
Thian long bergegas menolong yuen er yang saat itu sedang sendirian menghadapi puluhan mayat hidup.
"Yuen er cepat menghindar"
Yuen er menoleh kearah thian long dan ia melihat thian long yang sedang menghimpun tenaga dalamnya bersiap melepaskan tapak buddha.
Yuen er segera melompat tinggi dan mendarat dibelakang tubuh thian long, kemudian thian long melepaskan energi tapak buddhanya dalam 1 serangan sehingga pasukan mayat hidup musnah semuanya.
Setelah memastikan tidak ada musuh yang tersisa, thian long mulai bermeditasi untuk mengembalikan energinya yang sempat terkuras dan mengobati luka dalamnya.
Sementara itu yuen er tampak berjaga jaga, ia berkeliling mengawasi keadaan sekitar mencari keberadaan panglima tikus yang menghilang. Yuen er kawatir musuh menyerang secara tiba tiba pada saat thian long sedang memulihkan dirinya.
Setelah memastikan semuanya aman, yuen er kembali dan duduk disebelah thian long. Diam diam ia memandangi thian long. Kedekatan mereka selama ini membuat yuen er merasakan perasaan lain yang berbeda,
Diam diam namun pasti yuen er mulai mengagumi pemuda yang ada disampingnya itu. Dalam hati ia berkata " kak long orang yang hebat, ia juga baik, sopan dan juga tampan, seandainya saja aku bis terus bersamanya......ah mikir apa sih aku ini, kak thian long tidak mungkin tertarik padaku".
Pikirannya sesaat menjadi kalut, ia takut sewaktu waktu akan berpisah dari thian long karena ia mulai menikmati saat saat kebersamaannya dengan thian long.
Yuen er terdiam lalu pikirannya kembali kemasa lalu, dimana ia teringat kenangan masa kecilnya, ia tumbuh bersama kakaknya bulan beku dibawah pengasuhan neneknya yang saat itu memegang tampuk kekuasaan ketua sekte istana bulan gaib.
Ia tumbuh dilingkungan yang cukup keras dalam hal pendidikan ilmu sastra maupun ilmu silat. Neneknya sangat tegas dan disiplin dalam menerapkan aturan dan tidak segan segan menghukum siapapun yang lalai dalam tugas.
Setelah neneknya meninggal dan mewarisi tampuk kekuasaan ketua sekte kepada kakaknya bulan beku. Sejak saat itu hubungan kakak beradik menjadi renggang.
__ADS_1
Ratu bulan beku selalu disibukan oleh urusan sekte dan berlatih ilmu silat sehingga tidak ada waktu yang tersisa untuk sekedar berbincang dengan yuen er.
Karena itu yuen er tumbuh menjadi seorang gadis yang kesepian dan haus akan perhatian dan kasih sayang.
Ketika teringat semua hal itu, yuen er kembali bersedih dan meneteskan air matanya.
"Yuen er... "
tiba tiba terdengar suara thia long memanggil
"Ya, kak long ada apa? "
yuen er segera memalingkan wajahnya dan membersihkan belas air matanya.
"Tidak ada apa apa kak, aku hanya kangen kakak bulan saja " jawabnya sambil berbohong
"Bagaimana kondisi kak long sekarang, apakah luka dalam kakak sudh sembuh?" tanya yuen er untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Jangan kawatir, itu hanya luka dalam ringan saja, sekarang kondisiku sudah sembuh total" ucap thian long sambil tertawa.
"Kondisi dihutan ini sangat gelap, kita bahkan tidak tahu saat ini apakah hari masih siang atau sudah malam, disini waktu seolah berhenti" ucap thian long sambil mengarahkan pandangan sekitarnya.
"Andai benar waktu berhenti dan kita terkurung disini mungkin itu lebih baik" gunam yuen er pelan secara tak sadar
__ADS_1
"Apa katamu barusan?" tanya thian long
"Ahhhh... ti..tidak kak, aku tidak bilang apa apa..."jawab yuen er gugup dengan muka bersemu merah .
Didalam hati ia berkata " bodoh sekali aku, kenapa aku bisa kelepasan bicara seperti itu, untung saja sepertinya kak long tidak mendengar jelas kata kataku" ia meruntuki kebodohannya sendiri.
"Sebaiknya kita beristirahat dulu saja disini, nanti setelah ini, kita akan segera melanjutkan lagi perjalanan ke sekte neraka iblis. "
"Baiklah kak long, aku ikut katamu saja " kata yuen er sambil duduk memeluk kakinya.
"Kamu kedinginan. .?" tanya thian long
"Iya kak..." jawab yuen er sambil tertawa
"Aku akan membuat perapian tunggulah sebentar disini, aku segera kembali" Jawab thian long.
Thian long segera pergi mencari kayu bakar, tidak lama kemudian thian long kembali membawa setumpuk ranting dan kayu kering serta dua ekor ayam hutan.
"Aku bantu kak.... " Yuen er segera menghampiri thian long, tidak lama kemudian mereka duduk diperapian sambil memnggang ayam.
Selama makan tidak banyak yang mereka bicarakan, hanya saja sepanjang malam mereka diam diam mereka saling mencuri curi pandang, masing masing hanya bisa diam diam saling mengagumi satu sama lainnya.
Ketika malam mulai larut, Yuen er mulai terlelap tidur dan thian long memutuskan untuk berjaga, ia kawatir akan ada serangan datang kembali kepada mereka.
__ADS_1
********bersambung*********