Tapak Buddha

Tapak Buddha
Menguak Misteri Ilmu Tapak Buddha


__ADS_3

Setelah berhasil menundukan ratu bulan dan mengungkap tabir misteri kematian adik angkatnya , thian long bergegas kembali ke biara emas untuk melaporkan semua kejadian kepada biksu wu ming.


Setelah berjalan selama berhari hari, akhirnya thian long tiba dibiara puncak emas dan segera menemui biksu wu ming lalu menceritakan semua kejadian dengan sedetail detailnya.


Setelah mendengarkan semuanya, biksu wu ming menarik nafas panjang lalu berkata:


"Dari yang dicintai timbullah hawa nafsu,


Dari hawa nafsu timbullah keserakahan,


Dari keserakahan timbullah kesedihan


Dari kesedihan timbulah kebencian,


Dari kebencian timbulah penderitaan.


sungguh bahagia bila bisa terlepas dari semua hal yang dicintai"


"Bai long selalu hanyut dengan nafsu badaniahnya sehingga akhirnya nafsu itu mencelakainya dan membuatnya terbunuh, dia tidak pernah mau mendengarkan nasehat guru untuk selalu sadar dan mengekang hawa nafsunya" ucap guru wu ming sambil menghela nafas panjang.


Mendengar ucapan biksu wu ming, thian long kembali teringat akan kekasihnya yuen er, kecintaan serta kemelekatannya kepada gadis itu sangat kuat sehingga iapun juga ikut merasakan penderitaan.


"Guru masalah bai long apakah sudah melapor kepada yang mulia kaisar?"


ucap thian long untuk mengalihkan pembicaraannya agar gurunya tidak larut dalam kesedihan


"Yang mulia kaisar sudah mengetahuinya, beliau mengutus pangeran lie sie min untuk datang menjemput abu bai long untuk disemayamkan diistana, kemungkinan dalam waktu dekat mereka akan sampai disini" ucap biksu wu ming.


"Syukurlah kalau begitu, guru ada 1 hal yang ingin long er bahas dengan guru, apakah guru bersedia?"


"Tentang apakah itu long er?" tanya biksu wu ming

__ADS_1


"Guru ini mengenai ilmu tapak buddha, ilmu ini memang sangat dasyat tetapi memiliki daya rusak yang sangat hebat, menurut guru apakah ada cara untuk mengurangi daya rusaknya itu dan mengendalikan kekuatan juris itu agar hanya fokus kepada objeknya saja?"


"Dengarkan penjelasanku baik baik long er" ucap guru wu ming sambil mengelus jenggotnya lalu ia memulai penjelasannya :


"Sebenarnya ilmu tapak buddha adalah ilmu sakti yang diciptakan oleh sang buddha sendiri selama masa pengembaraannya, sebenarnya dasar dari ilmu sakti ini sendiri adalah cinta kasih yang bersifat menyadarkan"


Pada saat menjelang mencapai kesempurnaan, pangeran sidharta digoda bahkan hendak dibunuh oleh raja iblis beserta bala tentaranya.


Namun dengan kekuatan cinta kasih beliau menahlukkan raja iblis dan bala tentaranya, mereka semua berhasil ditundukan oleh sang buddha tanpa melukai mereka sedikitpun


Lalu setelah itu ilmu sakti ini diturunkan dari generasi ke generasi dan seiring perkembangan jaman ilmu sakti ini telah banyak mengalami perubahan, yang awalnya dasar ilmu ini menitik beratkan cinta kasih untuk menyadarkan orang lain lalu perlahan berubah dijadikan untuk menundukan orang lain dan ego pribadi".


Dijaman yang dipenuhi kegelapan bathin ini dimana terdapat banyak sekali peperangan dan pembunuhan ilmu ini berubah fungsi pemakaiannya dan menitik beratkan pada kekuatan sehingga ketika dikerahkan menimbulkan daya rusak yang sangat parah


Thian long yang mendengar penjelasan ini termenung sesaat, lalu ia kembali bertanya kepada guru wu ming kembali


"Lalu dengan cara seperti apakah agar kita bisa mengembalikan keaslian ilmu ini agar kekuatannya bisa kita kendalikan sehingga bisa meminimalisir daya rusaknya ?"


"Perlu diingat pada saat mengerahkan ilmu sakti ini usahakan seminimal mungkin agar dirimu tidak dikuasai emosi dan nafsu pembunuh, usahakan seminimal mungkin jangan sampai terbesit niat untuk menghabisi lawanmu kalau memang tidak terpaksa".


"Ingat long er, pikiran adalah awal dari segalanya, ketika dirimu dikuasai oleh nafsu membunuh terhadap sesama ataupun mahluk lainnya, maka seketika itu pula ilmu tapak buddha akan terus berkembang dan tersesat dijalan yang salah dan ini berlaku untuk semua ilmu apapun didunia ini". ucap guru wu ming.


Mendengar penjelasan dari gurunya thian long tercenung sesaat, lalu ia berkata :


"Apakah guru sendiri telah menguasai tapak buddha yang sejati?"


Biksu wu ming tertawa lalu berkata:


"Guru hanya menguasai seadanya saja"


"Bisakah guru tunjukan kepadaku?" tanya thian long penasaran.

__ADS_1


"Baiklah, mari ikut guru"


Lalu biksu wu ming berjalan keluar aula menuju halaman biara diikuti oleh thian long.


Sesampainya dihalaman biara Biksu wuming mulai mengerahkan kekuatannya.


Seketika itu dari tubuh biksu wu ming memancarkan sinar emas yang memancarkan cahaya yang sangat lembut dan penuh kedamaian, lalu disusul timbulnya bayangan sang buddha gautama yang sedang tersenyum damai.


Thian long terpukau melihat pemandangan itu, biasanya ketika ia mengerahkan jurus tapak buddha, tubuhnya juga akan mengeluarkan sinar emas tetapi sinar ini sangat menyilaukan mata sangat berbeda sekali bila dibandingkan dengan milik guru wu ming.


Lalu guru wu ming mulai memainkan jurus jurusnya, thian long mulai mengamati semua gerakan gerakan jurusnya sampai biksu wu ming selesai memainkan jurus terakhirnya.


"Guru telah selesai memperagakan semuanya, lalu apakah kau sudah menemukan jawaban dari pertanyaanmu? ucap guru wu ming sambil tersenyum.


Thian long tercenung sesaat lalu berkata:


"Guru telah menunjukan semua jurus tapak buddha dan semua jurus yang guru tunjukan adalah jurus yang sama dengan jurus yang aku kuasai dan sama sekali tidak ada perbedaannya ucap thian long


"Tetapi guru kenapa justru aku merasa ada yang berbeda dari jurus jurus yang telah guru peragakan ?".


"Aku sama sekali merasakan kedamaian dari semua jurus itu dan sama sekali tidak ada kekuatan garang yang sifatnya mengancam dan membuat kita menjadi bersiaga". ucap thian long sambil berusaha memahami dan mencernanya.


Tiba tina air muka thian long berubah ia seperti menemukan jawaban atas semua pertanyaannya lalu berkata:


"Sepertinya benar apa yang guru ucapkan, semua yang kita lakukan bersumber pikiran dan hati kita, jika hati kita bersih dan tidak ada niat untuk membunuh ataupun mendominasi maka jurus apapun yang kita keluarkan tidak akan memiliki daya hancur yang dasyat".


"Jadi ternyata kekuatan tapak buddha sebenarnya bisa kendalikan untuk dipakai seperlunya saja, sehingga tidak perlu menghancurkan alam sekitar ketika digunakan" ucap thian long dengan mata berbinar.


"Tepat sekali long er, kau memang cerdas tidak percuma kakakku mengangkatmu sebagai murid tunggalnya ha...ha...ha.." ucap biksu wu ming sambil tertawa lalu meninggalkan thian long seorang diri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2