
"Kalau kak long sudah tau caranya, berarti bisa langsung mulai berlatih saja kak"
ucap yuen er sambil memandangi tangannya yang masih terus digenggam thian long.
Thian long segera sadar kalau ia sudah berbuat tidak sopan dengan memegang tangan yuen er, ia langsung melepaskan dan segera meminta maaf.
"Maafkan aku adik yuen, aku terbawa perasaan dan sudah berbuat tidak sopan kepadamu"
"Tidak apa apa kak, aku tahu kakak tidak sengaja " jawab yuen er tertunduk malu dalam hati ia kecewa karena thian long melepaakan genggaman tangannya.
"Baiklah kak, karena kak long sudh mengetahui rahasia juris itu, sebaiknya kakak berlatih". ucap yuen er
."Jujur aku juga penasaran seperti apa kehebatan juris ke 9, sedangkan juris ke 8 saja sudah sedasyat itu". sambung yuen er.
"Tidak sekarang adik yuen, saat ini kita masih di daerah kekuasaan musuh, lagipula latihan ini memerlukan waktu yang tidak sebentar dan tidak bisa terputus sampai jurus itu selesai terbentuk" Jawab thian long .
Baiklah kak, sekarang apa yang harus kita lakukan? tanya yuen er
"apa kita lanjutkan saja penyerangan kita ke neraka abadi kak, mumpung raja wei sedang terluka saat ini" lanjut yuen er bersemangat
"Aku rasa tidak perlu kita mendatangi neraka abadi, untuk sementara mereka tidak akan berani berbuat ulah , mereka akan konsentrasi melatih diri mereka " ucap thian long
"Lalu apa rencana kakak sekarang?"
"Aku ingin ke puncak biara emas seperti tujuanku semula" jawab thian long sambil menatap yuen er
"Hmm, begitu ya kak..." jawab yuen er
Thian long menatap gadis yang swdng tertunduk didepannya, sebenarnya thian long juga berat kalau harus berpisah dengannya.
"Kalau kamu tidak keberatan, bisakah menemaniku ke biara puncak emas ?" ucap thain long ragu".
"Sungguhkah itu kak? kakak bersedia mengajak aku kesana?" jawab yuen er sambil menggangkat kepalanya sebentar lalu kembali menunduk.
"Itu kalau kamu bersedia adik yuen". jawab thian long
"Tentu, tentu aku mau kak" jawab yuen er cepat, lalu seolah tersadar ia segera kembali menundukn kepalanya dengan muka memerah.
Thian long tertawa kecil melihat tingkah daru yuen er.
__ADS_1
"Baiklah, mari kita segera berangkat ke biara emas" ucap thian long diiringi dengan anggukan dari yuen er.
Mereka segera lari berkelebat meninggalkan lokasi hutan neraka iblis yang kondisinya sebagian sudah berbentuk seperti lapangan luas dengan kehancuran dimana mana.
Sementara itu bai long sedang dalam perjalanan menuju ke istana bulan memenuhi undangan dari mereka.
Setelah melakukan perjalanan berminggu minggu, akhirnya bai long sampai di gerbang istana ratu bulan.
Istana bulan memang begitu indah dan memukau, namun dibalik keindahannya terasa aura mistis yang kental.
Bai long mulai memasuki pelataran didepan gapura besar sebagai pintu masuk ke istana bulan.
Didepan gapura pintu masuk, tampak beberapa orang pengawal perempuan yang berdiri berjaga didepan pintu gerbang.
"Berhenti, siapa anda dan apa tujuan anda datang kemari," tanya salah seorang penjaga
"Perkenalkan nona, namaku bai long, orang orang mengenalku sebagai pendekar naga putih" jawab bai long
"Rupanya anda tuan bai, ketua bulan sudah lama menunggu anda, mari silakan masuk"
"Terima kasih, maaf merepotkan" ucap bai long
Bai long dibawa menuju ruang aula pertemuan, sesampainya didalam bailong dipersilakan untuk menunggu.
"Tuan bai, maaf silakan tunggu sementara kami akan memanggil ketua"
"Baiklah nona, silakan " ucap bai long
Setelah menunggu beberapa saat, ratu bulan datang untuk menemui bai long.
"Tuan bai, terima kasih akhirnya anda datang juga memenuhi undangan kami, ucap raru bulan sambil sedikit membungkukan tubuhnya."
"Terima kasih ratu sudah mengundangku datang kemari, mohon dimaafkan ratu sudah menunggu lama kedatanganku" ucap bai long sambil menundukan tubuhnya membalas hormat .
Ketika mereka sama sama menatap, amsing masing saling mengagumi.
"Tampan sekali dia, rupanya xiao mei tidak berbicara bohong mengenai tuan penolongnya yang memiliki paras tampan"
kata ratu bulan dalam hati.
__ADS_1
"Ha..ha.. benar juga apa yg dikatakan oramg orang tentang istana ini, penghuni yang cantik dan memiliki ketua yang cantik juga, sepertinya aku akan betah disini " ucap bai long dlam hati .
"Ratu, sekarang aku sudah datang memenuhi undangan anda, kalau aku boleh tau apakah tujuan ratu yang sebenarnya mengundang saya?" tany bai long dengan sopan
"Tuan bai, aku mengundangmu datang ke istana ini tidak lain karena ingin mengucapkan terima kasih atas pertolonganmu terhadap anggota sekteku pada waktu itu dan sekalian menjalin persahabatan dengan anda" jawab ratu bulan tersenyum.
"Panggilkan xiao mei sekarang,...!" perintah ratu bulan kepada seorang dayang.
"Baik ratu" jawab salah satu dayang yang ada disana.
Tidak lama kemudian dayang itu kembali bersama xiao mei yamg ada dibelakangnya.
Ketika xiao mei berpapasan dengan bai long, xiao mei tersenyum dan membungkukan sedikit badannya kepada bai long, sedngkan bai long hanya membalasnya dengan anggukan kepala.
"Salah hormat ratu" ucap xiao mei sambil memberikan hormat.
"Baiklah xiao mei, sekarang kamu lihat pemuda yang ada disebelahmu dan katakan padaku, apa benar dia yang menolong dirimu pada saat digoda orang orang itu?
"Benar sekali ratu" jawa xiao mei sambil kembali membungkukan kepalanya.
"Baiklah xiao mei, kamu boleh lanjutkan kembali pekerjaanmu.", Jawab xiao mei sambil membungkukan tubuhnya dan beranjak meninggalkan aula altar.
"Tuan bai, untuk membalas kebaikan anda, kami telah menyiapkan makan malam untuk anda, dan bagaimana kalau anda tinggal sebentar diistana ini agar kami bisa melayani anda tuan?" Tanya ratu bulan.
"Tidak usah sungkan ratu" jawab thian long.
Setelah itu mereka asik berbincang, dan tidak lama kemudian datanglah serombongan pelayan yang membawa makanan.
Mereka makan malam bersama sambil diiringi beberapa gadis penari, dan setelah selesai thian long diantar kekamarnya untuk beristirahat.
Bai long diantar kekamar tamu yang cukup mewah,
"Selamat beristirahat tuan, andai anda membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk memanggil salah satu dari pelayan yang ada disini". ucap salah seorang dayang yang mengantarnya.
"Terima kasih banyak nona" ucap thian long.
Setelah dayang pergi meninggalkan kamar, bai long segera merebahkan dirinya sambil tersenyum ia berkata kepada dirinya sendiri "Selamat datang disurga dunia ha..ha..ha.., beruntung sekali aku datang kemari"
*********Bersambung***************
__ADS_1