
Setelah persembahyangan selesai thian long perlahan mendekari guru wu ming dan berkata:
"Guru mengenai jasad bai long apakah akan kita sempurnakan di biara ini atau kita pulangkan saja ke istana?"
"Guru pikir lebih baik kita semayamkan saja terlebih dahulu disini, setelah ini baru kita laporkan kepada yang mulia kaisar, keputusannya seperti apa biar bagaimana nanti saja".
"Baiklah guru, setelah ini biarlah aku yang akan menghadap yang mulia untuk melaporkan kejadian ini" ucap thian long.
"Sungguh amat disayangkan bai long meninggal dengan cara seperti ini, dengan ilmunya yang tinggi seharusnya tidak banyak yang bisa menandinginya" ucap biksu wu ming.
"Long er, sebaiknya kamu menyelidiki sebab kematian bai long, untuk urusan melapor ke istana biarlah nanti aku mengutus orang perguruan untuk keistana menghadap yang mulia kaisar".
"Baiklah guru, murid akan mengikuti bagaimana baiknya saja" ucap thian long.
Ketika thian long dan biksu wu ming sedang berbicara tiba tiba yuen er mendekat dan berkata:
"Biksu kepala, yuen er mohon pamit untuk kembali ke istana bulan karena ada beberapa hal yang ingin yuen er selesaikan"
"Baiklah nona yuen, berhati hatilah dijalan" ucap biksu wu ming, lalu biksu wu ming menoleh kearah thian long dan berkata:
"Long er, kebetulan lokasi kematian bai long berada tidak jauh dari istana bulan, tolong kamu antar nona yuen kembali keperguruannya sekalian selidiki penyebab kematian bai long dilokasi kejadiannya"
"Baiklah guru, kalau begitu long er mohon pamit". ucap thian long, lalu menoleh kearah yuen er dan berkata:
"Mari kita berangkat sekarang".
Yuen er menganggukan kepalanya lalu mereka berdua berpamitan dengan semua penghuni biara.
Setelah kepergian thian long dan yuen er biksu wu ming berjalan menghampiri peti jenazah sambil memegang peti jenazah biksu wu ming lalu berkata:
"Semoga saja kematian bai long tidak ada kaitannya dengan istana bulan, kalau tidak kasian long er dia tentu akan bingung bagaimana harus menentukan sikapnya".
Setelah berkata seperti itu biksu wu ming menghela nafas panjang, lalu berbalik keruang meditasinya.
__ADS_1
Thian long dan yuen er meninggalkan biara puncak emas untuk segera kembali kebistana bulan.
Sepanjang perjalanan yuen er tidak banyak bicara seperti biasanya, wajahnya selalu murung hal ini membuat thian long menjadi heran.
"Yuen er, apakah kamu sedang ada masalah, aku perhatikan dari tadi kamu hanya diam saja".
Yuen er menoleh sebentar kearah thian long lalu berkata " Tidak ada apa apa kak, aku hanya lelah saja".
"Kalau begitu kita istirahat dahulu saja" ucap thian long sambil mengarahkan kudanya berjalan menuju sebuah pohon rindang.
Yuen er hanya diam dan tidak menjawab lalu turun dari kudanya dan berjalan mengikuti thian long yang sedang duduk disebuah akar pohon.
Setelah terdiam cukup lama tiba tiba yuen er berkata:
"Kak long, seandainya saja kak long bertemu dengan orang yang membunuh pendekar bai apa yang akan kakak lakukan?"
"Tentu saja aku akan membalaskan dendam adik bai" ucap thian long dengan wajah mengeras.
"Kak long akan membunuhnya?" tanya yuen er sambil menundukan kepalanya.
"Kenapa tiba tiba berbicara seperti itu, apakah kamu mengetahui sesuatu tentang hal ini?"
"Tidak mengapa kak, aku hanya ingin tahu saja" ucap yuen er sambil menundukan kepala.
"Kalau kamu mengetahui sesuatu katakanlah yuen er, dari tadi aku perhatikan sikapmu berbeda dari biasanya, kamu selalu murung dan gelisah, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya thin long dengan tatapan menyelidik.
"Kak long seandainya saja kak bulan terlibat dalam kematian pendekar bai, apakah kakak akan mengampuninya?" ucap yuen er dengan matanya yang mendadak basah dengan air matanya.
Thian long terdiam mendengar perkataan yuen er, tubuhnya mendadak menjadi dingin dan perasaannya mulai bergejolak.
"Apakah memang benar kakakmu yang telah membunuh bai long?" ucap thian long
Yuen er hanya terdiam mensengar pertanyaan thian long, air matanya terus mengalir.
__ADS_1
"Yuen er jangan hanya diam saja, tolong katakan sejujurnya kepadaku". ucap thian long dengan suara bergetar.
Yuen er yang terus menerus mendengar ucapan thian long akhirnya tidak dapat menahan isak tangisnya yang sejak tadi berusaha ditahannya.
"Ja...jadi benar pelakunya adalah kakakmu, yuen er?" ucap thian long terkejut sambil terbangun dari duduknya seakan tidak percaya.
Yuen er hanya terdiam memandangi thian long sambil berurai air mata.
"Ba..bagaimana mungkin yuen er, apa yang bai long lakukan sampai kakakmu tega membunuhnya?" ucap thian long sambil terduduk lemas disebelah yuen er.
"Aku juga tidak mengetahui alasannya kak" ucap yuen er sambil menangis terisak. Setelah beberapa saat yuen er berkata :
"Aku hanya menduganya saja kak, karena pada saat menemukan jenazah bai long dan xiao mei aku menemukan secarik robekan kain dan setelah aku teliti ternyata kain itu mirip dengan motif baju yang dimiliki kak bulan".
"Lalu aku mencoba melihatnya melalui kain itu dan ternyata aku melihat bayangan kak bulan"
Mendengar penjelasan yuen er, thian long hanya terdiam lalu berkata:
"Untuk lebih pastinya aku harus bertemu dengan kakakmu".ucap thian long sambil menghampiri kudanya dan melompat naik kepunggung kudanya.
Yuen er hanya menghela nafas lalu melompat keatas punggung kudanya.
Mereka bergegas pergi, thian long memacu kudanya secepat mungkin sedangkan yuen er dibelakangnya hanya bisa menghela nafas berulang kali menahan kesedihannya.
"Akhirnya yang aku takutkan terjadi, aku berdiri diantara kakak dan kak long, Thian apa yang harus aku lakukan?" jerit yuen er dalam hati seraya menatap punggung thian long yang berada didepannya
Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak berbicara masing masing disibuki oleh pikirannya sendiri.
Selama beberapa hari menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua kembali lagi ke istana bulan.
Sesampainya digerbang istana bulan thian long mengerahkan tenaga dalamnya lalu berteriak keras dengan penuh amarah :
"Ratu bulan keluar kau hadapi aku, jangan hanya bersembunyi didalam...."
__ADS_1
Bersambung.....