Tapak Buddha

Tapak Buddha
Thian Long VS Kaisar


__ADS_3

Kaisar yang menyaksikan fenomena alam yang terjadi menjadi terperangah, diam diam rasa gentar mulai merasuki hatinya, lalu dengan memantabkan hatinya ia mulai mengerahkan seluruh ilmu kepandaian dan tenaga dalamnya.


Perlahan kaisar mulai menghimpun tenaga dalamnya lalu mulai menyerap pedang putera langit kedalam tubuhnya sehingga seluruh tubuhnya memancarkan cahaya ungu yang sangat pekat.


Energi ungu yang berasal dari pedang putera langit membentuk bayangan naga ungu yang terlihat sangat garang dan perlahan mulai membesar dengan mata merah menyala.


Perlahan kaisar mengerahkan jurus 18 tapak naga, lalu dengan kekuatan penuh ia melesat tinggi keangkasa dan mengarahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang thian long.


Thian long yang telah siap sejak tadi mulai melesat dan menghampiri kaisar diudara lalu mulai mengerahkan kekuatan jurus ke 9.


Kaisar dengan cepat mengerahkan 4 jurus tapak naga sekaligus, dengan gerakan yang sangat cepat ia melesat menyerang thian long.


Ketika kedua pasang tapak bertemu diudara, seketika terjadi letusan yang sangat hebat, bahkan tanah yang berada jauh dibawahnya berguncang dengan keras terkena dampak kekuatan dari benturan kedua energi itu.


Mereka berdua terlihat masih mengadu kekuatan, ketiga bayangan milik kaisar terlihat masih berputar dengan cepat menyerang seluruh tubuh thian long yang telah menyatu dengan sosok buddha raksasa.


Serangan demi serangan menghantam tubuh buddha raksasa, kaisar terus mengerahkan seluruh kekuatannya tanpa henti, bayangan naga raksasa berwarna ungu terlihat seperti membelit seluruh tubuh sosok buddha raksasa.


Setelah energinya terkuras akibat serangan yang dilancarkan olehnya, kaisar melesat mundur kebelakang untuk kembali mengolah nafas dan melihat dampak dari serangannya.


Sosok buddha raksasa perlahan terlihat retak dan meledak hancur berkeping keping, melihat keadaan itu kaisar tertawa terbahak bahak, sambil berkata dengan suara keras iapun mengatakan:


"Ha..ha..ha.. akulah sang putera langit sejati, dengan kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki bahkan buddha sekalipun dapat aku hancurkan".


Tiba tiba wajah kaisar berubah menjadi pucat melihat pemandangan yang ada didepannya, matanya melotot seakan tidak percayai penglihatannya.


"Ti..tidak mungkin, i..ini tidak mungkin terjadi, aku telah menyerangnya dengan seluruh kekuatanku tetapi kenapa dia...ah pasti ini ilusi....!!!" ucap kaisar dengan gugup sambil berulang kali mengucak kedua matanya.


Perlahan dari kepulan asap terlihat bayangan tubuh thian long yang semakin lama semakin jelas terlihat masih dalam posisi melayang diudara dengan menangkupkan kedua tangannya diatas keningnya dengan seluruh tubuhnya yang masih berwarna kuning keemasan yang memancarkan energi alam semesta yang bergabung dengan energi api dan es milik thian long.


Perlahan thian long membuka kedua matanya dengan sorot mata yang tajam bagaikan ribuan mata pisau thian long terus menatap kaisar yang sudah mulai hilang semangat tempurnya.

__ADS_1


Dengan tubuh gemetar penuh rasa takut kaisar mencoba mengangkat tangannya kemuka dengan maksud menahan thian long agar jangan menyerangnya.


Pangeran lee yang menyaksikan hal itu segera melesat keatas dengan cepat melayang diantara kaisar dan thian long dengan kembali merentangkan kedua tangannya kali ini ia memohon kepada thian long untuk mengampuni nyawa ayahanda kaisarnya.


"Kak long demi hubungan persahabatan diantara kita mohon ampunilah nyawa ayahanda kaisar, aku mohon tolong jangan membunuhnya karena biar bagaimanapun dia adalah seorang kaisar pemimpin dari negri ini kalau sampai beliau meninggal karena terbunuh disini pasti akan terjadi banyak kekacauan dan akan banyak pejabat yang akan berontak untuk berebut kekuasaan dan rakyat juga yang akan jadi korbannya mohon pikirkan hal itu kak long..."


Mendengar permohonan dari pangeran lee, thian long tampak terdiam dan berpikir lalu akhirnya ia berkata sambil menatap tajam kearah pangeran lee :


"Seandainya saat ini aku melepaskan dan mengampuninya, apakah dia akan merubah sifat buruknya dan berhenti melakukan kejahatan serta kembali menjadi kaisar yang bijaksana seperti dahulu..?"


Mendengar dirinya akan diampuni oleh thian long kaisar dengan dengan setengah memohon berkata:


"Kalau benar kau mengampuniku aku berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatan jahatku apalagi berniat untuk membunuhmu,aku akan mencurahkan seluruh kemampuanku untuk mensejahterakan rakyat, untuk itu aku mohon ampuni diriku...!"


"Baiklah kalau begitu aku pegang kata katamu, aku berharap engkau akan selalu memegang janjimu" ucap thian long sambil perlahan mengendurkan kekuatannya dan menarik semua jurusnya hingga fenomena alam kembali normal serta bayangan buddha raksasa menghilang diikuti pancaran sinar yang berwarna keemasan lenyap dari tubuhnya.


Melihat kejadian itu pangeran lee menarik nafas lega dan tersenyum kepada thian long seraya mengucapkan terima kasih kepadanya.


Thian long tersenyum sambil menepuk bahu pangeran, lalu keduanya melayang turun kebawah dari ketinggian meninggalkan kaisar yang masih berada diatas.


"Ini saatnya mumpung dia sedang lengah kalau tidak sekarang kelak tidak akan ada lagi kesempatan lagi untuk menghabisinya"


Perlahan ia memgambil botol kecil yang ada didalam sakunya, lalu ia mengeluarkan isinya yang merupakan sebutir pil kecil berwarna kemerahan.


"Akhirnya aku terpaksa menggunakan obat ini, aku tidak tahu apakah tubuhku sanggup menahan kekuatannya, semoga saja bisa...!" ucapnya perlahan lalu ia mulai memasukan obat itu kedalam mulutnya dan menelannya.


Setelah meminum obat itu kaisar mulai merasakan kekuatannya kembali pulih bahkan tenaganya terus meningkat dan membesar sehingga tubuh dan ototnya mengembang dengan cepat dan matanya berubah menjadi kemerahan.


Kaisar terus merasakan kekuatannya naik secara drastis menjadi 1x lipat, lalu terus naik menjadi 2x lipat sampai akhirnya menjadi 3x lipat dari semula.


Perlahan kaisar mulai mengerahkan pedang putera langitnya, setelah pedang putera langit berada dalam genggamannya ia mulai kembali mengerahkan seluruh kekuatannya lalu melesat dengan cepat sambil mengarahkan pedangnya untuk menyerang thian long dari belakang.

__ADS_1


Kecepatannya meningkat dengan drastis, dalam sekejap kaisar mulai menyusul thian long yang telah sampai dipermukaan tanah, yuen er yang melihat kejadian itu segera berteriak keras :


"Kak long awas serangan dibelakangmu...!"


Thian long yang memang sudah merasakan bahaya lewat perubahan udara yang ada dibelakangnya kembali waspada, seketika dengan cepat ia mengalirkan kekuatannya dengan mengeluarkan pedang halilintar lalu dengan gerakan kilat ia mendorong pangeran lee untuk menjauh dan membalikkan tubuhnya lalu menebaskan pedangnya untuk menangkis serangan tiba tiba dari kaisar.


Traaaanggggg.....!!!!!!!


Terdengar bunyi benturan kedua pedang dengan keras disertai percikan api yang memancar.


Tangan thian long bergetar dengan hebat bahkan pedang suci halilintar hampir terlepas dalam genggamannya karena benturan yang terjadi sambil berkata dalam hati :


"Ba..bagaimana mungkin ia jadi sekuat itu, apa yang terjadi sebenarnya....!!!"


Didepannya berdiri sosok kaisar dengan garangnya dengan tatapan matanya yang buas serta energinya yang meledak ledak ia tertawa mengekeh sambil berkata:


"Ada apa thian long, heran dengan kekuatan baruku..?"


Melihat penampilan ayahandanya wajah pangeran lee menjadi pucat ia seperti menyadari sesuatu dengan suara bergetar lalu ia berkata :


"Ja..ja.jangan jangan ayahanda kaisar mengkomsumsi obat setan itu, celaka... bagaimana ini obat itu memang akan menambah energi ayah dengan drastis tetapi efek setelah mengkomsumsi obat terlarang itu akan sangat fatal, obat itu mengeluarkan semua energi kehidupan dan mengubahnya menjadi tenaga dalam akibatnya umur ayahanda kaisar akan menjadi sangat pendek setelah ini....!"


Thian long kembali mengerahkan energinya dan menghimpun kekuatan jurus pedang buddhanya kembali lalu ia melesat kedepan dan mulai menyerang kaisar yang berada dihadapannya.


Sambil tertawa tawa kaisar dengan mudahnya menangkis semua serangan thian long dengan pedang halilintarnya, bahkan ketika berkali kali terjadi benturan senjata tangan thian long menjadi kebas dan sakit dan pedang halilintar beberapa kali hampir terlepas dalam genggamannya.


Thian long kembali menyerang kaisar dengan sekuat tenaga, tubuhnya berkelebat cepat bagaikan seekor naga pedangnya berkelebat dengan cepat dan ganas sampai pada akhirnya kaisar kembali mengibaskan pedang langitnya dan akhirnya kembali terjadi benturan senjata yang sangat keras diantara mereka berdua.


Lalu kaisar mengibaskan kembali pedang putra langitnya untuk menyerang thian long, dengan sekuat tenaga thian long menangkis serangan kaisar dan akhirnya senjata mereka kembali berbenturan dengan keras bahkan saking kerasnya pedang halilintar akhirnya terlepas dari genggaman thian long dan terlempar berputar putar kebelakang sampai akhirnya jatuh tertancap ditanah.


Melihat kejadian ini spontan kaisar tertawa panjang, lalu dengan tatapan yang buas kaisar berkata:

__ADS_1


"Bersiaplah untuk mati thian long....!!!"


bersambung....


__ADS_2