Tapak Buddha

Tapak Buddha
Kehancuran Kuil Langit


__ADS_3

Sosok thian long terus meluncur dengan deras kebawah diikuti sosok bayangan buddha raksasa, energinya terfokus pada satu titik yaitu san gui.


San gui terus memompa tenaga dalamnya sampai batas maksimal, seluruh otot yang ada ditubuhnya menggembung dengan cepat dan menghancurkan jubah bagian atasnya.


Seluruh tubuhnya memancarkan energi berwarna merah menyilaukan, bebatuan cadas yang ada dibawah kakinya mulai pecah merengkah dan perlahan hancur menajdi butiran lalu terangkat dan melayang naik keudara terkena imbas dari kekuatan jurusnya.


Mereka berdua sama sama mengerahkan dan mencapai puncak kekuatan energinya dan melepaskannya dalam 1 serangan maut.


Seiring suara teriakan yang menggelegar thian long melepaskan kekuatan jurus tapak buddha dan mendorong sepasang tapak tangannya kearah san gui.


San gui mengertakan giginya dengan keras lalu mengatupkan rahangnya, lalu dengan sekuat tenaga menyambut sepasang tangan thian long sambil melepaskan energi jurus sembilan naga.


Blarrrrr..........!!!!!


Kedua pasang tapak tangan bertemu diudara, seketika itu terjadi ledakan maha dasyat, tanah berguncang dengan keras lalu terbelah dua dan membentuk celah yang lebar, bukit yang ada dibelakang hancur tersapu oleh gelombang energi mereka berdua.


Gelombang energi benturan itu membobol lapisan awan sehingga gumpalan awan tersapu bersih, bumi laksana sedang kiamat pada saat itu juga.


Pada saat itu ketika disaat kedua pasang tapak tangan bertemu diudara, kedua tapak tangan san gui hancur dan meledak karena tidak sanggup menahan tekanan energi tapak buddha yang sangat dasyat.


Energi tapak buddha thian long tidak berhenti sampai disitu, tapak tangan itu terus melaju dan menghantam dada san gui hingga jebol tembus sampai kepunggung.


San gui tewas seketika dengan tubuh yang hancur, lalu seakan tidak cukup sampai disitu kedasyatan sisa kekuatan jurus tapak buddha menghantam dan menjebol lapisan tanah yang ada dibawah sehingga terbentuklah 1 lubang yang cukup besar.

__ADS_1


Setelah pertarungan berakhir suasana sekitar kembali hening seperti sedia kala, terlihat sesosok tubuh berusaha merayap keluar dari sebuah lobang.


Sesosok tubuh itu adalah thian long yang sudah kehabisan tenaga yang sedang berusaha keluar dari dalam lubang besar yang tercipta karena terkena hantaman energi dari tapak buddha.


Setelah sampai dipermukan tanah, thian long tergeletak tidak berdaya karena kehabisan tenaga, perlahan thian long bangkit untuk duduk bermeditasi untuk menyembuhkan luka dalam dan memulihkan tenaganya yang terkuras habis.


Pada saat thian long sedang menyembuhkan dirinya, tiba tiba terdengar banyak langkah orang berlarian disusul suara teriakan anggota kuil langit yang tersisa.


"Kurang ajar rupanya dia masih hidup, kawan kawan ayo kita balaskan dendam ketua dan kita habisi dia bersama" teriak seorang pemuda sambil menunjuk kearah thian long.


"Baiklah ayo kita habisi dia segera, mumpung dia masih dalam kondisi seperti ini...!!" ucap temannya yang lain.


Mereka segera menghunus golok mereka lalu dengan cepat salah satu dari mereka mendahului dengan menebas goloknya kearah thian long.


Tiba tiba selarik sinar sinar putuh melesat dan menghantam kepala anggota kuil langit yang sedang mengayunkan goloknya kearah thian long.


Pria itu tewas seketika dengan kepala pecah, tubuhnya terlempar beberapa meter dan jatuh bergulingan ditanah.


Melihat kejadian tersebut teman temannya yang lain melompat mundur kebelakang, lalu dihadapan mereka berdiri seorang wanita cantik yang menebarkan aura pembunuh yang pekat.


Murid anggota kuil langit yang tersisa segera melemparkan senjatanya ketanah lalu mereka berlari untuk menyelamatkan diri.


"Mau lari kemana kalian, tempat untuk orang sekejam kalian dineraka...!!!" seru wanita itu sambil bersiap memghantamkan tangannya yang telah dialiri tenaga dalam, tiba tiba terdengar suara thian long berkata:

__ADS_1


"Yuen er sudahlah biarkan mereka pergi dari sini".


Mendengar suara thian long, yuen er segera menghampiri thian long yang sedang duduk meditasi ditanah lalu berkata:


"Kak long bagaimana dengan luka lukamu"


"Walau luka dalam yang aku alami tidaklah ringan, namun kondisiku sudah lebih baik" ucap thian long sambil tersenyum.


Yuen er segera mengeluarkan sebuah botol , lalu mengeluarkan beberapa pil obat yang ada didalamnya dan memasukannya kedalam mulut thian long sambil berkata :


"Kak long cepat ditelan obatnya lalu segera bermeditasi untuk menyerap kasiat obat itu".


Thian long segera mengikuti apa yang disarankan yuen er, ia memejamkan matanya lalu secepatnya mengolah nafas untuk membantu mempercepat penyerapan obat yang dikomsumsinya.


Setelah sejam kemudian, thian long menyudahi meditasinya, wajahnya yang tadinya pucat kembali memerah dan terlihat lebih segar, rasa nyeri yang dideritanya perlahan mereda.


"Terima kasih atas pertolonganmu yuen er, sekarang kondisiku sudah lebih baik dari sebelumnya ". ucap thian long kepada yuen er.


"Oh ya, bagaimana ceritanya kamu bisa ada disini?" ucap thian long kembali.


"Syukurlah kalau kondisimu sudah lebih baik, sekarang lebih baik kita segera pergi dari sini kak, tentang keberadaanku disini nanti akan kuceritakan diperjalanan" ucap yuen er sambil bangkit berdiri dan melihat keadaan sekitar lalu mengulurkan tangannya untuk membantu thian long bangkit berdiri.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2