baru akan merasakan manfaat kehadiran seorang kaisar" ucap kaisar.
__ADS_1
Mendengar ucapan bijak kaisar thian long mengangkat cangkir teh yang diberikan kaisar kepadanya, lalu sambil berlutut mempersembahkan kembali teh tersebut kepada kaisar dengan berkata:
"Dijaman sekarang ini sungguh langka keberadaan seorang kaisar berhati mulia seperti anda, sebagai tanda bakti hamba kepada kaisar dan negara, terimalah persembahan teh ini yang mulia"
"Terima kasih thian long, silakan berdiri". ucap kaisar sambil tersenyum.
Kaisar menerima persembahan teh dari thian long dan meminumnya. Setelah meminum teh kaisar menoleh kearah pangeran lalu berkata:
" Lie er, mengenai bai long apakah sudah ada kabar, anak itu sudah lama pergi tetapi tidak sekalipun memberikan kabar".
"Lie er juga belum mendapat kabar dari kak bai long, apakah perlu kita mengirim orang untuk mencarinya ayahanda?"
"Sebaiknya begitu, aku kawatir terjadi sesuatu pada anak itu" ucap kaisar menghela nafas.
"Yang mulia kaisar, setahu saya pendekar bai sedang berada ditempat hamba diistana bulan." ucap yuen er memberanikan diri berbicara.
"Bagus sekali jika dia berada disana, syukurlah berarti dia dalam keadaan baik baik saja" ucap kaisar senang.
"Yang mulia, jika diijinkan hamba dan tuen er akan menyusul keistana bulan untuk menemui bai long dan memberitahukan kepadanya agar segera kembali keistana" ucap thian long.
"Baiklah thian long dan nona yuen, kalau bertemu dengannya tolong sampaikan perintahku ini agar ia kembali secepatnya". ucap kaisar.
"Yang mulia, untuk saat ini lebih baik anda beristirahat dulu, anda baru saja siuman tubuh anda masih lemah jngan berfikir terlalu keras". ucap permaisuri.
"Baiklah permaisuriku," lalu kaisar memandang semua yang ada disana dan berkata:
"Kalau memang sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, aku akan kembali beristirahat kita akan bertemu kembali esok harinya". ucap kaisar.
" Baiklah ayahanda kalau begitu kami akan pamit terlebih dahulu, semoga ayahanda lekas pulih " ucap pangeran lie.
__ADS_1
Thian long dan yang lainnya segera berpamitan, lalu keluar dari kamar kekaisaran.
Bersambung...