Tapak Buddha

Tapak Buddha
Berlatih Dipuncak Emas 2


__ADS_3

Setelah beristirahat sepanjang hari kondisi thian long sudah kembali seperti semula, tetapi ia merasakan ada sesuatu yang berbeda, thin long merasakan tenaga dalamnya kali ini meningkat dengan drastis


"Tenaga dalamku sekarang meningkat dengan drastis, mungkinkah ini karena aku mengalirkan tenaga dalam dalam waktu yang lama tanpa henti untuk lie er, atau khasiat dari ramuan gingseng itu?"


"Lebih baik aku tanyakan nanti kepada guru" ucap thian long, ketika ia membuka pintu kamarnya terlihat yuen er sedang berdiri didepan pintu kamarnya.


"Yuen er, kamu sedang apa disini?" tanya thian long sambil menaikkan alis matanya.


"Aku cemas dengan keadaan kamu kak, kak long kemarin setelah selesai berlatih dengan pangeran dan guru tidak datang menemuiku."


ucap yuen er dengan nada sedih.


Thian long tercekat mendengar ucapan yuen er, lalu ia memandangi wajah yuen er yang begitu lesu dengan kantung matanya yang besar, hal itu menandakan yuen er kurang beristirahat.


"Yuen er begitu perhatian kepadaku, apakah ia ..... ah tidak mungkin ia suka padaku, pasti ia hanya menganggapku sebagai sahabat saja, dan wajar sajalah kalau seorang sahabat memperhatikan sahabatnya"


"Maaf ya adik yuen, kemarin tubuhku lelah sekali dan kemarin sepanjang hari aku meditasi untuk kembali memulihkan tenagaku" ucap long er dengan penuh rasa bersalah.


"Tidak apa kak, sekarang aku sudah lega melihat kondisimu baik baik saja" ucap yuen er sambil tertunduk.


Thian long melihat reaksi yuen er yamgbseperti itu menjadi merasa sangat bersalah, lalu dengan lembut ia memegang pundak yuen er dan berkata:


"Aku benar benar minta maaf, sungguh aku tidak bermaksud mengacuhkanmu kemarin"


"Tidak apa kak, sudahlah tidak usah meminta maaf terus menerus" ucap yuen er sambil memaksakan tersenyum dengan mata yang berkaca kaca menahan tangis.


Sebenarnya thian long ingin sekali memeluk yuen er dan mengatakan perasaan sukanya, tetapi ia memgurungkan niatnya sebab ia tidak mengetahui apakah gadis ini mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Mereka saling berdiri berdiam diri, seperti ada perasaan canggung diantara mereka berdua.


"Kak long, andai kakak tahu perasaanku yang sesungguhnya, entah kenapa aku menjadi begitu sedih saat ini, tetapi aku juga merasa senang melihat kamu baik baik saja kak, ingin sekali aku mengungkapkan rasa sukaku padamu tetapi aku takut perasaanku ini hanya bertepuk sebelah tangan dan mempengaruhi hubungan persahabatan kita" ucap yuen er sedih dalam hati.


Setelah beberapa saat, yuen er memecah kesunyian dan berkata:

__ADS_1


"Kak bagaimana kalau sekarang kita menengok keadaan guru wu ming, kak long pasti juga ingin tahu keadaannya jugakan?"


"Oh iya aku sampai melupakan keadaan guru, bagaimana kondisi guru sekarang ini, qku harus memcari tahu" ucqp thin long dalam hati.


"Kak, ayo kenapa malah bengong disitu, ayo kita ketempat guru dan melihat kondisinya" ucap yuen er sambil tertawa dan menarik tangan thian long.


Thian long mengikutinya sambil tertawa.


Sesampainya dikamar biksu wu ming, suasana sudah ramai ada beberapa biksu senior dan murid kuil, serta tidak ketinggalan pangeran lie.


Mereka dalam suasana yang santai, sesekali terdengar suara kekehan dari biksu wu ming dan para biksu senior.


Thian long segera masuk ke kamar gurunya, sedangkan yuen er menunggu didepan terlebih dahulu, lalu masuk setelah dipersilakan oleh guru wu ming.


Disana thian long mendapati gurunya tengah berbincang dengan pangeran lie dan para biksu senior dengan suasana yang yang akrab dan penuh tawa.


"Guru, bagaimana keadaan anda?" ucap thian long dengan hormat.


"Thian long kamu sudah datang rupanya, keadaan guru sudah lebih baik, istirahat sebentar lagi juga tubuh tua ini pasti akan pulih, bagaimana denganmu sendiri?" kata guru wu ming sambil terkekeh


"Amitabha, gurupun juga merasakan hal yang sama, ini dikarenakan selama 3 hari berturut turut kita mengerahkan tenaga dalam tanpa henti". ucap guru wu ming, alu ia melanjutkan penjelasannya:


"Melakukan hal itu selama 3 hari tanpa henti sama manfaatnya dengan berlatih tenaga dalam selama 10 tahun, ini yang dinamakan berbuat hal baik akan memghasilkan hasil yang baik juga, Amitabha"


Thian long menganggukan kepalanya sebagai tanda ia memahami apa yang dijelaskan oleh gurunya.


"Lie er, untuk berlatih jurus tapak buddha, guru akan menyerahkan sepenuhnya kepada long er, tolong nanti ikuti semua arahannya".


"Baik guru!" ucap lie er


"Long er, guru akan menitipkan lie er padamu".


"Baiklah guru". ucap thian long sambil membungkuk

__ADS_1


"Nona yuen, mohon maaf apabila orang tua ini akan merepotkan long er lagi sehingga mengganggu waktu kalian berdua" ucap guru wu ming sambil terkekeh.


"Ti...tidak masalah biksu ketua...! ucap yuen er tergagap lalu dengan wajah merah melirik long er


Mendengar ucapan gurunya thian long tertunduk malu, ia sama sekali tidak menyangka gurunya sengaja menggoda hubungannya dengan yuen er.


Melihat reaksi yuen er dan thian long, guru wu ming tertawa tergelak gelak dan diikuti oleh para biksu senior berserta pangeran lie yang segera menutup mulutnya menahan tawa.


"Ha..ha..ha.. sudah...sudahh, aku hanya bercanda saja, mohon dimaafkan orang tua ini nona yuen" ucap guri wu ming sambil tersenyum.


"Bukan masalah besar biksu kepala" ucap yuen er yang masih tertunduk malu, diam diam ia melirik kearah thian long kembali".


"Baiklah kalau begitu, lie er latihanmu akan dimulai besok, persiapkan dirimu dengan segera" ucap guru wu ming.


"Baik guru....!". Ucap lie er sambil membungkukan badannya .


Guru wu ming tertawa, lalu mulai memejamkan matanya untuk melanjutkan samadhinya.


Melihat biksu wu ming mulai kembali bersamadhi, mereka semua termasuk long er dan pangeran lie segera keluar meninggalkan kamar biksu wu ming agar keberadaan mereka tidak mengganggu biksu wu ming.


Setelah keluar kamar thian long, yuen er dan pangeran berjalan beriringan keluar , lalu pangeran lie berkata:


"Kak long, maaf kalau aku banyak merepotkan kalian semuanya"


"Tidak masalah lie er, aku sudah cukup senang bisa melatihmu". ucap thian long dengan tulus".


"Sudah...sudah mau berapa kali kalian membahas masalah ini, lebih baik mumpung hari masih siang , bagaimana kalau kita bertiga keluar sebentar mencari makan agar tidak jenuh?" ucap yuen er antusias, beberapa hari didalam biara membuatnya jenuh karena ia hanya makan makanan nasi dan lauk vegetarian ditambah lagi dengan tidak tersedia arak.


"Ayolah, aku yang akan mentraktir kalian, kita bisa makan dn minum sepuasnya" icap lie er sambil tertawa lebar karena ia juga sama bosannya dengan yuen er.


Thian long terlihat ragu ragu dengan ajakan yuen er, namun thian long tidak bisa berpikir lama karena yuen er segera menarik tangannya sehingga ia terpaksa ikut.


Pangeran lie yang menyaksikan itu tertawa lebar melihat tingkah yuen er dan thian long, lalu ia segera menyusul mereka berdua.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*Bersambung\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2