Tapak Buddha

Tapak Buddha
Thian long Vs Sesat Wei 2


__ADS_3

Udara disekitar medan tempur berubah, angin memdadak bertiup kencang.


Raja iblis mulai mengerahkan tenaga dalam mistisnya, udara disekitar tubuhnya mendadak berubah gelap dan mulai tercium bau amis.


Thian long dengan tenang mulai mengerahkan tenaga es dan apinya.


Disekujur tubuh thian long mulai memancarkan hawa panas dan dingin secara bergantian dan memancarkan aura perak dan merah.


Ketika kedua aura itu bertabrakan diudara, seketika timbul percikan percikan listrik mereka masih dalam tahap penjajagan.


"Hmmm.... ilmu tapak es dan api rupanya, bagus rupanya kau murid dari biksu yi wu." ucap wei sambil tertawa.


Thian long hanya berdiam diri dan tidak menjawab perkataan dari raja iblis.


"Bersiaplah anak muda, aku akan mulai menyerangmu" ucap iblis wei.


"Silakan tetua, aku sudah bersiap dari tadi" ucap thian long.


Raja wei tertawa terbahak bahak "Bagus anak muda"


Raja wei segera menghimpun dan menyalurkan energi jurusnya melalui kakinya, seketika energinya merambat ditanah dan menimbulkan retakan retakan yang terus melebar ditanah.


Energi yang diikuti retakan tanah terus merambat menuju kearah thian long,


Thian long yang melihat hal itu segera berbuat serupa mengalirkan kekuatannya melalui tanah.


Ketika kedua kekuatan itu saling bertemu, seketika terjadilah gempa dengan skala kecil, tanah terus bergetar , masing masing dari mereka tidak ada yang mau mengalah terus mengirimkan energi kekuatannya melalui tanah.


Mereka terus melakukan adu kekuatan sampai akhirnya tanah disekitar mereka meledak dan membentuk cekungan yang cukup besar karena tidak mampu lagi menahan kekuatan mereka.


Seiring dengan ledakan tanah disekitar mereka, mereka berdua melompat kedepan saling menyerang dengan kedua telapak tamgannya mereka akan mengadu kekuatan secara langsung.

__ADS_1


BLAAARRR....


Ketika kedua pasang tangan berbenturan diudara, seketika itu terjadi ledakan yang cukup dasyat, tanah yang ada dibawah mereka terbongkar keluar.


Raja iblis wei dan thian long sama sama terlempar mundur diudara, ketika menjejakan kaki ditanah, mereka mulai saling menerjang dan menyerang kembali.


Dalam sekejap puluhan jurus telah dilalui, mereka terus saling menyerang memukul dan menangkis.


Pertarungan terus berlangsung secara cepat dan pertempuran mereka berdua terus bergeser kelokasi lainnya.


Setiap lokasi yang dilalui oleh mereka porak poranda terkena imbas kekuatan mereka.


Pepohonan hancur bertubangan dan bebatuan hancur berantakan terkena imbas dari pukulan dan tendangan mereka.


Disisi lain, yuen er tengah bersiap menghadapi para anak buah iblis wei yang hendak menangkapnya.


"Menyerahlah gadis manis agar kami tidak melukai wajah cantikmu itu", ucap panglima **** maju kedepan menghampiri yuen er sambil tertawa lebar.


Panglima tikus yang mengetahui kekuatan yuen er mencoba untuk mencegah panglima **** maju kedepan, namun panglima **** tidak menggubrisnya.


PLAKKK....PLAKKK.....


Seketika sibabi terlepar kebelakang dan terjatuh ditanah dengan bibir pecah terkena tamparan dari yuen er.


Ketika **** menyeka mulutnya ia mendapati beberapa giginya yang rontok dan mulutnya dipenuhi darah.


Panglima tikus yang melihat kejadian itu hanya menghela nafas dan menggeleng gelengkan kepala menyesali kecerobohan rekannya.


"Kurang ajar kau gadis tengik, terimalah pembalasanku"


Panglima **** segera menerjang kedepan dan mengarahkan tinjunya yang besar ke arah yuen er.

__ADS_1


Yuen er hanya tertawa dan berkata " selamat tinggal ****, nikmatilah kematianmu ini"


Secara cepat Yuen er menusukan pedangnya kemuka. Pedangnya berkelebat cepat hanya menyisakan bayangan perak dan tanpa bisa dihindari menancap tepat dikening panglima ****.


Panglima **** tewas seketika dengan mata melotot dan tubuhnya perlahan ambruk ketanah.


Setelah menghabisi panglima **** Yuen er tertawa panjang lalu berkata


"Siapa lagi diantara kalian yang ingin menyusul **** ini, majulah kedepan "


Panglima serigala melolong panjang setelah itu dia berkata


"Kau akan menyesalinya nona, kupastikan kau akan membayarnya dengan nyawamu"


Panglima serigala segera menoleh keanak buahnya termasuk ke 4 panglima yang lainnya dan berteriak:


"Kalian semua, cepat habisi gadis ini ...!!!!


Ratusan anak buah sekte neraka iblis segera menyerang dan menyerbu yuen er dengan berbagai senjata ditangannya.


Yuen er yang melihat hal ini hanya mendengus dan mulai bersiap memainkan salah satu jurus andalannya


Jurus menari bersama bintang


Yuen er segera maju dan menerjang para pengeroyoknya. Dengan pedang ditangan kanannya dan selendang ditangan kirinya, ia mulai menyerang dan melabrak para pengeroyoknya.


Yuen er berkelebat dengan cepat, pedangnya bersuiran membabat para musuhnya dengan cepat, selain itu yuen er mengkombinasikan serangan pedang dengan selendangnya, ia berulang kali mengebutkan selendangnya kearah musuh musuhnya.


Korban terus berjatuhan dari pihak anak buah iblis neraka, setiap sabetan pedang dan kebutan dari selendangnya memakan banyak korban.


Yuen er seperti menjelma menjadi dewi pencabut nyawa, dengan cepat ia terus menghabisi para musuhnya dengan pedang dan selendang mautnya.

__ADS_1


Bau anyir darah memenuhi udara disekitar medan pertarungan diiringi dengan suara suara pekik kesakitan.


***********Bersambung**********


__ADS_2