
"Apa katamu pendekar, kenapa aku harus melenyapkan ilmu dan tenaga dalamku terlebih dahulu?" jawab pangeran lie terkejut.
"Amitabha......" tiba tiba terdengar suara biksu wu ming.
Thian long segera mendekat dan memberikan hormat kepada paman gurunya yang sudah ia anggap sebagai gurunya sendiri.
"Salam hormat guru, ada apakah
datang kemari?"
Biksu wu ming tersenyum sambil menepuk nepuk pundak thian long, lalu ia berkata:
"Long er, ketika tadi aku sedang bermeditasi didalam biara, aku merasakan getaran dan gelombang energi tapak es dan api". jawab biksu wu ming
"Maafkan long er yang telah mengganggu meditasi guru, tadi kami sedang berlatih bersama" ucap thian long
"Tidak masalah long er guru datang hanya untuk memeriksa keadaan saja".
"Baiklah long er, pangeran dan nona yuen aku akan segera kembali, silakan kalian lanjutkan kembali latihannya " lanjut biksu wu ming lalu bersiap untuk pergi.
"Sebentar guru, kebetulan guru ada disini ada yang ingin long er tanyakan " ucap thian long.
"Ada hal apakah yang ingin kau tanyakan anakku?" tatap guru wu ming.
Thian long segera menceritakan tentang niat dan keinginan pangeran lie sie min yang ingin mempelajari tapak buddha, biksu wu ming mendengarkannya sambil sesekali menganggukan kepala.
"Jadi, bagaimana menurut pendapat guru?" tanya thian long setelah selesai bercerita.
Biksu wu ming berpaling ke arah pangeran lie yang sedang menatap dirinya dengan penuh harap.
__ADS_1
"Amitabha, segala sesuatu ada jodohnya, jika ingin mencapai sesuatu tentu memerlukan usaha serta pengorbanan" ucap biksu wu ming sambil menatap pangeran.
Mendengar ucapan biksu wu ming, pangeran tercenung sesaat sambil memikirkan makna dari ucapannya.
"Biksu kepala aku mengerti, aku siap untuk memusnahkan tenaga dalamku sendiri demi mempelajari ilmu sakti itu". ucap pangeran dengan penuh keyakinan.
"Amitabha, pangeran sungguh cerdas sekali lalu apakah pangeran ingin mengetahui alasannya kenapa pangeran harus memusnahkan tenaga dalam pangeran terlebih dahulu?" ucap biksu wu ming.
"Aku tidak tahu alasannya biksu kepala" ucap pangeran lie dengan penuh hormat.
"Baiklah akan hamba jelaskan alasannya pangeran" ucap biksu wu ming.
"Perlu pangeran ketahui, untuk mempelajari ilmu tapak buddha diperlukan dasar tenaga dalam inti es dan api, tanpa itu mustahil bisa menguasai jurus jurusnya" ucap biksu wu ming.
"Apabila pangeran memaksakan diri melatih tenaga dalam inti es dan api tanpa memusnahkan terlebih dahulu tenaga dalam pangeran, maka akibatnya bisa fatal pada organ dalam tubuh pangeran"
"Kedua jenis tenaga yang berbeda ini akan saling berbenturan antara 1 dengan yang lainnya, sehingga akan menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh pangeran"
"Urat nadi pangeran akan mengalami kerusakan dan kemungkinan terburuk akan menyebabkan kecacatan permanen pada tubuh pangeran"
"Jadi aku harus memulai dari awal lagi, dan itu akan memakan waktu yang lama, bukankah begitu biksu ketua?" ucap pangeran tersenyum kecut.
"Ha..ha..ha..memang demikian pangeran, tetapi ada 1 cara kalau pangeran ingin lebih cepat menguasainya". ucap guru wu ming.
"Cara apakah itu biksu ketua?" tanya pangeran penuh harap.
"Dibutuhkan raja gingseng yang telah berumur paling sedikit 1000 tahun lalu jamur ling zhi yang telah berumur kurang lebih 300 tahun, makin tua umurnya makin tinggi khasiatnya"
"Kedua tanaman itu berfungsi untuk meningkatkan stamina dalam waktu yang singkat dan mencegah putusnya pembuluh darah pangeran akibat proses dari memusnahkan tenaga dalam secara paksa".
__ADS_1
"Hmmm, tidak sulit bagiku untuk mendapatkan ke 2 sumber daya itu, barang seperti itu sepertinya ada digudang obat istana." gunam pangeran.
"Setelah pangeran mengosongkan semua cakra yang ada ditubuh pangeran, hamba dan long er harus segera mengisi cakra yang ada ditubuh pangeran dengan tenaga dalam kami berdua agar nadi utama tidak mengalami pengerutan".
"Proses ini akan memakan waktu sekitar 3 hari 2 malam dan ini tidak boleh terputus atau terhenti sedikitpun atau nyawa kami berdua yang menjadi taruhannya". ucap biksu wu ming sambil mengelus jenggotnya.
"Jadi apakah pangeran setuju dengan persyaratan itu?" tanya biksu wu ming sambil menatap pangeran.
"Aku siap melaksanakannya biksu ketua" jawab pangeran dengan mantab.
"Baiklah, pangeran segera siapkan barang barang yang tadi hamba sebutkan, lalu setelah itu kita tentukan harinya".
"Baiklah biksu ketua, akan segera aku siapkan semuanya" jawab pangeran mantab.
"Hmmm pangeran masih memanggil guru dengan sebutan biksu kepala?" ucap thian long sambil tertawa lebar
Pangeran lie sie min segera berlutut didepan biksu kepala lalu berkata " Guru terimalah aku untuk menjadi muridmu, aku berjanji akan berbakti dan membesarkan sekte biara emas ini".
"Ha..ha..ha.. baiklah pangeran, mulai sekarang anda telah menjadi bagian dari sekte biara emas."
" Pangeran tidak perlu berjanji membesarkan biara emas, aku hanya berharap ilmu tapak buddha ini akan digunakan sebaik baiknya untuk menegakkan keadilan dan membela yang lemah dan pada saatnya diwariskan pada orang yang tepat".
"Baiklah guru aku berjanji dan akan bersumpah untuk itu"
" Aku lie sie min bersumpah, dihadapan patung buddha emas dan disaksikan langit dan bumi, aku berjanji akan membela kebenaran dan keadilan serta membasmi kejahatan, serta berbakti kepada negara, luluhur dan setia kepada sekte biara emas, apabila aku mengingkarinya biarlah tubuhku hancur disambar petir"
Seketika langit yang awalnya cerah menjadi gelap dan terlihat petir menggelegar diangkasa seakan mendengar dan menjadi saksi atas sumpah pangeran lie sie min.
*************Bersambung******************
__ADS_1