Tapak Buddha

Tapak Buddha
Mencari Bai Long 2


__ADS_3

Setelah mendapat restu dari ratu bulan atas hubungannya dengan thian long, kini yuen er lebih leulasa menjalin hubungannya dengan thian long, tetapi hal ini justru memancing kebencian ratu bulan yang lebih dalam kepada adiknya.


"Selama hidupku, aku belum pernah merasakan indahnya dicintai dan mencintai, peraturan sial perguruan yang telah membuat diriku harus merasakan kesepian seumur hidupku".


"Kalaupun aku tidak bisa merasakan kebahagiaan, kaupun juga harus merasakan hal yang sama dengan diriku yuen er" ucapnya dengan senyum dinginnya sambil melihat adiknya dikejauhan sedang bercengkerama bersama thian long.


"Thian long, akan tiba saatnya nanti kau akan jatuh kedalam pelukanku dan bernasib sama seperti adikmu, jadi tumbal ilmu saktiku ha...ha...ha...". ucap ratu bulan tertawa dalam hati lalu ia segera pergi berlalu.


Ketika ratu bulan sedang dikamar sambil memikirkan rencananya, tiba tiba pintu kamarnya diketuk orang dari luar, lalu terdengar suara panggilan dari balik pintu:


"Kak bulan ini aku yuen er, apa boleh aku masuk kak?"


"Masuklah yuen er, pintunya tidak dikunci" terdengar suara ratu bulan dari dalam kamar.


Yuen er bergegas masuk kedalam kamarnya dan menemukan kakaknya sedang duduk sambil menuang arak.


"Kemarilah yuen er, temani kakak minum" ucap ratu bulan.


Yuen er perlahan berjalan menghampiri kakaknya dengan tatapan heran lalu ia berkata:


"Kak, sejak kapan kakak jadi peminum seperti ini?"


Ratu bulan hanya tertawa lalu ia menyodorkan cangkir yang telah terisi arak.


"Kakak sedang ada masalah ya?" tanya yuen er sambil menolak halus tawaran tawaran minum dari ratu bulan.


Ratu bulan tertawa lalu mengambil cangkirnya kembali dan meminum arak didalamnya.


"Ada apa kak, maukah menceritakannya kepadaku?" tanya yuen er dengan penuh rasa cemas.


"Tidak ada apa apa yuen er, kakak minum hanya untuk mengusir sepi saja sejak kepergianmu". ucap ratu lalu kembali bertanya:


"Ada masalah apa yuen er hingga kamu datang malam malam menemui kakak?"


"Tidak ada apa apa kak" jawab yuen er sambil tersenyum memperhatikan kakaknya.


"Katakan saja yuen er, tidak usah disembunyikan kakak tahu pasti ada yang mau kamu bicarakan kepadaku, benar begitu?" ucap ratu bulan sambil menatap adiknya.


Yuen er terdiam sejenak lalu memegang tangan kakaknya dan berkata:


"Kak, kak thian long besok berniat untuk pergi mencari pendekar bai, apakah aku boleh ikut pergi untuk menemani kak thian long?"


Ratu bulan terdiam sambil menatap adiknya, lalu kembali menuang arak dan meminumnya.


Yuen er hanya diam menunggu jawaban dari kakaknya.

__ADS_1


"Yuen er kamu baru saja pulang 1 hari, besok sudah mau pergi lagi, apakah kamu tidak berniat menemani kakak lebih lama?" ucap ratu bulan sambil menatap adiknya.


"Aku hanya kasihan dan ingin membantu kak long yang sedang kehilangan pendekar bai" ucap yuen er menunduk.


Ratu bulan kembali terdiam, dan setelah beberapa saat akhirnya ia berkata:


"Baiklah adikku, kakak mengijinkan kau pergi lagipula seandainya kakak melarangmu pasti kau juga tetap akan pergi juga iyakan?"


Yuen er tertawa senang sambil memeluk ratu bulan dan berkata:


"Terima kasih kak, kakak memang kakak yang terbaik untukku".


"Baiklah adikku, sekarang lebih baik kamu istirahat karena besok kamu akan kembali pergi" ucap ratu bulan.


"Baiklah kak bulan, terima kasih kak sudah mengijinka aku pergi" ucap yuen er sambil melepaskan pelukannya.


"Sama sama adikku yang manja" jawab ratu bulan.


"Baiklah kak, aku pamit kekamar untuk beristirahat, selamat malam kak". ucap yuen er


"Selamat malam yuen er" ucap ratu bulan tersenyum.


Setelah yuen er pergi meninggalkan kamarnya, muka ratu bulan berubah mengeras dengan penuh amarah ia melempar cangkir yang ada ditangannya, lalu ia berkata dengan penuh kemarahan:


"Aku tidak akan melepaskanmu thian long, tidak akan...!"


"Aku harus melakukan sesuatu " lalu ia segera pergi meninggalkan kamarnya.


Disisi lain thian long yang sedang bersamadhi didalam kamarnya terbangun karena mendapatkan ketukan dari luar pintu.


Thian long beranjak bangun dan membukakan pintu kamar didepannya berdiri sosok ratu bulan.


"Selamat malam pendekar long, maaf mengganggu istirahat anda" ucap rtu bulan tersenyum manis.


"Tidak mengapa ratu, mari silakan masuk" ucap thian long ramah.


Ratu bulan berjalan memasuki kamar thian long lalu duduk di depan meja, thian long kembali menutup pintu kamarnya dan duduk berhadapan dengan ratu bulan.


"Ada apakah ratu sehingga malam malam mengunjungi diriku, apa ada sesuatu yang hendak dibicarakan?" ucap thian long.


"Aku dengar dari yuen er anda besok akan pergi untuk mencari pendekar bai apakah benar seperti itu?" tanya ratu bulan.


"Benar sekali ratu, sebenarnya besok rencananya aku ingin berpamitan dengan anda untuk mencari bai long" ucap thian long membenarkan.


Ratu bulan menghela nafas lalu berkata :

__ADS_1


"Baiklah pendekar, aku hanya memastikan ucapan yuen er saja, lalu apakah ada pelayanan dari pihak kami yang mengecewakan anda selama berada disini?"


"Sama sekali tidak ratu, justru para penghuni istana ini termasuk anda sangat baik kepadaku" ucap thian long tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu" ucap ratu bulan, lalu ratu bulan beranjak bangun dari duduknya, dan berjalan berputar kebelakang thian long.


Tiba tiba ratu bulan memeluk thian long dari belakang dan berkata dengan mesra disebelah telinga thian long :


"Bisakah anda jangan pergi cepat cepat dari sini pendekar?".


Thian long yang terkejut mendapatkan perlakuan sepertii itu tiba tiba bangun dari duduknya sambil melepaskan pelukan ratu bulan dan berjalan menjauhinya.


"Apa yang anda lakukan ratu, kenapa tiba tiba bersikap seperti ini" ucap thia long sambil menatap ratu bulan dengan tajam.


Ratu bulan tersenyum dan kembali menghampiri thian long sambil berkata:


"Aku tidak ingin anda pergi dari sini pendekar, tetaplah tinggal disini menemaniku".


"Maaf kalau aku mengecewakan anda ratu, aku tidak bisa karena aku harus segera mencari adik angkatku untuk menyampaikan titah guru dan kaisar" ucap thian long sambil mundur berusaha menjaga jarak dengan ratu bulan.


"Sejak pertama melihatmu, aku benar benar tertarik dan jatuh cinta padamu thian long, tolong jangan menghindar dariku" ucap ratu bulan sambil berusaha mendekati thian long dan berusaha merangkulnya.


"Cukup ratu, jangan memaksaku untuk bersikap tidak sopan kepada anda" ucap thian long dengan nada keras.


Seolah tidak mendengar ucapan thian long ratu bulan kembali menghampiri thian long sambil berusaha membuka pakaiannya.


"Cukup ratu anda sudah melewati batasan anda" ucap thian long mundur kebelakang dengan sorot mata tidak suka lalu thian long bergegas membuka pintu kamarnya dan sambil menahan amarah thian long kembali berkata:


"Silakan keluar dari sini dan selamat beristirahat ratu"


Mendapat penolakan dari thian long ratu bulan menggeram dengan penuh marah dn berkata:


"Thian long penghinaan hari ini akan aku ingat, tunggulah pembalasanku nanti!"


Setelah mengucapkan hal itu ratu bulan bergegas meninggalkan kamar thian long.


Setelah ratu bulan keluar, thian long menutup pintu kamar dengan cepat, lalu kembali duduk dikursi depan meja.


Sambil menghela nafas panjang dan memegang kepalanya yang mendadak terasa sakit ia berkata:


"Kenapa ia tiba tiba bertingkah seaneh itu, apakah memang sudah sifatnya seperti itu, apa yang harus aku katakan kepada yuen er...?


"Huhh.....situasi ini sama sekali tidak aku harapkan" ucap thian long.


Thian long benar benar pusing sama ratu bulan guys, semoga ini bukan pertanda buruk untuk hubungannya dengan yuen er, mohon bantu likenya ya all dan tetaplah tinggal dirumah sesuai anjuran dari pemerintah, stay safe all.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2