
Tiba tiba muncul sesosok wanita cantik dihadapan mereka berdua dengan wajah tersenyum menyerengai. Wajahnya yang cantik tampak sangat menyeramkan saat ini.
Tubuh xiao mei bergetar dengan hebat, perlahan ia berlutut dan berkata:
"Mo...mohon ampun ratu..." ucap xiao mei dengan suara bergetar
"Bagus sekali budak hina, kau telah menghianatiku sekarang katakan apa alasanmu berhianat kepadaku..!" ucap ratu bulan.
Xiao mei tertunduk diam dan hanya memandangi tanah yang ada didepannya lalu ia berkata:
"Xiao mei mengaku bersalah kepada ratu, xiao mei bersedia dihukum tapi tolong lepaskan tuan bai ratu".
"Lancang kau budak, berani sekali kau meminta kepadaku setelah apa yang kau lakukan kepadaku, sekarang terimalah kematianmu" bentak ratu bulan.
Ratu bulan menghentakan seledangnya, lalu selendang itu melesat dengan cepat seperti tombak dan menghujam dada xiao mei hingga tembus sampai kepunggungnya.
Xiao mei tewas seketika dengan mata melotot dan tubuh yang berlumuran darah, perlahan tubuhnya yang sudah tidak bernyawa terhempas ketanah.
Setelah membunuh xiao mei ratu bulan tertawa panjang, suara tawanya terdengar sangat mengerikan.
Bai long sesaat terkejut dengan kematian xiao mei, dengan tubuh bergetar menahan amarah bai long menghampiri tubuh xiao mei yang sudah tergeletak tidak bernyawa ditanah.
Perlahan bai long berlutut didepan jenazah xiao mei, sambil mengusap mata xiao mei yang masih melotot agar tertutup bai long berkata:
"Aku tidak tahu alasanmu membantuku seperti ini sampai kehilangan nyawamu sendiri, sekarang beristirahatlah dengan tenang xiao mei, aku bai long akan berusaha membalaskan dendammu"
Perlahan bai long bangkit berdiri, dengan mata penuh kebencian ia menatap ratu bulan sambil berkata dengan keras:
"Perempuan iblis, kau akan membayar perbuatanmu kepadaku dan xiao mei, bersiaplah sekarang!"
Bai long segera mencabut pedang pusakanya, ia segera mengerahkan tenaga dalam inti es dan apinya dan bersiap mengerahkan jurus pedang buddha.
Walau energinya hanya tersisa sedikit, bai long berniat menyerang ratu secepat mungkin. Bai long sadar dengan energi yang tersisa ia tidak akan mampu bertarung dengan durasi yang lama.
__ADS_1
Pedang bai long mulai bergetar dan bersinar terang ketika dialiri tenaga dalam, dengan segera ia memgerahkan jurusnya lalu melompat dan menerjang ratu bulan dengan jurus jurus pedangnya.
Pedangnya berkelebat dengan cepat mengincar kepala dan anggota tubuh ratu bulan. Ratu bulan segera menyambut serangan bai long dengan selendangnya.
Selendang yang awalnya lembut dan lemas seketika berubah kaku dan keras seperti sepotong besi setelah dialiri tenaga dalam.
Dalam tempo singkat, puluhan jurus telah berlalu, bai long dengan tenaga tersisa segera mengerahkan seluruh ilmu dan kemampuannya.
Pedang dan selendang berkali kali bertemu sehingga menimbulkan percikan api dan suara yang memekakan telinga.
Setelah lama bertarung, akhirnya kondisi bai long menurun akibat terlalu memforsil tubuh dan tenaga dalamnya.
Keadaannya diperparah lagi karena sebagian tubuhnya terluka terkena tusukan selendang ratu yang berubah tajam seperti pedang dan terkadang berubah keras seperti tombak.
Terlihat dari luka disekujur tubuh bai long mengucurkan darah yang tidak sedikit sehingga kondisi tubuhnya semakin payah.
Akhirnya bai long menghentikan serangan pedangnya, lalu menancapkan pedangnya ketanah seraya berkata:
Dengan sisa tenaganya yang terakhir bai long segera mengerahkan jurus tapak buddhanya.
Bai long berniat mempertaruhkan semuanya melalui serangan ini, ia sadar kalau tenaganya hanya sanggup mengerahkan 1 jurus terakhir.
Segera setelah mengerahkan jurus pembuka, sekujur tubuhnya diselimuti cahaya emas dan diikuti penampakan bayang bayang buddha.
Melihat bai long telah mengerahkan jurusnya, ratu bulan segera mengerahkan jurus tapak rembulan miliknya.
Energi dingin menyebar dengan segera, perlahan dari telapak tangannya seperti keluar bayangan bulan yang menebarkan energi dingin yang membekukan.
Diiringi suara yang menggelegar bai long mendorongkan kedua tapaknya kedepan, lalu selarik sinar emas menggegebu kearah ratu bulan.
Ratu bulan berdiri dengan tenang sambil mengumpulkan energinya, lalu dengan pekikan kerasnya, ratu bulan menyambut serangan bai long sekuat tenaga.
Ratu bulan mendorong kedua telapak tangannya kedepan, seketika sinar perak yang menebarkan hawa beku menyongsong dan menabrak sinar emas dari tapak buddha.
__ADS_1
Seketika terdengar bunyi ledakan yang keras, tanah disekitar terbongkar keluar membentuk cekungan yang dalam.
Kedua sinar masih saling mengadu kekuatan, seperti ular yang saling bergelung dan saling menekan, kedua sinar terlihat berusaha saling menghancurkan lawannya.
Terlihat jelas, sinar kuning emas perlahan mulai meredup dan tertelan oleh sinar perak, tiba tiba ratu bulan berteriak lalu menambah kekuatannya dan mendorong telapak tangannya kembali kedepan.
"Blarrr....!!!!
Terdengar kembali bunyi ledakan yang dasyat, sinar emas tapak buddha akhirnya berhasil dihancurkan dan terpecah kesegala arah akibat tergulung oleh sinar perak jurus tapak rembulan.
Sinar perak itu terus meluncur deras dan menghantam keras tubuh bai long. Seketika tubuh bai long terhempas deras kebelakang.
Tubuhnya bagai sehelai daun kering yang terhempas angin lalu terjatuh dan terbanting ketanah.
Seluruh panca indranya mengalirkan darah segar, luka luka dalamnya sangat parah sekali. Matanya melotot dengan tubuh yang bergetar menatap ratu bulan dengan penuh kebencian.
Wajah ratu bulan terlihat pucat akibat benturan tenaga dalam, namun ia tidak mengalami luka sedikitpun, hanya peredaran darahnya yang agak kacau.
Dengan hanya beberapa tarikan nafas yang panjang, ratu bulan kembali menstabilkan peredaran darahnya kembali.
Dengar tertawa panjang ratu bulan berjalan menghampiri tubuh bai long yang sudah tergeletak tidak berdaya.
"Ha...ha...ha..., rasakan sekarang olehmu bai long dan selamat menikmati perjalanan menuju alam baka"
Bai long tergeletak tidak berdaya, bahkan untuk sekedar berbicara saja ia sudah tidak sanggup mengeluarkan separah katapun. Darah mengalir deras melalui luka lukanya dan dari ke 5 panca indranya.
Perlahan kesadarannya mulai menghilang dan akhirnya bai long menghembuskan nafas terakhirnya.
Ratu bulan kembali tertawa panjang dan terdengar sangat menakutkan, dari sudut matanya terlihat setitik air mata perlahan mengalir keluar.
Entah air mata apa yang keluar, apakah air mata kesedihan atau air mata kepuasan setelah membunuh bai long, entah apa yang bai long lakukan padanya sehingga ia tega menghabisi bai long yang telah menemaninya beberapa waktu yang lalu.
*************Bersambung**************
__ADS_1