
Belum habis gema suara tawa xiao yu, tiba tiba tanah disekitar lokasi bergetar keras. Perlahan bebatuan yang menimpa dan mengubur tubuh thian long melayang terbang keatas.
Tiba tiba timbunan material longsoran yang menimbun tubuh thian long meledak dengan keras, lalu perlahan terlihat tubuh thian long yang mulai berjalan maju kedepan.
"Ti..tidak mungkin, aku telah menendangnya dengan sekuat tenaga tetapi kenapa dia masih hidup...??!!"ucap xiao yu tidak percaya.
"Hanya segitu saja kekuatanmu?" ucap thian long sambil mengeluarkan pedang naga putih dari sarungnya.
"Kalau hanya segitu, sekarang giliranku menyerang persiapkan dirimu..! ucap thian long.
Thian long mulai mengerahkan tenaga inti es kedalam pedang naga putih, seketika itu suhu disekitar pertarungan mulai turun secara drastis.
"Sumber dari tenaga dalammu adalah unsur api, jadi sekarang untuk menghadapi dan membunuhmu aku harus menggunakan tenaga inti es, bukankah begitu tuan xiao yu?" ucap thian long sambil melangkah maju kedepan.
Xiao yu yang terkejut melihat kekuatan thian long mulai mengeluarkan keringat dingin, pada saat ini semagat tempurnya mulai menurun dan ia sungguh berharap kehadiran ayahnya untuk menyelamatkannya.
"Kenapa diam saja tuan xiao yu, apa kau takut kepadaku?" ucap thian long sambil tertawa kecil.
"Sombong sekali kau thian long, terimalah jurus saktiku ini" icap xiao yu lalu menendang kearah thian long.
Dengan cepat thian long menghindar lalu dengan kecepatan tinggi thian long melompat dan menerjang kedepan lalu ia membabatkan pedangnya ke arah kaki raksasa milik xiao yu.
Pedang naga putih berhasil mengoyak kaki xiao yu, seketika itu dari luka koyakan menyemburkan api yang sangat panas kearah thian long.
Thian long mengacungkan pedang naga putih kedepan, lalu dari bilah pedang keluarlah selarik sinar perak yang memancarkan hawa dingin yang luar biasa menerjang semburan api yang keluar dari kaki xiao yu.
Sesaat laju semburan api tertahan, perlahan semburan api terdorong mundur oleh sinar perak yang menebarkan hawa dingin yang membekukan.
Seiiring teriakan thian long yang membahana, tubuh thian long menerjang dan melesat kedepan membentuk bayangan seekor naga putih yang menembus kobaran api
Pedang naga putih yang teracung kedepan diikuti tubuh thian long melesat dan menembus kobaran api lalu menembus kaki raksasa xiao yu hingga tembus sampai kebelakang dan meninggalkan lubang luka yang cukup besar.
Tidak berhenti sampai disitu, ketika mendarat ditanah setelah berhasil menembus kaki xiao yu, thian long berbalik lalu mengerahkan jurus pedang buddha.
Ribuan bayangan pedang terbang berputar putar membentuk lingkaran, lalu melesat seperti gurinda pedang naga putih mengoyak kaki raksasa hingga hancur berkeping keping.
Seketika terdengar jeritan xiao yu yang menyayat hati, kedua kakinya yang besar kembali seperti semula dengan bentuk yang sudah hancur hancuran seperti tercincang.
Tubuh xiao yu tergeletak ditanah dengan nafas yang terengah engah, kakinya yang hancur terus mengeluarkan darah sehingga membuat xiao yu akhirnya meninggal setelah kehabisan darah.
Setelah melihat dan memastikan lawannya telah tewas, maka thian long kembali menyarungkan pedang naga putihnya.
Ketika thian long hendak meninggalkan lokasi pertarungan, tiba tiba terdengar suara bentakan yang sangat keras lalu disusul terjangan angin yang sangat deras mendatangi dirinya.
Tiba tiba sesosok tubuh melesat dengan kecepatan yang tidak terlihat diikuti sebuah tapak tangan dan menghantam dada thian long dengan telak.
__ADS_1
Darah segar menyembur dari mulut thian long, dadanya terasa panas terbakar seperti terkena ledakan dan tubuhnya terpental mundur belasan meter kebelakang.
Perlahan thian long bangkit berdiri, mengatur nafas lalu menelan sebutir pil berusaha keras menyembuhkan dirinya sambil mengamati keadaan.
Didepan thian long berdiri sesosok yang lelaki tua berambut putih panjang dan tergerai perlahan menggendong tubuh lee xiao yu yang sudah tak bernyawa.
Dengan mata memerah menahan amarah, lee san gui berkata :
"Beraninya kau membunuh putraku dirumahku sendiri thian long, sekarang rasakan pembalasanku".
Lalu lee san gui menyerahkan jenazah xiao yu kepada anak buahnya yang segera pergi menjauh setelah membawa xiao yu.
"Kau akan membayar mahal atas perbuatanmu membunuh putraku thian long, aku akan mengambil nyawamu sebagai balasannya" teriak san gui dengan keras.
Lalu san gui menerjang maju kedepan dan menyerang thian long dengan rapat, thian long berusaha mengelak dan membalas menyerang san gui.
Pada awalnya pertarungan berjalan cukup seimbang, mereka saling menyerang dan menghindar, tetapi setelah pertarungan memasuki jurus ke seratus thian long mulai terdesak mundur dan hanya bisa bertahan.
Semua serangan thain long dapat ditangkis dengan mudah oleh san gui, sebaliknya san gui melancarkan serangan yang begitu rapat dan tajam sehingga membuat thian long kewalahan memghadapi semua serangannya.
Ilmu sembilan naga sejati menunjukan kekuatannya, bayangan naga raksasa terbang berkelebat kian kemari menyapu semua yang ada didepannya dan mendesak sosok buddha raksasa jelmaan dari jurus tapak buddha.
Tiba tiba sebuah pukulan yang sangat keras menghantam tubuh thian long, seketika itu tubuh thian long terhempas jauh kebelakang disertai percikan darah segar.
Antara mimpi dan kenyataan, thian long mendapati dirinya sedang melayang tinggi diangkasa, lalu tak lama kemudian dari angkasa turun sosok buddha raksasa yang sedang duduk diatas singgasana teratai sambil tersenyum penuh kasih.
Ketika thian long memberikan hormat, sosok buddha perlahan menepuk punggung thian long, seketika tubuh thian long terjatuh dengan cepat dan terbanting diatas tanah.
Thian long kembali sadar dari pingsannya, dan mendapati dirinya tergeletak diatas tanah. Dihadapan thian long berdiri san gui dengan tatapan penuh ejek dia berkata:
"Ha..ha..ha.., Tapak buddha hanya sedangkal ini, rupanya kabar yang beredar mengenai kehebatan tapak buddha terlalu tinggi".
Perlahan thian long bangkit berdiri, sambil berusaha mengolah nafas dan menyembuhkan dirinya thian long berucap:
"Tapak sembilan naga sejati memang sangat luar biasa, sayangnya dipergunakan dijalan yang salah sehingga banyak mencelakai orang lain, seandainya saja ilmu ini digunakan untuk kebenaran pasti akan membawa manfaat yang luar biasa".
"Ha..ha..ha..ucapan itu berlaku untuk orang lemah seperti kalian, untukku yang dinamakan kebenaraan itu adalah menjadi yang terkuat". ucap san gui sambil tertawa.
Thian long berusaha mengulur waktu untuk menyembuhan cideranya,
"Tapak ilmu sembilan naga sejati adalah ilmu aliran kebenaran yang telah lama menghilang dijagat persilatan, tetapi dipergunakan secara salah seperti ini, sungguh sangat disayangkan" ucap thian long.
"Ha..ha..ha.. kalau kau mengetahui kebenarannya darimana ilmu ini kudapatkan kau tentu tidak akan percaya". ucap san gui.
"Ketahuilah ilmu ini kudapatkan dari yang mulia kaisar dan rencana untuk memusnahkan semua aliran ini juga atas tith yang mulia kaisar terutama untuk menghancurkan dirimu" ucap san gui
__ADS_1
Thian long sangat terkejut mendengar hal itu, lalu berkata:
"Ba..bagaimana mungkin Yang mulia kaisar adalah orang yang sangat baik dan menyayangi rakyatnya tidak akan mungkin memerintahkan dirimu untuk menghabisi para pesilat dan diriku"
"Ketahuilah thian long, sejak dirimu menolak tunduk dan bekerja untuk pihak istana, dirimu adalah sebuah ancaman besar bagi yang mulia maka dari itu yang mulia kaisar meminta kepadaku untuk menyingkirkan dirimu" ucap san gui sambil menatap thian long dengan senyuman sinis.
Mendengar penjelasan san gui, thian long terjajar mundur sambil menggelengkan kepalanya.
"Ha..ha..ha..sungguh menyakitkan bukan, dihianati oleh orang yang kita hormati dan kita percayai...!!??" ucap san gui sambil tertawa terbahak bahak.
"Baiklah pembicaraannya kita sudahi sampai disini, dan aku rasa cideramu sudah lebih baik setelah kau berusaha mengulur waktu dengan pembicaraan yang tidak berguna ini untuk menyembuhkan dirimu". ucap san gui dengat sorot mata penuh nafsu membunuh.
Mengetahui rencananya telah diketahui, thian long tersenyum getir lalu kembali menghimpun tenaga dalamnya kembali.
Thian long membentuk mudra jurus ke sembilan tapak buddha lalu mulai menyerap energi alam semesta.
Tubuhnya mengeluarkan aura tenagabdalam inti api yang berkobar kobar disebelah kanannya, sedangkan pada tubuh sebelah kiri mengeluarkan cahaya outih keperakan yang menebarkan aura dingin.
Setetes demi setetes kekuatan alam semesta dialirkan pada sekujur tubuhnya, lalu perlahan tubuhnya yang sarat energi alam semesta terangkat naik dan melayang tinggi diudara.
Pada ketinggian tertentu tubuh thian long berhenti diudara, seketika langit menjadi gelapbdan dipenuhi awan mendung dan halilintar yang menggelegar.
"Ha..ha..ha.. gerakan awal yang hebat, thian long kali ini jangan kecewakan aku" ucap san gui sambil memulai gerakan jurus tapak sembilan naga sejati.
Pada tapak tangan san gui tiba tiba keluarlah sembilan ekor naga berwarna merah yang berterbangan mengitari tubuhnya.
Diam diam san gui mengerahkan seluruh energinya sambil terus mengawasi thian long ia bersiap menyambut jurus tapak buddha.
Diketinggian sana jauh diangkasa thian long yang sedang berkonsentrasi terus menyerap energi alam semesta tubuhnya mulai memancarkan cahaya emas yang terus berpendar menerangi langit gelap.
Seketika awan hitam berubah warna menjadi keemasan lalu turunlah sosok bayangan buddha raksasa duduk diatas singgasana teratai yang terbentuk dari energi tapak buddha.
Thian long mulai membuka kedua matanya, tubuhnya yang sarat energi terus memancarkan sinar emas yang berkilau dan ia telah siap mengerahkan jurus ke sembilan
"Kesaktian Buddha Tiada Tara"
Tubuh thian long yang melayang diketinggian perlahan menukik dengan tajam dan mengarah kepada san gui.
San gui menjadi lebih waspada, ia mengerahkan seluruh tenaga dalam miliknya dan mengerahkan jurus terhebat dari tapak sembilan naga sejati, sembilan naga yang terbang memutarinya bergerak semakin cepat memutari tubuh san gui.
Tubuh thian long meluncur dengan deras kebawah, efek dari kekuatannya sungguh mengerikan, bumi seolah bergetar akibat terkena dampak dari jurus ke sembilan tersebut bebatuan bukit perlahan beterbangan tersapu gelombang energi tapak buddha.
San gui berdiri dengan tegang menanti sambil terus mengawasi gerakan thian long yang sedang meluncur dengan cepat kebawah, san gui mulai merasakan tekanan berat yang membuatnya sulit bernafas, keringat dingin mulai mengalir keluar dari tubuhnya.
bersambung.......
__ADS_1