
Perlahan guru wu ming mendekati pedang halilintar yang tertancap ditanah namun cepat dicegah oleh thian long mengingat lokasi bekas sambaran petir masih panas dan tanah disekitar tertancapnya pedang halilintar masih membara dn mengeluarkan asap panas.
Pada saat itu tiba tiba suasana sekitar menjadi terng benderang, pedang halilintar yang tertancap ditanah tiba tiba mengeluarkan cahaya kemerahan bercampur keemasan.
Lalu diikuti dengan kemunculan sosok samar seorang biksu yang semakin lama semakin jelas dan nyata wujudnya dan ternyata itu adalah biksu dharmo.
"Amitabha... siapakah gerangan guru yang ada dihadapanku ini?" ucap biksu wu ming menyapa dengan hormat.
"Namo Buddhaya... salam sejahtera guru biksu perkenalkan namaku adalah biksu dhammo yang berasal dari kuil halilintar di india. ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.
"Guru biksu, waktuku tidak banyak karena sosok tubuh kasarku yang hadir diantara kalian sudah tiada dan yang saat ini hanya berupa sekumpulan dari energi yang tidak bisa bertahan lama dan untuk itu tolong dengarkan baik baik semua penjelasanku"
"Ketahuilah dinegeri asalku india ada seorang biksu sesat yang berilmu tinggi yang bernama mito yang sedang menuju kesini dan akan melakukan kekacauan dan kehancuran dalam skala besar."
"Biksu sesat itu telah membuat kehancuran dinegeri asalku india bahkan berhasil membunuhku dan menghancurkan seluruh bngunan kuil halilintar yang telah berusia ribuan tahun, untuk itu aku meminta pertolongan kepada kalian untuk mencegah dan menghentikan kekacauan yang akan segera terjadi yang akan dilakukan olehnya".
"Berbekal ilmu tapak buddha dan pedang iblis, mito telah menjadi sosok penebar maut yang sulit dihadapi, tetapi melihat pemuda yang ada disampingmu itu aku yakin mito kelak akan dapat diatasi dan ditahlukkan olehnya".
"Sekarang akan kutitipkan sebilah pedang suci halilintar buddha kepada kalian berdua tolong jaga pusaka ini jangan sampai jatuh ketangan mito"
Kemudian biksu dhammo mengarahkan pandangannya dan menggerakan tangannya kearah pedang suci halilintar.
Pedang suci halilintar mulai bergerak dan tercabut dari tanah dan perlahan melayang ke arah thian long, lalu terdengar suara biksu dhammo
"Anak muda aku rasa kau berjodoh dengan pusaka sakti ini mohon terima dan jagalah pusaka ini sebaik mungkin."
"Pedang suci halilintar telah menyerap inti sari dari alam semesta serta kebajikan sang buddha serta mewakili unsur api yang akan menyempurnakan tenaga inti api dan ilmu tapak buddha yang telah kau kuasai apabila kau mampu menyerapnya kedalam tubuhmu".
Thian long mulai mengulurkan tangannya, dan perlahan pedang suci halilintar melayang dan terjatuh ditelapak tangan thian long.
Thian long merasakan aliran tenaga yang berasal dari pedang suci halilintar yang mengalir masuk kedalam tubuhnya dan menimbulkan rasa tenang dan nyaman.
Wujud biksu dhammo mulai kembali samar lalu perlahan lahan menghilang seperti asap lalu terdengar suara biksu dhammo yang seakan terdengar semakin menjauh
"Anak muda keselamatan dunia sekarang ada ditanganmu, berjuanglah dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan biksu sesat itu demi keselamatan dunia dan umat manusia".
Thian long berdiri termanggu sesaat sambil menggenggam pedang suci halilintar dengan kedua tangannya, lalu berbalik memandang biksu wu ming seolah meminta penjelasan dari gurunya.
"Mari kita kembali kedalam long er, pedang suci naga emas secepatnya harus bersatu kembali didalam tubuhmu, juga ditambah pedang halilintar, firasatku mengatakan sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang tidak baik...!".
"Baiklah guru..." ucap thian long , lalu mereka bergegas kembali masuk keruang darma salla.
__ADS_1
Sesampainya diruangan dharmasalla, thian long meletakan pedang suci halilintar diatas altar lalu seakan kontak dengan pedang suci naga emas kedua pedang itu mengeluarkan suara berdengung dan memancarkan cahaya yang berkilauan.
"Sebelum kedua pedang suci ini bersatu dalam tubuhmu, guru akan menceritakan sesuatu kepadamu" ucap guru wu ming.
"Semalam aku bermimpi kedatangan sosok buddha raksasa, lalu secara tiba tiba wujud buddha berubah menjadi iblis yang membakar seluruh kuil serta diriku dan terakhir membunuh kau long er".
Mendengar ucapan gurunya sontak timbul rasa gentar didalam relung hatinya, gurunya adalah seorang biksu suci yang sudah diakui oleh semua golongan yang ucapan serta isyaratnya tidak pernah meleset selama ini.
"Baiklah long er, sekarang sudah tiba saatnya engkau bersatu dengan senjata suci ini yang akan memberikan kekuatan maha dasyat kepadamu, lakukanlah dengan segera" ucap biksu wu ming.
Biksu wuming kembali memejamkan mata lalu membaca doa dan memercikan tirta suci kepada kedua pedang suci itu.
Thian long segera bangkit berdiri lalu melompat mundur kebelakang dan mengerahkan tenaga inti es ditangan kirinya dan inti api ditangan kanannya lalu mengacungkan kedua tapak tangannya kedepan.
Kedua pedang suci melesat keatas lalu terbang berputar mengelilingi ruangan, lalu perlahan melayang mendekati telapak tangan thian long yang terbuka dengan posisi pedang suci naga emas disebelah kiri dan pedang suci halilintar disebelah kanan.
Kedua telapak tangan Thian long mengeluarkan seberkas sinar yang menyilaukan dan perlahan kedua pedang itu tertarik masuk kedalam tubuh thian long melalui kedua telapak tangannya.
Setelah kedua senjata suci itu masuk dan bersatu kedalam tubuh thian long seketika energi api dan es yang ada didalam tubuh thian long bergejolak hebat sehingga kekuatan api dan es meluber dan memancarkan energi yang dasyat yang membuat bangunan biara bergetar hebat.
Dengan tubuh yang sarat dengan energi es dan api yang sangat dasyat seketika disekekliling tubuhnya perlahan timbul pusaran angin yang semakin lama semakin keras.
Tubuh thian long terbang melayang jauh diketinggian dengan tubuh sebelah kanan dikobari api dan sebelah kirinya memancarkan energi beku yang berwarna keperakan.
Diketinggian thian long perlahan membentuk mudra tapak buddha, pancaran energi api dan es bersatu dan berubah menjadi keemasan.
Suasana menjadi sunyi seketika, angin mulai berhenti bertiup, lalu thian long mulai memainkan rangkaian jurus tapak buddha dimulai dari jurus pertama, setelah selesai jurus pertama, disusul jurus kedua, dan seterusnya sampai jurus ke sembilan.
Cuaca yang semula tenang seketika berubah secara drastis, thian long menghilang dari pandangan mata sementara angin bertiup dengan sangat kencang dan akhirnya membentuk pusaran besar diangkasa seperti bianglala raksasa yang berwarna keemasan.
Gemuruh halilintar terus menyambar nyambar tiada henti diangkasa tidak lama kemudian turun hujan salju yang cukup lebat
Biksu wu ming, yuen er dan seluruh anggota kuil biara emas dengan suasana was was berlarian keluar biara dan berkumpul dibawah sana.
Mereka menyaksikan fenomena alam yang luar biasa akibat dampak pengerahan energi tapak buddha sambil melindungi jubah dan rambut mereka yang berkibar kibar dihempas tiupan angin yang kencang.
Lalu tiba tiba terdengar suara bergema diangkasa seperti suara ribuan orang membaca doa dalam bahasa pali.
Perlahan pusaran angin yang terbentuk seperti bianglala raksaksa mereda, lalu perlahan tampaklah sosok thian long yang sedang duduk bersila melayang diangkasa raya.
Sekujur tubuhnya tampak mengeluarkan cahaya yang berkilauan dan perlahan melayang turun kebawah dan akhirnya mendarat ditanah dengan mengatupkan kedua tapak tangannya didepan dada.
__ADS_1
Mereka yang menyaksikan kejadian ini tampak berdecak kagum namun tidak ada satu orangpun yang berani mendekat karena disekitar tubuh thian long masih terdapat pusaran energi yang cukup kuat.
"Amitabha akhirnya proses penyatuan kedua pusaka itu kedalam tubuhmu berhasil...! ucap biksu wu ming.
Perlahan thian long membuka kedua matanya, lalu pusaran energi yang ada disekitar rubuhnya perlahan memudar dan cahaya yang keluar dari tubuhnya perlahan meredup dan hilang.
"Terima kasih atas budi jasa guru sehingga aku bisa mencapai tahapan tertinggi dari ilmu silatku" ucap thian long sambil berlutut dihadapan biksu wu ming.
"Bangunlah anakku long er.... nasib dunia persilatan dan seluruh umat manusia sekarang terletak dipundakmu dan ini sudah menjadi bagian dari hidupmu untuk menyelamatkan dunia ini dari kehancuran" ucap biksu wu ming.
Setelah bersujud selama 3x dengan kebing menyentuh tanah dihadapan gurunya thian long perlahan bangkit berdiri.
Kini pembawaan thian long begitu tenang, seluruh tubuhnya memancarkan aura suci yang begitu kuat dengan sorot mata yang tajam bagai tak tergoyahkan.
Yuen er hanya bisa memandangi kekasihnya dari awal tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun hanya tatapan penuh kebahagiaan yang terpancar dari kedua matanya menyaksikan pencapaian tertinggi dari ilmu silat kekasihnya.
"Long er dari sorot matamu, aku yakin kau telah menemukan sesuatu diatas sana, bisa kau jelaskan kepada kami semuanya?" ucap biksu wu ming dengan tatapan penuh kasih kepada muridnya.
Sejenak thian long terdiam, lalu berkata kepada gurunya:
"Jurus kesepuluh tapak buddha akan segera lahir guru, tahapan tertinggi dan yang terhebat dari 9 rangkaian ilmu silat tapak buddha....!"
"Amitabha....! ucap guru wu ming sambil menatap thian long lalu menggelengkan kepalanya.
Semua orang tercengang mendengar ucapan thian long, ternyata masih ada 1 jurus terakhir dari rangkaian ke sembilan jurus tapak buddha yang akan segera lahir dan mengguncang dunia.
Ketika semua orang masih dalam keadaan terkejut dengan pencapaian thian long tiba tiba terdengar suara keras yang menggelegar diikuti hawa mistis yang sangat mencekam.
"Siapa diantara kalian yang bernama thian long....!"
Sebagian murid murid yang berilmu rendah yang merupakan biksu muda dari kuil emas jatuh berlutut ditanah sambil menekap telinga karena tidak kuat menahan kerasnya suara yang mengandung tenaga dalam tingkat tinggi.
Biksu wu ming yang kehilangan seluruh tenaga dalamnya juga terkena dampak memgerikan dari suara itu, dari panca indranya mengeluarkan darah.
Dengan sigap yuen er menempelkan kedua telapak tangannya dipunggung biksu wu ming untuk menyalurkan tenaga dalamnya sehingga berhasil mengurangi efek ayang diderita biksu wu ming akibat dari suara misterius itu.
Didepan mereka tampak sesosok tubuh tinggi dan berbadan kekar dan berkulit gelap dengan penampilan seperti layaknya seorang biksu buddha, sekujur tubuhnya menebarkan hawa mistis yang sangat mencekam dengan tatapan yang penuh nafsu membunuh yang sangat luar biasa.
Siapapun yang memandang wajahnya akan bergidik ngeri, ya... dia adalah biksu sesat mito dari negeri india yang akan menebar teror kematian kepada siapapun yang menghalanginya.
Bersambung........
__ADS_1