
"Apa sebenarnya yang terjadi yang mulia, kenapa anda bernafsu ingin melenyapkan diriku?" tanya thian long
"Bukankah sudah kukatakan kepadamu, kalau kau dan kemampuanmu itu akan menjadi duri dalam daging untukku?" ucap kaisar sambil mengelus janggutnya yang panjang.
"Hamba rasa anda terlalu berlebihan menilai diri hamba yang mulia karena hamba hanyalah rakyat jelata yang sama sekali tidak mengerti akan dunia politik yang mulia.." jawab thian long tegas
"Terserah apa tanggapan darimu, bagiku keberadaanmu akan menjadi satu masalah dikemudian hari, lebih baik kulenyapkan dirimu sekarang daripada nanti menjadi ancaman dikemudian hari..!" ucap kaisar
Setelah mengatakan hal itu kaisar lalu mulai mengerahkan kekuatannya pedang putra langit yang berada dalam genggamannya mulai berdengung dan mengeluarkan sinarnya yang berwarna ungu gelap.
Melihat kaisar melakukan hal itu thian long segera menarik pedang halilintar dan kembali menyerapnya kedalam tubuhnya lalu berganti mengeluarkan pedang naga emas yang tersimpan dalam tubuhnya.
Seakan tidak mau kalah dengan pedang putra langit pedang naga emas yang berada dalam genggaman thian long mengeluarkan pamornya dan mengeluarkan cahaya kuning keemasan disertai pusaran angin disekujur bilah pedangnya.
Thian long lalu mengibaskan pedangnya kearah kaisar pusaran angin yang bergulung gulung disertai kilatan cahaya keemasan menerjang kearah kaisar.
Menanggapi serangan thian long, Kaisar tertawa ringan lalu mengibaskan pedang putra langitnya kearah serangan, sekelebat sinar ungu berhasil memusnahkan serangan pedang naga emas.
Lalu diiringi dengan teriakannya yang membahana kaisar melompat tinggi keudara lalu mengeluarkan jurus pedang langit:
Mutiara naga ungu
Dari ujung pedang putra langit mengeluarkan puluhan bola cahaya berwana ungu pekat yang melesat cepat kearah thian long.
Thian long berputar cepat diudara lalu mengeluarkan jurus ke 2 pedang buddha
Lentera buddha dipuncak emas
Dari bilah pedang naga emas memancarkan cahaya terang yang menyilaukan lalu disusul dengan bayangan puluhan lentera yang keluar dari bilah pedangnya.
Dengan cepat thian long mengibaskan pedangnya, puluhan lentera yang terbentuk dari energi jurus pedang buddha melesat cepat menghantam bola bola cahaya yang keluar dari pedang putra langit.
Seketika itu terjadilah rentetan ledakan ledakan keras diudara akibat benturan kedua energi itu.
Melihat serangannya gagal, kaisar bergerak cepat menyerang kembali dengan mengeluarkan jurus jurus pedang putra langitnya.
__ADS_1
Tubuh kaisar melesat cepat kemuka dan membentuk bayang bayang naga raksasa berwarna ungu yang seolah membelit tubuh thian long.
Ratusan bayangan pedang berputar dengan cepat dan rapat sehingga menciptakan badai pedang yang mengurung dan menyerang tubuh thian long sehingga thian long harus bergerak cepat sambil memutarkan tubuhnya untuk menangkis serangan yang datang dari berbagai arah.
Gagal dalam serangan yang satu ini, kaisar bergerak cepat sambil mengkombinasikan jurus jurus pedang putra langitnya kaisarpun melepaskan jurus cakar tengkorak putih yang mengandung energi mistik.
Thian long yang mulai letih setelah bertarung hebat dengan da gui akhirnya terkena beberapa serangan cakar tengkorak outih dibeberapa bagian tubuhnya, lalu thian long bergegas melompat mundur untuk menghindari serangan berikutnya namun energi pedang putera langit terus mengejarnya sehingga tubuhnya kembali mendapatkan beberapa goresan pedang dari serangan kaisar.
Melihat serangannya membuahkan hasil kaisar tertawa terbahak bahak sambil terus memperhatikan thian long yang berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi akibat goresan pedang dibeberapa bagian tubuhnya.
Thian long berdiri tegak sambil mengacungkan pedangnya ia berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi akibat luka lukanya serta mengusir energi buruk dari cakar tengkorak putih milik kaisar.
"Cakar tengkorak putih, tidk kusangka kaisar berhasil menguasai ilmu sesat yang mengerikan itu.." gunam thian long.
Ketika kaisar mulai bersiap menyeramg tiba tiba masuk 2 sosok tubuh kedalam arena pertempuran diiringi suara keras yang menggelegar:
"Hentikan ayahanda, jangan lukai orang sendiri " ucap pangeran lee berdiri didepan kaisar sambil merentangkan tangannya seolah melindungi thian long.
"Kak long bagaimana kondisimu...?" ucap yuen er penuh kawatir sambil menatap tubuh thian long yang penuh luka yang masih mengeluarkan darah disekujur tubuhnya.
Darah berhenti seketika setelah terkena sentuhan pedang suci naga emas, lalu pada bekas luka cakaran mengalir darah hitam yang berbau busuk menandakan kerasnya racun ilmu tengkorak putih.
Setelah membersihkan energi negatif dan racun pada tubuhnya thian long mulai bersiap kembali untuk menyambut serangan kaisar yang berikutnya.
Melihat pangeran lee berdiri dihadapannya kaisar geram bukan kepalang, diiringi bentakan yang menggelegar kaisar melesat maju kedepan dan menusukan pedang putra langit kearah tubuh pangeran lee.
Pangeran lee terpaku tidak percaya melihat ayahandanya tega menyerang dirinya dengan serangan seganas itu.
Ketika ujung pedang hampir mengoyak tubuhnya, tiba tiba da gui berkelebat cepat mendorong tubuh pangeran lee hingga terpental kesamping lalu ujung pedang putera naga menancap tepat didada da gui dan tembus sampai kepunggungnya.
Melihat serangannya gagal untuk menghabisi anaknya kaisar mendecak dengan kesal, lalu menyentakan pedangnya sehingga darah segar menyembur dari luka da gui lalu kaisar memutarkan tubuhnya dan menendang tubuh da gui dengan keras hingga terpental jauh kebelakang.
Pangeran lee yang menyaksikan kejadian itu berteriak histeris, sambil melompat kedepan ia berusaha menangkap tubuh da gui yang meluncur dengan cepat disertai darah segar yang berhamburan.
"Ka...kakek da gui.....!!!!" ucap pangeran lee sambil memeluk tubuh da gui yang sudah lemah, dengan nafas terputus putus da gui mencoba tersenyum sambil membelai wajah pangeran lee yang menangisi dirinya lalu setelah beberapa saat tangannya terkulai kesamping diiringi hembusan nafasnya yang terakhir.
__ADS_1
Thian long dan yuen er yang menyaksikan hal tersebut hanya terpaku menyaksikan kekejaman kaisar yang dulu begitu mereka hormati dengan tega membunuh pamannya sendiri dan bahkan hampir membunuh darah dagingnya.
"Kakeeekkkk.........!!!!!" teriak pangeran lee dengan suara pilu menggema diangkasa, sambil memeluki rubuh kakeknya yang sudah tidak bernyawa ingatannya kembali kemasa lalu dimana saat saat pangeran kecil sedang bermain bersama kakeknya dan masa masa bahagia bersama kakeknya.
Thian long perlahan melangkah maju menghampiri kaisar, dengan energi yang berkobar kobar diseluruh tubuhnya ia berusaha menekan hawa amarahnya lalu berhenti 5 meter dihadapan kaisar lalim tersebut dengan tatapan yang tajam thian long berkata dengan perlahan:
"Yang mulia, entah iblis apa yang merasuki dirimu sehingga tega berbuat sekejam itu bahkan kepada anggota keluargamu sendiri, bersiaplah yang mulia kaisar kali ini aku tidak akan menahan kekuatanku lagi...!"
Thian long mengepalkan kedua tangannya lalu mulai mengerahkan seluruh energi es dan api yang ada ditubuhnya, pedang suci naga emas telah kembali masuk kedalam tubuhnya.
Tanah yang ada dilokasi mulai bergetar dengan kerasnya bahkan gempa gempa kecil mulai teresa dan perlahan mulai menguat dan memgguncang seluruh lapisan tanah dalam ratisu ratusan meter sehingga membuat limbung orang yang ada disekitar mereka.
Melihat situasi yang mulai memanas, yuen er bergegas menghampiri pangeran lee yang sedang bersimpuh sambil memeluki jenazah kakeknya lalu yuen er membantu pangeran lee memapah jenazah da gui dan bersama pangeran lee berkelebat cepat menjauhi arena pertarungan sejauh mungkin.
Ketika thian long mengetahui yuen er dan pangeran telah pergi menjauh thian long meningkatkan tenaga dalamnya sampai titik maksimal, lalu perlahan membentuk mudra ilmu tapak buddha ia bersiap mengerahkan jurus tapak buddha:
Kesaktian Buddha Tiada Tara
Perlahan tubuh thian long bergetar dengan hebat, lalu terangkat naik diudara sambil menghimpun energi alam semesta ia terus berkonsentrasi untuk melafalkan jurus ke 9 dari ilmu tapak buddha
Seluruh tubuh thian long memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan lalu perlahan melayang tinggi diudara lalu mulai menyerap energi alam semesta sehingga tubuhnya berwarna kuning keemasan.
Ratusan mahluk suci mulai terbentuk dari kumpulan energi tapak buddha diiringi suara suara lafalan doa dalam bahasa pali yang bergema diangkasa raya.
Perlahan wujud Buddha raksasa yang duduk disinggasana teratai turun dari gumpalan awan diiringi pancaran sinar suci yang berwarna keemasan menerangi seluruh angkasa dan sekitarnya.
Bersambung.....
*Kepada teman teman pembaca melihat komentar komentar miring yang terus bermunculan seperti author dikatakan menjiplak cerita dari versi asli komik tapak buddha dan lain sebagainya, sehingga beberapa kali author mengajukan kontrak ditolak dari pihak editor karena alasan alasan yang dikeluhkan sebagian pembaca dalam kolom komentar sehingga pohak editor menyimpulkan kalau cerita ini tidak orisinil karya author.
Bukankah dari awal author sudah menginformasikan dan menjelaskan kalau tokoh tokoh novel ini memang hasil inspirasi dari komik yang sudah ada tetapi hanya beberapa tokoh saja yang author ambil, sedangkan alur ceritanya author buat berbeda dari versi aslinya dan ending cerita yang berbeda pula.
Membuat sebuah suatu alur cerita dibutuhkan konsentrasi dan pemikiran yang sangat rumit, dibutuhkan kata kata dan kalimat yang sesuai agar dapat membawa para pembaca ikut membayangkan setiap kejadian dan cerita yang ada. Terkadang sulit sekali mendapatkan ide ide cerita berserta reka adegan dn percakapannya.
Maka dengan sangat terpaksa dan berat hati autor berniat mengakhiri novel ini dalam chap mendatang, author merasa kecewa dengan respon2 dari mereka yang kurang menghargai jerih payah author dalam membentuk suatu alur cerita.
__ADS_1
Untuk para pembaca yang sudah mendukung author mengucapkan terima kasih kepada kalian semua, semoga kita dapat bertemu lagi dalam cerita novel yang berbeda nantinya, dan khusus untuk teman teman pembaca yang beragama muslim author mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin*