
"Aku harus menyaksikan pertarungan mereka , setidaknya aku harus memastikan kematian thian long kali ini, selama dia masih hidup dia adalah duri dalam daging untukku..!" ucap kaisar sambil termenung sesaat, lalu kaisar segera mengerahkan ilmu ringan tubuhnya dan melesat menyusul kearah perginya thian long dan da gui.
Setelah Thian long, yuen er dan da gui melesat cukup jauh dari istana dan pemukiman penduduk mereka bertiga tiba disebuah dataran padang rumput yang luas, lalu thian long dan yuen er mendarat ditengah tengah hamparan padang rumput yang luas itu diikuti da gui yang sejak tadi mengekor dari belakang.
"Yuen er untuk sementara carilah tempat yang aman terlebih dahulu" ucap thian long sambil memegang kedua bahu yuen er.
"Berhati hatilah kak long..." ucap yuen er sambil menganggukan kepalanya, lalu yuen er melesat menjauhi arena pertarungan.
Thian long dan da gui berdiri saling berhadap hadapan, masing masing dari mereka sedang mengukur tingkat kepandaian lawannya.
"Tetua aku pastikan sekali lagi kalau aku terpaksa membunuh tetua san gui karena perbuatannya sendiri, sekarang apakah anda tetap ingin bertarung denganku?" ucap thian long hati hati.
"Tampaknya kau tidak mengerti anak muda, ini bukanlah tentang balas dendam, kehidupan kita sebagai orang dunia persilatan memang sudah seharusnya bersiap untuk membunuh ataupun dibunuh" ucap da gui sambil menatap thian long mengelus jenggotnya yang panjang.
"Kalau bukan masalah dendam lalu untuk apa tetua bersikukuh ingin tetap bertarung denganku?" ucap thian long.
"Ini tentang kebanggaan menjadi seorang pendekar, menjadi seorang pendekar terhebat adalah impian dari semua pendekar..." ucap da gui sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan ucapannya:
"Tidakkah kau merasakan darahmu bergejolak ketika bertarung dengan lawan yang sepadan atau lebih darimu dan berhasil menang dari mereka semua...?"
"Tidak, karena aku sebenarnya tidak suka pertarungan...!" ucap thian long datar
"Tidakkah kau merasakan kebanggaan menjadi yang terkuat ketika kau berhasil mengalahkan semua pesaing dan lawan lawanmu dimedan pertempuran anak muda..?"ucap da gui penuh semangat.
"Tidak karena untukku menjadi sekuat apapun diriku dan sebanyak apapun lawan yang bisa aku tundukan tetap saja yang tersisa hanyalah dendam dan nafsu...!" ucap thian long.
"Lalu untuk apa kau berlatih ilmu sakti dan bertarung kalau kau tidak menyukainya?" tnya da gui dengan heran.
"Untuk melindungi semua orang yang aku sayangi dan untuk membela kebenaran, karena bagiku tidak ada yang bisa lebih dibanggakan dan membahagiakan selain bisa membuat orang orang yang kita sayangi hidup bahagia serta negera tentram dan damai". ucap thian long sambil menatap da gui tajam.
"Jalan pikiran kita sangat jauh berbeda anak muda, dan terkadang akhir dari perbedaan itu selalu diakhiri dengan perang, bersiaplah anak muda...!" ucap da gui sambil bersiap mengerahkan kekuatannya.
__ADS_1
Tanah disekitar pijakan da gui mulai bergetar, lalu seluruh tubuhnya perlahan mengeluarkan kilatan kilatan energi listrik yang semakin banyak mengelilingi tubuhnya dan membentuk pusaran listrik.
Da gui terus memompa kekuatannya lalu diiringi dengan teriakannya yang membahana energinya memancar keluar dari seluruh tubuhnya dan ia mengangkat kedua telapak tangannya keatas menghadap langit seketika energi listriknya membumbung tinggi keangkasa.
Energi da gui memancing energi halilintar yang ada diangkasa yang perlahan mulai menyambar nyambar lalu merambat turun kebawah dan menggulung lengan dan seluruh tubuh da gui sehingga tubuh da gui dipenuhi aliran energi halilintar yang cukup dasyat.
Melihat lawannya yang telah menunjukan kehebatannya, thian long perlahan mulai mengerahkan energi es dan api lalu membuat mudra awal tapak buddha.
Energinya mulai memancar disekujur tubuhnya mengakibatkan semua yang ada disekelilingnya bergetar hebat lalu cahaya yang berkilauan itu perlahan membentuk sosok bayangan buddha dengan tubuh yang bermandikan cahaya suci thian long bersiap melepaskan jurus awal tapak buddha.
"Hebat anak muda..!" ucap da gui sambil tersenyum lebar lalu dengan cepat tubuh da gui melesat kedepan dan mengarahkan tinjunya yang dipenuhi kekuatan energi halilintar kepada thian long.
Melihat lawannya sudah mulai menyerang thian long maju dengan cepat kedepan dan mengibaskan tapaknya yang telah dipenuhi dengan energi tapak buddha.
Ketika tapak dan tinju berbenturan seketika terjadi ledakan besar yang mengguncang lokasi sekitar, lalu mereka terus saling menyerang dengan cepat sehingga yang terlihat dari mereka hanya bayang bayang tubuhnya saja.
Mereka bertempur dengan sengit, dalam waktu singkat mereka berdua telah melepaskan ratusan pukulan dan tendangan kepada lawannya, tetapi sampai saat ini pertarungan masih berjalan dengan cukup seimbang.
"Blaaaarrrr...!!!"
kembali terdengar ledakan yang cukup keras disertai kepulan debu dan bongkahan batu yang terpental jauh ketika sepasang tinju dan tapak berbenturan kembali diudara sshingga memaksa mereka berdua kembali menjaga jarak.
"Luar biasa...sreauh ini kau mampu mengimbangi ilmu halilintar milikku ini" ucap da gui bersemangat.
"Kalau begitu aku kembali akan menguji kehebatan tapak buddha yang sangat legendaris itu jadi sebaiknya kau bersiap" kata da gui kembali.
Da gui kembali mengerahkan energi halilintarnya sambil berupaya mengeluarkan efek dari energi es dan api dari thian long yang telah menyusup dalam tubuhnya dan pada akhirnya ia berhasil mengusir enegi beku yang berhasil memgendap didalam tubuhnya.
Da gui terlihat masih terus mengerahkan kekuatannya lalu secara perlahan dari dalam tubuhnya keluar sebuah senjata yang berwujud sebuah golok besar berwarna biru gelap yang sarat dengan energi listrik yang meletup letup.
Seakan tidak ingin kalah dari da gui, thian long kembali mengerahkan energinya dan sekujur rubuhnya mengeluarkan energi yang menyilaukan lalu tiba tiba tangan thian long terlihat menggenggam sebilah pedang panjang berwarna hitam dan mengeluarkan sinar kemerahan lalu pada gagangnya terukir sebuah simbol swastika buddha.
__ADS_1
Da gui mengamati pedang yang berada dalam genggaman thian long dan bertanya:
"Pedang yang bagus, apa nama pedangmu itu anak muda..?"
"Pedang suci halilintar buddha" jawab thian long mantab.
"Pedang yang hebat..." ucap da gui sambil tersenyum lalu kembali berkata:
"Baiklah sekarang mari kita buktikan senjata siapa yang lebih hebat pedang suci halilintar milikmu atau golok halilintar milikku..."
Da gui mengerahkan energi halilintarnya lalu mengacungkan goloknya keatas, seketika energi halilintar melesat dengan cepat keatas, lalu terlihat sambaran halilintar menggelegar dan turun menyambar setiap inci dari tanah yang ada dibawahnya sehingga seluruh lokasi pertarungan dalam radius ratusan meter dipenuhi dengan ledakan ledakan.
Thian long mengerahkan kekuatannya dan menyalurkan energi apinya kepada pedang suci halilintar sehingga bilah pedang suci halilintar diselimuti kobaran api, lalu dengan cepat thian long melesat kedepan menyerang da gui.
Melihat thian long sedang melesat kearahmya, da gui berkali kali mengayunkan golok yang mengeluarkan dan menembakan aliran listrik kearah thian long.
Sambil berlari dengan cepat thian long menghindar dari sengatan listrik yang keluar dari bilah golok halilintar sehingga menghantam tanah dan menimbulkan ledakan yang cukup besar, namun thian ling tetap merangsek kedepan untuk mengambil jarak gina menyerang lawannya dengan pedang suci halilintar ditangannya.
Ketika thian long berada cukup dekat dengan da gui, seketika thian long meloncat keatas lalu mengayunkan pedangnya kedepan sambil mengerahkan energi api thian long melepaskan jurus pedang buddha mengguncang dunia.
Pedang suci halilintar mengeluarkan energi api yang sangat dasyat dan membentuk wujud sosok pedang api dengn wujud raksasa yang bergerak dan membacok kearah da gui.
Melihat serangan thian long Da gui mengerahkan tenaga dalamnya lalu melakukan gerakan menangkis dengan melintangkan golok halilintar diatas kepalanya lalu menahan bilah pedang dengan tangan kirinya lalu golok halilintar
Sekujur bilah golok halilintar memancarkan energi yang berbentuk jaring jaring yang berfungsi sebagai juris pertahanan untuk menahan amukan pedang suci halilintar dan ketika kedua senjata itu bertemu dan berbenturan dengan keras maka seketika itulah terjadilah ledakan yang sangat dasyat yang mengguncangkan lokasi pertarungan.
Pusaran energi api dan listrik bergulung gulung sehingga menimbulkan kehancuran dalam skala besar, semua yang tersapu gelombang energi pedang dan golok itu hangus menjadi debu dan membakar semua tanah disekitar pertarungan sehingga lingkungan sekitar menjadi hancur lebu.
Thian long yang menyerang dengan kekuatan penuh tubuhnya terpental keatas seiring ledakan energi yang berasal dari benturan ke dua senjata sakti itu, sedangkan da gui terhuyung kebelakang lalu jatuh setengah berlutut dan dadanya berdenyut sakit.
Seketika pertarungan terhenti sehenak, masing masing mulai mengerahkan hawa murninya untuk mengumpukan kembali energi yang terkuras.
__ADS_1
Bersambung.....