
Thian long terlihat ragu untuk melanjutkan niatnya membunuh raja serigala angin karena kondisinya yang sudah tidak berdaya tetapi ia juga berpikir seandainya raja serigala tidak dihabisi saat ini dimasa mendatang tentu akan timbul banyak korban.
Matanya memandang sekeliling, ia melihat anak buah raja serigala yang tersisa tidak sampai setengahnya sebagian tewas terkena serangan thian long dan sisanya menderita luka luka.
"Cepatlah anak muda, kalau kau ingin menghabisiku cepat lakukan, kenapa kau menjadi ragu, apakah kau kasihan kepadaku?". ucap raja serigala dengan suara bergetar
Akhirnya thian long berkata" sebaiknya warga kota ini yang menentukan nasibmu, mereka lebih berhak atas nyawamu".
Thian long bergerak cepat menotok jalan darah raja serigala dn semua anak buahnya agar mereka tidak dapat bergerak, lalu membalikan tubuhnya kearah penduduk lalu dengan suara keras thian long berkata:
"Para penduduk sekalian, aku serahkan nasib mereka ditangan kalian, silakan kalian semua yang menentukannya".
Para penduduk kota bersorak sorak atas kemenangan thian long, lalu seorang tetua maju menghampiri thian long dan berkata:
"Terima kasih atas pertolongannya tuan, kalau tidak ada tuan mungkin kami sudah habis dibantai mereka, mengenai nasib mereka biarlah nanti kami musyawarahkan bersama walaupun sebenarnya kami tahu membiarkan mereka tetap hidup akan beresiko besar untuk keselamatan kami semua".
"Baiklah kalau begitu terserah kalian saja, aku mohon pamit akan kembali kepenginapan sekarang, sampai jumpa" ucap thian long lalu berkelebat lenyap meninggalkan lokasi kejadian.
Keesokan harinya thian long segera pergi berpamitan dengan warga, ketika menanyakan nasib raja serigala angin beserta pengikutnya mereka telah memutuskan akan menyerahkannya kepada pihak kerajaan.
"Baguslah kalau keputusannya seperti itu, baiklah aku pamit dulu, sampai jumpa" ucap thian long, lalu ia segera meninggalkan kota itu dan melanjutkan perjalanannya.
Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, thian long tiba dikaki gunung thay shan dan ia segera mendatangi makam gurunya biksu yi wu, lalu setelah selesai menyembahyangi gurunya thian long kembali menyepi untuk berlatih kembali.
Setelah thian long menghilang sementara didunia persilatan diikuti sekte istana bulan beserta sekte neraka abadi maka pamor mereka didunia persilatan berangsur memudar.
Istana bulan yang kini diketuai oleh yuen er, memutuskan untuk sementara tidak terjun kedunia persilatan karena yuen er memilih untuk fokus berlatih ilmu perguruan serta merawat kakaknya.
Dilain pihak setelah raja iblis wei menderita cidera parah akibat pertarungannya dengan thian long, juga sedang melakukan proses penyembuhan, akibatnya sekte ini juga memutuskan untuk absen dari dunia persilatan.
__ADS_1
Setelah sepuluh tahun berlalu sejak pertempuran dasyat itu terjadi dan mulai dilupakan orang, dunia persilatan saat ini jauh berkembang lebih pesat.
Banyak perguruan perguruan besar mulai berkembang saat ini seperti dari perguruan kun lun yang diketuai oleh tetua kong, perguruan er mei yang beranggotakan para biarawati, perguruan wu tang dan lain sebagainya.
Salah satu perguruan besar saat ini adalah perguruan kuil langit, yang dipimpin oleh seseorang yang sangat misterius yang masih memiliki hubungan keluarga dengan kaisar terdahulu dan mendapatkan dukungan penuh baik dari segi dana maupun sumber daya.
Perguruan ini konon banyak menyimpan ilmu silat rahasia dari banyak perguruan silat masa lalu yang saat itu banyak diperebutkan oleh para pesilat tangguh.
Perguruan ini sebenarnya sudah puluhan tahun berdiri, namun selama ini tidak pernah sekalipun mencampuri urusan dunia persilatan dan namanya hampir tidak pernah terdengar didunia persilatan.
Namun pada pagi ini sepertinya terjadi sesuatu yang istimewa pada perguruan ini, seluruh anggota perguruan tengah berkumpul disebuah bukit seperti tengah menunggu sesuatu.
Disekitarnya banyak dipasangi umbul umbul beserta panji kebesaran milik perguruan dan ditengahnya dibangun sebuah mimbar besar lengkap dengan kursi kebesaran partai.
Bunyi genderang terdengar riuh, semua muird beserta tetua perguruan lengkap hadir disana memenuhi lokasi perbukitan yang ada disana.
Dibelakang mimbar tampak pemandangan bukit besar dan diatas bukit tampak seperti bangunan besar seperti kastil yang terbuat dari batu.
Asap merah yang menyatu dengan awan mengundang kilatan kilatan petir yang saling bersambungan lalu perlahan angin yang awalnya berhembus pelan mulai bertiup semakin kencang.
Walau cuaca mulai berubah namun para murid dan tetua anggota sekte tetap berdiri dengan hikmad dengan setia menunggu disekitar mimbar besar.
Perlahan bangunan kastil mulai bergetar dan semakin lama getarannya semakin kencang hingga sebagian tembok mulai runtuh.
Tiba tiba bangunan kstil itu meledak seiring dengan ledakan itu terdengar suara tertawa keras yang membahana diikuti sesosok tubuh yang meluncur cepat keangkasa.
Para murid dan tetua perguruan serentak berlutut sambil berucap:
"Selamat atas keberhasilan ketua, semoga ketua sehat dan panjang umur..."
__ADS_1
Sesosok pria yang sudah berumur dengan rambut dan janggut panjang yang telah memutih dengan gagahnya melayang tinggi diudara.
Penampilannya menyerupai seorang bangsawan dengan jubah berwarna hitam bermotifkan rajutan naga berwarna emas, karismanya sangat memukau setiap orang yang hadir disana.
Lalu pria itu mengembangkan sepasang telapak tangannya menghadap ke atas dan dari telapak tangannya keluarlah sosok sepasang naga berwarna merah lalu terbang mengitari pria tua itu.
Pria tua itu mksterius itu adalah ketua perguruan kuil langit yang bernama Le san gui yang merupakan paman dari kaisar yang sedang berkuasa saat ini.
Lee san gui yang melayang tinggi diangkasa tertawa terbahak bahak, lalu sambil mengepalkan tangannya ia berkata:
"Akhirnya aku berhasil menguasai jurus sembilan naga langit yang merupakan puncak tertinggi dari semua ilmu bela diri, dunia sedang menungguku saat ini dan tidak akan lama lagi semua akan tunduk dibawah kakiku".
Perlahan le san gui melayang turun ke bawah dan mendarat dengan elegan diatas kursi kebesarannya,
Kedua telapak tangannya dikembangkan keatas kembali dan perlahan sepasang naga yang sedang terbang mengitari tubuhnya masuk kembali ketelapak tangannya.
Lalu dengan tatapan penuh percaya diri, ia memandangi muridnya saru persatu, pada barisan depan tampak seorang pemuda berlutut dihadapannya.
Pemuda sambil berkata:
"Selamat ayahanda telah berhasil menguasai puncak ilmu silat, kelak kami berdua akan menunggu perintah dari ayahanda untuk segera menguasai dunia persilatan".
"Ha...ha..ha... bagus anakku, aku sudah tidak sabar lagi untuk segera menjadi penguasa dunia" ucap ketua le sambil mengepalkan tangannya, lalu perlahan duduk diatas kursi kebesarannya.
"Sekarang tolong ceritakan kepadaku perkembangan dunia persilatan selama aku berlatih" ucap ketua le.
Anak dari ketua le yang bernama le xiao gui menceritakan semua hal tentang dunia persilatan kepada ayahnya yang diakhiri cerita tentang kehancuran sekte neraka abadi dan tewasnya ratu bulan ditangan thian long.
"Thian long dengan ilmu tapak buddha, bagus sekali tampaknya aku bisa bersenang senang dan akan segera akan aku buktikan kalau tapak buddha tidak ada apa apanya" ucap tetua le sambil tertawa .
__ADS_1
Bersambung.....