Tapak Buddha

Tapak Buddha
Punahnya Kesaktian Biksu Wu ming


__ADS_3

Yuen er dengan segera membawa thian long dengan kereta kuda untuk kembali kepuncak biara emas dengan secepatnya karena kondisi luka thian long yang semakin memburuk akibat pertempurannya melawan san gui.


"Aneh sekali, aliran darah yang semula lancar kembali tersumbat, ternyata ilmu sembilan naga sejati memng benar benar hebat" ucap yuen er sambil memeriksa nadi thian long.


Tetua kong yang ikut menemani thian long dan yuen er sepanjang perjalanan sudah berulang kali mencoba mengalirkan tenaga dalamnya untuk membantu proses penyembuhan thian long.


Keadaan thian long saat ini kembali tidak sadarkan diri, ini semua terjadi karena luka dalam yang diderita sebelumnya, ditambah ia memaksakan diri untuk mengerahkan jurus ke 9 tapak buddha sehingga fisiknya tidak kuat lagi bertahan lebih lama.


Urat urat yang ada disekujur tubuhnya bertonjolan keluar seakan hendak meledak, nadinya terluka parah, keadaannya sangat memprihatinkan.


Dengan kondisi thian long yang mengkhawatirkan seperti ini yuen er dan tetua kong akhirnya memutuskan untuk membawa thian long kepuncak biara emas berharap biksu suci wu ming dapat mengobatinya karena saat ini hanya biksu wu ming yang mempunyai tenaga dalam inti api dan es yang sama dengan milik thian long.


Setelah perjalanan tanpa henti akhirnya mereka sampai dipuncak emas dan bergegas naik keatas biara untuk menemui biksu suci wu ming.


Setelah memeriksa keadaan thian long, biksu wu ming menghela nafas berkali kali lalu berkata:


"Seluruh urat nadi yang ada ditubuhnya mengalami cidera yang cukup parah, aliran energi es dan api yang ada ditubuhnya berbenturan dengan energi tetua kong yang sempat disalurkan untuk pengobatan sebelumnya."


"Maafkan aku biksu suci, ternyata pengibatan yang aku berikan malah memperparah keadaan pendekar long dan aku sama sekali tidak menyadarinya" ucap tetua kong dengan penuh penyesalan.


"Ini bukanlah kesalahan dari anda tetua kong niat anda baik, cuma sayangnya energi inti api dan es memang unik dan tidak bisa bersatu dengan energi murni lainnya lalu hal ini juga dikarenakan thian long sendiri yang terlalu membebani dan memaksakan tubuhnya hingga melebihi batas toleransi yang dapat ditanggung olehnya"


"Beruntung didalam tubuhnya tersimpan pedang suci naga emas yang masih menjaga kestabilan urat nadinya, kalau tidak seluruh nadinya akan terputus dan thian long akan lumpuh selamanya" ucap biksu wu ming.


"Lalu adakah cara untuk menyembuhkannya guru biksu?" ucap yuen er sambil menangis.


"Ada 1 cara dengan secara terus menerus mengalirkan kekuatan energi es tanpa henti selama 1 hari 1 malam untuk meredakan dan menstabilkan kembali aliran energi yang berantakan lalu dengan energi api untuk melancarkan kembali aliran darahnya yang tersumbat oleh darah kotor dari luka dalamnya dan tampaknya hanya aku yang bisa menyembuhkannya" ucap guru wu ming.


Mendengar masih ada harapan untuk kesembuhan thian long, yuen er segera berlutut dan memohon dihadapan biksu wu ming


"Guru biksu mohon sembuhkan kak long, aku memohon bantuanmu guru"


Melihat yuen er berlutut guru wu ming segera membantunya berdiri lalu berkata:


"Thian long adalah murid tunggal dari kakakku biksu yi wu, tanpa nona yuen memintanya aku pasti akan membantunya karena hal ini sudah menjadi kewajibanku" ucap guru wu ming dengan tersenyum lembut.


"Terima kasih guru biksu" ucao yuen er dengan air mata berlinang.


"Baiklah semuanya pengobatan ini akan segera aku mulai, mohon jangan ada yang berbicara atau melakukan tindakan apapun yang dapat mengganggu jalannya pengobatan" ucap biksu wu ming.


"Baiklah ketua biksu aku akan menunggu diluar, untuk yang tidak ada kepentingan dimohon meninggalkan ruangan" ucap salah satu biksu senior.


Tetua kong dan para murid mulai meninggalkan ruangan dan ketika biksu senior meminta yuen er menunggu diluar, yuen er menolak dan memohon kepada biksu wu ming untuk tetap berjaga disamping thian long.

__ADS_1


"Baiklah nona yuen, nona boleh tetap disini tetapi seperti apa yang tadi aku katakan sebelumnya jangan melakukan tindakan apapun yang dapat mengganggu jalannya pengobatan" ucap biksu wu ming.


"Baik guru aku berjanji" ucap yuen er dengan air mata yang berlinang.


Biksu wu ming mengangguk dengan tatapan penuh kasih ia berkata:


" Aku percaya, karena engkau anak yang baik"


Setelah semuanya meninggalkan ruangan, biksu wu ming segera bersiap melakukan pengobatan, yuen er segera mundur menjauh agar tidak mengganggu jalannya pengobatan.


Biksu wu ming mengerahkan tenaga dalam inti es, seketika suhu udara diruangan menurun drastis, lalu biksu wu ming menyalurkan energi es pada jari tangannya dan mulai menotok beberapa nadi besar yng berada di tubuh thian long lalu disusul dengan beberapa totokan dibeberapa nadi kecil yang berada ditubuh thian long.


Yuen er menyaksikan jalannya pengobatan dengan tegang, saking tegannya ia bahkan tidak berani sekedar menggerakan anggota tubuhnya.


Setelah lewat setengah hari usaha biksu wu ming mengalirkan energi es pada tubuh thian long mulai menampakan hasilnya.


Urat nadi yang sebelumnya bertonjolan keluar pada tubuh thian long mulai kembli normal, aliran darah dan energinya kembali stabil walaupun masih tersendat karena masih banyak penyumbatan dibeberapa nadi besarnya.


Melihat kondisi thian long yang sudah mulai menunjukan gejala kesembuhan yuen er bisa sedikit menarik nafas lega.


Setelah beberapa saat kemudian biksu wu ming mulai menghentikan pasokan energi es kepada thian long, lalu ia kembali mengerahkan tenaga inti api suhu ruangan yang tadinya membeku perlahan mulai menghangat lalu berubah menjadi panas membara, biksu wu ming mulai menempelkan tapak tangannya didahi dan ulu hati thian long.


Lalu secara tiba tiba biksu wu ming mengalirkan energi api dalam jumlah besar kedpada thian long sambil menghentakan tangannya menekan dahi dan ulu hati thian long.


Yuen er yang semula sudah tenang kembali was was karena kawatir dengan merode pengobatan yang seperti itu yng belom pernah ia saksikan sebelumnya.


Tubuh thian long mulai membara dan berangsur berwarna merah alu kembali memuntahkan darah kehitaman.


Biksu wu ming berusaha membuka semua sumbatan darah beku yang ada diseluruh nadi thian long, wajah biksu wu ming mulai terlihat lelah dan terlihat lebih tua.


Akhirnya setelah lewat beberapa jam proses pengobatan mulai dihentikan, wajah thian long yang semula pucat mullai kemerahan dan tampak segar diikuti kedua matanya yang mulai terbuka menandakan kesadarannya telah pulih.


Melihat keadaan thian long membaik perlahan biksu wu ming mengangkat telapak tangannya dari tubuh thian long, yuen er pun yang semula tegang kini bisa tersenyum dengan lega setelah melihat thian long kembali sadar dan tidak lagi nampak kesakitan.


"Terima kasih guru" ucap thian long sambil memandngi wajah gurunya yang terlihat sangat lelah dan pucat dan sekujur tubuh biksu wu ming tampak gemetar.


Biksu wu ming hanya membalas ucapan thian long dengan tersenyum lalu tiba tiba tubuh biksu wu ming jatuh kesamping.


Thian long dan yuen er yang panik segera berteriak memanggil manggil gurunya.


Para biksu senior yang berjaga seharian didepan pintu segera masuk kedalam ruangan karena terkejut mendengar suara ribut didalam.


Semua orang terkejut melihat kondisi biksu wu ming yang berbaring lemah, thian long yang kawatir dengan kodiai gurunya masih terus berteriak memanggil gurunya dan sesekali mengguncang tubuh gurunya.

__ADS_1


Perlahan setelah beberapa saat biksu wu ming terlihat membuka matanya dengan lemah, lalu berkata:


"Long er anakku, bagaimana kondisimu sekarang?"


"Kondisiku sudah lebih baik guru, sekarang aliran energimu sudah kembali seperti semula, tetapi apa yang terjadi denganmu guru, kenapa guru sampai berkorban seperti ini demi diriku?" ucap thian long dengan air mata bercucuran.


Biksu wu ming tersenyum lalu berkata dengan lemah:


"Aku sudah tua dan umurku sudah tidak lama lagi, sedangkan engkau masih muda keberadaanmu jauh lebih dibutuhkan dibandingkan diriku yang sudah lapuk dimakan usia"


Tetua kong segera mendekat dan memeriksa nadi yang ada ditangan biksu wu ming, setelah beberapa saat tetua kong meletakan tangan biksu wu ming sambil menghela nafas.


Thian long memandangi ketua kong lalu dengan cemas ia bertanya:


"Ada apa dengan guru tetua, kenapa anda terdiam?"


Tetua kong terdiam sambil menatap thian long lalu dengan suara perlahan ia menjawab:


"Biksu wu ming kehilangan semua energi murninya dan seluruh kesaktiannya telah musnah, saat ini tubuhnya sangat lemah dan membutuhkan banyak istirahat".


Mendengar penjelasan tetua kong thian long terkejut, lalu jatuh terduduk lemas dengan suara bergetar sambil bersujud dihadapan gurunya thian long berkata:


"Aku seorang murid yang sangat berdosa, guru menjadi seperti ini karena mengobati diriku, aku benar benar tidak berguna"


Ketua kong menghampiri thian long lalu menepuk kedua bahunya sa


mbil berkata:


"Jangan menyesali apa yang sudh terjadi, gurumu sangat menyayangi dirimu sampai rela kehilangan seluruh kesaktiannya, tetapi jangan kawatir walau seluruh kesaktiannya hilang tetapi kondisi gurumu akan baik baik saja".


"Guru, long er berjanji akan selalu menegakan kebenaran dan membela kaum yang lemah, long er tidak akan menyia nyiakan semua pengorbanan yang telah guru lakukan kepada long er" ucap thian long sambil berurai air mata.


Mendengar ucapan thian long guru wu ming hanya tersenyum, lalu perlahan memejamkan matanya.


Melihat gurunya memejamkan mata, thian long panik seketika lalu menghampri gurunya namun dicegah oleh tetua kong, lalu ketua kong mendekati biksu wu ming dan kembali memeriksa keadaannya.


Setelah memeriksa keadaan biksu wuming tetua kong berkata:


"Jamgam kawarir thian long, saat ini gurumu sedang tertidur, sebaiknya kita keluar dn jangan mengganggu istirahatnya.


Mendengar penjelasan tetua kong, thian long menjadi lega, lalu dibantu oleh yuen er thian long bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan gurunya sambil tertunduk sedih diikuti tetua kong dan para biksu senior.


**Bersambung.......

__ADS_1


Selamat hari raya Trisuci Waisak kepada teman teman yang merayakannya, semoga seluruh mahluk berbahagia, dan kepada seluruh umat muslim thor mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga dibulan suci ramadhan dan dihari waisak ini kita semua dalam kondisi sehat dan bahagia 🙏**


__ADS_2