
Da gui berusaha memulihkan energinya, lalu setelah beberapa saat kemudia kondisinya mulai pulih kembali, nyeri didadanya perlahan mereda, lalu ia mulai menghimpun kekuatannya kembali seiiring golok halilintarnya yang mulai diselimuti aliran listrik.
Melihat Da gui yang telah bersiap kembali, thian long mulai kembali menyalurkan kekuataannya pada pedang halilintarnya, ia kembali mengerahkan jurus pedang buddha yang menjadi jurus andalannya.
Pedang halilintar mulai menunjukan kesaktiannya kembali, bilah pedang yang berwarna hitam kemerahan semakin memancarkan sinarnya diiringi kilatan listrik yang berputar putar disekujur bilah pedang.
Thian long mengebutkan pedangnya kemuka sehingga menimbulkan hempasan angin kencang yang bergulung gulung kearah da gui.
Da gui menghimpun kekuatan pada ujung goloknya sehingga membentuk bulatan cahaya halilintar berwarna kebiruan yang semakin lama semakin membesar.
Lalu ia mengangkat goloknya keatas dan seketika bola halilintar yang berada diujung goloknya memancarkan arus listrik yang memancar ke kesegala arah.
Bola halilintar semakin besar dan energinya yang padat berupa arus listrik mulai menyambar nyambar sekelilingnya.
"Bersiaplah anak muda...!" ucap da gui dengan suara yang keras menggelegar lalu ia melesat maju kedepan dengan menghunus golok halilintar miliknya da gui melompat tinggi keatas dan menebas kearah tian long.
Bola halilintar yang sarat akan energi segera melesat cepat maju kearah thian long diiringi hempasan angin kencang.
Thian long yang telah bersiap melompat mundur kebelakang sambil menebaskan pedang halilintar kebola energi itu.
Ketika ujung pedang bertemu dengan bola energi, apa yang diperkirakan thian long sejak awal ternyata meleset, bola energi yang diharapkan meledak dan hancur ternyata tiba tiba membesar dengan cepat dan menelan tubuh thian long.
Tubuh thian long yang terbungkus bola energi halilintar seperti lumpuh seketika dan tidak dapat bergerak, tubuhnya mengejang seakan mati rasa ketika berada didalam bola energi dan ia hanya bisa menjerit kesakitan ketika terkena serangan yang mengandung aliran listrik ribuan volt.
Thian long merasakan tubuhnya seakan mau meledak, lalu tiba tiba bola energi itu terangkat naik keudara lalu melesat tinggi membawa tubuh thian long yang berada didalamnya keangkasa.
Disaat keadaan kritis seperti itu thian long berusaha keras mempertahankan kesadarannya.
Tiba tiba muncul sebuah pemikiran dalam otaknya, seketika itu thian long memutuskan untuk tidak melawan bola energi itu tetapi ia mencoba menyerap energi halilintar melalui pedang suci halilintar yang berada dalam genggamannya.
Pedang suci halilintar mulai memberikan reaksinya dengan membentuk pusaran udara dan mulai dengan cepat menyerap kekuatan bola energi itu kedalam bilah pedangnya.
Perlahan bola energi halilintar yang awalnya besar perlahan mulai menyusut yang akhirnya menghilang terserap oleh pedang halilintar.
Thian long menatap da gui diketinggian , pedang suci halilintar yang berada dalam genggamannya bergetar hebat dan mengeluarkan cahaya kemerahan yang perlahan menjadi kebiruan.
Lalu dengan teriakan yang menggelegar thian long mengibaskan pedang halilintarnya yang telah sarat energi itu, dan mulai memainkan jurus ke 7 pedang buddha:
Jurus halilintar buddha
__ADS_1
Tubuh thian long melesat turun dengan cepat, sekujur tubuhnya sampai ujung pedangnya dikobari energi yang mengeluarkan cahaya keemasan.
Melihat serangannya dapat digagalkan oleh thian long da gui melegak kaget tak percaya, lalu ia mulai mengerahkan energinya kembali tubuhnya tampak mulai diselimuti pusaran energi kembali disertai kilatan petir yang berputar cepat disekujur tubuh dan goloknya.
Tidak jauh dari lokasi pertempuran terlihat sesosok tubuh yang sedang berdiri sambil menggenggam sebilah pedang mengamati pertarungan yang sedang berlangsung dengan wajah yang tegang.
Dia adalah sang kaisar dan tidak jauh dari lokasinya berdiri terlihat pangeran lee yang juga turut menyaksikan jalannya pertarungan.
Yuen er yang melihat kehadiran kaisar dan pangeran menjadi penuh waspada, sambil terus menyaksikan pertempuran thian long dan da gui, yuen er tetap mengawasi gerak gerik ayah dan anak itu.
Da gui yang telah mengerahkan seluruh tenaga dalamnya melompat tinggi keudara lalu melesat menuju thian long yang sedang meluncur deras kearahnya.
Diiringi teriakannya yang membahana thian long menebaskan pedang halilintar kearah da gui yang sudah berada didepannya dan memuntahkan seluruh energi dari bola halilintar yang berhasil diserapnya beserta energi tapak buddha yang telah dihimpunnya.
Da gui pun tidak mau kalah, ia drngan cepat mengayunkan golok halilintar sengan seluruh kekuatannya untuk menangkis serangan thian long.
Ketika pedang dan golok bertemu diudara, seketika timbul ledakan yang maha dasyat, lapisan tanah bergetar hebat dan terbongkar keluar, bahkan ledakan itu menjebol lapisan awan yang berada jauh diangkasa dan menyapunya hingga bersih.
Kaisar, pangeran dan yuen er yang sedang berada dilokasi pertempuran berseru dengan tegang.
Mereka bergegas mengerahkan energinya untuk membentuk dinding energi yang berfungsi sebagai perisai pertahanan untuk melindungi diri mereka dari dampak ledakan yang terjadi.
Thian long terus memuntahkan seluruh kekuatan yang berhasil diserapnya yang dipadukan dengan energi api dan es membuat kekuatannya menjadi berlipat ganda, sementara da gui mulai terdesak dengan hebat dan bertahan dengan seluruh kekuatannya.
Thian long kembali mengerahkan jurus buddha mengguncang jagat, tapak tangannya dengan telak menghantam dada da gui.
Da gui kembali memuntahkan darah segar, tubuhnya meluncur deras kebawah dn menghantam tanah sehingga membentuk kubangan besar.
Setelah memukul mundur da gui, thian long akhirnya mendaratkan kakinya ditanah tepat dipinggir kubangan besar tempat dimana da gui terjatuh.
Sambil mengatur nafasnya yang memburu, thian long mengamati tempat terjatuhnya da gui dan mencari keberadaan da gui diantara reruntuhan tanah yang berada dibawahnya.
Tiba tiba terdengar teriakan dari dalam tanah, lalu disusul sesosok tubuh yang melesat keluar dari dalam timbunan tanah dan mendarat dipinggir kubangan besar yang tercipta akibat benturan kekuatan mereka.
Dengan nafas terengah dan tubuh yang dipenuhi dengan luka luka da gui berdiri menatap thian long sambil memegangi dadanya yang terasa sakit setiap kali da gui menghela nafas akibat terkena hantaman jurus tapak buddha.
Perlahan da gui mulai tertawa lalu smbil mengacungkan jempolnya ia berkata:
"Luar biasa kau anak muda, pantas saja saudara kembarku bisa sampai dikalahkan olehmu...!"
__ADS_1
"Puluhan tahun aku melatih ilmu halilintarku ini dengan memgorbankan seluruh waktu dan tenagaku namun tetap saja tidak bisa mengalahkan tapak buddha milikmu" ucap da gui sambil menengadahkan kepalanya memandang langit.
"Hari ini kau telah membuka mataku anak muda, dengan menjalani latihan keras selama puluhan tahun aku merasa orang terhebat dan menjadi pongah ternyata hari ini aku membuktikan pepatah lama yang mengatakan diatas langit masih ada langit" ucap da gui kembali
"Aku mengaku kalah kepadamu, kekuatan tapak buddha memang luar biasa, sampai jumpa lagi anak muda..." ucap da gui sambil membalikan tubuhnya lalu berjalan dengan terseok.
"Sampai jumpa lagi tetua..!" ucap thian long, lalu ketika thian long hendak membalikan tubuhnya tiba tiba mumcul sesosok tubuh yang sangat cepat dan berhasil mendaratkan tendangan yang sangat keras didada thian long.
Tubuh thian long terlempar jauh kebelakang dan dari mulutnya menyemburkan darah segar, lalu sosok itu tidak berhenti sampai disitu sosok itu berkelrbat kearah da gui lalu menusukan pedangnya dengan cepat.
Merasakan ada bahaya mengancam dibelakangnya da gui berbalik dan menghindar dengan cepat sehingga serangan pedang hanya berhasil menggores pinggangnya.
Gagal menusukan pedangnya sosok itu kembali menyerang da gui dengan tinjunya dan akhirnya da gui tidak bisa mengelak dari pukulan yang bersarang diwajahnya sehingga da gui terlempar jauh kebelakang dan terbanting ditanah.
Setelah menyerang thian long dan da gui sosok itu tertawa panjang dengan suara yang keras, lalu perlahan melangkah mendekati sosok da gui yang masih tergeletak ditanah dengan wajah yang berlumuran darah.
Da gui mencoba mengenali sosok yang ada didepannya dengan memgerjapkan matanya berulang kali ia memcoba melihat dengan pandangan yang masih kabur sambil menggelengkan kepalanya untuk mengusir rasa sakit dan pusing yang mendera kepalanya akibat terkena pukulan diwajah.
Tiba tiba terdengar suara bentakan wanita dari arah samping yang berkata:
"Kaisar pengecut beraninya kau menyerang dari belakang, terimalah serangan dariku...!!!"
Rupanya yuen er bergerak cepat untuk menghentikan tindakan kaisar untuk memghabisi da gui dengan terlebih dahulu menyerang kaisar yang ada.dihadapannya.
Dengan menggunakan pedangnya yuen er berusaha mendesak kaisar dengan jurus jurus andalannya, kaisar bergerak dengan cepat untuk menghindar lalu dengan cepat menyerang balik yuen er dengan jurus jurus pedang putra langitnya.
Setelah bertempur selama beberapa saat yuen er mulai terdesak mundur, ketika menghindari sebuah tusukan pedang dari kaisar, posisi perrahanan dari yuen er terbuka lebar sehingga kaisar memgerahkan salah 1 dari jurus 18 tapak naga untuk segera menghabisi yuen er.
Tapak tangan itu meluncur dengan deras disertai kekuatan tenaga dalam yang tinggi sehingga yuen er tidak sempat untuk mengelak, hanya bisa menatap serangan yang mulai mendekat dengan pasrah.
Sedikit lagi ketika serangan tapak naga akan menghabisi yurn er, tiba tiba dari arah samping melesat sesosok tubuh yang memotong serangan tapak naga yang diarahkan ke yuen er dengan serangan tapak kearah kaisar.
Kaisar yang sedang memburu yuen er, mengelak dan melompat mundur menghindari energi tapak yang masuk , namun serangan itu terus mengejarnya sehingga akhirnya kaisar memutuskan untuk menangkisnya dan menyerang balik dengan mengerahkan jurus 18 tapak naganya kembali.
Kedua pasang tapak tangan bertemu diudara, dan terjadi benturan hebat yang memaksa kaisar terlempar mundur kebelakang dan bersalto diudara untuk mengurangi efek benturan yang terjadi.
Dihadapan kaisar berdiri thian long yang berdiri membelakangi yuen er dengan sikap siaga.
"Untuk apa menyusul kami sampai disini baginda? ucap thian long dengan tataoan tajam.
__ADS_1
"Untuk menghabisi kalian tentunya...! ucap kaisar dengan tertawa sinis menatap.thian long.
bersambung.